Upaya pemerintah menyelamatkan Bank Century dari kehancuran akibat perampokan sistematis yang dilakukan pemiliknya berkembang cepat dan langsung masuk ke pusat medan politik yang panas. Yang merebak belakangan adalah konflik horizontal antara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani dan Mantan Gubernur BI Boediono yang terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 2009-2014.Sungguh sangat jelas, kedua pemegang saham mayoritas Bank Century tidak punya itikad baik. Dan, Bank Indonesia (BI), sebagai institusi yang punya otoritas pengawasan terhadap perbankan nasional mestinya mengatahui gelagat buruk itu. Alih-alih menindak, tapi malah merekomendasi dana penyelamatan yang jumlahnya amat fantastis.
Sebenarnya alasan keputusan yang diambil oleh Sri Mulyani dan Boediono melakukan itu untuk agar tidak terjadi krisis ekonomi di Indonesia di masa mendatang namun apakah itu sudah dipikirkan dengan seksama misalnya 3 tahun yang akan datang misalnya,siapa yang mau membeli bank century dengan harga yang sangat tinggi.Dengan argument yang demikian maka Menkeu harus mempertanggungjawabkan pernyataan itu,karena keputusan yang diambil menkeu saat itu barangkali tidak sampai di telinga Tuan Presiden dan Tuan Wapres sampai konfirmasi terakhir tanggal 25 November 2008 saat Nyonya Sri Mulyani melapor pada Tuan Wapres, 2 hari setelah pengucuran pertama sebesar 2,7 triliun pada tanggal 23 Nov.
Sistemik telah berubah menjadi loncatan logika yang ngawur. Sebuah problem di sebuah bank kecil yang diawali oleh kesalahan kriminal para bankirnya dipetakan sebagai punya potensi pengaruh pada keseluruhan sistem perbankan nasional.Sehingga Menkeu selalu berlindung pada argumen bahwa kebijakan ini diambil secara sah. Tetapi dalam azas kebijakan publik, sah saja tidak pernah cukup. Ada azas lain yang lebih penting, yaitu adil.
Akan menjadikan kekuatan yang solid satu pintu, dalam kacamata politik mungkin itu baik agar kebijakan negara menjadi konvergen dalam mensukseskan program besarnya. Tetapi jika berjalannya program menjadi lambat dan kurang berani arah konvergen ini justeru merugikan rakyat karena telat merespon dan bertindak akan selalu terjadi. Indonesia membutuhkan ekstra keberanian dan kesiapan yang matang termasuk memberantas korupsi sebagai terroris pengacau stabilitas bangsa ini.
Kasus Bank Century
Bunuh diri
Orang bunuh diri karena stres atau frustrasi dan gelap mata, sudah sering dijumpai di masyarakat, dan untuk kasus ini tidak pernah melibatkan orang lain. Artinya, kebanyakan orang bunuh diri selama ini tidak melibatkan orang lain. Banyak motivasi orang bunuh diri. Kalau dilihat dari sudut pandang kesehatan jiwa ada beberapa jenis orang melakukan percobaan bunuh diri. Misalnya karena perasaan cemas, depresi, atau psikotik. Begitu orang frustrasi atau konflik dengan dirinya, dan tidak melihat ada jalan keluar, akhirnya dia mencoba bunuh diriJadi sebenarnya konsepnya ada banyak. Jadi tidak selalu orang sakit melakukan percobaan bunuh diri. Itu tergantung dari sudut pandang mana dan juga kepribadian seseorang.
Sejak tahun lalu Organisasi Kesehatan Dunia WHO sudah mencanangkan, kecenderungan melakukan bunuh diri akan makin meningkat karena tingginya kompleksitas masalah-masalah global. Apakah itu masalah ekonomi, sosial, politik dan lain sebagainya. Itu mempengaruhi jiwa manusia. Faktor terpenting orang bunuh diri adalah alasan ekonomi. Ketidakmampuan atau kemiskinan, ketidakberdayaan ekonomi membuat orang putus asa.
