Tentang Menjadi Suami

Menjadi seorang suami bukan berarti menjadi seorang jenderal yang bila memerintah harus dipatuhi, ditakuti dan dikhawatirkan kedatangannya, yang harus terlihat keras.

Tapi bukan pula yang tunduk pada semua kemauan istrinya, plin plan tak punya pendirian, tak bisa mengambil keputusan dan terlihat lemah tak punya wibawa.

Menjadi suami adalah diantara keduanya, agar dihormati dan mendapatkan tempat bernilai di hati dan pandangan istrinya. Bisa diandalkan dan pandai memberi kepastian.

Sebab jika suami lemah istrinya berubah menjadi macan, bila suami terlalu keraspun istrinya takkan nyaman. Menjadi suami adalah tentang menyeimbangkan diri dan tentang menjadi adil.

Tak lekas marah ketika istrinya berbuat yang keliru, juga tak membiarkan istri hingga dosa dan kesalahannya dilakukan terus-menerus. Tegas tapi tak kasar, lembut tapi tidak lemah.

Menjadi suami berarti berada di depan tanpa merasa lebih tahu, memimpin bukan menguasai, mengawal bukan mengamankan, membimbing dan bukan menyuruh-nyuruh.

Sebab Islam itu menyuruh lelaki memuliakan istri, bukan hanya memanjakannya. Memuliakan itu mendidiknya hingga taat kepada Allah, sedangkan memanjakan itu membinasakan.

Dan suami terbaik bukan yang bisa menyediakan apapun yang istrinya minta, tapi yang bisa mengajak istrinya menaati Allah dengan apapun yang dia miliki.

Bila ketaatan itu sudah mewujud dalam rumah tangga, maka Allah akan turunkan sakinah yang mereka pinta, ketenangan dalam menghadapi apapun di dunia.

Kontemplasi akhir pekan. H-40 Ramadhan.
Surabaya, 20 Rajab 1439

Menyembunyikanmu

Menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia.

Kecantikanmu itu berbeda. Aku melihatnya setiap hari dengan mata kepalaku. Cantikmu itu mengalir dalam sifat, seperti ketaatan, keikhlasan, kesabaran, dan hal-hal yang membuatku merasa tentram.

Aku sengaja menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Sebab, dunia kita adalah dunia yang kita bangun dengan kepercayaan bahwa yang kita lihat dengan mata ini adalah fana. Semuanya akan berakhir, cantik akan menua, kekayaan takkan dibawa mati, dan hal-hal lain yang akan berakhir.

Aku menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, agar orang melihat dan merasakan kecantikanmu dari akhlakmu. Bukan dari hasil riasan berjam-jam dan baju kekinian yang kemudian kamu pajang di halaman media sosialmu. Orang akan mengenalmu dari kebaikan budi, kebermanfaatan, peran, pemikiran, kecerdasan, sumbangsihmu pada umat, dan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna dari pakaian dan riasan.

Aku akan menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Agar kamu bisa menjadi dunia yang terbaik bagi anak-anak kecil yang lahir di rumah tangga kita. Menjadi dunia yang layak untuk tumbuh besar mereka. Dunia yang akan mengajarkan mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Biar dunia kita ini sunyi, sepi.

Kita tidak harus dikenal banyak orang untuk bisa menjadi lebih bermanfaat, untuk memiliki nilai lebih sebagai manusia. Kita hanya perlu menjadi orang baik, berbuat baik, membantu banyak orang, berkata-kata yang baik, lemah lembut terhadap semua makhluk, bekerja dengan ikhlas, berbakti kepada orang tua, berbuat baik pada tetangga, menyanyangi anak-anak, dan semua kebaikan lain yang bisa kita lakukan tanpa harus berdandan terlebih dahulu, tanpa harus memiliki kuota internet untuk memuatnya dalam live video.

Kita tidak perlu mencatatnya, dua malaikat kecil di sisi kita sudah melakukannya untuk kita. Setiap hari, tanpa lelah.

Untuk itu, izinkan aku untuk menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, istriku 🙂

Nasihat Pernikahan : Perbaiki Niat

Saat sudah menikah nanti, engkau akan memahami bahwa kecantikan yang selama ini kau cari-cari letaknya tidak pernah berada di paras. Kecantikan wajah yang dulu selalu membuatmu kagum dari paras para muslimah yang hilir mudik di timeline instagram maupun facebookmu, kecantikan yang dulu menggoyahkan imanmu dan membuatmu berhasrat untuk memilikinya. Selepas menikah nanti, engkau akan menyadari kekeliruanmu.

Kelak engkau akan mendapati kecantikan itu adalah sesuatu yang lahir dari dalam diri, menjadi perkataan dan perbuatan. Dan pada saat itu engkau akan menyadari bahwa kecantikan paling indah adalah ketaatannya padamu yang membuat hatimu menjadi tentram. Jika hari ini kau masih memandang kecantikan sebagai sebuah syarat yang utama, maka sepertinya ada yang keliru dari niatmu.

Jadi, perbaikilah niat itu sebelum meneruskannya menjadi tindakan yang benar-benar akan mengikatmu dengan penuh tanggungjawab. Seumur hidup, selamanya. Dunia dan akhiratmu.

Alhamdulillah. Tak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. Tak akan ada yang pergi, sebab tahu bagaimana sulitnya mencari.

Untuk istriku, tidak perlu menjadi cantik karena yang terpenting adalah akhlakmu. Tak perlu menjadi yang sempurna, karena akulah yang akan menyempurnakanmu. Dan tak perlu status sosial yang tinggi, karena dirimu adalah harta yang tak ternilai harganya.

Dengan segala rahmat dan kuasa-Nya, alhamdulillah agama ini telah sempurna, akhirnya saya punya istri.

Dataran Tinggi Dieng Negeri Di Atas Awan, 24 Rabiul Tsani 1439 H

 

 

Muhasabah 2017

Kekhawatiran itu terjadi hanya karena ketidaktahuan, ketidakmengertian, ketidakjelasan, dan kesalahpahaman atas sesuatu yang tidak utuh. Seperti kekhawatiran pada hal-hal di masa depan yang sama sekali tidak bisa kita perkirakan sekalipun sudah dengan baik kita rencanakan.

Betapa banyak orang yang khawatir pada rezekinya, pada pendidikannya, pada jodohnya, pada karirnya, namun anehnya sama sekali mereka tidak khawatir pada amal dan bagaimana akhir dari cerita kehidupannya.

Maka dari itu kita diminta yakin dan berserah setelah berdoa dan berusaha. Karena yang bisa menetramkan hati hanyalah keyakinan. Saat kita percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan yakin bahwa yang akan terjadi adalah ketetapan terbaik dari-Nya, maka tak akan pernah kita jumpa rasa khawatir hinggap dalam benak pikiran kita.

Tak terasa, 2017 telah sampai di penghujung juga. Rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat dan pemberian dari-Nya tak semestinya membuat kita lupa. Alhamdulillah, semoga di tahun depan kita semakin memiliki banyak waktu untuk bisa beribadah kepada-Nya dan menjadi orang-orang yang bisa lebih bijaksana dalam menerima takdir keputusan-Nya.

Sidoarjo, 30 Desember 2017

Teori Kecerdasan Majemuk

Dalam teori kecerdasan majemuk diketahui bahwa kecerdasan manusia meliputi sembilan kemampuan intelektual, yakni kecerdasan linguistik/bahasa/verbal, matematis/logika, visual, irama/musik, kinestetik, intrapersonal, interpersonal, naturalis dan eksistensional.

Dengan demikian seorang guru/dosen/pendidik/pengajar tak boleh serta merta menjustifikasi anak didiknya sebagai seseorang yang ‘terbelakang’ hanya karena tidak memiliki kemampuan di salah satu aspek kecerdasan majemuk tersebut. Sebab boleh jadi di salah satu aspek ia memang terlihat kurang, tapi di aspek yang lain bisa jadi ia sangatlah unggul dan berkemampuan.

Setiap peserta didik pasti punya karakter dan potensinya masing-masing yang harus ditemukan, diasah dan dikembangkan, dan itulah yang semestinya menjadi tugas pokok para dosen, guru, pengajar dan pendidik.

Mendidik dan mengajar bukanlah sekedar persoalan transfer ilmu semata, tetapi juga tentang bagaimana membantu menemukan potensi kecerdasan, membangkitkan keinginan belajar dan memberikan contoh keteladanan.

Untuk semua orang tua, guru, dosen, dan asatidz Kami tercinta, selamat hari guru. Semoga ilmu dan tauladan darimu menjadi amal kebaikan yang selalu mengalir untuk keberkahan hidupmu.