Sebuah catatan

17 September 2024

Perasaan kesedihan terasa hingga di hati, salah satu orang keluarga yaitu paman saya dari garis ibu sedang mengalami sakit, dirawat di RSUD kota Bogor Cilendek, tepatnya di ruang batu tulis. Apa yang dialami adalah resiko dari banyak sisi, makanan, minuman dan lain2, yang paling jelas ya memang takdir umur siapa yang tahu, karena tugas kita untuk mencoba,meski hasil  Wallahualam..


‎Awal mula gejala paman saya ini kalo kencing sakit, dan keluar gumpalan darah yang menyumbat saluran kencingnya, hingga kalo malam terlalu sering kencing hingga tidur tidak nyaman. Setelah dideteksi ke dokter ternyata di kantung kemihnya ada tumor yang memenuhi, hingga akhirnya dikuras, dan dibersihkan, cairan keluar terus dengan cara seperti menguras kolam, itu yang dialami paman saya ketika awal sakit sekitar 1 tahun lalu, di rumah sakit permata sawangan. Selesai di permata sawangan paman saya masih konsultasi dokter, dan karena masih terasa sakit ketika kencing dan suka kencing darah, dokter merujukan ke RS Fatmawati. Dan di sinilah letak kesalahan kami, tidak mendorong ikut saran merujuk ke Fatmawati, malah ambil shortcut pengobatan alternatif. Seiring waktu, malah masuk RS lagi dan dikuras lagi di RS sentosa Kemang Bogor, sekitar 6 bulan setelah di permata Depok.


‎Perkembangannya masih sama, dan masih pihak keluarga masih mengupayakan jalur alternatif setelahnya, karena dari sentosa mengarahkan ke RSUD kota Bogor, dan ketika itu dokter urologi mengambil kesimpulan untuk mengqngkat kantung kemihnya, tapi musyawarah keluarga tidak sepakat, dan lebih memilih jalur alternatif.


‎Pengobatan sana sini, bekam hingga orang pintar bilang ini itu, sampai suatu hari kaki paman membengkak, sebenarnya dokter sudah bilang kalo kaki bengkak ada 3 kemungkinan yang terjadi di organ dalam, jantung yang bermasalah, atau hati yang sudah melemah, dan terakhir ginjal yang jebol, alias gagal ginjal. Sayang seribu sayang, langkah yang diambil masih alternatif, urut badan, orang pintar dan lainnya, berlarut-larut hingga pada kondisi sekarang, yang dari kesimpulan dokter sudah terjadi gagal ginjal kronik yang membuat paman saya ini badan gatal, gak bisa kencing, dan kaki kanan bengkak sampai pangkal paha, kesemua itu mungkin tidak terjadi jika kesigapan dalam penanganan, tapi malang tak bisa dihindari. Hidup adalah berbagai macam konsekuensi, tidak ada keputusan salah, yang salah adalah tidak mengambil keputusan.


‎Takdir hidup siapa yang tau, hari ini mendapat kabar kalo untuk pertama kalinya paman saya akan cuci darah, semoga hanya sementara, dan walau ya walau, gagal ginjal kronik kalo menurut catatan2 yg saya baca, harus cuci darah seumur hidup, beda dengan yang akut, yang masih bisa sembuh lagi. Tapi harapan untuk normal harus tetap menyala, semoga dan semoga paman saya cepat pulih lagi. Dan jadi catatan buat generasi berikutnya, lewat catatan ini, saya mengingatkan kesigapan dalam bersikap. Semoga anak keturunan saya sehat dan bisa menyakapi dengan baik jika ada permasalahan kelak.

Curhatan seorang laki-laki

Merasa tidak bergunanya menjadi seorang laki-laki ketika anak meminta jajan, atau istri ngeluhin beras abis atau token bunyi, belum bayar sekolah dll, kebutuhan rumah tangga, tapi kondisi laki-laki, isi atm,atau kantongnya lagi kosong melompong, kerjaan pending, tagihan macet,… Cuma bisa menghela nafas, Yaaa Allah….

