Dahlan Iskan : Kerja ..Kerja..Kerja..!!

23 01 2012

Dahlan iskan, sebagai sosok pemimpin yang sangat memberi inspirasi bagi banyak kalangan di kurun waktu 6 bulan terakhir. Mantan Wartawan yg kemudian di percaya presiden kita utk memimpin PLN (yg sudah krisis litrik..byar pet..byar pet dimana mana), sedikit demi sedikit mampu diurai masalahnya dan bahkan mampu bangkit….

Dengan kesederhanaannya, mr Dahlan menerapkan banyak “action” yang mampu menjadi obat paling manjur bagi PLN.
Satu,Memangkas Birokrasi: beberapa jabatan yg menurutnya tdk sesuai dengan misi percepatan dia lakukan. Bahkan wewenang penuh diberikan kepada bawahannya untuk action yg tepat terhadap permasalahan di PLN

Dua,The Dream Team, Untuk meningkatkan performance kinerja di bentuk The dream team yg diawali dengan assesment seluruh karyawan PLN yg akhirnya team ini terbentuk.

Tiga,Competitor Insight, agar seluruh karyawan jelas tujuan yg ingin dicapai maka beliau menjadikan Malaysia sebagai “musuh” yag harus di kalahkan dalam kelistrikannya, termasuk byar pet byar pet yang terjadi diberbagai daerah.

Sentimen yg ketiga ini effektif dilakukan, sehingga ukuran menjadi sangat jelas kalau malaysia bisa ini, indonesia harus diatasnya dll.
tak kalah pentingnya, adalah kemampuan mengkomunikasikan melalui media internal dan koran/majalah umum maka tujuan pak dahlan sangat mudah dipahami dan dijalankan.

seri Leadership 1
2012





ngocol; sebagai gaya salesman….

21 11 2009

…gara-gara aku jualan sambil tak guyoni terus, bahkan aku dikatakan lebih lucu dari kirun (pelawak asli madiun-sering di acara lawakan TV2 swasta) akhirnya gak jadi beli….

Ngocol atau mungkin melawak kalau orang kebanyakan menyebutnya, mungkin jadi adalah gaya kita sehari-hari. Dari kisah diatas mungkin akan sedikit menginspirasi kita tentang “ngocol” dalam profesi salesman.

Melawak lebih tepatnya “joke” sebenarnya adalah salah satu cara untuk membuat suasana lebih hidup dan mengena dalam sebuah presentasi kita. Terkadang suasana akan mencair dengan “joke” segar yang kita lontarkan. Tak jarang juga orang salah persepsi terhadap “joke” kita dan ujungnnya presentasi tidak bisa berhasil.

Memahami calon customer, membuat kita enjoy untuk mengeluarkan joke tanpa menyentuh emosi pelanggan. Setiap calon customer adalah unik, jadi pembicaraan awal menentukan joke kita apa…sedikit politik, budaya, cerita daerah dsb, tentunya memang berdasar pemahaman kita masing-masing.

Joke yang berlebih, bahkan melebihi gaya pelawak akan mengaburkan pencitraan kita tentang produk yang kita jual, bahkan terkadang akan mengurangi rasa tertariknya pada produk. Tidak sedikit yang kemudian kita akan balik di prospek dengan produk lain.

Sedikit inspirasi dari blog tetangga :

-DreaOfMoon-:

Slamet dan Untung

Ketika menemui Alan Greenspan, Gubernur Bank Sentral AS, Gubernur BI Sjahril Sabirin bertanya kenapa perekonomian Amerika bisa begitu kuat dibandingkan dengan Indonesia?

“Di Amerika ini kami punya Johny Cash (penyanyi ternama Las Vegas), Bob Hope (komedian terkenal), dan Stevie Wonder (penyanyi kulit hitam yang sangat hebat),” jawab Greenspan dengan mimik serius. “Tapi, Sjahrir, di Indonesia kalian tidak punya Cash (uang tunai), tak punya Hope (harapan), dan tidak memiliki Wonder (keajaiban)!”

Mendengar jawaban itu, Sjahrir hanya manggut-manggut. Sekembalinya ke Indonesia, ia menghadap Presiden Abdurrahman Wahid. “Bapak Presiden, ketika di Amerika Serikat saya sempat bertemu dengan Greenspan,” ungkap Sjahrir.

“Banyak hal yang saya tanyakan kepadanya. Termasuk soal kenapa perekonomian bangsa kita tidak sekokoh Amerika. Ternyata menurut Greenspan, kuncinya cuma pada Cash, Hope, dan Wonder, yang tidak kita miliki.”

Gus Dur hanya menanggapi dengan enteng. “Ah, gitu aja kok repot, wong kita masih punya banyak Slamet dan Untung kok.”





Penjual atau Pembeli

16 06 2009

“…setiap orang jika ditanya mau tidak jadi salesman? jawaban kebanyakan pasti TIDAK, kemudian menurut survey orang lebih suka belanja (sebagai pembeli) dari pada menjual…jadi bersyukurlah anda karena berarti akan lebih banyak orang yang dijualin dan anda masuk kategori orang yang punya tanda2 sukses karena biasanya orang sukses itu mi no ri tas !….”

Menurut “wejangan” bos saya waktu itu…dipikir-pikir memang sangat benar, kebanyakan orang lebih suka belanja ngabisin uang dari pada melakukan penjualan. Buktinya setiap hari minggu pengunjung sebuah mall pasti meningkat, bahkan dalam momen tertentu pembeli ngantri untuk bayar dikasir.

Sementara itu beberapa salesman yang putus asa merasa sudah kehabisan pembeli, tentu ini sangat berkebalikan. Itu Pemikiran yang keliru, kalau berdasar salah satu fakta diatas. Market baru, pelanggan baru selalu hadir untuk salesman yang inovatif & kreatif.

Produk lama dengan kemasan baru, atau penawaran lama dengan kosakata baru…(benar dan tidak menipu) tentu akan menciptakan trand market yang baru, comunitas baru, dan mungkin saja menciptakan area baru.

Dan yang pasti sukses itu pilihan kita, mau kreatif dan profesional sebagai seorang “ASM=Aku Sales Man” apa mengalah terhadap pikiran negatif yang terkadang menguras semangat kita.

Sedikit meminjam istilah di MLM ” Tidak ada oarang GAGAL, yang ada orang yang terlalu cepat BERHENTI”

Salam Hebat !
Juni2009





BUNDLING BRANDING; Strategy saat krisis

27 03 2009

..anda pasti mengenal iklan Teh Sosro, Kacang Dua Kelinci, dan  Jamu Sido Muncul yang akhir akhir ini sering nongol di TV kita. Sebuah Terobosan yang istimewa untuk menghadang produk asing sekaligus brand awardnes ketiga produk.

 

Bundling !

Tidak saja vendor handphone dan Operator seluler yang asik dengan promo bundling nya, saling melengkapai dan memberikan pilihan yang komplit. Branding, sebagai bagian dari penciptaan brand awardnes terhadap eksistensi produk dinilai sangat penting untuk memacu penjualan.

 

Saat ini mungkin sebagian besar perusahaan lebih cenderung untuk sedikit ”egois” dengan melakukan aktivitas marketing secara sendiri-sendiri. Harapan dari semua  tentunya produknya mudah di ingat, atau meningkatkan image di hati pelanggannya.

 

Krisis ekonomi 2009, hampir sebagian besar perusahaan didunia sibuk dengan program kencangkan ikat pinggang, efisiensi dan bahkan dibeberapa tempat rajin melakukan PHK terhadap karyawannya. Ekonomi dunia sedang sakit, perusahaan Amerika sebagai barometer ekonomi dunia banyak yang bangkrut dan effeknya menjalar keberbagai negara di dunia yang saat ini banyak mengadopsi sistem perusahaan disana.

 

Krisis masih berlanjut….

Seorang Pakar Marketing, dalam sebuah seminar di Jakarta, menyatakan disaat krisis seperti saat ini perusahaan tidak boleh melupakan ekspansinya. Jadi seperti diarena balapan, bisa jadi seorang pemenang akan menyalip dari kiri untuk menjadi yang terbaik. Disaat konsentrasi banyak perusahaan melakukan efisiensi, yang artinya tidak melakukan apapun untuk berkembang, perusahaan lain memiliki stretegi jitu dengan melakukan kerjasama-kerjasama stretegis untuk kemajuannya seperti yang ditunjukan teh Sosro, Kacang Dua Kelinci dan Jamu Sido Muncul.

 

Sangat memungkinkan, Bundling produk akan dilakukan untuk menjaga eksistensi. Misalnya Operator Telekomunikasi dengan Minyak Goreng, Minuman berenergi dengan alat tulis, Televisi denga Ac dan sebagainya tentunya dengan melibatkan kretifitas jago-jago iklan.

 

…nah sekarang saatnya perusahaan anda menentukan dan memilih team kreatif untuk lebih maju.  “Selip Kiri” dan jadi PEMENANGnya…..

 

Salam Hebat !!

March 2009

 





Masjid & Warung Makan; Target Area Penjualan

24 03 2009

….seorang salesman menerbitkan catalog lokasi makanan enak,…demikian sebuah berita disurat kabar beberapa waktu yang lalu…
Masjid & Warung makan, seorang salesman seringkali menemukan tempat2 ”favorite” seperti ini. Terkadang Masjid menjadi langganan tempat istirahat (sekalian makan siang, untuk mereka yang sudah bawa makan siang), dan yang pasti warung makan, warung kopi atau sejenisnya langganan istirahat seorang salesman.

Tidak jarang seorang salesman ”kelupaan” dengan pekerjaannya karena ke asyikan di masjid atau warung makan tadi, tentu ini yang terkadang menjadi bencana bagi profesi salesnya bahkan tak jarang sindiran seorang Supervisor atau manager terdengar …’ ngopi dimana mas?…..tidur dimasjid mana pak?…biasanya akan tambah keras terdengar kalau tidak mencapai target harian kita.

Semua itu bisa dirubah !

Tempat seperti diatas seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk mencetak angka, mendapatkan informasi tambahan untuk proses penjualan kita. Disaat kita juga beristirahat tentu ada orang lain yang beristirahat, disarankan kita juga melakukan prospecting disana. Agar lebih halus diusahakan tempat yang kita singgahi selalu berbeda sehingga orang yang kita prospek pun berbeda pula, artinya ada nilai lebih istirahat kita.

Mencetak angka, untuk proses produk retail semisal HP, Rokok, Makanan ringan, Kartu Perdana, Pulsa dan lain-lain sangat mungkin untuk melakukan closing hari itu juga. Paling tidak akan menambah database prospek dan networking kita

Membantu Proses Penjualan, untuk produk non retail semisal Mobil, motor, produk finance dan sebagaianya disini dibutuhkan strategi memilih tempat yang bagus. Semisal kita sedang mengerjakan perusahaan A, tentu akan lebih tepat tempat disekitar lokasi perusahaan atau lokasi tempat istirahat atau makan calon prospek kita.

