Surat Tahun Baru buat Gonggong

Kepada Gonggong*.   Kemarin kita bicara sajak. Sajak-sajak Cina klasik. Dan aku sudah berlatih berminggu-minggu untuk membisikkan salah satunya di telingamu. Lalu kau tersenyum, sembari protes karena pelafalanku yang tetap saja kacau dari tahun ke tahun. Tapi aku mengatakan padamu, wo xianzai xue xi han yu, hati-hati dan pelan-pelan. Kemarin kita bicara sajak. Sajak-sajak Indonesia … Continue reading Surat Tahun Baru buat Gonggong

Catatan Nama dan Rahasia

(bersama Ed @eswlie) 1. Suatu hari kita saling menggambar sore berangin dan bangku taman: di sana kau adalah waktu dan aku kecemasan. Sedikit jarak di antara kita cukup untuk meletakkan alamat-alamat paling jauh dan kesedihan sepasang nama. 2. Kau mencatat apa saja yang harus kaulupakan bulan ini lalu menempelkannya di depan cermin dan lemari-lemari. sebab mungkin ingatan … Continue reading Catatan Nama dan Rahasia

Cerita yang Selesai pada Suatu Hari Minggu

: Arnellis Ini tentang nona dan cerita miliknya sendiri. Tak ada yang baru selain kehilangan dan penyair dengan apel manis beracun— dongeng anak-anak gadis yang mengalir ratusan tahun. Hanya saja ia bukan putri-putri penyabar dan dungu yang menunggu di depan tungku atau puncak menara batu; ini cerita nona yang tak serapuh perempuan punya Minke. Ia … Continue reading Cerita yang Selesai pada Suatu Hari Minggu

Melankoli dalam Komposisi

(bersama Hyde Asmarasastra dan Liza Samakoen) I inilah awal mula kita saling mengatakan hal-hal yang bertolak belakang bersamaan: langit aman tanpa tuhan yang layak dikhawatirkan, cuma angin dan sekumpulan awan pemandu khayalan. melakukan ritual melewati kesedihan lebih dalam dari kehidupan berpasangan. terbang dengan mata tertutup, jadi keterasingan yang biasa. tiap-tiap pesta terapung memiliki atapnya sendiri; … Continue reading Melankoli dalam Komposisi

Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

1. Suatu hari di kotamu, kau dibuat ketakutan oleh hujan yang jatuh: entah segala yang bertahan sebelum angin memaksanya patuh, atau kaki-kaki yang berderap semakin lama semakin riuh, atau gelap yang membuat kesepian kian penuh. Kukirim kata-kata penenang kemudian ikut takut bersamamu—aku tak tahu cara tepat membuat pelukan tetap hangat hingga sampai di tempat yang … Continue reading Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

Setahun Setelah Sajakmu

1. Kuingat nama-nama mati yang kausebutkan suatu pagi sebelum kita mulai menyiapkan kehilangan sendiri 2. Kita menggambar sebatang pohon dengan daun-daun jatuh, lalu bertengkar tentang cuaca dan tempat berteduh 3. Mencium dengan bibir ngilu mencintai dengan pisau dan batu: apakah ini kita atau takut yang terlalu? 4. Bagaimana ulang tahun sajakmu seharusnya dirayakan-- kunyalakan sebatang … Continue reading Setahun Setelah Sajakmu

Perbincangan-perbincangan Patah dan Rahasia

: MSN Aku mengingat semua peristiwa serta nama tapi memajang separuhnya dengan sembarang kata-kata. Kau menyimpan tiap detil lebih baik dengan catatan kaki sepenuh dada. Sebab tak ada pergi atau datang yang bukan pertanda, kaubilang; sementara hidup adalah perjalanan menyinggahi pertanyaan dan jawaban yang tak saling mengenal sesegera mereka saling membutuhkan. Barangkali kau dan aku … Continue reading Perbincangan-perbincangan Patah dan Rahasia