Konsep COMPREHENSIBLE INPUT Untuk Belajar Bahasa Asing.
Konsep “comprehensible input” dalam belajar bahasa merujuk pada materi atau input yang bisa dimengerti oleh pelajar meskipun tidak semua kata atau struktur bahasa yang digunakan sudah dikuasai. Teori ini dipopulerkan oleh Stephen Krashen, seorang ahli linguistik dan pendidikan bahasa.
Berikut adalah beberapa poin utama tentang konsep comprehensible input:
1. **Pemahaman Sebagian**: Materi harus bisa dimengerti oleh pelajar, bahkan jika mereka belum menguasai semua kata atau tata bahasa yang digunakan. Misalnya, dalam belajar bahasa Jepang, pelajar mungkin mengerti kalimat “私は学生です” (Saya adalah seorang siswa) meskipun mereka belum sepenuhnya menguasai semua kata di dalamnya.
2. **Zona Pengembangan Proksimal**: Konsep ini mirip dengan teori Lev Vygotsky tentang Zona Pengembangan Proksimal (ZPD), di mana pelajar bisa belajar lebih efektif jika materi sedikit lebih sulit daripada tingkat kemampuan mereka saat ini, tetapi masih bisa dimengerti dengan sedikit bantuan.
3. **Kontekstual dan Relevan**: Input yang diberikan harus relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari dan minat pelajar. Misalnya, menggunakan materi yang berbicara tentang kegiatan sehari-hari di Jepang bisa lebih menarik dan mudah dipahami oleh pelajar bahasa Jepang.
4. **Variasi Input**: Pelajar perlu menerima berbagai jenis input, seperti mendengarkan, membaca, menonton video, dan percakapan nyata. Variasi ini membantu memperkuat pemahaman dan penerapan bahasa dalam berbagai situasi.
5. **Interaksi**: Belajar bahasa juga melibatkan interaksi aktif dengan bahasa target. Menggunakan bahasa dalam percakapan dengan penutur asli atau dengan teman sekelas bisa membantu memperkuat pemahaman dan kemampuan berkomunikasi.
Dengan memanfaatkan comprehensible input, pelajar bahasa dapat meningkatkan kemampuan mereka secara bertahap dan alami, mirip dengan cara anak-anak belajar bahasa ibu mereka.
Cara Mengingat Jangka Pendek vs Jangka Panjang
Ingatan Jangka Pendek vs Ingatan Jangka Panjang
Berikut adalah cara mengingat cepat untuk ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang yang saya kumpulkan dari beberapa sumber.
Ingatan jangka panjang:
1. Baca berkali-kali.
2. Ulangi dari awal.
3. Ulangi lagi setelah jeda 30 menit.
4. Ulangi lagi esok hari.
5. Ulangi lagi setelah beberapa hari setelahnya.
6. Ulangi lagi setelah 1 minggu sejak latihan pertama.
Metode ingatan jangka panjang berguna untuk hal yang memang diperlukan untuk diingat terus menerus, misalnya kosakata bahasa asing, rumus penting dalam suatu pekerjaan, dan sejenisnya.
Ingatan jangka pendek:
1. Baca berkali-kali.
2. Ulangi sekali lagi.
3. Ulangi setelah jeda 15 menit.
4. Ulangi setelah jeda 6 jam.
5. Ulangi lagi setelah jeda 24 jam.
Metode ingatan jangka pendek bisa berguna untuk menghadapi suatu tes, ujian, presentasi, atau sejenisnya. Tapi besar kemungkinan akan dilupakan setelahnya.
Mengenal Metode Immersion Untuk Belajar Bahasa Asing Lebih Cepat
Metode immersion untuk belajar bahasa adalah pendekatan di mana pelajar terbenam dalam lingkungan di mana bahasa target digunakan secara eksklusif.
Tujuan dari metode ini adalah untuk menciptakan situasi di mana pelajar harus menggunakan bahasa target dalam berbagai konteks sehari-hari, mirip dengan cara anak-anak belajar bahasa ibu mereka.
