Uncategorized

Laki-laki dan perempuan

Laki-laki dan perempuan berbeda.

Semakin tinggi pendidikan laki-laki, semakin matang usianya, semakin baik pendapatannya, semakin sholeh agama dan akhlaqnya.. makin besar peluangnya menjadi menantu idaman. Sebaliknya, perempuan yg belum menikah dengan kondisi seperti itu tetap akan dicap sebagai perawan tua, terlalu pemilih, dianggap makin potensial jadi perusak rumah tangga orang lain.

Ya Allah, kenapa bisa begitu ya?

Subhanallah.. astagfirullah.. lahaula wala quwwata illa billah.

Uncategorized

Gaza

Gaza. Salah satu kota di daerah Syam yang merupakan tempat berasalnya kain kasa yang menjadi bahan perban pertama kalinya (menurut catatan sejarah).

Gaza. Kota yang membuatku kembali menata keyakinan, membebat luka dan meneguhkannya. Di tengah-tengah kehancuran, cahaya keimanan tetap benderang dan ucapan syukur terus terlontarkan, dari jiwa-jiwa yang kehilangan belahan jiwa, pelipur lara, anak-anak lebih dari 18 ribu jiwa terbang ke surga-Nya.

Rasulullah bersabda:

لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

“Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang“. [HR Muslim 13/68, Nawawi].

إِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنَّ عَمُوْدَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِيْ, فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِيْ. فَإِذَاهُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ إلَى الشَّامِ ألَا وَإنَّ الْإيْمَانَ إذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ بِالشَّامِ

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam“. [Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092].

Genosida yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 di Gaza, telah membuka mata dunia, bahwa kegelapan telah mengikat kekuasaan di dunia, tapi tidak penduduknya. Lautan massa meneriakkan “free Palestine” sambil mengibarkan bendera semangka di seluruh belahan dunia. Media ‘barat’ berusaha membungkam kebenaran akan kebengisan pengikut iblis yang mengaku diri zionist dengan tentara paling tidak bermoral di dunia, tapi makar mereka tidak berhasil, bahkan mempertontonkan kebodohan mereka sendiri sebagai si paling drama.

Tuhan, sungguh, belum ada apa-apa, ujian yang Kau berikan di pundak ini dibanding mereka, warga Palestina, khususnya di Gaza. Perjuangan mereka mempertahankan tanah suci-Mu sambil membawa al Qur’an dalam hati, membuahkan akhlaq indah mempesona para tawanan yang merasa diperlakukan sebagai manusia. Bahkan tanpa segan mencium kepala para pelindungnya, membuat geram setanyahu dan pengikutnya yang merasa terprovokasi.

Tuhan, jikalau kami saat ini belum bisa berjuang langsung membela tanah suci-Mu, jadikan kami ke dalam golongan yang mendukung perjuangan mereka, meski dengan sekecil apapun yang kami bisa. Kumpulkan kami dan kuatkan hati kami dalam perjuangan itu, sampai Palestina merdeka “from the river to the sea“.

Referensi:
https://almanhaj.or.id/8104-keberkahan-bumi-syam-2.html
https://www.scouts.org.uk/activities/try-gauze-weaving-from-gaza/


Uncategorized

Harap(an)

Apa yang membuatmu tidak lagi berani berharap? Dulu kamu selalu memaku harapan di tempat yang tinggi, setinggi bintang di langit, bahkan lebih tinggi. Karena dulu kamu tahu, jika pun terjatuh, maka jatuhnya pun masih di tempat yang tinggi, di antara bintang-bintang.

Bukan.. bukan berarti tak lagi percaya pada (kekuasaan) Tuhan dengan kun fa ya kun-Nya. Sungguh, kamu tak pernah berhenti percaya, tapi hanya untuk menghindar dari rasa sakit yang mungkin terjadi (lagi) jika jatuh dari tempat yang begitu tinggi. Berusaha untuk biasa-biasa saja, menenangkan detak jantung yang selalu nyaris berhenti setiap akhir tahun tiba. Bukan tidak mungkin, tapi jika tidak, tolong doakan agar hati ini dikuatkan-Nya untuk bisa bangkit lagi dan lagi.

Berharap untuk bisa mengenalinya dengan penuh kesadaran. Entah, kapan?

H9 Ramadhan 1446H

Uncategorized

Harga (Diri)

Kata-kata memang benar setajam pedang, yang bisa tinggal di hati seseorang, bahkan lama sekali sejak diucapkan.

“Buktikan kalau anda punya harga diri, dengan segera menikah tahun ini, membentuk keluarga yg sakinah mawadah warahmah…”

Tuhan, apakah harga / kemuliaan diri seseorang hanya ada jika seseorang sudah menikah atau belum?

