17 September 2024
Perasaan kesedihan terasa hingga di hati, salah satu orang keluarga yaitu paman saya dari garis ibu sedang mengalami sakit, dirawat di RSUD kota Bogor Cilendek, tepatnya di ruang batu tulis. Apa yang dialami adalah resiko dari banyak sisi, makanan, minuman dan lain2, yang paling jelas ya memang takdir umur siapa yang tahu, karena tugas kita untuk mencoba,meski hasil Wallahualam..
Awal mula gejala paman saya ini kalo kencing sakit, dan keluar gumpalan darah yang menyumbat saluran kencingnya, hingga kalo malam terlalu sering kencing hingga tidur tidak nyaman. Setelah dideteksi ke dokter ternyata di kantung kemihnya ada tumor yang memenuhi, hingga akhirnya dikuras, dan dibersihkan, cairan keluar terus dengan cara seperti menguras kolam, itu yang dialami paman saya ketika awal sakit sekitar 1 tahun lalu, di rumah sakit permata sawangan. Selesai di permata sawangan paman saya masih konsultasi dokter, dan karena masih terasa sakit ketika kencing dan suka kencing darah, dokter merujukan ke RS Fatmawati. Dan di sinilah letak kesalahan kami, tidak mendorong ikut saran merujuk ke Fatmawati, malah ambil shortcut pengobatan alternatif. Seiring waktu, malah masuk RS lagi dan dikuras lagi di RS sentosa Kemang Bogor, sekitar 6 bulan setelah di permata Depok.
Perkembangannya masih sama, dan masih pihak keluarga masih mengupayakan jalur alternatif setelahnya, karena dari sentosa mengarahkan ke RSUD kota Bogor, dan ketika itu dokter urologi mengambil kesimpulan untuk mengqngkat kantung kemihnya, tapi musyawarah keluarga tidak sepakat, dan lebih memilih jalur alternatif.
Pengobatan sana sini, bekam hingga orang pintar bilang ini itu, sampai suatu hari kaki paman membengkak, sebenarnya dokter sudah bilang kalo kaki bengkak ada 3 kemungkinan yang terjadi di organ dalam, jantung yang bermasalah, atau hati yang sudah melemah, dan terakhir ginjal yang jebol, alias gagal ginjal. Sayang seribu sayang, langkah yang diambil masih alternatif, urut badan, orang pintar dan lainnya, berlarut-larut hingga pada kondisi sekarang, yang dari kesimpulan dokter sudah terjadi gagal ginjal kronik yang membuat paman saya ini badan gatal, gak bisa kencing, dan kaki kanan bengkak sampai pangkal paha, kesemua itu mungkin tidak terjadi jika kesigapan dalam penanganan, tapi malang tak bisa dihindari. Hidup adalah berbagai macam konsekuensi, tidak ada keputusan salah, yang salah adalah tidak mengambil keputusan.
Takdir hidup siapa yang tau, hari ini mendapat kabar kalo untuk pertama kalinya paman saya akan cuci darah, semoga hanya sementara, dan walau ya walau, gagal ginjal kronik kalo menurut catatan2 yg saya baca, harus cuci darah seumur hidup, beda dengan yang akut, yang masih bisa sembuh lagi. Tapi harapan untuk normal harus tetap menyala, semoga dan semoga paman saya cepat pulih lagi. Dan jadi catatan buat generasi berikutnya, lewat catatan ini, saya mengingatkan kesigapan dalam bersikap. Semoga anak keturunan saya sehat dan bisa menyakapi dengan baik jika ada permasalahan kelak.
