2024

Hi gengs,

Seriusan looong time no see, tapi seperti sudah lama sekali ingin melepas kenangan. Sadar bahwa suatu saat nanti saia akan lupa atas apa yang sudah terjadi dalam setahun ini. Bisa dibilang, tahun ini adalah tahun yang tidak boleh dilupakan, karena banyak hal baru yang dilalui.

Bagi orang lain mungkin tidak ada yang istimewa, tapi bagi saia ini adalah cara menghargai diri sendiri, atas apa yang sudah dilakukan.

Let’s begin 🙂

Selesai Posting

    Posting kedua di Los Angeles adalah hal yang sangat berkesan, sungguh saia sangat sayang KJRI LA dengan segala dinamikanya. Begitu beratnya tanggung jawab yang mungkin tidak tampak bagi yang lainnya, bertahan dengan segala keterbatasan, dan kekeluargaan yang saia rasakan. Sungguh lelahnya bekerja terbayar dengan kebersamaan yang terjalin saat itu. Bagaimana berkoordinasi dan berkolaborasi, ataupun berrekreasi, semua ada, saia berani bilang kalau LA adalah paket lengkap. Paket lengkap ini layak dapat 1 halaman blog-post tersendiri harusnya.

    Fatloss Journey

      Dari lahir saia tidak pernah merasakan kurus, selalu tumbuh dengan merasa bahwa saia gendut. Ya memang saia gendut, gemuk, gempal atau apapun itu. Bahkan saia pernah naik 10kg hanya dalam waktu 9 bulan. Saat itu mencapai berat 70kg. Jangan tanya bagaimana rasanya, karena memang denial, semua terasa baik-baik saja.

      Pulang ke Jakarta saat itu masih 68kg, lalu tanpa sadar turun 2kg hingga akhirnya memutuskan ambil fatloss program. 3 bulan perjalanan fatloss program yang membuat saia merelakan 8kg terbuang, dan saia bahagia. 😁

      Bukan karena akhirnya merasa tidak gendut lagi, tetapi merasa sehatnya itu yang mahal, sadar bahwa olahraga dan kualitas tidur adalah sahabat yang harus dijaga dengan baik. Bahwa tanpa gorengan atau minim karbohidrat tetap bisa mengenyangkan dan menyenangkan. Sungguh saia berharap untuk bisa menjaga gaya hidup ini meskipun setelah 3 bulan fatloss journey tersebut, tentu saia sering berbuat curang.

      Challenge Accepted

        Ada tanggung jawab yang saia terima, dengan bermodalkan ”siap menyesuaikan arahan” saia jadi mengemban tugas yang tidak mudah. Kadang saia ingin bisa bilang tidak atau tidak mau atau apapun yang bersifat penolakan, namun sayang saia tidak terlatih untuk itu. Banyak sekali hal baru yang harus dipelajari, tidak hanya otak yang dimanfaatkan tetapi juga hati. Namun sayang, kadang emosi tidak bisa stabil dan tenang menghadapi tantangan yang ada.

        Maaf jika mungkin saia kejam, tapi sesungguhnya itu lebih baik daripada berpura-pura baik. Biarlah aries tetap menjadi aries. 🥹

        FOMO

          Ini yang terakhir, fomo karena melihat yang lain meneruskan studi maka saia juga meneruskan studi. Tanpa riset!

          Tanpa tau akan belajar apa, tanpa tau untuk apa, tanpa tau apa-apa. Merasa terjebak tentu bukanlah kambing hitam, ini semua murni fomo dan tetap pilihan sendiri yang sudah dipilih. Sekarang hanya ada 1 pilihan: selesaikan!

          Pernah terbayang belajar Phyton? Pernah terbayang data cleansing? Feature selection? Feature engineering? Train the model? Evaluation metrics? belum lagi abstract? Literature review? Related work? Research methodology? Results and conclusions? Future works? Dan yang paling berat adalah idea dan novelty?! Ah sungguh hanya ingin bilang BANGKE! 😹

          Tapi insya Allah suatu hari nanti kelak ini akan usai, bersabarlah hingga akhir tahun 2025 studi ini selesai, semoga lancar. Bismillah.

          Itulah highlight capaian kinerja tahun 2024, sungguh saia harus berterima kasih terhadap diri sendiri, karena telah bertahan dan tetap berusaha berdiri setengah tegap. 😌🥹😹

          Hej dååå alihopa!

          City of Angels

          Ya ampun sudah berapa tahun hiatus, bahkan merasa malu untuk kembali meninggalkan jejak di sini. Btw saia sudah “tiba-tiba” ditempatkan di City of Angels, Los Angeles, semakin jauh dari rumah. Eh ini di Amerika btw hahaha..

          Teringat dulu kala ketika masih di tempat posting pertama, saia pernah ngobrol dengan sahabat, dan kami sama-sama berucap tidak ingin di Amerika, di negaranya, entah kenapa bagi saia menakutkan saja. Saia taunya Amerika itu rasis, sebagai perempuan berkerudung saia merasa tidak aman. Allah punya rencana lain pastinya karena sekarang saia di LA, area west coastnya Amerika.

