Oleh: 484y | Mei 7, 2009

Jangan takut, mari bertindak.

Kegigihan adalah kekuatan tak ternilai yang membuat kita mampu bertahan, dengan tetap focus pada tujuan dan berjuang dengan kesungguhan hati, maka sukses dapat kita raih. Ungkapan tersebut bukan sekedar nasihat belaka. Jika kita telusuri lebih mendalam banyak diantara kita yang merasa sukses dan berhasil dengan kondisi sekarang dan merasa bahwa pencapaian saat ini lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Jangan lupa bahwa banyak orang-orang yang berhasil mereka tidak memiliki latar belakang yang sama, demikian juga dengan kualitas mereka masing-masing. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan menyelesaikan sesuatu di semua permasalahan.

Ada beberapa hal yang mendasari kita untuk berbuat sesuatu dan mengambil tindakan yang bisa dijadikan kebiasaan dalam keseharian.

Tidak ada kesempatan kedua

Waktu tidak akan kembali terulang, seperti masa kecil kita yang tidak akan dialami kembali. Untuk meraih kesuksesan jangan tunggu waktu yang tepat, mulailah saat ini juga karena tidak ada waktu yang sempurna untuk kita mulai bertindak dan menyelesaikan masalah begitu ada permasalahan yang muncul. Keberhasilan yang kita raih di tahun sebelumnya akan lebih baik lagi jika dimulai saat ini.

Pemain utama

Dimulai dari niat dan komitmen, maka akan timbul kemauan, ambisi dan gairah untuk sukses. Segera laksanakan ide dan pemikiran kita saat ini juga, setiap pemikiran yang ada jika tidak dimunculkan akan sia-sia bahkan terlupakan.

Hilangkan rasa takut

Disaat kita merasa takut akan kegagalan atau gelisah untuk mulai sasuatu kondisi tersebut akan hilang pada saat kita memulainya. Langkah yang kita ambil/putuskan adalah obat dari rasa takut tersebut, seperti pemain bola yang memainkan bola dengan lincah, bandingkan dengan bola yang diam tanpa dimainkan.

Berani bertindak

Diperlukan keberanian untuk bertindak dan langsung kepaa inti permasalahan, miliki inisiatif dan kreatifitas jika kita memiliki ide yang baik dan segera mulai tanpa harus dikomando. Singkirkan gangguan di sekitar kita dan mulailah dengan segera.

Oleh: 484y | Mei 17, 2008

Tauladan seorang pemimpin

Berbeda dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib yang rela membantu memasak untuk menebus kesalahannya. Itu dilakukan Ali saat berkunjung ke sebuah rumah yang dihuni seorang janda dengan dua anak. “Tampaknya tidak ada seorang pun lelaki yang membantu. Sekiranya ada, tentu dialah yang menggantikan engkau mengambil air. Kenapakah engkau sampai begini?”

“Suamiku adalah seorang tentara. Dia telah dikirim oleh Ali bin Abi Thalib ke daerah perbatasan. Namun, dia terbunuh di sana,” kata wanita itu.

Ali tentu saja terhenyak. Hari berikutnya, ia datang lagi ke rumah wanita itu, membawa daging, tepung terigu dan kurma. “Semoga Allah meridhaimu dan mengadili antara kami dengan Ali bin Abi Talib,” ujar wanita itu lagi.

Ali kemudian minta izin memasak beberapa potong daging yang ia bawa, dan ia hidangkan kepada anak-anak itu dengan sedikit kurma. Anak-anak itu dia suapi seraya berkata kepada mereka: “Maafkan Ali bin Abi Thalib, kalau dia telah menyia-nyiakan hakmu.”

Ali pun tak menolak ketika disuruh sang perempuan menyalakan tungku api. Api menyala, panasnya menyentuh kulit. “Rasakan panas api. Inilah balasan bagi orang yang lalai terhadap hak-hak para janda dan anak-anak yatim,” ujar Ali dalam hati.

Akhirnya, ada seorang tetanga, masuk ke rumah itu, dan mengenali Ali.

Seketika itu juga, sang janda menghampiri al-imam, memohon maaf. “Tidak, jangan kau meminta maaf. Justru akulah yang meminta maaf kepadamu, karena akulah yang telah menyia-nyiakanmu.”

Kategori

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai