Lakum Dinukum Wa Liya Din #2

Tentang keberagaman manusia, Allah telah secara khusus memberitahukannya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari (perpaduan) lelaki dan perempuan. Kemudian Kami menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar kalian saling mengenal.” (Al-Hujurat: 13). Dalam tafsir Arabic Muyassar, yang dimaksud lelaki dan perempuan di ayat ini, adalah moyang kita, Mbah Adam dan Mbah Hawa. Yakni, kita sebenarnya berasal dari satu bapak dan satu ibu. Namun, kemudian Allah memang sengaja menjadikan kita berlainan suku, berlainan bangsa, berlainan negara, berlainan rupa, berlainan warna kulit

Tujuannya keberagaman seperti dimaksud ayat di atas, agar kita bisa saling mengenal satu sama lain. Sebab, kalau dibuat sama, seragam semua, bisa dipastikan bahwa kita tidak akan bisa saling mengenal. Anda tidak akan bisa membedakan antara Khalid dan Ahmad, antara Khadijah dan Zaenab. Demikian juga dengan kerupawanan, orang bisa disebut bagus rupa, cantik, ganteng (bukan seperti saya), karena ada yang jelek. Tentang keilmuan pun demikian, orang bisa disebut cerdik, pandai, cerdas, karena ada yang pandir, bodoh atau yang malas belajar (seperti saya). 🙂 Baca lebih lanjut

Lakum Dinukum Wa Liya Din #1

Bismillaah…

Setiap kita mempunyai latar belakang yang berbeda. Setiap kita mempunyai pengetahuan yang berbeda. Setiap kita mempunyai konsen yang berbeda. Setiap kita mempunyai teman dan kawan yang berbeda-beda. Dan bahkan kita memang lahir karena perbedaan. Namun, justru dalam keberbedaan itulah kita harus bersatu. Kita beragam, namun kita dituntut untuk terus bersama. Kita bersama, pun tak harus seragam.

“Lakum dinukum wa liya din!” ayat ini berarti secara harfiah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku. Coba lihat terjemahan Al-Qur`an Kementerian Agama. Namun, sebenarnya juga bisa diartikan: karepmulah (jawa), terserah lu deh (betawi), suka hati engkaulah (melayu). Kalimat ‘Lakum dinukum wa liya din’ ini biasa menjadi akhir diskusi atau perdebatan orang Arab, ketika di antara mereka sudah tidak ada titip temu. Begitu yang saya pelajari di buku pelajaran Bahasa Arab “Al-Arabiyah Linnasyi`in”.

Selain ‘Lakum dinukum wa liya din’, ada ungkapan lain dalam bahasa Arab untuk maksud serupa, “Idzhab ila halik wa ana adzhab ila hali = silakan Anda dengan urusan/pendapat Anda, dan biarkan saya dengan urusan/pendapat saya! Baca lebih lanjut

Adakah Kami di Antara Mereka?

Suatu hari ketika lelaki ini sedang membaca al-Qur`aan ia menangis tersedu. Arsy, singgasana Allah sampai bergoncang karenanya. Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk turun ke bumi menemuinya. Sampai di hadapan lelaki ini, Jibril mendapatinya sedang membaca Surat al-Maa`idah ayat 118 yang berbunyi “Kalau Engkau siksa mereka (ya Allah), maka sesungguhnya mereka adalah ummat-Mu. Tapi, kalau Engkau berkenan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha perkasa lagi maha bijaksana.” Baca lebih lanjut

Perbaharui Kualitas Diri

Allah subhatahu wata’ala tidak akan bersumpah dengan sesuatu apapun melainkan sesuatu tersebut adalah hal yang luar biasa. Satu diantara hal luar biasa tersebut adalah waktu, masa! “Wa al-‘ashri =demi masa!” begitu kata Allah. Ayat tersebut memberikan penegasan kepada kita semua, bahwa waktu adalah hal yang sangat luar biasa bagi manusia. Masa itu adalah umur itu sendiri. Umur itu adalah ajal. Sedang manusia sendiri pasti akan menemui ajal (kematian)nya. Nah, kalau begitu, perjalanan waktu yang kita tempuh selama ini sejatinya adalah perjalanan menuju kematian! Baca lebih lanjut

Tak Berarti Sepele

“Jangan suka menyepelekan sesuatu yang sepele, agar tidak menjadi sepele” (Gus Mus).