Informasi penting didapatkan, kondisi perusahaan, siapa yang bertanggung jawab untuk memutuskan, kebutuhan produknya dan sebagainya, sebagai modal untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

Cerita seorang sales, …karena kesulitan untuk buat janji dengan pimpinan perusahaan seorang sales harus melakukan prospekting setelah sholat jum’at disebuah perusahaan target karena pada saat seperti itu paling mudah menemui target kita untuk minimal memperkenalkan product yang ditawarkan, sekaligus memperkenalkan diri tentunya.

…..Pada dasarnya, nilai lebih ini tentu akan semakin terasah kalau kita rajin melakukannya …ya..daripada kita Cuma ngobrolin perusahaan tetangga lebih menarik, pimpinan yang ini yang itu, yang akhirnya mengeluh dan melupakan solusi yang harus segera dicapai. Karena salesman sudah benar-benar kalah.

Salam Hebat !!!
March 2009





Retail Oil, Next Retail Competition

24 03 2009

…dibutuhkan Account Executive Retail Per……, demikian sebuah kalimat lowongan pekerjaan yang ada disebuah perusahaan explorasi minyak di Negara kita.
Minyak…..
Kondisi harga minyak dunia beberapa waktu lalu mengalami naik dan turun yang berimbas harga minyak didalam negeri. Sekali waktu harga naik sehingga seakan-akan menjerat leher pemakainya, namun terakhir harga mniyak sangat melegakan turun hingga di bawah $ 50/barel.

Hampir semua negera tergantung dengan bahan bakar ini, bahkan Negara kita mengkonsumsi 76 jt/barrel Per tahun (2008). Jumlah yang besar untuk pasar minyak dunia, walaupun jumlah ini masih sangat kalah jauh dengan pasar di negara Amerika (kabarnya mencapai 1/4 kebutuhan dunia)
Kebutuhan minyak yang sedemikian besar, tentu akan menjadi market yang bagus bagi industri minyak tanah air. Banyak perusahaan dalam negeri mengkonsumsi berbagai bahan bakar yang dihasilkan dari emas hitam ini, belum termasuk kebutuhan konsumsi perseorangan.

Kompetisi !!
Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah membuka kran untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri akan ketergantungan minyak. Banyak perusahaan asing ikut mengais kue, mengadu nasib memenuhi kebutuhan minyak tanah air kita. Petronas, Shell merupakan operator minyak yang telah berpengalaman di dunia ikut serta memasarkan minyak ditanah air.

Kompetisi sudah dimulai, kalau dulu orang mau beli minyak Cuma punya satu pilihan tentu dengan masuknya opertaor tersebut akan bertambah persaingan minyak ditanah air. Setelah kita merasakan hasil kompetisi consumer good, Perbankan, Telekomunikasi harapannya kompetisi perminyakan ditanah air juga akan memanjakan konsumennya.

Ddibidang telekomunikasi misalnya, setelah perang tarif, obral HP dan juga layanan jemput bolanya, tentu kompetisi ini sangat menguntungkan pelanggan di tanah air. Semoga saja akan ada perang harga minyak, atau mungkin saja harga minyak akan benar-benar bergantung harga pasar, setiap produsen akan bebas menentukan harga minyaknya sendiri.

Kompetisi tentunya akan memberikan dampak lain, mengingat SDM dibidang ini masih sangat sedikit. Jadi siap-siap aja untuk yang benar-benar expert untuk dipinang menjadi ahli pemasaran retail nya seperti yang ada dalam iklan lowongan diatas.

Salam Hebat !!
Maret 2009





STRATEGI SAMUDRA BIRU DAN INOVASI NILAI

20 03 2009

Konsep terminology samudra merah dan biru untuk menandakan semesta pasar. Semesta merah adalah semua industri yang ada hari ini- ruang pasar yang diketahui. Di dalam samudra merah, batasan-batasan industri didefinisikan dan diterima, aturan kompetitif dari permainan yang dikenal. Samudra biru menandakan semua industri yang tidak ada hari ini – ruang pasar yang tidak diketahui , bersih dengan kompetisi. Di dalam samudra biru permintaan diciptakan bukan diperebutkan.

Strategi samudra biru menghasilkan langkah-langkah tindakan yang berdasar pada pengalaman riset penemunya dengan menggunakan teori ke dalam praktek. Strategi ini berisi suatu pola di dalam cara inovasi menciptakan pasar baru. Sementara samudra merah akan selalu berarti dan akan selalu menjadi suatu fakta dari kelangsungan bisnis , berpikir tentang pemandangan industri saat ini.

Strategi samudra biru ini menyediakan piranti dan kerangka analistis yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan menangkap samudra biru di dalam cara memaksimalkan kesempatan, memperkecil resiko. Samudra biru akan memiliki masa depan dan akan selalu ada. Lagi pula dengan persediaan melebihi permintaan di dalam semakin banyak industri, menciptakan samudra biru mungkin hanya akan menerima arti penting yang ditingkatkan di masa datang. Pola dari pemikiran strategis di belakang masing-masing gerak strategis adalah apa yang disebut ‘INOVASI NILAI’. Inovasi nilai adalah pengejaran pembedaan yang serempak dan biaya-biaya lebih rendah.

Menciptakan Lapangan Permainan Baru

Inovasi nilai adalah suatu gerak strategis yang memungkinkan sebuah perusahaan untuk menciptakan samudra biru. Inovasi nilai membantu perusahaan membuat lompatan besar di dalam nilai yang disediakan bagi pelanggan melalui pengejaran pembedaan dan biaya rendah secara simultan.

Melompat ke dalam Ruang Pasar Baru.

Melompat ke dalam pasar baru sangatlah tidak mudah. Ketika strategi perusahaan lain berkumpul kearah strategi anda sendiri , sejarah menunjukan anda perlu untuk menciptakan ruang pasar baru lagi dan melepaskan diri. Keluar pada samudra biru yang strategis bergelombang.

Peran Eksekutif dalam MemanduSuatu Perusahaan kedalam Ruang Pasar Baru

Langkah pertama untuk para eksekutif yang mengejar pertumbuhan menguntungkan adalah untuk merencanakan portofolio sekarang dan yang direncanakan perusahaan pada apa yang disebut suatu Peta Pioneer-Migrator-Settler (PMS). Peta PMS membantu dewan menilai potensi pertumbuhan menguntungkan masa depan dari portofolio bisnis mereka yang berdasarkan pada tingkat nilai dan inovasi yang ditawarkan bisnis kepada pembeli.

Penemu Ruang sendiri

Kebanyakan perusahaan begitu banyak dikendalikan. Mereka mengetahui bahwa perencanaan strategis adalah proses yang tidak sempurna. Untuk itu W.chan Kim & renee Mauborgne menawarkan suatu alternative yang mengagumkan , dengan mulai memberikan perusahaan tiga petunjuk tentang bagaimana cara untuk lolos dari samudra merah dan masuk ke dalam samudra biru.

v Pertama : hentikan Benchmarking ( acuan ) kompetisi. Semakin anda mengacu pesaing anda , maka anda akan semakin cenderung untuk kelihatan seperti mereka . itu menjadikan anda suatu organisasi mee-too (ikutan) yang adalah kebalikan dari apa yang ingin anda capai.

v Kedua : berhenti untuk menjadi isi berenang di samudra merah. Banyak perusahaan mengejar kompetisi dan bahkan tidak melihat ke horizon samudra biru.

v Ketiga : jangan memperhitungkan pelanggan anda untuk tumbuh. Lihat pada bukan pelanggan mereka menyediakan banyak pengertian kedalam bagaimana cara anda dapat menciptakan kesempatan baru yang tidak ditentang – permintaan baru bagi produk anda atau jasa anda.

Bagian utama dengan cara berfikir baru ini adalah untuk membantu masyarakat menyadari bahwa suatu perusahaan berada di dalam samudra merah dimulai dengan berada didalamnya.

Strategi ini menciptakan suatu kesedihan pada orang-orang untuk mengubah dengan menjadikan mereka melihatb pembatasan samudra merah. Kemudian tetapkan cita-cita untuk menciptakan suatu samudra biru dengan menunjukkan bagaimana perusahaan lain telah memenuhinya. Yang harus diingat jika perusahaan ingin keluar dari samudra merah adalah di dalam industri manapun, tak peduli bagaimana kompetitifnya , suatu perusahaan dapat menciptakan samudra biru dari ruang pasar yang tak ditentang

SAMUDRA YANG JAUH DARI KOMPETISI

Di dalam suatu strategi samidra biru, perusahaan memasuki wilayah baru, menciptakan ruang pasar dan membangkitkan permintaan melalui inovasi nilai. Samudra biru adalah besar dan menawarkan banyak pelung menarik , kompetisi didalam pengertian tradisional tidak memainkan peran apapun disana. Banyak manager tidak bisa membayangkan bahwa di dalam samudra biru sana ada suatu penawaran yang akan memukul batasan-batasan pasar mereka yang terbuka lebar.

Industri dan batasan-batasan pasar ada terutama semata di dalam kepala-kepala manajer . mereka harus mengalihkan jurusan focus mereka jauh dari acuan kompetisi unuk mematahkan batasan-batasan industri guna meninggalkan kompetisi di belakang. Strategi samudra biru berupaya mengisi kekosongan ini dengan menyediakan perusahaan dengan kerangka dan piranti praktis yang mereka perlukan agar sukses menciptakan samudra biru di dalam cara memaksimalkan kesempatan dan meminimalkan resiko. Dari penemuan riset ada pola di belakng ciptaan samudra biru yang sukses. Perusahaan dapat menerapkan pola ini untuk menemukan ruang pasar yang menjamin pertumbuhan yang menguntungkan .

Tujuan perusahaan menerapkan strategi samudra biru adalah untuk menciptakan sesuatu yang disebut inovasi nilai-suatu lompatan di dalam nilai untuk para pembeli dan perusahaan semacamnya.

Tiga karekteristik harus ada untuk menerapakan dan mengkomunikasikan suatu strategi samudra biru: strategi harus difocuskan , berbeda dari profil kompetisi strategis, dan mempunyai suatu tagline yang memaksakan yang berbicara kepada pasar.

Strategi samudra biru memfocuskan pada keseluruhan cakupan dari aktivitas perusahaan dari produk untuk melayani pengiriman. Riset menunjukan bahwa menciptakan samudra biru tidak bersandar pada inovasi teknologi. Namun bersandar pada inovasi nilai.

Perusahaan yang tidak ideal beroperasi secara eksklusif di dalam samudra biru. Dalam rangka memastikan pertumbuhan dan kemampuan mendapatkan keuntungan melewati jangka panjang , perusahaan perlu memelihara suatu keseimbangan antara samudra merah dan biru. Kebanyakan perusahaan bagaimanapun , tidak punya kesempatan menuju keberhasilan ini, ketika profil strategis dari kebanyakan aktifitas mereka hampir tidak menonjol dari kompetisi.

Dengan perusahaan yang dipusatkan melebihi kompetisi, pertempuran penguasaan pasar , dan kompetisi harga , kompetisi berakhir menentukan agenda strategis perusahaan. Mee—too business (bsnis ikutan)hasilnya.

Penerapan strategi samudra biru yang gagal biasanya terjadi karena perusahaan tidak berhasil memenangkan keyakinan karyawan mereka. Karisma tidak penting dalam menerapkan staretgi ini. Yang penting sekali adalah bagaimana mengkomunikasikan strategi yang dapat dipercaya. perusahaan dapat memanfaatkan samudra biru secara damai dalam waktu sepuluh sampai lima belas tahun. Ini karena penghalang bahwa suatu strategi samudra biru yang membuatnya sulit untuk kompetisi untuk meniru sesuai.

PELAYARAN KE ARAH STRATEGI SAMUDRA BIRU

Samudra biru menandakan semua industri tidak di dalam keadaan hidup saat ini- ruang pasar yang tak dikenal, bersih oleh persaingan. Di dalam samudra biru ini permintaan diciptakan bukannya diperebutkan. Ada kesempatan besar untuk pertumbuhan yakni cepat dan menguntungkan . ada dua cara untuk menciptakan samudra biru . dalam beberapa kasus, perusahaan dapat memberi kenaikan untuk industri yang sepenuhnya baru,seperti ebay melakukan denagn industri lelang online. Tetapi dalam banyak kasus, suatu samudra biru diciptakan dari dalam suatu samudra merah ketika suatu perusahaan mengubah batasan-batasan dari industri yang ada.

Dengan memusatkan pada kompetisi, cendikiawan, perusahaan, dan konsulatan telah mengabaikan dua yang sangat penting – dan, kita akan membantah , jauh lebih menguntungkan-aspek strategi: satu adalah untuk menemukan dan mengembangkan pasar di mana di sana tidak ada atau sedikit kompetisi-samudra biru-dan yang lain adalah untuk memanfaatkan dan melindungi samudara biru.

beberapa jenis logika yang diperlukan untuk memandu ciptaan samudra biru :

ü Samudra biru bukanlah sekitar inovasi teknologi

ü Pemegang jabatan sering menciptakan samudra biru dan pada umumnya di dalam bisnis inti mereka.

ü Perusahaan dan industri adalah unit yang salah dari analisis

ü Menciptakan samudra biru membangun merek

Perbedaan strategi samudra merah dan samudra biru adalah :

Ø Samudra merah bersaing didalam ruang pasar yang sudah ada, sedangkan samudra biru menciptakan ruang pasar yang tidak ditentang.

Ø Samudra merah mengalahkan kompetisi sedangkan, samudra biru membuat kompetisi menyimpang.

Ø Samudra merah memanfaatkan kesempatan yang ada,sedangkan samudra biru menciptakan dan merebut permintaan baru

Ø Samudra merah membuat nilai/biaya tukar tambah mewariskan sitem keseluruhan, sedangkan samudra biru menghilangkan nilai/budaya tukar tambah

Ø Samudra merah dari aktifitas perusahaan dengan pilihan pembedaan yang strategis atau biaya rendah, sedangkansamudra biru membariskan system keseluruhan dari aktivitas perusahaan dengan pilihan pembedaan yang strategis atau biaya rendah.

Pencarian Pembedaan dan Biaya Rendah Serentak

Samudra biru diciptakan di daerah di mana tindakan perusahaan dengan baik mempengaruhi struktur biayanya dan nilai rencananya bagi pembeli. Penghematan biaya dibuat dari penghilangan dan pengurangan faktir industri bersaing terpasang. Nilai pembeli diangkat oleh peningkatan dan penciptaan unsure-unsur industri yang belum pernah ditawarkan. Dari waktu ke waktu, biaya-biaya dikurangi lebih lanjut sebagai ekonomi skala mati, dalam kaitan dengan volume penjualan tinggi agar menghasilkan nilai superior.

Samudara biru dan merah telah sehidup sezaman dan selalu akan.sekarang, bersaing di dalam samudra merah mrndominasi bidang strategi di dalam teori dan di dalam praktek, bahkan ketika bisnis harus menciptakan samudra biru yang hebat . adalah saatnya untuk meratakan skala dalam bidang strategi dengan keseimbangan yang lebih baik dari upaya melintasi dua samudra.

FROM Bung Shelmi





Blue Ocean Strategy dan Bisnis Telekomunikasi di Indonesia

20 03 2009

Minggu lalu saya mengikuti acara Sharing Vision di Hotel Preanger, judulnya: Kompetisi Telekomunikasi di Indonesia Menghadapi Era Konvergensi: Struktur Industri, Persaingan Usaha dan Strategi Bisnis. Kesimpulannya: Menarik! Sayangnya saya tidak mengikuti seluruh sesi secara penuh, jadi semoga nanti ada rekan-rekan peserta yang lain yang bisa melengkapi cerita saya.

Hari pertama, saya hadir pas di akhir acara, dan sempat menyimak diskusi panel dari beberapa pembicara: Ibu Koesmarihati (BRTI), Bpk. Faisal Basri (UI), Bpk. Yusuf Kurnia (Telkomsel), dan Bpk. Dimitri Mahayana (ITB). Yang dibahas adalah: bagaimana kondisi regulasi bisnis telekomunikasi di Indonesia, apakah persaingan dalam industri telekomunikasi saat ini sudah berjalan dengan fair, bagaimana agar stakeholder bisnis telekomunikasi dapat duduk bersama untuk merumuskan roadmap tanpa menunggu inisiatif dari pemerintah (yang selalu telat). Tentang blue ocean, Bpk. Faisal Basri mengatakan, operator-operator telekomunikasi baru dengan market share yangbelum besar, harus terus mencari peluang-peluang baru yang luput dari bidikan operator besar (Telkomsel, Indosat, Excel). Biasanya perusahaan yang sudah besar memiliki kecenderungan untuk puas diri, lengah dan lamban. Ada atau tidak adanya peluang untuk meningkatkan market share tergantung dari seberapa besar upaya dan kreativitas operator-operator ‘kecil’ tersebut. Peran pemerintah ada tapi kecil dan sebaiknya tidak diharapkan.

Blue Ocean strategy merupakan strategi yang berfokus pada: penciptaan pasar baru (yang bahkan sama sekali tidak dilirik oleh kompetitor), penciptaan nilai baru pada produk, penciptaan dan yang paling penting adalah membuat kompetisi menjadi tidak relevan. Bpk. Khairul Ummah membahasnya dalam sesi di hari kedua. Dalam sesi ini, P Khairul menayangkan multimedia tentang sebuah grup sirkus yang sangat terkenal, Cirque de Soleil, yang merupakan contoh klasik perusahaan yang menerapkan blue ocean strategy. Pertunjukan binatang hilang, akrobatik masih ada namun ditampilkan dalam paket tontonan yang bertema bahkan teatrikal. Cirque de Soil menawarkan nilai baru yang sebelumnya belum pernah ditawarkan oleh industri pertunjukkan lainnya.

Sesi terakhir disampaikan oleh Bpk. Armein. Saya hanya kebagian setengah jam terakhir. Menurut P Armein, kesenjangan digital atau digital divide tidak dapat diselesaikan oleh pelaku bisnis telekomunikasi dengan paradigma bisnis yang ada saat ini. Sasaran pasar yang layak secara ekonomis bagi industri telekomunikasi saat ini adalah: wilayah yang cukup padat, daerah perkotaan, kalangan menengah ke atas. Mengapa demikian? Teknologi yang ditawarkan dan lingkungan bisnis telekomunikasi yang ada saat ini memang tidak di-design untuk menjangkau kawasan-kawasan pelosok (rural area). Masalahnya, digital divide sebagian besar terjadi di kawasan-kawasan tersebut. Jadi, perlu paradigma baru untuk mengatasi digital divide. Kerangka utama pendekatan/idenya adalah: perlu ada infrastruktur telekomunikasi dan informasi yang untuk kawasan pelosok yang dapat dipergunakan masyarakat dengan biaya sangat murah bahkan gratis. Apakah itu cukup? Bukti empiris mengatakan tidak. Selain infrastruktur tersebut, perlu ada skema bisnis bagi pengguna infrastruktur tersebut. Kombinasi infrastruktur dan skema bisnis ini akan mendorong pengguna untuk berproduksi. Jadi user atau consumer sekaligus menjadi produser, dapat kita sebut sebagai prosumer. Konsep ini mirip dengan google yang menyediakan layanan search engine secara gratis. Pengguna layanan dapat menggunakan layanan ini untuk membangun bisnis-bisnis baru. Konsep yang sama juga diterapkan oleh Iqbal Qodir ketika mendirikan Grameen Phone di Bangladesh. Ide-ide segar dari P Armein ini sangat menarik khususnya bagi beberapa pelaku industri telekomunikasi (Telkomsel) yang hadir di acara ini.

Sharing Vision ditutup oleh Bpk. Dimitri Mahayana dengan ungkapan singkat: “ Mari mem-blue ocean- kan industri telekomunikasi di Indonesia.

From Niat Nulis





Strategi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy)

20 03 2009

Pengertian strategi samudra biru menurut W. Chan Kim dan Renee Mauborgne:

“Bagaimana membuat ruang pasar yang belum terjelajahi, yang bisa menciptakan permintaan dan memberikan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Intinya, bagaimana bersaing dengan tangkas dalam kompetisi; bagaimana secara cerdik membaca persaingan, menyusun strategi dan kerangka kerja yang sistematis guna menciptakan samudra biru”

Definisi yang dikemukakan diatas menjelaskan bahwa strategi samudra biru bukan strategi untuk memenangkan persaingan akan tetapi strategi untuk keluar dari dunia persaingan dengan mencitakan ruang pasar yang baru dan membuat pesaing dan kompetisi menjadi tidak relevan.

Selain samudra biru ada istilah samudra merah yang menjadi kebalikan dari samudra biru. Kebanyakan samudra biru diciptakan dari dalam samudra merah dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada. Setiap strategi pasti beresiko, Strategi selalu melibatkan peluang dan resiko, baik itu inisiatif samudra biru maupun samudra merah. Oleh karena itu samudra biru memerlukan kerangka kerja analitis untuk menciptakan samudra biru dan prinsip-prinsip untuk mengelola resiko secara efektif.. Kerangka kerja analitis tersebut adalah:

1. Kanvas Strategi Kanvas strategi adalah kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun strategi samudra biru yang baik. Kanvas strategi berfungsi untuk merangkum situasi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikenal.Kanvas strategi ini akan memberikan sebuah peta untuk memahami faktor-faktor apa yang menjadi ajang persaingan.

2. Kerangka Kerja Empat Langkah Kerangka kerja empat langkah merupakan alat untuk memperoleh big value berbasis lower cost dan merekontruksi elemen-elemen pembeli dalam membuat kurva nilai baru. Untuk itu, adaempat pertanyaan kunci untuk memnbuat suatu kurva nilai baru :

§ Faktor apa saja yang harus dihapuskan dari factor-faktor yang telah diterima begitu saja olej industri?

§ Faktor apa saja yang harus dikurangi hingga dibawah standard industri?

§ Faktor apa saja yang harus ditingkatkan hingga diatas industri?

§ Faktor apa saja belum pernah ditawarkan industri sehingga harus diciptakan?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan memberikan sebauh wawasan baru untuk menciptakan sebuah kurva nilai baru.

3. Skema Hapuskan-Kurangi-Tingkatkan-Ciptakan Skema ini adalah alat analisis pelengkap bagi kerangka kerja empat langkah. Skema ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya menanyakan empat pertanyaan dalam kerangka kerja empat langkath, tetapi mengimplementasikan keempat pernyataan tersebut untuk menciptakan suatu kurva nilai baru. Skema ini meberikan empat manfaat, yaitu :

§ Mendorong perusahaan untuk mengejar differensiasi dan biaya murah secara bersamaan

§ Dengan segera menghantam perusahaan yang hanya berfokus pada upaya meningkatkan dan menciptakan

§ Skema ini dengan mdah akan dipahami oleh manager di setiap level

§ Skema ini mendorong perusahaan untuk menganalisis setiap factor industri yang menjadi ajangkompetisi

4. Tiga Ciri Strategi yang Baik Sebagaimana ditunjukan oleh kanvas strategi, kurva nilai memiliki tiga kualitas yang saling melengkapi :

§ Fokus Setiap strategi yang hebat memiliki fokus, dan suatu profil strategis atau kurva nilai perusahaan harus jelas dengan jelas menunjukkan fokus tersebut.

§ Divergensi/Gerak Menjauh Dengan menciptakan empat langkah kurangi, hilangkan, tambahkan, dan ciptakan, satrategi ini membedakan profile mereka dari profile umum industri

§ Moto yang Memikat Sebuah strategi yang baik memiliki moto yang jelas dan memikat.

5. Membaca Kurva Nilai Kanvas strategi memungkinkan perusahaan untuk melihat masa depan dan masa kini. Untuk bisa melakukan ini, perusahaan hars memahami cara membaca kurva nilai. Yang ada dalam suatu kurva nilai adalah banyaknya pengetahuan strategis mengenai status terkini dan masa depan sebuah bisnis.

From Ncut





Tukul Arwana Sang Humortivator

3 12 2008
Sampai sekarang ini Nama Tukul Arwana, masih menggelora. Candanya masih membuat “Indonesia Tertawa” Kalau Anda tidak percaya silahkan keliling komplek dan gang gang ketika siaran 4 Mata atau pun Statsiun Ramadhan di Malam hari saat saur. Perilakunya yang “katro” membuat orang terpingkal pingkal.

 

“Man a taste… Man a taste Man ataste….” Itu yang diteriakan ketika membawakan acara Statsiun Ramadan bersama Eko Patrio dan kawan kawan. Pria punya selera, bunyi iklannya salah satu produk rokok di terjemahkan dengan Man a taste man a taste…. Belum lagi kalau memperlagakan gerakan ketika sang peserta Quis  menjawab. Bagaimana kalau jawaban salah, atau Benar.

Kemarin malam saya menerima SMS cukup banyak. Dari saudara, dari teman-teman kantor. Salah satunya juga dari sahabat kita yang sangat care Pak Ikhwan Sopa Trainer EDAN kita yang  sangat luarbiasa. (thank you pak), kalau buku saya TIME TO CHANGE dan nama saya di sebut di acara EMPAT MATA TRANS 7. Terima kasih Mas Tukul yang ganteng (wah kalau Mastukul baca pasti bilang Pak Hari orang yang ke satu milyard yang bilang saya ganteng)

Sejenak saya merenung… sudah beberapa kali Tukul Arwana menyebutkan judul buku saya [Makanya baca TIME TO CHANGE!] Wow terima kasih mas Tukul telah endorce buku saya via Trans 7. Semenjak itu saya pun menjadi penggemar EMPAT MATA.

Setelah melihat beberapa episode, saya melihat di diri mas Tukul adalah seorang HUMORTIVATOR, ya itu istilah saya yang saya temukan tadi pagi untuk mas Tukul. Hayo, siapa yang akan pakai ini? Tukul Arwana begitu seringnya meluncurkan INSIGHT yang tajam untuk kehidupan ini, walaupun sering diganggu dengan YA! YA! Hgya! Hgya! KHYA!  Dari penonton. Kristalisasi Keringat!

Secara sadar maupun tidak sadar, seorang Tukul arwana telah menjalankan STRATEGY Sukses yang luar biasa (Ini ada sedikit ulasan di buku saya TIME TO CHANGE) Coba kita lihat beberapa strategy sukses TUKUL ARWANA

#1.  Tepuk Tangan Gorila!

Tepuk tangan ini bisa menjadikan ciri khas TUKUL yang sangat kuat. Siapapun akan langsung teringat dengan Tukul Arwana, ketika melihat orang bertepuk tangan ala Orang hutan. Tukul merelakan dirinya menjadi object cemoohan. No Problem di hina jelek, monyong, tonggos, bau, namun justru dengan Stigma dan predikat itu Sang TUKUL jadi mudah terinstall dalam pikiran pemirsanya.

Memanfaatkan kejelekan orang lain adalah PABRIK TAWA. Sudah bukan rahasia lagi. Seorang produser atau penggagas acara lawak pasti akan mencari “umpan empuk” untuk bahan lawakanya. Lihatlah ketika Cagur melawak dengan Bang Ucok Baba, maka bahan itu tidak ada pernah habis habisnya. Narji, Wendy, Deni dan juga yang lainnya selalu bisa membuat orang tertawa dari penampilan Bang Ucok Baba. Tutup termoslah, Bolol minyak gosok, Asbak rokok, dan beberapa benda lainya untuk menyebut Bank Ucok, layaknya sebutan Lampu taman untuk kepala botak.

Inilah yang membuat rejeki TUKUL mulai mengalir. Rela menjadi “KORBAN”, sehingga order itu terus mengalir. Begitu juga dengan OMAS untuk bentuk bibirnya, dan Bolot untuk kebudegannya.

 


Itulah ajaibnya dunia. Dan ini harusnya menjadikan inspirasi untuk DAHSYAT dengan kekurangannya, yang ternyata bisa menjadi kelebihan seseorang. Termasuk para motivator termasyhur yang luar biasa, karena impresi kecacatanya (Hilang Kaki dll)

#2 Cover Boy

Anda sering mendengar Mas Tukul bilang “TUKUL COVER BOY” Sekarang memang Cover boy tidak begitu populer, karena media Televisi sudah begitu dominannya. Namun dalam perjuangan awal Mas Tukul, kira-kira ketika lagu di Obok-obok Josua sangat populer, istilah TUKUL COVER BOY, sangat sering meluncur dari bibir sexy mas Tukul.

Ini adalah cara mas Tukul untuk membangun PD, dia bertingkah, seakan seorang cover boy yang terkenal, ganteng dan banyak penggemar. Ini adalah visualisasi masadepan mas Tukul, yang  ternyata saat ini menjadi kenyataan.

#3 REYNALDI

Dengan gaya sok ganteng, Tukul memperkenalkan dirinya dengan nama Ray Ray Ray Raynaldi. Raynaldi adalah nama aktor ganteng yang masa itu cukup populer dan memenuhi layar kaca dalam sinetron-sinetron. Siapapun akan geli membandingkan Wajah mas Tukul dengan Raynaldi. (Maaf ya mas Tukul) Namun dengan teknik kontras wajah ini, justru membantu selain memunculkan kelucuan, juga membantu melekatnya sosok TUKUL di kepala pemirsa.

# 4 Kembali Ke Lap Top.

Kembali ke laptop adalah produk dari kejujuran. Tidak banyak para pembawa acara yang berani seperti ini. Banyak yang memunculkan sosok dirinya adalah manusia cerdas, tidak perlu bantuan pengarah acara untuk pertanyaan pertanyaan yang harus diajukan, namun TUKUL ARWANA sangat beda. Ini adalah berkah dari kejujuran Mas Tukul, yang jujur karena memang harus bertanya seperti apa yang sudah disediakan. Bahkan dengan polos dia berteriak “Tiaaaaaa!” jika dia kesulitan membaca ataupun sudah terlanjur pindah ke
pertanyaan berikut.

#4 Puas Puas!

Ini adalah hukum pemprograman pikiran bawah sadar manusia, ini adalah hukum-hukum hipnotis, ini adalah cara-cara membuat Anchor/jangkar. Apa itu? Perulangan! Tukul adalah pelawak yang paling sering mengulang sesuatu dengan kuat. Perhatikan, Tukul berhasil membuat begitu banyak jargon [baca:anchor] untuk pemirsanya:

Kembali ke laptop!
Puas…Puas!
Tak Sobek Sobek!
Katro! Ndeso!
Man a TASTE!

Lihatlah betapa anchor yang di create  mas TUKUL ini menghasilkan bermiliar-milyar rupiah. Berapa iklan yang menggunakan :Kembali ke …..? Berapa yang menggunakan : Puas Puas! Berapa yang menggunakan : Tak sobek sobek!

Ini adalah sebuah kecerdasan memarketingkan diri yang luar biasa dari Mas TUKUL RAYNALDI ARWANA.

Saya berdo’a kesuksesan Mas Tukul sekarang ini bukan puncak sukses, namun justru baru merupakan TITIK Awal. Mas Tukul akan bisa “menghipnotis” masyarakat kita untuk lebih bersemangat, mas Tukul bisa memberikan inspirasi pada masyarakat Indonesia dengan perjalanan hidupnya.

Jangan berhenti sampai disini. Tahun mendatang, mas tukul bisa membangun sekolah-sekolah humor, bisa mendirikan francise restorant, bisa menjadi pengusaha besar, bisa menjadi politisi bahkan president.

Saya berharap Mas Tukul bisa menjadi HUMORTIVATOR bagi bangsa Ini!

Semoga ini juga bisa memberikan inspirasi bagi kita para trainer

Bagaimana mas Tukul membuat Kembali ke laptop
Andrie Wongso dengan Success is my right
Tung Desem dengan DAHSYAT
Mario Teguh dengan SUPER

 

Ok Sahabat sukses….

 

Belajarlah untuk menjadi PD layaknya Tukul Arwana…

 


Oh ya tidak lupa saya ucapkan terima kasih buat Sahabat Sukses  yang telah membeli buku TIME TO CHANGE IN SELLING, karena Buku ini akan segera di cetak ulang 5.000 Buku lagi, karena dalam bulan pertama sudah banyak toko Buku yang kehabisan Stok. Dan Terima kasih Mas Tukul telah membantu “Promosi”, walaupun tidak ada imbalan apapun dari kami, namun ketulusan Mas Tukul ingin menyampaikan hal baik, pasti terbalas!

Salam Perubahan!
Hari Subagya
www.bisnispartner.com








Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai