Trik membeli rumah bekas dengan cara KPR

Cepat memiliki rumah adalah idaman bagi pasangan muda, banyak hal yang melatar belakangi sesorang orang sulit memiliki rumah, salah satunya adalah besarnya tabungan.  Pertanyaannya adalah bagaimana cara seorang “karyawan” memiliki rumah bila tabungannya kecil atau sama sekali tidak memiliki tabungan? salah satunya adalah dengan cara KPR 🙂
Begini langkah2nya 🙂 Baca lebih lanjut

Trik cepat mendapatkan jodoh

Trik cepat mendapatkan Jodoh? bisa-bisa aja.. 🙂

Begini ceritanya saudara-saudari, beberapa hari ini q bertemu dengan temenku, dia belum  menikah sedangkan usianya sudah hampir 30 tahun.  Aku faham bahwa seratus persen jodoh ada ditangan tuhan, namun demikian bukankah kita sebagai umat manusia wajib untuk berusaha untuk mendapatkanya?

Menurutku, ada beberapa point yang harus sobat-sobat  khusunya yang belum menemukan jodoh perhatikan :

Pertama : Belajar memahami.

Yah… belajar memahami diri kita sendiri terlebih dahulu, jodoh seperti apa yang kita cari, lho kok bisa? Begini ceritanya : ada kecenderungan jodoh yang kita dapat sesuai dengan apa yang kita senangi atau kebiasaan kita. Sebagai contoh: a) seorang yang taat beragama akan mengidam-idamkan jodoh yang taat beragama pula. b) seorang yang berprofesi di kesehatan lebih memilih pasangan  dalam hidupnya yang mempunyai perilaku baik dalam kesehatan (tidak merokok misalnya). Dari pemahaman diri tersebut maka semakin mudah kita memetakan jodoh kita kelak. Pingin dapat jodoh sholeh atau shalihah? So sepatutnya selagi masih bujang jangan suka berbuat maksiat dunk, “begitu maksud penulis. Baca lebih lanjut

Trik meningkatkan lavel di Farmville facebook

Pada yang banyak maen Farmville, menjadikan latah ingin ikut juga, namun ketika maen harus melewati tahap demi tahap… tetep juga level kalah ama temen2 yg dah lama maennya.
Dengan sedikit utak-atik aku temukan langkah curang…
Namun syaratnya qt punya cukup coin.
Langsung aja begini ceritanya:
1. Tanaman soybeans pada lahan yang sudah siap di tanam, dengan menanam tanaman tersebut maka experience akan meningkat “2” per tanaman.
2. Setelah semua lahan ditanam dengan tanaman tsb maka aktifkan tool delete, dan delete tiap lahan yg sudah di tanam.
3. Bajak ulang -> tanami ulang… wah pasti deh level cepet naik xixixix

NB: mengapa menanam soybeans? sebab dengan harga murah dan experience yg tinggi.

Udah ah… sorry postingnya ngacau abis… sekedar intermezo prend

Selamatkan Dunia Pendidikan, bagian 1

Berapa persen manfaat tugas akhir yang dilakukan oleh para pengejar gelar bagi pengembangan ilmu pengetahuan? Hmmm…… data yang pasti sulit atau bahkan tidak akan di dapatkan, sebab penelitian berkaitan dengan hal tersebut belum pernah dilakukan. (sepengetahuan penulis sih)
Tidak jarang tugas akhir hanyalah kebohongan belaka, alih alih untuk mendapatkan gelar, seringkali segala cara di halalkan. Entahlah….,”apa yang diharapkan oleh para gembong akademisi, pembodohan, pelacuran intelektual atau penghancuran nurani anak bangsa. (upss terlalu ekstrem kayaknya ya)
Plagiat dan pat gulipat sering terjadi pada dunia akademis dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga makna dan tujuan dari tugas akhir itu sendiri tidak tercapai.
Penulis merasa risih, menemukan beberapa situs menawarkan hasil penelitian dengan imbal jasa X rupiah…. Gila bener …. Bener bener gila….. pembodohan yang sangat transparan…, pertanyaannya… mengapa situs yang menjual tugas akhir (skripsi, thesis atau bahkan disertasi tidak di tertipkan). Menurut hemat penulis.. situs-situs tersebut secara sengaja menghancurkan masa depan penelitian di bumi pertiwi, so pemilik situs harus diberi peringatan atau bahkan di tindak dengan tegas.
“Wahai Para Pakar Pendidikan”
Selamatkan dunia pendidikan kita dengan cara yang elegan, salah satunya beri kesempatan pada calon cendikiawan muda untuk berkreasi sesuai disiplin ilmunya masing-masing, hapuskanlah kesempatan para siswa untuk melakukan praktek plagiat atau pat gulipat. Tindak tegas mafia akademis…….(gembong intelektual yang berkedok sebagai dosen atau pengajar).

Kesendirian

Perlahan semayamkan kemalasan diri

Coba terawang perjalanan yang terlampaui

Khidmat dalam kesederhanaan

Telanjang dalam kesahajaan

Mungkin yang nampak tak lagi rapi

Namun secercah harapan senantiasa mengalir

Nampak semu bahkan pilu

Ah biarlah…… kesahajaan hanya tertanam di jiwa

Tanpa peduli dengan hiruk pikuk aura

Jiwa tertawa…

Jiwa ceria….

Jiwa terlepas dari kemasam raga

Perlahan semayamkan kemalasan diri

Coba terawang perjalanan yang terlampaui

Khidmat dalam kesederhanaan

Telanjang dalam kesahajaan

Mungkin yang nampak tak lagi rapi

Namun secercah harapan senantiasa mengalir

Nampak semu bahkan pilu

Ah biarlah…… kesahajaan hanya tertanam di jiwa

Tanpa peduli dengan hiruk pikuk aura

Jiwa tertawa…

Jiwa ceria….

Jiwa terlepas dari kemasam raga

Golput sudah enggak relevan

Golput tidak haram, Namun lebih bijak bila memilih

Fenomena Golput timbul tenggelam seiring waktu, ketika pilihan tidak lagi bermakna golput merupakan pilihan yang tepat. Kapankah kita “harus” melakukan Golput? dan kapan kita “harus” menetapkan pilihan dengan cara mencontreng sesuai aturan yang berlaku?.

Menurut hemat penulis:

Sebelum membahas lembih lanjut, tidak pernah dapat  dibenarkan bila seseorang atau golongan mengharamkan perilaku masyarakat pemilih Golput. Mengapa demikian? karena Golput merupakan pilihan !! ah kok gitu? iya apabila terpenuhinya kriteria : Pertama :”BILA MEMANG TIDAK ADA LAGI YANG PANTAS DI PILIH” apa yang harus dilakukan kecuali harus ” mengabaikan waktu yang tersita hanya untuk melakukan sesuatu yang tak berguna (contreng) “. Kedua: Apabila suara kita tidak lagi berguna atau terabaikan. Tidak dapat dipungkiri pada rezim Orde Baru… pemilu bagaikan pepesan kosong, yang mana suara pemilih dapat di rekonstruksi sedemikian rupa, hal tersebut mengandung makna bahwa hasil pemilu sudah di desain sesuai kepentingan rezim berkuasa.

Namun sekarang…. pada pemilu 2009? Penulis beranggapan bahwa Golput bukan lagi pilihan yang tepat. Mengapa demikian? walaupun KPU dan KPUD masih carut marut dalam melakukan perhitungan, Namun masyarakat pemilih masih mempunyai ranah hukum untuk meminta pertanggung jawaban terhadap kinerja KPU dan KPUD.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran berpolitik masyarakat belum teruji, masih banyak masyarakat pemilih masih memandang sebelah mata terhadap pelaksanaan Pemilu. Fenomena tersebut tidak boleh di sepelekan, peran aktif  pelaksana pemilu (KPU), tokoh masyarakat dll. sangat di butuhkan guna menepis atau meluruskan pandangan sebagian masyarat pemilih tersebut.

Ironisnya? penulis merasakan gejolak menggelikan yang dilakukan oleh sebagian orang atau tokoh yang berpikiran dangkal. misal : ajakan atau anjuran untuk melakukan Golput. Berpikiran dangkal? ya. secara fulgar penulis ngatakan demikian, bisikan Golput di teriakkan oleh para “politisi” yang tidak memiliki tanggung jawab moral terhadap proses pembelajaran berpolitik pada masyarat pemilih. dan anehnya beberapa masyarakat mengamini dan meneruskan ajakan tokoh tersebut ” tanpa mengetahui alasannya

Sebagai penutup, penulis mengajak semua pihak untuk secara arif  ” berkenan memberikan pembelajaran berpolitik masyarakat pemilih “, tidak hanya melakukan dagelan opini, hasutan yang hanya akan melemahkan proses pembelajaran berpolitik.

Semoga Ibu pertiwi tak lagi bersusah hati. Jayalah selalu Indonesiaku

Karsa atau kaji ? siapa berani jadi pemimpin?

Sebagaimana kita ketahui, Jawa timur seakan membara oleh hiruk pikuknya PILGUB putaran pertama. Dalam relung hati, samar terasa pedih dan gembira

Pedih, pada melihat orang orang tua yang udah kaya-kaya masih juga ingin berebut kekayaan… ah entahlah….apa mereka yakin bahwa beliaulah yang paling pantas untuk memimpin Propinsi jawa timur. Sudahkah mereka instropeksi diri? Ah semoga sudah.

Gembira, sebab seolah-olah janji kampenye beliau akan terbayarkan dengan kenyataan. Tapi apabila enggak juga terlaksana sesuai janji beliau2 tuh,….. pertanyaannya apa beliau enggak takut ya menghadapi hukum Alloh suatu saat nanti?

Ah khusnudhon aja lah, semoga pemimpin propinsi ini kelak akan sesuai dengan harapan rakyak Jawa Timur. Amin

Tanpa berpihak pada golongan manapun, menetapkan panji2 islam…. so enggak malu maluin islam, bukankan yang menjatuhkan islam dari golongan islam sendiri…

Ah entahlah……………

Baca lebih lanjut

KEBEBASAN

Mungkin aku ditakdirkan menjadi pemberontak
Ketika sesuatu kurasa kurang berkenan dihati, ingin rasanya menjerit
Bukan diri merasa “Campion” dari yang lain.
Namun diri sulit untuk mendustai diri sendiri.

Benar atau salah, bukan jaminan untuk bertindak
Ketika Teori, Hati, dan pengalaman sejalan.
Diri tak kuasa untuk menjerit,….
entah benar entah salah,….mengapa…entahlah

Kadang kurasa diri sebagai lacur….
Takut akan hilangnya Dollar,…
Namun kadang diri bagai Majikan,
Jalani kebebasan, dalam belenggu mendalam

Ah sudahlah…., biar ku gores satu persatu lembaran hariku
Dengan tinta yang tak pernah usang oleh waktu
Gundah gulana,…..
Ketika mulut tak lagi boleh bicara, hanya tangan yang mampu bekerja

Suatu ketika, ku termenung….
Membelai diriku yang sulit dibuai
Kurayu diriku yang sulit tuk dirayu
Kutikam bayangku…. yang mulai pudar oleh waktu

Pernah suatu ketika kudatang pada orang yang kuanggap bijak
”, Kadang semua tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan, ” kalimat pertama
Nikmati yang Alloh berikan senikmat-nikmatnya, ” kalimat yang kedua
Ambil hikmahnya, bila itu memang bukan pilihanmu, ” kalimat yang ketiga

Atau aku…………………. pecundang,.
Ah entahlah….
Atau aku mesti melakukan perenungan lagi
Untuk dapatkan, jawaban yang tepat, hingga sesak dada lenyap karenanya.

Kantor. Kamis, 21 Juni 2007

PAK KUMIS

Ketika badan lelah,
Ketika badan bergelayut gemulai
Kesunyianpun menghujam, suram petang datang…..lelah
Lelah sekali..

Tiada retorika kencangkan otot,
Kerling tangan, perlahan menyapa
Walau sedikit keras, pun dapat lega
Dengkur datang, mimpi menghujam

Telephone berdering, panggilan datang
Usap kedua mata tuk kembali kejalur
Coba kenali seputar, berbagai monster nampak
Dengan sejuta aktivitas.

Isap sebatang rokok, tiup….puhh…
Kuatkan semangat, tulis sebait kata
Hadap pada Illahi,
Nikmat, thanks pak kumis atas kerokannya

TITIAN WAKTU

Jilatan surya berlenggak lenggok tunjukkan garangnya
Amarah yang tiada terkendali oleh titian nelangsa
Kelam pastilah datang, usir mentari datangkan rembulan
Hiruk pikuk tendang kehampaan imaji, taburkabn kudis kegalauan
Tak sempat usai, cerita berjalan
Kekang diri dalam suntuk tak terkira
Tiada lagi keindahan………..
Buram, dan kian tenggelam akan ketiadaan
Kusut sudah benang terbentangkan,
Usik semayam, senyum sepekanpun terlupakan
Alangkah cepat siang berganti malam,
Hingga tak terasa, ketuaan dan kematian makin terealisasi
Bangkit adalah pilihan
Seleksi adalah kebijakan
Pelita tetaplah pelita
Tak harus ubah dalam bentuk dan sifat sebenarnya
Kegalauan tak harus terjadi
Kelembaman fikir tak mesti tercipta
Kerinduan adalah impian
Tentang imaji yang tak jua terwujudkan
Aku adalah aku
Dalam suntuk realita kumaki diri
Dalam riang kutulikan diri, meski damba sahaja kunanti
Aku adalah aku, otorita Ilahi yang belum jua mengerti diri
Terlambat, ah tidak juga
Sesat, ah tidak juga
Buram, ah tidak juga
Itulah perlawanan tentangku, karna ku bernafsu
Ku tahu, kuasai diri adalah temali
Inginku dapat tulus sujud kehadiratNya
Inginku bercanda denganNya
Inginku peluk cantik anugrahNya
Dapatkah kuasai diri dalam seribu kendali
Dapatkah tikam keangkuhan diri dengan syukur
Dapatkah selimuti diri dengan lumuran dzikir
Dapatkah………………? Semoga dapat………pintaku
Wahai mentari bersahabatlah denganku !
Duhai rembulan cerialah !
Dan engkau angin buai diri dalam semilirmu !
Hingga penatpun berganti kesahajaan yang tak lagi termampatkan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai