Waduhhh.. udah berapa abad ini blog ngaggur aja. Boro-boro orang mau berkunjung, lah gue nya aja yang punya kagak pernah ngelongok-ngelongok. Postingan terakhir bulan februari 2016, itu juga cuman nge-repost note FB bini gue. 🙂
“Ayah koq nggak pernah nulis-nulis di blog lagi”, pertanyaan ini sering ditanyain istri. Gue jawab dengan standar: “belom ada ide”. Padahal mah emang dasarnya males aje. hahahaayde…
Tahun baru 2021, gmana tahun lalu teman-teman? Tahun 2020 menurut gue adalah tahun yang amat berat buat penduduk planet earth. Badai pandemi Covid-19 sudah meluluhlantakkan hampir semua sendi kehidupan. Aktifitas penduduk Planet Earth yang biasanya menggeliat dengan cepat dan dinamis, tiba-tiba harus berjalan melambat, menunda bahkan menghentikan kegiatannya. Yak, penduduk Planet Earth dipaksa untuk stay at home, atau dirumah aja, kalo di sosmed pake tagar tuh, #dirumahaja guna menghindari penyebaran virus Corona.

Di Indonesia sendiri kasus pertama Covid-19, secara resmi diumumkan pada 2 Maret 2020, terkonfirmasi dua warga Depok, Jawa Barat. Setelah itu pandemi menyebar dengan cepat. Negara kita nggak milih lockdown atau menutup akses keluar masuk wilayah Indonesia, tapi memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini. Ini atinya, selama penerapan PSBB, segala kegiatan masyarakat dibatasi, gak boleh ada kerumunan, gak boleh ngumpul-ngumpul, gak boleh emak-emak nyari kutu berbaris sambil ngegosip tetangga yang baru beli mobil baru padahal baru kerja sebulan, eh gimana sih :). Kita diminta untuk melakukan social distancing (menjaga jarak sisal), physical distancing (menjaga jarak fisik), memakai masker dan rajin-rajin mencuci tangan.
Kegiatan kantor dibatasi, sekolah ditiadakan, sampai kegiatan ibadah pun musti dilakukan di rumah. Work From Home, School From Home semua serba from home deh. Kalo nggak mendesak-mendesak amat, lebih baik di rumah aja. Kapan lagi bisa tercatat menjadi pahlawan hanya dengan rebahan, begitu kata kaum rebahan bersatu tak bisa dikalahkan.

Sekolah juga membelakukan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ), pembelajaran daring (online learning). Waduhh.. Gue ngerasain shock dong, yup.. yang biasanya bercengkrama dengan murid-murid secara langsung, sekarang harus kehilangan momen itu. Tapi demi mencegah penularan virus, semua harus rela.
Gimana dengan kegiatan keagamaan? Selama pandemi praktis kegiatan ibadah yang sifatnya berjamaah ditiadakan di mayoritas masjid dan mushala. Kebanyakan masjid dan mushola nggak nyelenggarain sholat fardhu lima waktu berjamaah, sholat Jum’at, dan bahkan Ramadan yang biasanya ramai, tahun 2020 suasananya menjadi syahdu. Nggak ada tarawih jamaah di masjid, hal ini menimbulkan fenomena imam-imam baru dadakan. Yakk.. Para lelaki uyang biasanya nyaman jadi makmum, akhirnya tiap hari jadi imam sholat isya dan tarawih buat keluarganya, termasuk gue, hehee.. Pengalaman berkesan tentunya. Oiya, pengalaman pertama juga buat gue, didaulat jadi khotib sholat idul fitri, buat scoop keluarga dan tetangga kanan kiri, karena memang di daerah masjid atau lapangan di daerah rumah kami nggak diselenggarakan sholat idul fitri, jadi masing-masing keluarga bikin sendiri sholat id nya. Grogi jelas, untung punya banyak teman baik hati yang menyuplai materi khutbahnya. Alhamdulillah.
Hari ke hari keganasan virus corona semakin menjad-jadi, terus terang bikin gue dan istri parno, mau ngapa-ngapain jadi takut. Mau keluar rumah, takut; ke pasar, takut; ke warung, takut; ke rumah orang tua, takut. sebisa mungkin kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan, 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan). Saling menjaga, saling mengingatkan supaya nggak tertular.
Pemberitaan di TV maupun media online nggak kunjung menggembirakan, korban yang meninnggal dunia pun sudah mencapai 20 ribuan lebih sampai akhir Desember 2020. Para pahlawan di garda terdepan, dokter dan tenaga kesehatan juga banyak yang menjadi korban virus ini. Ya Allah.. Angkatlah wabah ini, lindungi kami, hindarkan kami dari wabah ini.
Tahun 2021, A new hope (udah kayak film star wars aja dah), harapan baru, tapi ini bukan komplek perumahan di bekasi ye. Semua kita berharap, di tahun ini akan lebih baik, kehidupan bisa berjalan normal. Mudah-mudahan vaksin udah benar-benar ditemukan dan ampuh menangkal virus Covid-19 ini.
Semoga teman-teman selalu sehat!