          Sekarang sudah 2 tahun lebih di LA, rasanya sungguh campur aduk, tapi kalau boleh jujur, saia masih belum berhenti membandingkan dengan “cinta pertama” saia. Saia sadar tidak apple to apple membandingkan LA dengan Stockholm karena memang jauh berbeda. Di sini riuh, ramai, dan saia merasa tidak aman. Terlebih karena saia tidak bisa nyetir, jadinya hanya bisa menikmati tempat-tempat yang dekat yang bisa dijangkau dengan bis/kereta saja. Selain itu ternyata biaya hidup di sini jauh lebih mahal daripada di Stockholm. Utk pengeluaran bulanan, selain sewa apartmen, harus menyisihkan uang utk asuransi unit apartment, asuransi kesehatan, dan asuransi mobil (yes saia punya mobil tapi terakhir nabrak parking booth lalu kapok ga nyetir lagi hahaha.. emang chicken), makan di luar siap-siap sekitar $15-20 sekali makan belum lagi ada kebiasaan utk memberi tip minimal 10%. Tapi hidup harus disyukuri, banyak cara utk survive dan tetap menabung, misalnya ga jajan gadget, ga jajan boba, ngurangi ngopi2 dan jajan yang manis-manis dan ga nonton concert, males juga si karena antri. Sekali-kalinya ke Hollywood bowl karena ada Alanis Morrisette.

          Utk kulineran, di sini banyak pilihan, favorite saia tentu saja Pampas yang ada di Farmers Market-The Grove. Ini Brazilian Grill gitu, seriusan uenak banget. Di Farmers Market sebenarnya banyak banget pilihan makanan, saia coba beberapa tapi tetap aja balik lagi ke Pampas karena emang enak. 😹 Daging sapi, kambing dan lainnya dipanggang di apa ya namanya, kaya jeruji besi gitu, kaya sate klatak. Jadi dagingnya matangnya pas, rasanya juga pas. Kalau kesitu saia pasti pesan Sirloin Cap/Picanha, sisanya salad, cheese bread dan pisang. Kapan-kapan saia ceritain makanan yang ada di LA deh ya, karena emang itu salah satu hiburan saia hehehe..

          Kapan-kapan saia cerita juga hal lain tentang LA, yang biar bagaimanapun, akan saia rindukan suatu hari nanti. LA dengan segala kerandomannya, homeless, vandalism, dll. Btw di LA saia di KJRI, karena WNInya buanyak banget, jadi lebih ke citizen service gitu. Beda dikit dengan KBRI. Pastinya kerjaannya lumayan banyak, sampai-sampai kalau misal ada weekend kosong, lebih baik istirahat dan leyeh-leyeh aja di rumah. 😅

          2024 saia pulang, kapan-kapan saia kembali, tapi sekarang segini dulu yah.

          Bye gengs!

          ich spreche etwas Deutsch

          Hallo, wie geht’s? Hallo, apa kabar?

          Ini post pertama di tahun 2020, tahun yang sungguh sangat amat teramat RANDOM. Sedih, galau, kalut, marah hingga pasrah, semua jadi satu. Ini sudah bulan Mei, atau baru bulan Mei? Ingin rasanya skip ke 2021 jika memang 2021 semua lebih baik. Well i believe there must be a silver line. Semua akan menjadi lebih baik, jika sampai tidak, itu sungguh kelewatan, setelah yang semua penduduk dunia alami terutama dengan adanya Covid-19 ini.

          Oh sungguh paragraf pembuka yang salah dan emosional. Padahal saia hanya ingin cerita sedikit tentang pengalaman saia belajar bahasa Jerman. 😀 Level A1.1, 4 bulan sudah terlewati untuk belajar bahasa Jerman, i could say that ich spreche etwas Deutsch! Saya bisa berbicara sedikit bahasa Jerman!

          Continue reading

          Skogskyrkogården

          skogskyrkogården

          Pagi ini tiba-tiba rindu menulis, tapi tanpa ide. Dari sekian banyak yang tertunda dari mulai konser Sam Smith, Penang, Petra, atau Bali, saia tetap memilih Stockholm, just a little part of Stockholm named Skogskyrkogården. Could anyone guess what it is?. Skogskyrkogården (dibaca: skogsyirkogorden, #cmiiw) is a UNESCO World Heritage Site, dan itu adalah cemetery. Cemetery di Stockholm bagi saia tidak terlalu menakutkan karena semua rapi dan seperti taman saja, dan ini luas banget bahkan 3 (tiga) tahun tidak membuat saia berhasil mengunjungi setiap sudutnya.

          Continue reading

          niatnya berhenti hiatus

          Entah sudah berapa lama saia tidak kembali ke “rumah” sendiri. Padahal ada beberapa yang bisa saia tulis, paling tidak beberapa perjalanan random nonton Sam Smith, Bali (akhirnyaaa) termasuk Nusa Penida, atau Yogyakarta. Bahkan untuk mengurut dari kejadian paling terdahulu saja saia tidak mampu, duh sedih lho. Padahal meskipun sedikit tapi nampaknya layak dibagi.

          Sepulang dari Stockholm untuk kedua kalinya, memang saia sempat hilang semangat, semacam tidak tahu harus apa, tapi lalu saia bisa qo ke Palembang meskipun sekadar kondangan, ke Yogyakarta untuk reuni kecil anti-social social club, manfaatin Garuda Fair untuk pergi ke Penang, kangen nonton konser lalu nonton Sam Smith dan ada yang random datang hingga akhirnya ke TMII lalu Bali dan sebentar lagi mau ngrandom lagi. Target saia cuma 1x dalam setahun qo ngrandomnya, namun entah kenapa semua di 2018 semua perjalanannya terasa random. 😆

          Ya gapapa lah ya, yang penting jadi ada niat untuk kembali dan berhenti hiatus. 😀

          Doakan saia ya supaya bisa konsisten, dan semoga ga alay-alay lagi. :mrgreen:

          Lost in Agadir

          Ada haru yang teramat sangat ketika bertemu orang-orang yang ketulusannya tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Mereka yang baik tak terkira dan selalu tertawa untuk setiap moment hidupnya.

          Lalu aku tertunduk malu dan tidak lagi berani mempertahankan semuanya.