Sesuatu yang sepele benar-benar akan menjadi sepele kalau kita menyepelekannya. Tapi, kalau kita tidak mnejadikannya sepele, maka iapun tidak akan menjadi sepele. Tak ada persolan besar apapun melainkan ia akan tampak kecil kalau kita menyepelekannya. Tak ada suatu masalah sekecil apapun, kalau kita mendramatisirnya melainkan ia akan membesar. Baca lebih lanjut

Percaya Sihir?

Ketika dulu saya masih di Surabaya, saya biasa membantu bu de saya jualan daging di Pasar Kedungrejo, Waru, Sidoarjo. Bu de buka lapak biasanya jam dua malam. Sebab jam tiga sampai jam empat, itu adalah puncak ramenya pasar. Bu de biasanya berangkat ke pasar setelah shalat tahajjud. Yang saya ingin ceritakan di sini bahwa sebelum kami buka lapak, setiap malam kami harus membersihkan lapak dari sampah yang berserakan. Tapi, sampah yang kami bersihkan bukanlah plastik, daun, kertas atau benda-benda lain seperti sampah kebanyakan yang biasa kita jumpai di pasar-pasar atau tempat sampah pada umumnya. Tapi ini adalah sampah aqidah! Baca lebih lanjut

Satu Lagi Buat Ibu

Tidak ada bapak negara, yang ada ibu negara. Tak ada bapak kota, yang ada ibu kota. Gak ada bapak rumah tanggga, yang ada ibu rumah tangga. Mboten wonten bapak pertiwi, yang ada ibu pertiwi. Tadek bapak-bapak PKK, yang ada ibu-ibu PKK. Dan ibu adalah makhluk Tuhan yang paling seksi. Seksi karena banyak mendapatkan perhatian perhatian dari manusia paling agung dan mulia di jagad ini, Muhammad saw. Yakni ketika beliau ditanya perihal manusia yang harus mendapatkan perhatian lebih dari anak Adam, beliau menjawab “Ibumu, ibumu, ibumu!” Baca lebih lanjut

Aku Cinta Indonesia

Aku lahir di tanah ini
Aku makan berasnya
Aku minum airnya
Ku nihahi juga wanitanya

Ayah ibuku juga lahir di tanah ini
Aku beranak pinak di buminya
Aku hirup udaranya
Aku tapaki jalan-jalannya

Indonesia tumpah darahku
Indonesia tanah airku
Indonesia rumah besarku
Indonesia selaksa tamanku

Maka, aku cinta Indonesia

Fajar Berpijar, Menulislah!

Di kota-kota besar, siang hari jalanan macet. Makanya, kalau ada orang yang mau bepergian untuk suatu urusan yang penting, sebaiknya berangkat pagi-pagi sekali, setelah subuh. Atau malam hari sekalian sebelum subuh, tentu lebih baik.

Pada pagi buta, atau di penghujung malam, belum banyak orang yang beraktifitas. Bahkan belum banyak yang bangun dari tidurnya. Makanya, jalanan masih lengang. Sehingga memungkinkan bagi kita untuk melenggang kangkung di jalan, tanpa harus terganggu macet. Tentunya hal tersebut akan mempercepat kita untuk sampai ke tujuan.

Dr. Aidh al-Qarni dalam sebuah statusnya di Fesbuk, kemarin, ia berujar: Baca lebih lanjut

Misteri Jodoh Itu

Jodoh memang misteri. Tak seorang pemuda pun yang tahu siapa wanita yang kelak akan diperistri. Maka, karenanya jodoh itu memang harus dicari. Juga tak seorang gadis pun yang mengaetahui siapa lelaki yang akan menjadi suaminya nanti. Tapi, itu bukan berarti dia harus terus menanti. Karena sejatinya dinamika taqdir Allah itu tak pernah berhenti. Untuk itu, wahai pemuda pemudi yang berhasrat hendak menikah, kejarlah kekasih hatimu di setiap sendi. Telisiklah setiap rimbun, dan jangan pernah berhenti.

 

Jodoh memang taqdir Allah. Sebagaimana nasib baik dan buruk manusia, semuanya memang adalah taqdir Allah. Termasuk juga kematian (ajal), itu adalah taqdir Allah. Tapi, kecuali ajal, semua taqdir yang telah Allah buat, masih sangat mungkin untuk berubah. Lho, kok? Yaps! Karena sejatinya taqdir itu adalah ketentuan Allah yang belum bersifat final dan mengikat. Taqdir baru bersifat final dan tak bisa diganggu gugat, kelak ketika ia sudah terjadi menjadi qadhaa`. Baca lebih lanjut