
awan di pagi hari tadi berbisik kepadaku,bahwa esok aku mampu melihat matahari seutuhnya yang ku inginkan.dengan senyuman aku menjawab dengan harapan dan semyman ‘terimakasih,dan ku anggap ini adalah sebuah janji dari mu’.dengan penuh harap dan kebahagiaan ku jalani hari ini dengan senyuman dan anggapan esok akan jadi hari terbaik untuk ku.hari dimana aku pun tak pernah bermimpi untuk meraihnya hari dimana aku pun tak pernah ingin melalui hari ini yang sangat panjang dan ingin ku mengakhirinya dengan satu langkah yang pernuh makna.hari ini pun berganti siang, ku hempaskan badan ku di bawah hamparan impian dan harapan dengan apa yang akan terjadi esok.kulalui siang itu dengan semua impian ku.lamunan yang belum pernah ku alami sebelumnya,lamunan yang penuh makna dan arti.hingga saat ku sadari hari ini telah bergati sore.sore yang kulihat adalh sore yang dipenuhi harapan terbaik yang pernah ku punya di dalam hidupku.dengan penuh senyum dan harapan ku sambut sore ini.dan tanpa sadar senyum dan harapan itu masih ku bawa di malam terindah ini.sampai setibanya ku ingin memejamkan mata awan itu tiba dan berkata pada ku ‘maav matahari itu tak akan adir esok’ dia berkata dengan penuh sesal dan maav.namun aku hanay bisa menjawab ‘terimakasih’ namun kali ini dengan persaaan hancur, sedih, kecewa, marah, dan berharap aku tak pernah tahu bahwa hari esok itu ada.namun apa daya hari esok itu tiba.hari yang ku harapkan jad hari terbaik di hidupku ternyata kini hanya jadi harapan belaka..aku selalu bertnya dalam hati :
“KENAPA KAU BERI AKU SEBUAH HARAPAN YANG KOSONG”
aku hanya ‘toples kosong’
yang berharap
ada sesuatu yang datan
untuk diisi permen-permen manis
dan coklat-coklat manis
yang kau tunjukan padaku
namun kau begitu saja pergi
membiarkan aku tetap kosong
yang kini terisi dengan harapan kosong
dan rasa kecewa terbesar
yang pernah ku punya sebelumnya