‎Itulah gambaran ekonomi yang sedang lesu, hingga laki2 sekuat diri, mikir mau ngerjain apa ya, yang bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hidup memang harus diperjuangkan, tapi kita harus tau dengan apa dan bagaimana kita berjuang, itu yang kadang menjadi pilihan sulit, wahai para kepala keluarga, selamat berjuang, ingat satu hal. Boleh melakukan apapun dengan cara apapun, asal, asall.. Dengan cara fair dan halalan toyiban, supaya Keluarga berkah dunia akherat. Selamat, sekali lagi saya ucapkan.

Unek-unek selewatan saja

Dalam hidup ini banyak kejutan-kejutan, meski memang katanya proses tidak mengkhianati hasil, tapi kawan, jujur deh, ada wilayah yang dalam prosesnya sepertinya sudah serius dan benar2 sesuai SOP (standar operasional prosedur) tapi hasilnya masih nihil, masih bapuk. Itulah sesuatu yang diluar jangkauan kita, sesuatu yang semua sudah terserah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sistem semesta alam yang dibentuk oleh Tuhan tidak mengizinkan itu terjadi. Ya, apa mau dikata? Semua sudah takdir milik Dia Yang Maha Kuasa, soalnya ada loh, orang yang melakukan effort yang mirip tapi hasilnya berbeda, itulah nasib, kalo kata temen saya, cara boleh dicopy paste, tapi soal rezeki belum tentu sama. Kira2 begitu renungan sore ini kawan, semoga anda sehat dan keluarga tetap utuh dalam Rahmat Allah SWT.


‎Kadang selain kerja keras kita butuh kesempatan, dan selain kesempatan kita butuh keberuntungan, hidup memang menyenangkan, ada banyak hal seru yang bisa kita pelajari dan syukuri. Dan setiap kejadian selalu ada hikmah pelajaran yang bisa diambil, meski kadang harganya mahaall… Katanya kesempatan terbaik hanya datang 1 kali, tetapi selalu ada kesempatan kedua buat orang-orang yang mau memperbaiki diri.


‎Ini cuma renungan pribadi, yang menjadi unek2 selewatan belaka, karena sudah lama tidak menulis di sini, jadi pengen aktif lagi, mulai lagi, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, yang akhirnya timbullah sebuah cerita, sebuah kisah, semoga ada yang membaca, setidaknya bisa dikenang, oleh anak keturunan nanti.

Selamat Ulang Tahun wahai diri

Ditulis 10 Februari, dipos tanggal 23 februari 2024

Sabtu 10 februari 2024, di hari yang sama, sabtu 10 februari 1990, hari dimana nafas pertama dari seorang bayi kecil, hitam mungil itu berhembus, dalam satu sesi kehidupan baru yang lahir dari 2 insan yang menanti anak laki-laki. Hari itu konon katanya bertepatan bulan Rajab, dan malamnya gerhana bulan. 

Hari ini, bayi hitam itu sudah bisa bereproduksi, dan menghasilkan seorang bayi mungil yang sudah berusia 3 tahun lebih.

Sungguh hidup yang luar biasa, yang dianugerahkan dariNya. Tentu saja, doa-doa itu mewujudinya. Laki-laki itu sudah berumur 34 tahun, dengan segala rutinitas segala macam yang ditekuninya, pernah jadi SPB, pernah menjadi sekuriti, pernah menjadi design layout, pernah menjadi koordinator di sebuah perusahaan kecil, hingga akhir memutuskan untuk mandiri, berdiri dan berserah diri kepada Allah.

Banyak lika-liku kehidupan, ditolak cewek, ditolak calon mertua, hingga bertemu dengan sosok perempuan Manado yang bersepakat dengannya dalam hidup. Tentu saja, problematika rumah tangga itu ada, meski riak yang kecil-kecil itu terkumpul dan kadang meledak. Semua diselesaikan dengan diskusi, begitu katanya.

Tahun luar biasa, bukan tentang tahun politik tetapi tahun yang mendewasakan diri. Duhai Allah, berikan kami umur yang berkah, yang setiap detiknya kami lewati untuk kebermanfaatan dan ketaatan kepadaMu.

Selamat berproses, selamat melangkah lebih jauh, kau bukan anak kecil lagi. Tetapi laki-laki yang sudah mempunyai anak kecil. Saatnya menatap lebih baik, melangkah lebih panjang, dan merasa lebih dalam. Semoga dan semoga, Allah, Tuhan semesta alam, selalu merahmati dan diberikan petunjuk dalam hidup. Aamiin Allahumma Aamiin…

HIV dan seorang kawan (catatan 1)

Seorang kawan sangat dan amat tercurigai mengidap HIV, dia adik kelas saya, meski tak begitu akrab, saya punya kesan terhadapnya. Pertama kakaknya kerja masih sering bersinggungan dengan saya, yang kedua tetangganya seorang kawan baik saya. Jadi, info-info tentang dia masih terus bergelut dikeseharian.

Berdasarkan info Intelejen jaringan yang saya punya yang lain lagi, dia masuk dalam kelompok golongan dunia pelangi, Anda pasti mengerti, lambang pelangi itu apa. Saya amat dan teramat sedih, jika memang begitu adanya. Almamater sekolah Islam yang bersemat di dadanya terasa memudar. Kenapa bisa terjebak dunia seperti itu? Sungguh, sedih.

Info yang saya dapat, pertama dia merahasiakan sakitnya, dan hasil tes lab-nya pun dibuang, tetapi kondisi yang membuat sedih lagi adalah, ketika dia dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya tapi emosinya malah marah, selama 1 Minggu di rumah sakit, malah terjadi drama ini itu. Jarum impus dicabut, dan teriak-teriak minta pulang, dan akhirnya keluarga menyerah dan membawa pulang kembali. Meski tetap harus menggunakan jarum impus di rumahnya.

Kondisi ini adalah kondisi yang seakan – akan dia tidak terima atas sakitnya, masih denial, belum berserah diri atas segala apa yang terjadi pada dirinya. Yaa, saya hanya bisa mendoakan semoga dia bisa melewati fase ini, dan bertaubat, minta ampun dan berserah diri kepada Allah. Yaa mau bagaimana lagi? Dia dalam posisi tidak punya pilihan.

Secara ciri2 persis sekali dia mengidap HIV AIDS, meski keluarga bilangnya kangker pada tenggorokan, tapi kembalinya dia ke RS dengan kondisi yang sudah lemah dan ditempatkan di ruang isolasi khusus itu sudah menjawab kecurigaan. Lidah yang putih karena jamur, sering BAB, badan kurus kering, tenggorokan gak bisa menelan, suka kejang, itu adalah ciri-ciri penyakit ini, dan ini sudah 2 bulanan. 

Satu lagi yang bikin sedih adalah kondisi keluarga, mengingat dia adalah tulang punggung keluarga, ibu dan kakak perempuannya tentu khawatir soal ini, terutama ibunya, yang selama dia sakit ini menjadi hampa, tak bergairah lagi, makanpun sejadinya, ya memang, hati ibu mana yang kuat menyaksikan anak bontotnya sakit parah begitu. Sepertinya memang keluarga inti terutama ibunya tidak diberi tahu sakit apanya sang anak. Mungkin hanya orang yang menghadapi dokter yang tahu. Dan menyimpannya rapat2.

Ini jadi pelajaran penting buat kita semua, ketika berbuat sesuatu pikirkan dampak dan pengaruhnya, bukan hanya untuk kita, tapi untuk keluarga, orang tua, dan semua. Sungguh sesuatu yang menyakitkan,  ketika rasa sakit itu tidak hanya diri sendiri yang menerima, tapi lebih menyakitkan ketika orang tuapun merasakan sakitnya. Jauhi sex bebas, jangan sampai keluarga kita menjadi penyuka sesama jenis. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Jika itu semua terjadi, obati bersama. Maka penting keterbukaan itu memang. Soalnya saya juga punya seorang teman penyuka sesama jenis sudah kembali ke fitrah, dan sudah menikah dan punya anak. Jika memang ada yang demikian, dampingi, dampingi, dampingi, jangan dihujati….

Ok terima kasih.

Sepi atau Kesepian?

Sepi itu melahirkan ketenangan
Sementara kesepian melahirkan buruk sangka, gundah gulana atau apapun itu yang berkaitan dalam kehilangan.

Sepi itu saat di mana kita hening, melantunkan syair, puji-pujian kepada sang Khaliq.

Sementara kesepian datang dalam kemeranaan, menempatkan diri kita sebagai Korban atas kebodohan diri sendiri.

Duhai, bersepilah tanpa harus “merasa” Kesepian

Mengenang sosok Bapak B. Hartadi

Bapak Budi Hartadi, itu namanya, sosok pensiunan TNI yang sudah tua namun masih sangat aktif, olahraga dan berpikir ini itu, sulit menghentikannya untuk bergerak. Kecuali 1, yaitu ketika tiba waktunya, dan akhirnya itu datang, mendengar kabar tanggal 14 Mei 2023 kemarin, Bapak Budi Hartadi, sosoknya terkenang dalam hidup saya, pernah begadang malam buat selesaikan naskahnya yang tak kunjung selesai, tapi paginya sudah nongol lagi buat melanjutkan.



Beberapa bulan lalu saya sempet chat dan info ke beliau kalo ingin berkunjung, sayang seribu sayang, belum juga terlaksana, rencana abis lebaran ini. Namun, benar-benar terlewat, sampai akhirnya tgl 15 Mei saya melihat status cucu beliau, kalau Bapak telah tiada, dan akan disemayamkan di Klaten, kota kelahirannya.



Dari beliau saya belajar, sikap disiplin yang luar biasa, karena memang basic tentara, pensiunan Letjend yang ketika berpulangpun diadakan upacara militer. Dan yang kedua, pekerja keras yang gigih, tak mengenal waktu dalam bekerja. Ketika menyelesaikan naskahnya dulu, saya sering begadang malam bareng dia, kalo saya sudah lelah terkantuk-kantuk, beliau masih ok, dan jam 6 pagi sudah muncul kembali. Yang ketiga beliau adalah orang yang tegak lurus, masih ingat bagaimana beliau menasehati seorang jenderal polisi untuk lurus tidak korup dan bukunya yang intinya adalah sebuah penyampaian beliau tentang dunia ini, beragamalah, terserah agamanya apa, tapi jangan jadi orang yang tidak mempercayai Tuhan. Itu yang tergambar dari beliau.


Pada akhirnya kenangan bersama beliau ini menyeruak, terlintas di pikiran dan menusuk dada saya, Yaa Allah, semoga Allah ampuni beliau, dan Allah berikan ganjaran atas setiap kebaikannya di dunia. Aamiin.



Begitulah, sosok kenangan pagi ini. Sayang sekali, foto-foto bersama beliau sudah terhapus, saya cari tidak ketemu.

Teruntuk Anak Kami Uwais Hamka

Muhammad, biarlah nama ini bagian dari doa orang tua kepada sang anak.

Nak, nanti ketika ada yang bertanya kenapa namamu diberi awalan Muhammad, bilang padanya nak, bahwa itu adalah bagian doa Ayah Bunda, yang ingin sekali engkau nak menjadi yang terpuji dengan berdasarkan menjadikan Nabi sebagai Role Model, meski kita tidak pernah melihatnya. Bilang padanya nak, Nabi Muhammadlah penggerak api tauhid, yang meniadakan Tuhan selain Allah. Dan dengan cahaya itulah nak, Nabi menerangi segala bentuk kejahilan, kebodohan, hingga kini kita berada di zaman yang penuh peradaban.

Semoga dengan wasilah namamu itu nak, Ayah Bunda bisa diakui menjadi salah satu bagian pengikut Beliau. Dan semoga syafaat beliau menaungi Ayah bundamu ini nak. Insya Allah… Sholu alannabi….

