Obyek wisata di Tana Toraja, daerah yang cantik di Indonesia
– Tourist Destinations in Torajaland, Sulawesi (Celebes) –
| BATUTUMONGA |
|
|
| Baca entri selengkapnya » |
Obyek wisata di Tana Toraja, daerah yang cantik di Indonesia
– Tourist Destinations in Torajaland, Sulawesi (Celebes) –
| BATUTUMONGA |
|
|
| Baca entri selengkapnya » |

Jakarta – Cukup menggunakan pikiran dan emosi, kini gamer dapat bermain game. Hal ini dapat dilakukan berkat hadirnya sebuah headset yang mampu membaca saraf otak sehingga manusia dapat berinteraksi langsung dengan game.
Piranti ini membaca aktivitas elektrik otak kemudian mengirimkan sinyal-sinyal tersebut ke komputer. Walhasil video game pun dapat dikendalikan langsung oleh otak. Penggunaan headset untuk membaca aktivitas otak bukanlah hal baru, tapi ini merupakan kali pertama
piranti ini dimanfaatkan untuk bermain game.
Teknologi yang bernama Epoc ini diperkenalkan oleh perusahaan Emotiv. Epoc dapat digunakan untuk memberi ekpresi wajah bagi avatar game, misalnya tersenyum, mengedipkan mata.
“Headset ini dapat digunakan untuk membangun respon emosional pada karakter game. Ketika gamer tertawa atau berbahagia setelah membunuh karakter lain dalam game, karakter gamer dalam game akan mengingatkan gamer untuk tidak mengenal belas kasihan,” tutur Tan Le, President US/Australian Emotiv.
Headset ini dapat mendeteksi sekitar 30 ekpresi, emosi dan tindakan. Misalnya, gembira, merenung, tegang dan frustasi, ekspresi wajah seperti senyuman, tertawa, mengedipkan mata, kaget (alis terangkat), marah (alis berkerut), dan tindakan kognitif seperti mendorong, menarik, mengangkat, dan sebagainya.
Seperti dilansir BBC dan dikutip detikINET, Kamis (21/2/2008), headset ini dibanderol seharga USD 299 atau sekitar Rp 2,8 juta, dilengkapi dengan giroskop (sejenis alat navigasi) untuk mendeteksi gerakan dan nirkabel untuk berkomunikasi dengan USB yang dihubungkan ke komputer. Dalam mengembangkan teknologi ini, Emotiv tidak bekerja sendirian, tapi bekerja sama dengan IBM. ( dwn / dwn )