Gaza. Salah satu kota di daerah Syam yang merupakan tempat berasalnya kain kasa yang menjadi bahan perban pertama kalinya (menurut catatan sejarah).
Gaza. Kota yang membuatku kembali menata keyakinan, membebat luka dan meneguhkannya. Di tengah-tengah kehancuran, cahaya keimanan tetap benderang dan ucapan syukur terus terlontarkan, dari jiwa-jiwa yang kehilangan belahan jiwa, pelipur lara, anak-anak lebih dari 18 ribu jiwa terbang ke surga-Nya.
Rasulullah bersabda:
لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang“. [HR Muslim 13/68, Nawawi].
إِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنَّ عَمُوْدَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِيْ, فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِيْ. فَإِذَاهُوَ نُورٌ سَاطِعٌ عُمِدَ إلَى الشَّامِ ألَا وَإنَّ الْإيْمَانَ إذَا وَقَعَتْ الْفِتَنُ بِالشَّامِ
“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam“. [Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092].
Genosida yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 di Gaza, telah membuka mata dunia, bahwa kegelapan telah mengikat kekuasaan di dunia, tapi tidak penduduknya. Lautan massa meneriakkan “free Palestine” sambil mengibarkan bendera semangka di seluruh belahan dunia. Media ‘barat’ berusaha membungkam kebenaran akan kebengisan pengikut iblis yang mengaku diri zionist dengan tentara paling tidak bermoral di dunia, tapi makar mereka tidak berhasil, bahkan mempertontonkan kebodohan mereka sendiri sebagai si paling drama.
Tuhan, sungguh, belum ada apa-apa, ujian yang Kau berikan di pundak ini dibanding mereka, warga Palestina, khususnya di Gaza. Perjuangan mereka mempertahankan tanah suci-Mu sambil membawa al Qur’an dalam hati, membuahkan akhlaq indah mempesona para tawanan yang merasa diperlakukan sebagai manusia. Bahkan tanpa segan mencium kepala para pelindungnya, membuat geram setanyahu dan pengikutnya yang merasa terprovokasi.
Tuhan, jikalau kami saat ini belum bisa berjuang langsung membela tanah suci-Mu, jadikan kami ke dalam golongan yang mendukung perjuangan mereka, meski dengan sekecil apapun yang kami bisa. Kumpulkan kami dan kuatkan hati kami dalam perjuangan itu, sampai Palestina merdeka “from the river to the sea“.
Referensi:
https://almanhaj.or.id/8104-keberkahan-bumi-syam-2.html
https://www.scouts.org.uk/activities/try-gauze-weaving-from-gaza/