Uwais, ibumu menyukai kezuhudan Uwais Alqarni nak, jika kau sudah bisa membaca kelak, maka cobalah baca kisah-kisah sahabat dan tabiin, bacalah tentang sosok Uwais Alqarni itu nak, sosok yang tak dikenal di muka bumi, tetapi malaikat-malaikat dan segenap penghuni langit menyebut namanya. Ambillah hikmah dari padanya nak. Ini adalah bagian kedua doa ayah Bunda.

Hamka, Ayahmu ini adalah penikmat segala karya Buya Hamka, Ulama, Sastrawan, Politikus, yang begitu mudah memaafkan orang yang menyakitinya. Namun mengenai keimanan, beliau tegas mengatakan yang tidak tetap tidak. Jika sudah dewasa nanti, cobalah belajar tentang sosok ini nak, ini adalahbagian ketiga di doa Ayah Bunda untukmu nak.

Semoga menjadi apapun kamu nanti, mempunyai basic yang kuat atas dasar nama ini. Tetapi nak, tanpa kau berjalan menuju kemuliaan maka kau tak akan pernah sampai. Berjalan lah, dan luruskan niat. Tidak mudah, tetapi kayuh sudah kau pegang, perahu sudah kau duduki. Berjalanlah, meski kau tidak tahu apa yang ada di depanmu kelak. Semoga Allah memberikanmu jalan kebaikan dari setiap kayuh yang kau jejaki. Insya Allah.

Teruntuk Muhammad Uwais Hamka.

21 Desember 2020
06 Jumadil Awal 1442 Hijriyah

Sharing tentang jodoh

Pengen sharing bagaimana saya bertemu jodoh. Ting….

Saya termasuk nikah dah berumur, di angka 29 tahun.

Pernah pacaran sekali cuma dapet galaauuu🤣

Dua tahun pacaran, pas diajak nikah dia gak mau, gak yakin, ehh tau-tau ternyata dia suka orang lain.. Hehehee

Perih, galau, putus dah, tapi kerasa kehilangan, susah tidur, susah makan, susah BAB, eh ngga ding..

Ini terjadi di umur 24 tahun, beranjak seperempat abad.

Seiring waktu akhirnya belajar untuk lebih menghargai dan menyayangi diri sendiri.

Bertemulah dengan sosok wanita Sumatera, dekat, dan langsung serius.

Secara pendidikan overqualifaid, S2, dan kerja di sebuah travel, sering umroh, dan sering jalan-jalan ke luar negeri.

Ada perasaan minder, tapi si wanita selalu menyakinkan.

Bertemu mamaknya, Jalan-jalan bareng ke Jogja, dan sedikit drama ini itu.

Akhirnya fix, gak dapet restu.

Mamaknya tetep ambil kesimpulan pengen dapet menantu orang batak yang punya marga. Dan jauh lebih penting yang setara, secara pendidikan dan jaminan hidup. Galau lagi dong.. Hehehee

Lewat dari itu keponakan laki yang baru berumur 19 tahun, udah bawa-bawa cewek.

Segera menikahlah ia, tapi bapak saya masih gak rela kalo keponakan duluan yang nikah. Hahaaaa..

Sempet dijodohin sama tetangga, tapi tetangga itu saya add facebooknya aja dah di blokir duluan😁

Datanglah tetangga lain lagi, mau nge jodohin anaknya sama saya.

Bingunglah jadinya, di saat itu pula seorang teman mengenalkan saya dengan sosok wanita manado.

Lagi-lagi overqualifaid, terlalu tinggi menurut saya. S2 di IPB, menjadi dosen di sebuah Universitas Swasta.

Dari pengalaman sebelumnya, ragu-ragulah saya, meski setelah pertemuan sekalipun. Belum lagi bakal bertemu sama orang tuanya.

Dihajarlah saya dengan sebuah kecelakaan yang membuat saya menggigil.

Vonis awal dokter saya kena torsio testis, suatu penyakit kelamin yang akut.

Sedih tiada tara, dan rasanya, udahlah, gak usah nikah. Membujang seumur hidup, karena penyakit ini secara kedokteran bakal punya pengaruh ke kusuburan pria.

Sampai di sini saya seperti berada di kondisi nol, tak mampu kuasa atas suatu apapun, hanya Allah sebagai penolong.

Teringat lah saya akan kisah-kisah tentang kondisi nol, bahasa ESQnya Zero Mind Process.

Sebagaimana kisah Kapten Abdul Razak ketika pesawat garuda yang ia sebagai kapten pilotnya, terjebak di awan hitam.

Kapten Abdul Razak mengupayakan sebagaimana layaknya manusia berikhtiar, tapi pesawatnya tetap mati mesin.

Sampai akhirnya setelah dia menyerahkan nasib dia dan penumpang ke Allah, cahaya kembali terlihat, dan ketika itulah persekian detik ia memutuskan pendaratan darurat di sungai bengawan solo.

Kisahnya mahsyur, Teman-teman bisa cari di youtube, kisah kapten Abdul Razak dari sudut pandang ESQ.

Nabi Musa juga pernah dalam kondisi terjepit, ketika dibelakangnya ada Firaun dan pasukan yang banyak. Di depannya lautan dalam.

Dan ketika itu Nabi Musa berserah diri ke Allah, dan Allah berikan jalan keluar lewat wasilah tongkatnya, terbelah lah laut, hingga Nabi Musa dan Umatnya bisa melewati lautan.

Eh, balik lagi ke kisah saya, si gadis Manado malah makin sering datang ke rumah, makin intens komunikasi, sambil sering membisikkan “Kita hadapi semua bersama, dan yakin sama Allah, Dia yang Maha Penolong”

Yakinlah saya kalo ini jalan jodoh yang Allah kasih. Alhamdulillah..

Akhirnya hasil Scan USG keluar, bersyukur banget, hasil dari dokter ternyata saya kena Hidrokel.

Hidrokel itu penumpukan cairan di buah zakar karena benturan.

Saya scan USG sampai 2 kali untuk menyakinkan, Alhamdulillah hasilnya tetap sama.

Bertemu ayah si gadis manado itupun Alhamdulillah Allah mudahkan.

Banyak banget support dari guru, keluarga dan teman. Alhamdulillah, Allah berikan jalan.

Sampai di sini, menikahlah saya, tetapi tetap ada kekhawatiran, apa bisa saya punya anak?

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, delapan bulan, saya lewati dengan penantian-penantian.

Istri belum juga hamil, beberapa saudara mewanti-wanti, kalo saya gak bisa punya anak, karena kecelakaan itu.

Memang, walau sudah satu tahun lebih, buah zakar saya masih kerasa sakitnya, walau sudah jauh berkurang.

Beli tespek berkali-kali, ketika telat satu dua hari cek, ternyata masih belum juga ada hasil positif.

Kabar gembira itu hadir di bulan ke 11 pernikahan, tepat di 12 februari, dua hari setelah ulang tahun saya, serasa Allah berikan hadiah yang teramat besar.

Istri hamil, atas pertolongan Allah semata.

Waktu pas sakit, saya sempet nadzar kalo sembuh tanpa operasi atau kalo istri bisa hamil (istri hamil berarti saya sembuh) saya akan membagikan uang 100 ribu buat 50 orang yatim atau duafa, Alhamdulillah, Allah mudahkan pula rezekinya buat bayar itu.

Sekarang istri sudah lahiran, dan anak kami sudah hampir 3 bulan, semoga Allah jaga dan selalu dalam rahmat yang menjadikan keluarga kami dalam rute sakinah mawaddah, warahmah. Alhamdulillah…

Itu secuil kisah saya, semoga jadi pelajaran buat saya pribadi dan yang lain.

Kisah Kasih Irman,
Perjalanan menjemput jodoh.