‐————————–

“Etika Islam mengajarkan kesetiaan pada nilai-nilai luhur, termasuk setia pada janji betapa pun pahit. Itulah al-wafa, yakni komitmen pada tanggung jawab dan ikatan janji, baik tertulis maupun tidak tertulis sebagaimana diajarkan Nabi dalam peranjian Hudaibiyah. Jangan kan ditagih, ketika tidak ditagih pun manakala berjanji menjadi keniscayaan etik untuk memenuhinya, berat maupun ringan. Itulah harga yang harus dibayar dari sebuah ikatan dengan sesama sebagai wujud kemuliaan diri, yang melampaui transaksi-transaksi verbal dalam relasi antarmanusia terhormat” (Haedhar Nashir, 2012)

“Ya Allah, berilah aku keyakinan tentang Engkau. Sehingga ringan bagiku beban dunia. Dan aku jadi tahu, bahwa tidak ada rezeki yang datang kepadaku, kecuali dari apa yang memang Engkau jatahkan untukku.” (Atha’ Al Khurasani)

belajar, serpihan hikmah...

It was yesterday

Kemarin itu hari Jum’at. Hari pertama saya akhirnya berdiskusi lagi dengan promotor mengenai rencana penelitian setelah libur semester 1 kurang lebih 1 bulan. Sebenarnya masih ada keraguan tentang apa yang akan dilakukan. Rasanya belum sangat paham dasar yang menjadi pijakan. Tapi kalau tidak diutarakan di hadapan promotor, pasti tidak akan jalan. Sebelumnya objek penelitian sudah diarahkan untuk menggunakan 4 jenis tanaman. Setelah diskusi panjang kali lebar dengan senior yang penelitiannya di bidang yang sama, sepertinya akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan penelitian dengan tanaman sebanyak itu. Harapannya, dalam diskusi dengan (salah seorang) promotor kemarin, objek penelitiannya bisa dikurangi jadi satu tanaman saja.

Alhamdulillah jum’at berkah. Tanpa banyak perdebatan, promotor setuju untuk mengurangi jadi satu tanaman saja. Bahkan tidak jadi strawberry yang cukup sulit budidayanya, khususnya di dataran rendah yang suhu udaranya relatif tinggi seperti Jogja. Beliau sendiri yang mengarahkan jadi tanaman sayuran saja. Padahal sebelumnya beliaulah yang menyarankan saya untuk meneliti strawberry. Sebagai gantinya, saya pun mengusulkan sawi pagoda untuk saya teliti phenotypingnya di dalam plant factory dengan teknologi pencahayaan. Alhamdulillah beliau setuju. Selain objek penelitian, banyak detail lain yang beliau koreksi dari draft proposal yang saya siapkan dalam bentuk slide ppt. Mulai dari judul, latar belakang, tujuan yang diawali dari rumusan masalah, hingga metodologi. Diskusi yang dimulai sekitar jam 9.15 itu selesai juga sekitar jam 10.30. Beliau mengingatkan saya untuk menyiapkan draft proposal dalam bentuk Word, agar dapat diberi masukan oleh promotor lainnya di grup whatsapp.

Penelitian yang akan saya lakukan rasanya sangat jauh dari bidang saya di Teknik Lingkungan (TL) saat S1 dulu. Tetapi menelusuri kenangan saya ke belakang, ternyata ada benang merahnya. Dulu sebelum saya memutuskan masuk TL, almarhum bapak pernah berpesan untuk masuk ke jurusan Pertanian atau kedokteran, yang menurut beliau jika lulus kebemanfaatannya untuk orang banyak akan sangat terasa. Selain itu, saya juga lulus seleksi masuk S1 Teknik Informatika di STT Telkom Bandung, meski akhirnya saya lepaskan karena lulus S1 di Teknik Lingkungan ITB. Saat ini penelitian saya merupakan irisan dari ketiga bidang tersebut: Teknik Lingkungan – Pertanian – Informatika. Dan yang lebih amazing lagi, sudah dari dulu saya tertarik dengan tanaman. Setiap diantar bapak dengan mobil saat SMA dulu, kami biasa melewati jalanan yang kira kanan ditanami pepohonan. Saya selalu takjub melihat pohon-pohon tersebut yang menjulang tinggi ke atas, padahal dulunya berasal dari benda yang sangat kecil berupa biji.

Bagaimana tanaman bisa tumbuh? Proses apa yang terjadi di dalam tubuh tanaman sehingga bisa berkembang? Pertanyaan-pertanyaan saat itu mungkin akan dapat saya temukan jawabannya saat ini, dengan mata kepala saya sendiri. Meski saya sadari kapasitas saya saat ini masih jauh dari tahu (rasa-rasanya lebih banyak sok tahu-nya), semoga Allah swt memudahkan akal untuk memahami ilmu pengetahuan-Nya yang tersirat dalam ciptaan-Nya. Semoga apa-apa yang saya pelajari akan membawa manfaat, tidak hanya bagi diri saya pribadi, tapi juga bagi lebih banyak orang di masa yang akan datang.

Uncategorized

(Pe)lari(an)

Malam kemarin teman-teman seangkatan S3 di Doktor Ilmu Teknik Pertanian (ITP) UGM 2021 mengadakan pertemuan virtual. “Semacam ta’aruf, tapi bukan yg untuk ke jenjang pernikahan”, kata mas Luthfi selaku pemandu acara. Lah iya, semuanya sudah berkeluarga, kecuali saya :). Judul pertemuan di grup wa-nya Genda Gendu Rasa. Saya kira ini bahasa Jawa Jogja, ternyata istilah Banyumasan. Istilah ini baru pertama saya tahu di grup WA kelas. Ternyata eh ternyata, sebagian besar dari kami berenam adalah pelarian dari tempat kerja. Individu-individu yang ingin ‘melarikan diri’ dari rutinitas karena merasa tidak bisa berkembang. Saya pribadi merasa otak semakin tumpul, jadi perlu diasah lagi. Ternyata saya tidak sendirian yg merasa seperti ini.

Terniat memang, host Zoom-nya, mas Luthfi yg bikin flyer

Semoga lomba lari ini akhirnya adalah kebaikan, seperti apa yg kami niatkan. Mungkin kami adalah pelarian, tapi setidaknya kami berusaha berlari ke arah yg benar. Semoga tetap dikuatkan sampai di ujung garis finish penciptaan. Meski tekanan masih menyerang dari segala penjuru (kiri kanan depan belakang bahkan dari dalam diri sendiri). Dengan kaki yg masih dirantai oleh institusi, padahal jiwa sudah ingin terbang melesat ke jalan Malioboro. Tunggu kami Tugu Jogjakarta!

Salam, dari jiwa yg lelah tapi tak ingin menyerah.

Uncategorized

SifatNya

Ketika semua orang serasa seperti menyalahkanmu padahal kamu telah berusaha untuk tidak melakukan kesalahan, yakinlah bahwa keberadaanmu di dunia ini bukanlah suatu kesalahan. Tapi telah direncanakan dengan sebaik-baiknya perencanaan. SifatNya tidaklah sama dengan manusia yg selalu memaksamu menyelesaikan semua masalah sendirian.

serpihan hikmah...

Guilty

Do you feel emptiness when doing something wrong? I do. Why can’t I do everything correctly? Maybe I am just the right person to be blamed for every chaos that happened recently. Perhaps I shouldn’t exist in this world...

I read the notes in silence, alone in the dark at the edge of the room. My hand is shaking. I am asking my inner self. Who wrote this kind of thing in my diary?

serpihan hikmah...

Pulang

Tidak ada yg tahu berapa lama sisa hidup di dunia. Bahkan seorang Nabi sekalipun.

Mungkin hanya Nabi Muhammad saja yg ketika akan ‘berpulang’ dikunjungi malaikat Izrail dengan begitu sopannya. Pintu rumah beliau diketuk dan salam pun terucap dari malaikat Izrail. Ketika itu Rasul dalam kondisi sakit, sudah berapa hari tidak bisa lagi mengimami sholat berjamaah di masjid Nabawi. Kalau tidak salah, putri Rasul yg menjawab, perihal kondisi Rasul agar ‘tamu’ itu tidak menemui ayahnya.

Rasul mengetahui bahwa yg datang adalah Izrail, dan mengatakan pada Fatimah agar membiarkan malaikat Izrail masuk. Beliau sepertinya sudah bisa memperkirakan mengapa Izrail datang hari itu, tanpa Jibril, sang malaikat pembawa wahyu.

Kapan giliran kita akan dijemput untuk pulang? Entahlah… yang pasti kematian itu pasti.

Saya masih ingat beberapa hari lalu seorang sahabat sejak sma berpulang. Beliau tempat saya berkonsultasi setiap ada masalah kesehatan, dr. Heny Anggraeni Lenap. Kami tidak pernah tahu bahwa sudah setahun ini beliau terapi karena sakit kronis. Perangainya yg cuek dan selalu ceria memang bisa dipahami, beliau tidak ingin membuat kami khawatir dan memperkirakan bahwa semua akan baik-baik saja.

Betul memang, semua sudah baik-baik saja. Karena Allah swt telah menyiapkan tempat terbaik di sisiNya. Selamat jalan sahabat, saudari kami di Paskibra Smansa 01, saudari dalam iman dan Islam. InsyaAllah husnul khatimah ya, bu dokter. Sampai jumpa lagi di keabadian.

konsultasi sama dr Heny pas db kemarin.. meski sibuk selalu dibalas… ya Rabb, saya bersaksi beliau orang baik….