Di negara berkembang alasan orang bunuh diri berbeda daripada di negara maju, karena cara berpikir, cara pandang dan kebutuhan juga berbeda.Sebetulnya hampir semua orang di dalam kurun waktu kehidupannya pernah berpikir atau punya ide melakukan percobaan bunuh diri,Cuma itu tadi, dikaitkan dengan kepribadian seseorang manakala kepribadiannya cukup mantap, sehingga akan mengabaikan itu. Dan dia bisa mengalihkan sehingga tidak terjadi dibandingkan dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian yang tidak matang atau imatur. Itu lebih mudah.Sebaiknya kita harus respek dan simpati untuk melakukan pendekatan, mencarikan solusi dan memberi support persoalan apa yang dihadapi. Jadi jangan dibiarkan.
Transportasi Public
Pemilihan sistem transportasi yang salah untuk wilayah perkotaan dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas, yang berarti pemborosan besar dari penggunaan energi dan ruang, serta timbulnya masalah pencemaran udara akibat gas buang kendaraan yang semakin besar jumlahnya.
Transportasi publik adalah seluruh alat transportasi di mana penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Transportasi publik umumnya termasuk kereta dan bus,kapal,dll.
Transportasi publik terdapat tiga jenis tiga yaitu transprtasi darat seperti bus, ,kereta api,dll.yang kedua transportasi udara seperti pesawat, helicopter,dll.yang terakhir transportasi air seperti kapal. Namun dari ketiga jenis transportasi tersebut transportasi melalui daratlah yang lebih digunakan oleh manusia. Di sisi kepentingan publik, transportasi menjadi salah satu infrastruktur paling penting selain energi dan telekomunikasi. Namun sejak krisis multi dimensional tahun 1998, praktis pembangunan infrastruktur sangat rendah.
Di Indonesia mempunyai berbagai jenis alat transportasi,bakhkan di setiap daerah memiliki cirri alat transportasi yang berbeda satu sama lain.Namun masyarakat Indonesia saat ini lebih suka menggunakan alat transportasi pribadi,mungkin karena dengan alas an penghematan atau karena alas an keselamatan.Sudah banyak kasus yang terjadi belakangan ini bahkan sudah dari awal,terdapat kriminalitas yang terjadi pada transportasi public,misalnya copet,keisengan tangan nakal,bahkan ada tindakan asusila ataupun yindakan pembunuhan.Sehingga wajar bahwa masyarakat sekarang kurang percaya dengan menggunakan alat transportasi public.
Transportasi public di Indonesia saya kira sangat tertinggal jau di bandingkan dengan Negara lain,baik dari segi kualitas,kuantitas,keselamatan,dll.bahkan banyak dari alat transportasi public terutama pesawat,kapal,kereta api yang dibeli second dari Negara lain.Sehingga tidak usah heran apabila sering terjadi kecelakaan.Yang saya sesalkan adalah banyak alat transportasi public di Indonesia yang sudah tidak pantas untuk di pakai,biasanya itu terjadi pada bus yang keaadaannya kanand tidak layak misalnya asap,tempat duduk yang tidak nyaman,karena bus itu sudah tua umurnya.Menanggapi hal ini seharusnya pemerintah harus segera menyelesaikan masalah yang terjadi pada kasus transportasi public.
Global Warming
Di pengujung tahun ini, salah satu isu yang banyak dibicarakan adalah global warming (pemanasan global). Global warming terjadi sebagai dampak dari aktivitas manusia, khususnya dalam konsumsi bahan bakar di industri, transportasi, dan rumah tangga, rumah makan dan perhotelan serta jasa, tanpa keseimbangan dalam pengendalian pencemaran gas hasil pembakaran (COx, SOx, NOx, methan, freon dan lain-lain).
Gas pencemar ini diperparah lagi dengan aktivitas penambangan, letusan gunung api, pembabatan dan pembakaran hutan. Padahal salah satu cara efektif pengendalian pencemaran gas hasil pembakaran (CO2) adalah dengan penghijauan. Tumbuhan butuh CO2 untuk pernafasan melalui proses fotosintesis. Maka bila di satu sisi lahan tanaman dipersempit terus, hutan digunduli, sementara di sisi lain produksi gas pencemaran meningkat terus, maka terjadilah akumulasi gas pencemar di udara atmosfir bumi yang semakin menebal.
Bila dibiarkan dapat dikatakan bahwa global warming pembunuh perlahan tapi pasti. Ibaratnya, penduduk bumi ini berada dalam suatu oven raksasa lalu oven ini dipanasi secara perlahan, maka tampaklah secara jelas angka suhu termometer bertambah dari tahun ke tahun.
Untuk menghadapi global warming ini masyarakat seharusnya sadar diri terlebih dahulu,harus meimiliki kecintaannya terhadap negaranya,dengan adanya penghematan penggunaan AC,dan ha-hal lainnya yang bersangkutan maka glonal warming dapat di imbangi.Namun banyak juga dari sebagian masyarakat yang masih kurang pedulidenan lingkungan,bahkan ada yang tega dengan sengaja merusak lingkungan seperti membakar hutan penebangan pohon guna untuk kepentingan sendiri yang akan berdappak pada kerusakan lingkungan.Pemerintah harusnya tergas dalam menghadapi kasus ini,dan mestinya masyarakat juga haris mendukung kegiatan dan rencana pemerintah guna menghadapi global warming.
Artis terjun ke dunia politik
Pada Pemilu 2009. Di hampir setiap daftar pencalonan anggota legislatif pada partai politik terdapat sejumlah nama-nama artis. Fenomena maraknya para artis ke kancah politik, meski sudah dikenal sejak masa Orde Baru, justru fenomena maraknya ini muncul seiring dengan kebebasan seseorang dalam mengekspresikan pilihan politiknya di negeri ini.
Keterlibatan mereka dalam dunia politik adalah pemanfaatan dari beberapa partai politik, dan sekaligus momentum bagus yang dimanfaatkan oleh artis itu sendiri untuk masuk ke partai dengan mudah. Sehingga banyak partai berusaha untuk mencalonkan tokoh-tokoh yang cukup populis di mata rakyat Indonesia, termasuk “jualan” para artis. Selain itu, keterlibatan mereka juga untuk memeriahkan kampanye partai. Sehingga diharapkan dari pencalonan mereka ini akan mendobrak hasil suara partai.
Para pemilih pemula, orang-orang pedesaan, dan masyarakat kurang terpelajar. Mereka memilih calon, biasanya, karena faktor populis dan karisma seseorang,karena seorang artis yang dipercaya oleh partai politik yang bersangkutan biasanya artis yang sudah dikenal baik oleh masyarakat awam,sehinnga mereka para artis mempunyai modal dalam berkampanye bahkan memudahkan mereka dalam berkampanye. Pemilih pemula akan banyak memilih calon yang “seirama dan semode” dengan pergaulan mereka. Sedangkan orang-orang pedesaan dan masyarakat kurang terpelajar seperti halnya dalam nalar wangsa- akan memilih calon yang paling dikenal dan dikagumi.Mereka tidak perlu capek-capek mengikuti proses kaderisasi partai yang jlimet dan ruwet. Dengan hanya menjual popularitas, mereka bisa dengan cepat dan mudah mencapai tujuan.
Namun ada juga beberapa artis yang terjun di dunia politik disebabkan karena keterpanggilan jiwa seniman untuk mengaspirasikan kepentingan kesenian dalam setiap kebijakan politik. Karena selama ini, dunia kesenian dinilai kurang mendapat porsi yang layak di negeri ini. Keterpanggilan ini dilatarbelakangi oleh seringnya kebijakan politik di Indonesia yang kurang memihak kepentingan mereka. menurut saya, artis khususnya dan seniman pada umumnya, seyogyanya tidak perlu masuk ke kancah politik kalau proses yang dilalui seperti faktor yang pertama. Akan tetapi jika dilatarbelakangi oleh faktor yang kedua, tentu kita menganggap bahwa itu adalah pilihan dan konsekwensi politik yang harus mereka ambil. Namun demikian, kita masih berharap bahwa mereka masih tetap pada posisi yang utama, yaitu sebagai kontrol kritik sosial.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!