Berikut adalah beberapa detail tentang metode ini:
1. **Lingkungan Berbahasa Target**: Pelajar ditempatkan dalam lingkungan di mana bahasa target digunakan secara konsisten, seperti di negara di mana bahasa tersebut adalah bahasa utama atau di kelas yang menggunakan bahasa target sebagai bahasa pengantar.
2. **Penggunaan Bahasa Sehari-hari**: Pelajar diharapkan menggunakan bahasa target untuk berkomunikasi dalam situasi sehari-hari, seperti berbelanja, makan di restoran, atau berbicara dengan teman.
3. **Tidak Ada Terjemahan**: Dalam metode ini, penggunaan bahasa ibu diminimalkan atau dihilangkan sama sekali. Pelajar belajar memahami dan memproduksi bahasa target tanpa bergantung pada terjemahan.
4. **Pembelajaran Kontekstual**: Pelajar belajar bahasa dalam konteks yang alami dan bermakna. Misalnya, mereka belajar kosakata yang relevan dengan situasi yang sedang dihadapi, seperti memesan makanan di restoran.
5. **Interaksi Sosial**: Metode immersion menekankan pentingnya interaksi sosial dengan penutur asli atau pelajar lainnya. Interaksi ini membantu pelajar meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan.
6. **Pendekatan Holistik**: Metode ini sering kali mencakup berbagai aspek pembelajaran bahasa, termasuk mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, dalam situasi yang realistis dan bermakna.
Contoh dari metode immersion adalah tinggal di negara yang menggunakan bahasa target, mengikuti program bahasa yang menggunakan immersion, atau menghadiri kamp bahasa yang dirancang khusus untuk immersion.
Keuntungan dari metode immersion adalah pelajar dapat mempercepat proses belajar bahasa dan meningkatkan kefasihan dengan lebih cepat dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Namun, metode ini juga menuntut komitmen yang tinggi dan bisa menjadi tantangan bagi beberapa pelajar yang merasa tidak nyaman dengan keterbatasan penggunaan bahasa ibu mereka.
Ada banyak penelitian yang mendukung kelebihan metode immersion dalam belajar bahasa. Berikut beberapa temuan utama dari penelitian tentang keefektifan metode immersion:
1. **Peningkatan Kefasihan dan Kompetensi Komunikatif**: Penelitian menunjukkan bahwa pelajar yang menggunakan metode immersion cenderung mencapai tingkat kefasihan dan kompetensi komunikatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelajar yang belajar melalui metode tradisional. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahasa target dalam konteks nyata dan sehari-hari .
2. **Pembelajaran yang Lebih Cepat**: Pelajar yang terlibat dalam program immersion seringkali belajar bahasa target lebih cepat karena mereka terpapar bahasa tersebut secara intensif dan konsisten. Mereka lebih sering mendengar dan menggunakan bahasa target, yang mempercepat proses akuisisi bahasa .
3. **Penggunaan Bahasa Otentik**: Metode immersion memungkinkan pelajar untuk belajar bahasa dalam konteks yang otentik dan bermakna. Ini membantu mereka memahami nuansa budaya dan sosial dari bahasa target, yang sulit dicapai melalui metode pembelajaran tradisional .
4. **Peningkatan Motivasi**: Pelajar dalam program immersion seringkali lebih termotivasi karena mereka melihat langsung manfaat dari kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa target dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi yang tinggi ini juga mendorong mereka untuk belajar lebih giat dan konsisten .
5. **Keterampilan Kognitif yang Lebih Baik**: Penelitian juga menunjukkan bahwa metode immersion dapat meningkatkan keterampilan kognitif pelajar, seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Hal ini disebabkan oleh pengalaman mereka dalam menavigasi dua bahasa dan budaya secara bersamaan .
Metode Pomodoro, Apa Itu?
Pada akhir 1980-an Francesco Cirillo mengembangkan sebuah teknik manajemen waktu yang disebut “POMODORO”. Nama tersebut berasal dari timer dapur berbentuk tomat (dalam bahasa Italia disebut pomodoro) yang Cirillo gunakan saat masih mahasiswa.
Metode ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan produktivitas dengan membagi waktu kerja menjadi interval-interval pendek yang disebut “pomodoro”, biasanya 25 menit, diikuti oleh istirahat singkat, biasanya 5 menit.
Berikut adalah langkah-langkah dasar dari metode Pomodoro:
1. Pilih tugas yang ingin diselesaikan.
2. Atur timer selama 25 menit dan mulailah mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan.
3. Ketika timer berbunyi, berhenti bekerja dan beri tanda bahwa satu sesi Pomodoro telah selesai.
4. Ambil istirahat singkat selama 5 menit.
5. Ulangi langkah di atas sebanyak empat kali.
6. Setelah menyelesaikan empat sesi Pomodoro, ambil istirahat yang lebih panjang, biasanya 15-30 menit.
Metode ini membantu menjaga konsentrasi dan mencegah kelelahan dengan memberikan istirahat yang teratur.
Metode Belajar Agar Bisa Masuk Ke Longterm Memory Di Otak dan Ingat Selamanya?
Ada nasihat yang mengatakan bahwa untuk mengingat secara longterm maka harus diulang beberapa hari setelah proses mengingat pertama kali, bukan dilakukan setiap hari. Lalu bagaimana faktanya?
Hasil menurut penelusuran yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
Strategi mengulang materi setelah beberapa hari dikenal sebagai “spaced repetition” atau pengulangan berselang. Metode ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa mengulang informasi pada interval waktu yang meningkat dapat memperkuat memori jangka panjang lebih baik daripada pengulangan setiap hari.
Studi tentang Ebbinghaus Forgetting Curve menunjukkan bahwa manusia cenderung melupakan informasi dengan cepat setelah belajar, tetapi jika informasi tersebut diulang pada interval tertentu, maka retensi informasi meningkat secara signifikan.
Interval pengulangan biasanya ditentukan oleh seberapa baik Individu mengingat informasi pada setiap sesi, sehingga interval akan semakin panjang seiring dengan meningkatnya retensi.
Jadi, menurut penelitian, metode pengulangan berselang (spaced repetition) lebih efektif untuk retensi jangka panjang dibandingkan dengan pengulangan setiap hari.
Lalu, berapa hari idealnya interval antara satu latihan dengan berikutnya?
Interval ideal antara sesi pengulangan dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas materi, seberapa baik informasi awal dipahami, dan individu yang belajar. Namun, prinsip umum dari spaced repetition adalah untuk mulai dengan interval yang pendek dan secara bertahap memperpanjang interval tersebut.
Berikut adalah contoh interval yang sering digunakan:
1. Pengulangan pertama: 1 hari setelah belajar pertama kali.
2. Pengulangan kedua: 3 hari setelah pengulangan pertama.
3. Pengulangan ketiga: 7 hari setelah pengulangan kedua.
4. Pengulangan keempat: 14 hari setelah pengulangan ketiga.
5. Pengulangan kelima: 30 hari setelah pengulangan keempat.
Jika materi masih diingat dengan baik pada setiap pengulangan, interval dapat terus diperpanjang. Jika informasi dilupakan, interval dapat dipersingkat atau materi dapat diulang lebih sering sampai diingat dengan baik.
Tujuan utamanya adalah untuk mengulang materi sebelum dilupakan sepenuhnya, sehingga pengulangan ini membantu memperkuat jejak memori di otak.
Berapa Lama Program Baru Bisa Masuk Ke Alam Pikiran Bawah Sadar?
Waktu yang dibutuhkan program atau kebiasaan baru untuk merasuk ke alam bawah sadar bervariasi dan tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
- Keseimbangan emosional dan mental: Orang yang memiliki keseimbangan emosional dan mental yang lebih baik umumnya lebih mudah menerima program atau kebiasaan baru.
- Motivasi dan komitmen: Tingkat motivasi dan komitmen individu terhadap program atau kebiasaan baru juga sangat berpengaruh. Semakin tinggi motivasi dan komitmen, semakin cepat program atau kebiasaan baru dapat tertanam dalam alam bawah sadar.
- Konsistensi latihan: Melakukan latihan EFT atau teknik lainnya secara konsisten dan teratur akan mempercepat proses penerimaan program atau kebiasaan baru ke alam bawah sadar.
- Kompleksitas program atau kebiasaan: Program atau kebiasaan yang lebih kompleks umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasuk ke alam bawah sadar dibandingkan dengan program atau kebiasaan yang lebih sederhana.
Secara umum, dibutuhkan waktu sekitar 21 hari hingga 90 hari untuk program atau kebiasaan baru dapat sepenuhnya tertanam dalam alam bawah sadar.
Namun, perlu diingat bahwa ini hanya perkiraan dan waktu yang sebenarnya dapat bervariasi bagi setiap individu.
Berikut beberapa tips untuk membantu program atau kebiasaan baru merasuk lebih cepat ke alam bawah sadar:
• Visualisasikan diri Anda berhasil mencapai program atau kebiasaan baru tersebut. Bayangkan bagaimana Anda akan bertindak dan merasa ketika Anda telah mencapai tujuan Anda.
• Ulangi afirmasi positif secara teratur. Afirmasi positif dapat membantu memperkuat program atau kebiasaan baru di alam bawah sadar.
• Gunakan teknik EFT atau teknik lainnya. Teknik EFT dan teknik lainnya dapat membantu Anda untuk melepaskan program atau kebiasaan lama dan membuka diri terhadap program atau kebiasaan baru.
• Bersabarlah. Jangan berkecil hati jika Anda tidak melihat hasil yang instan. Teruslah berlatih dan bersabarlah, program atau kebiasaan baru eventually akan merasuk ke alam bawah sadar Anda.
Manusia dan Pilihan.
Dalam situasi ideal, kehidupan dewasa anak manusia bisa dibilang adalah kumpulan dari pilihan dan pilihan. Mulai dari pilihan makanan yang dikonsumsi, pilihan tempat menimba ilmu, pilihan bidang profesi yang dikerjakan, juga sampai ke pilihan perihal pasangan hidup.
Menariknya, dari pengamatan yang saya lakukan, dan juga berdasarkan pengalaman, seringkali, seolah-olah, akibat dari suatu pilihan itu selalu akan lebih besar kemungkinan pada aspek negatifnya.
Misal dalam pilihan membuka usaha yang sering dilihat adalah kemungkinan gagalnya, atau dalam hal pernikahan yang sering terbayang adalah perpisahannya.
Padahal bila diingat lebih dalam, kemungkinan dasar hasil dari sebuah pilihan adalah selalu 50:50 sampai ada aspek tambahan yang memberatkan salah satunya.
Maksudnya begini, jika dalam hal pengambilan keputusan untuk melakukan pernikahan, maka kemungkinan dasarnya akan selalu 50 persen berhasil, dan 50 persen bercerai. Sampai ada aspek tambahan yang memberatkan salah satunya.
Misal: sejak masa perkenalan salah satu pihak sudah sering melakukan kekerasan fisik. Maka itu bisa dimasukan ke hal yang memberatkan pada perceraian nantinya. Anggaplah prosentase kemungkinan keberhasilan pernikahannya jadi menurun ke 40 persen, dan prosentase kemungkinan perceraiannya meningkat jadi 60 persen.
Dan tentu bisa juga sebaliknya, jika ada hal-hal baik yang mendukung, maka bisa jadi prosentase keberhasilannya akan meningkat melebihi prosentase kegagalannya.
Begitu pula pada keputusan di bidang lain, hukum ini akan selalu berlaku: setiap keputusan pada dasarnya akan selalu mempunyai kemungkinan 50:50 sampai ada aspek tambahan yang memberatkan salah satunya.
Mulai dari saat ini, penting bagi kita semua untuk selalu mengingat itu. Dan penting juga untuk lebih merinci hal-hal apa saya yang bisa memberatkan salah satunya agar dalam setiap pilihan yang kita ambil bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang lebih baik.
~abid912