Dilema Sebuah Pernikahan

Entah do’a yang mana, dan do’a siapa, yang Allah ijabah. Dari wasilah do’a para guru, orangtua, saudara dan teman-teman. Alhamdulillah segala puji-pujian hanya milikNya, selalu, sepanjang tarikan nafas, sepanjang waktu tanpa henti. Sesungguhnya, DIA Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tiga bulan menjelang pernikahan, peristiwa itu terjadi. Cek up awal, dokter spesialis urologi bilang kemungkinan besar saya terkena torsio testis. Penyakit apa itu? Keplintir pembuluh pena pada buah zakar, sungguh, mendengar berita itu saya bagai tersambar petir di siang bolong, Tiga bulan menjelang pernikahan, gila saya pikir. Sungguh, itu membuat saya berpikir ulang berkali-kali buat melanjuti jenjang kepernikahan. Semua terjadi begitu saja, sedih galau tak karuan. Kalo teman-teman penasaran, silahkan browsing saja tentang torsio testis, semoga kita dalam lindungan Allah selalu.

Apa yang dirasa? Mungkin rasa galaunya lebih besar daripada rasa sakitnya, ini membuat saya banyak konsultasi ke guru dan teman, tapi namanya iman bagai ombak yang kadang tinggi rendah. Merasa momen yang pas sekali, menjelang pernikahan sakit pada kelamin. Sungguh tiada yang kebetulan, Allah makin beri keyakinan dengan sakit ini.

Berkali-kali calon istri menyakinkan, kita hadapi bersama, apapun yang terjadi, begitu katanya. Tiada kata ragu dibenaknya, Allah kariem, wanita inilah yang menyakinkan saya berkali-kali, di atas keraguan saya yang menggamang. Semua ini membuat saya makin mantap dengan wanita ini, seseorang yang baru saya kenal 3 bulan belakangan, melalui seorang teman. Seorang gadis berdarah manado yang merantau di Jakarta. Sungguh, dipilih olehnya adalah hadiah dari Allah yang tiada batas.

Alhamdulillah… Pada akhirnya scan hasil USG keluar, bersyukur tiada batas, hasilnya ternyata hidrokel, lebam pada buah zakar dan terisi cairan yang entah apa.
Saya sempat scan USG ulang untuk lebih menyakinkan, ketika 1 minggu menjelang pernikahan, Alhamdulillah, hasilnya tetap sama yaitu hidrokel, penumpukan cairan di buah zakar sebelah kanan.

Saran dokter segera operasi, tapi saya bisa pilih, kalo masih tahan sakitnya boleh cukup di observasi setahun. Saya pikir ulang, masa menjelang pernikahan operasi kelamin, akhirnya saya bersabar, sambil ke alternatif ini itu, tetapi yang paling saya rutinkan lebih ke terapi bekam. Alhamdulillah sudah setahun 3 bulan kalo sekarang, dan mungkin sakitnya masih terasa sekitar 20% terutama kalo pas getaran naik motor.

Bagaimana semua ini bermula? Saya masih ingat, Rabu 28 November 2018, sore itu saya bermain bola bersama teman-teman dan tanpa sengaja seorang teman menendang bola ke arah kemaluan, sejak saat itu dunia saya mulai berubah, berhenti naik motor, bahkan untuk boncengan saja saya kesakitan, lebih memilih memakai kain di rumah, sakit, iya, sakit lahir dan batin.

Setelah pernikahan, terpikir oleh diri, apa bisa saya punya anak? Meski keyakinan kepada Allah terus dipupuk, tetapi pikiran jahat kadang terlintas. Konsultasi ke dokter ketika di awal sakit, kalo bengkak itu akan berpengaruh ke masalah kesuburan, dan itu memang terjadi ke saya, buah zakar bengkak, 3 bulanan saya rasakan itu. Seiring waktu Alhamdulillah kembali normal. Alhamdulillah, atas izin dan rahmat Allah semata, istri saya hamil di usia pernikahan kami yang ke 11 bulan. Kami bahagia, tangis pecah, tak lupa sujud syukur kepadaNya, sungguh Allah beri banyak sekali kami kesempatan.

Kini di usia pernikahan yang sudah 12 bulan, semoga Allah jaga dan kami calon orang tua bisa semakin memantaskan diri untuk si calon bayi ini. Semoga kami bisa menjaga amanah Allah ini, semoga terlahir nanti generasi soleh/solehah, InsyaAllah. Mohon do’anya 🙏

My Instagram

https://www.instagram.com/irman_rahman/