Pengalaman Saya Yang Dapat Memberi Motivasi & Inspirasi

Februari 27, 2008

Hallo ketemu lagi sama 4nt000 kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya yang dapat memotivasi dan memberi inspirasi pada teman saya. saya mempunyai pengalaman yang sangat menarik dan mungkin teman-teman sekalian bisa ikut mendapat motivasi dan inspirasi lewat membaca pengalaman saya ini, mungkin jika ingin tulisan ini lebih menarik lagi teman-teman sekalian bisa membaca sambil minum kopi, makan kue, apa aja lah yang penting nikmat.Baiklah tidak usah berpanjang lebar lagi silahkan menikmati bacaannya.          Saya punya pengalaman yang saya beri judul “habis gelap terbit terang” (Emangnya Ibu Kartini apa ???) nggak apa-apa dech pokoknya anda sekalian menikmati cerita yang saya bacakan ehhh… salah maksudnya yang saya tuliskan. Waktu itu saya masih duduk di bangku SD tepatnya di kelas 6 SD. Dahulu saya dan teman-teman sekelas saya paling tidak suka dengan yang namanya musyawarah, diskusi, dan kerja kelompok karena selain membosankan musyawarah sangat menyita waktu khususnya pada saat perang mulut terjadi, perang mulut memang sering terjadi karena teman-teman sekelas saya selalu memaksakan kehendaknya pada yang lain, mereka juga selalu membantah orang-orang yang mempunyai pendapat yang berbeda dengan yang dia usulkan, bahkan hingga ada tawuran antar kelompok.          Tawuran antar kelompok juga pernah terjadi, hampir semua siswa kelas 6 terlibat, ada juga murid putri yang ikut tawuran. Pada saat itu di kelas saya terbagi atas tiga kelompok, yaitu kelompok timur, kelompok barat, dan kelompok netral. Untung saja saya ikut kelompok netral karena hanya kelompok netral sajalah yang tidak ikut tawuran dan tidak ikut dipanggil ke kantor kepala sekolah. Memang sial nasib teman saya “sudah jatuh tertimpa tangga” sudah luka-luka sehabis tawuran eh malah dipanggil ke kantor kepala sekolah. Padahal masalahnya sepele sekali hanya karena pemilihan ketua kelas dan pengurus kelas lainnya. Itulah kelemahan saya dan teman-teman satu kelas saya yaitu tidak bisa diajak musyawarah.          Akhirnya saya dan teman-teman satu kelompok saya mencari solusi untuk menghilangkan kejelekan itu. Banyak cara yang telah kami coba antara lain : lewat pidato, mading, dll tetapi tetap saja gagal, bahkan banyak yang menentang kelompok kami. Karena dianggap tidak efektif kami mencoba mencari solusi lain, akhirnya kami menemukan cara yang mungkin bisa berhasil yaitu dengan tindakan dan perbuatan. Melihat kelompok kami bagus dalam masalah diskusi dan musyawarah guru-guru banyak yang suka kepada kelompok kami, tetapi teman-teman yang lain masih tetap acuh terhadap kami karena kami dianggap tidak mendukung pendapat mereka, tetapi ada juga murid yang sedikit demi sedikit mengikuti perkembangan kami dan akhirnya anak tersebut masuk menjadi kelompok netral.          Pada suatu hari diadakan musyawarah tentang pentas 17 agustus yang akan diadakan tiga minggu lagi, memang pada saatitu kelas enam juga ikut musyawarah karena dianggap sebagai kelas yang kecerdasannya paling tinggi di sekolah itu. Kepala sekolah sengaja mengadakan musyawarah jauh sebelum pentas itu karena kepala sekolah sudah mengetahui sifat kelas saya yang sebenarnya. Musyawarah itu sendiri berjalan alot bagaikan tidak ada kata mufakat. Saya ikut malu karena semua guru hadir dalam musyawarah itu dan mereka juga mendengarkan apa yang telah kami bicarakan, akhirnya semua murid selain saya dan kelompok saya keluar dari ruang rapat, wajah mereka tampak merah padam karena sedang marah. Setelah mereka pergi musyawarah berjalan dengan lancar dan teratur, teman-teman saya yang tidak mengikuti musyawarah tersebut sedang berada di dalam kelas perasaan mereka bercampur aduk antara marah, kecewa, dan malu. Meski begitu teman teman saya belum jera sama sekali bahkan mereka semakin membenci musyawarah, mereka menganggap mereka bisa makmur tanpa pertolongan orang lain apalagi bekerja dalam kelompok, mereka semakin menjadi-jadi ketika ada kerja kelompok yang pemecahan masalahnya dengan berdiskusi.          Setelah UAS raport teman-teman saya sangat jelek karena mereka tidak memperhatikan saat berdiskusi dengan teman teman yang lain, untung nilai saya dan teman satu kelompok saya tidak jatuh. Kemudian saya dan teman satu kelompok saya tetap menjalankan rencana utama kami yaitu mengajak teman teman mau berdiskusi dengan cara menjadi teladan di kelas saya.          Akhirnya teman-teman saya yang lain sadar dan mulai meniru tingkah laku kelompok kami pada saat berdiskusi, sedikit demi sedikit kejelekan teman-teman saya mulai sirna karena mereka mau mengalah pada saat berdiskusi, hingga akhirnya kejelekan itu hilang tak tersisa bahkan kini mereka memilih belajar dengan cara berkelompok. Mereka kini mulai menyukai diskusi dan musyawarah.          Ternyata usaha kami tidak sia-sia karena nilai UPM teman-teman saya bagus sekali terutama di pelajaran PKN, dan juga musyawarah atau kerja kelompok di kelas saya mulai digemari apalagi jika ada musyawarah mereka sangat senang sekali.          Setelah hasil UPM dibagikan saya dan teman-teman saya yang lain diajak musyawarah dalam rangka perpisahan kelas enam tahun ajaran 2006/2007. kali ini kepala sekolah mengadakan musyawarah yang waktunya tidak terlalu jauh dari hari perpisahan kelas kami karena kepala sekolah sudah tahu jika saya dan teman saya satu kelas sudah mulai menyukai musyawarah. Dan musyawarah itu sendiri berjalan dengan sangat lancar, begitu juga pada saat hari perpisahan itu acaranya berjalan dengan baik dan lancar seperti yang selama ini saya dan teman-teman harapkan, bahkan pentas perpisahan berlngsung sangat meriah, semua warga di dekat sekolah saya juga ikut melihat, bahkan pak lurah juga duduk di samping kepla sekolah saya.          Setelah berpisah lama saya dan teman-teman akan mengadakan reuni, sebelum reuni itu diadakan kami mengadakan musyawarah terlebih dahulu, musyawarah itu sendiri berjalan dengan baik dan lancar, bahkan saat reuni berjlan dengan sangt menyenangkan dan seru apa lagi ada teman saya yang jatuh ke kolam ikan yang membuat suasana menjadi semakin lucu dan semkin seru.          Baikah sampai itu saja cerita dari saya dan yang terakhir jangan lupa membaca kesimpulan dari cerita tersebut karena dari kesimpulan tersebut anda sekalian bisa mendapat motivasi untuk lebih maju ke depan dengan cara bermusyawarah dan berdiskusi.Kesimpulan :          Bahwa musyawarah itu penting bagi hidup kita. Musyawarah sendiri dapat menumbuhkan sifat sabar pada diri kita, selain itu musyawarah sendiri juga dapat dijadikan sebagai media pemecahan masalah dan pertikaian yang selalu menjadi tantangan, jika musyawrah tidak berjalan dengan baik maka akan terjadi pertikaian yang lebih menyakitkan.

          Udah dulu ya 4nt000 mau bobo’ eh salah mau istirahat dan bersantai ria setelah menyelesaikan tuisan ini

 

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai