Latest Entries »

Assalamu’alaikum..

wow..hahahahahaha…hus2…uhuk2..

hemat, mengasah otak, mencoba yang baru, puyeng+mual2, batuk-batuk, pamer, sungkeman, banyak dido’ain…

begitulah kira2 kisah kami berdua (saya dan istri) selama romadhon kemarin dan idul fitri.

berawal dari ingin berhemat, mencoba alternatif makanan pengganti nasi dan sekalian mencoba peruntungan usaha baru yang halal, kami memulai romadhon 1432H dengan berburu tepung terigu, telur, beberapan kotak pembungkus makanan dari plastik dan beberapa resep masakan sederhana dari internet.

Akhirnya, setelah hunting resep, saya mendapat beberapa resep sederhana masakan berbahan tepung terigu, roti cane dan menu itupun serta-merta menjadi makanan sahur dan berbuka kami selama hampir sebulan..hehehehehe…

tidak sampai disitu, di bulan suci itu pun kami mencoba mengambil rizqi yg barokah dengan memberanikan diri meluncurkan kue dorayaki buatan kami (ini jg resepnya dapat dari internet dengan sedikit modifikasi dan pemantapan selama kurang lebih 1 tahun…xixixixixixi). Alhamdulilla, walau baru sebatas mencoba pasar ternyata ada hasil yang bisa dirasakan.

persiapan lebaran, mudik ke barat (ngelawan arus mudik ceritanya) dengan pesawat yang hanya dipenuhi oleh sekitar setengah dari kapasitas kabin pesawat tersebut. tapi ya seperti biasa, perjalanan darat jauh lebih berat kurasa…(mabok darat euy)..dan efeknya langsung dahsyat. Batuk menyerang, puyeng dan mual yang beberapa kali menyerang ketika harus berada dalam kursi penumpang di mobil dalam perjalanan silaturahim..but, semuanya menyenangkan…hehehehehe

 

Menilai Secara Proporsional

Bismillahirrohmanirrohim

 

Tiba-tiba ingin menulis lagi…sedikit saja..

 

Tulisan kali ini mungkin sedikit subyektif, tetapi ingin sekali aku tuliskan…hehehehe..

Ini hasil perenungan dan sedikit menyimpulkan dari beberapa kawan yg sudah menikah maupun belum. (ups…malah nyinggung nikah..hehehehe..)

 

Allohu Akbar!! Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin..Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan manusia dan mengaruniakan manusia dengan kemampuan untuk menilai segala sesuatu dengan hati dan akalnya. Dan mengaruniakan manusia, hati yang bersih pada fitrohnya.

 

(Langsung masuk aje ye..)

 

Beberapa waktu yang lalu sempat tergelitik untuk membahas sesuatu dengan sang perhiasan diriku, bidadari rumahku, adinda tercantikku, yang tercinta Istriku yang sholehah. (Amin). Apa yang kami bahas? Sesuatu hal mengenai kemampuan manusia yang sudah saya sebut di atas, kemampuan menilai. Kemampuan manusia yang satu ini sangat bergantung pada banyak hal antara lain, nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan sejak kecil, keluasan wawasan, lingkungan pergaulan, tingkat pendidikan, kebiasaan, dan sedikit kedewasaan (atau banyak ya?).

Kenapa hal ini menjadi menarik bagi kami? Sebab sempat kami dapati kawan-kawan yang justru mengaku seorang penegak dakwah Islam agak lucu dari sisi kemampuannya ini. Beberapa dari mereka sedikit sangat mudah untuk menilai negatif sesuatu yang berasal dari luar komunitas mereka. Bahkan penilaian itu sangat mudah mereka sematkan hanya berdasarkan kabar burung atau tampilan luar dari hal tersebut. Apalagi hal itu bagian dari sesuatu yang selama ini membuat mereka tidak nyaman. Hal yang lucu dari sikap ini ada pada pertanyaan berikut, “Dimana kebiasaan tabayun yang sering digembar-gemborkan?”. Karena menilai itu membutuhkan lebih dari sekedar kabar burung dan hal-hal yang terlihat dari chasing saja, dan mereka lebih terkesan seperti acara infotainment yang katanya tidak mereka sengangi. Mereka akan langsung menyetujui hal negatif mengenai sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman. Namun, lain hal jika sesuatu hal yang negatif menimpa komunitas mereka. Dan Wow!! Kami mendapati reaksi yang sangat luar biasa dari kawan-kawan dalam melakukan pembelaan dan terkesan melakukan pembenaran dan pembelaan yang membabi-buta.

Akhirnya kami sedikit menyimpulkan beberapa hal,yaitu:

  1. Jangan menilai buku dari sampulnya. (Kalimat kuno..hehehehe)
  2. Mengenal lebih jauh sesuatu yang negatif menurut kita itu perlu. Bukan untuk kita, tetapi untuk anak-anak kita kelak.
  3. Tsiqoh itu mengikuti tabayun. Baik tentang hal-hal negatif maupun positif.

 

Sekali lagi, ini adalah tulisan obyektif. Dan mungkin saya juga masih bersifat seperti yang saya tulis di atas. Astaghfirulloh. Na’udzubillah. Allohu a’lam.

 

Cek Aplikasi..

Test menggunakan Lekhonee di Ubuntu…

The post is brought to you by lekhonee v0.7

Sebuah perenungan ramadhan yg lalu

Astaghfirulloh…ya…kalimat pembuka yg tepat menurut saya karena tulisan ini akan memuat introspeksi kesombongan. Kenapa saya sebut “kesombongan”? Sebab memang itu lah adanya.
Berangkat dari sebuah tausiyah yg saya dengar dari seorang ustadz saat acara ifthor bersama ramadhan yang lalu. Beliau sempat menyinggung tentang beberapa gerakan dakwah di negeri ini dan sebagian adalah gerakan modern dan berasal dari luar negeri ini. Yang membuat saya menggunakan kata sombong karena merasa menjadi bagian dari gerakan itu dan sempat menemukan sikap-sikap yang merasa mampu untuk merubah negeri ini sendirian. Saking besarnya sikap itu, bahkan sampai membawa pada saling menyalahkan antar gerakan dakwah. Tidak hanya itu, bahkan sampai menyalahkan tuan rumah yaitu pola dakwah yang sudah ada di negeri ini.
Jika dilihat dari sejarah dan kondisi gerakan tersebut di negeri asalnya bahkan blm bisa mengubah kondisi negeri mereka. Dan ini jika dibandingkan dengan gerakan dakwah asli Indonesia, katakanlah gerakan Muhammadiyah yg jg gerakan modern. Sangat berbeda nasibnya dan pengaruhnya di masyarakat Indonesia. Belum lagi melihat gerakan dakwah yang lebih dahulu, pesantren dengan santri sebagai penggeraknya. Karya mereka sangat nyata di kehidupan muslim Indonesia. Kita sebagai “pemain baru” di ranah dakwah tanah air apakah pantas kita bersikap demikian sombongnya? Maaf…hny sekedar instrospeksi diri…

Posted from WordPress for Android

Haduh…kenapa mau nulis aja susah y? Pertanyaan ini yg menjadi pertanyaan dlm benak saya akhir-akhir ini. Sebenarnya konsep untuk menulis di blog ini sudah ada, tetapi ide untuk menulis itu tak kunjung datang.
Apakah karena terlalu banyak pikiran, konsep dan keinginan yang memenuhi otak ini sehingga crowded dan bingung untuk mengeluarkan isinya?
Ok…insya Alloh…blog ini akan membahas hal-hal mendasar saja… Ya Robbi, lancarkanlah jari jemariku untuk menuliskan ilmu-Mu..

Posted from WordPress for Android

Testing

Ternyata jalan jg applikasi wordpress di android..sip…bisa sering2 nulis nih..

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Kali ini akan mencoba dan memulai menuliskan sesuatu..ide atau pun sekedar tulisan ringan atau kutipan ataupun hal2 lain. Harapan akan blog ini semoga dapat bermanfaat jika ada yang membaca dan mengambil sesuatu (dgn izin tentunya). Mungkin akan sangat monoton pada awal2 aktivitas blog ini sebab pemilik adalah org awam dalam dunia blogger…Segala sumbangsih nasehat dan kritikan serta pelajaran2 berharga dalam mengembangkan blog ini sangat diharapkan…

Dengan menyebut nama Alloh…saya memulai blog ini…

Design a site like this with WordPress.com
Get started