Tentang keberagaman manusia, Allah telah secara khusus memberitahukannya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari (perpaduan) lelaki dan perempuan. Kemudian Kami menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kalian saling mengenal.” (Al-Hujurat: 13). Dalam tafsir Arabic Muyassar, yang dimaksud lelaki dan perempuan di ayat ini, adalah moyang kita, Mbah Adam dan Mbah Hawa. Yakni, kita sebenarnya berasal dari satu bapak dan satu ibu. Namun, kemudian Allah memang sengaja menjadikan kita berlainan suku, berlainan bangsa, berlainan negara, berlainan rupa, berlainan warna kulit
Tujuannya keberagaman seperti dimaksud ayat di atas, agar kita bisa saling mengenal satu sama lain. Sebab, kalau dibuat sama, seragam semua, bisa dipastikan bahwa kita tidak akan bisa saling mengenal. Anda tidak akan bisa membedakan antara Khalid dan Ahmad, antara Khadijah dan Zaenab. Demikian juga dengan kerupawanan, orang bisa disebut bagus rupa, cantik, ganteng (bukan seperti saya), karena ada yang jelek. Tentang keilmuan pun demikian, orang bisa disebut cerdik, pandai, cerdas, karena ada yang pandir, bodoh atau yang malas belajar (seperti saya). 🙂 Baca lebih lanjut