Menikmati Urat Kehidupan


Beruntunglah orang yang tak hidup dari bayangan orang lain


 

 

Salam dari saya wahai para penikmat hidup. Apakah senantiasa kalian masuk dalam pusaran pertanyaan hidup yang kalian nikmati itu?. Atau kalian tak sama sekali sempat bertanya kepada diri sendiri karena sibuk dalam rutinitas?.

Ada kalanya kita harus mengambil kursi dan menempatkannya di dekat jendela atau teras rumah. Sembari menikmati kopi dan gorengan singkong. Kemudian bergumam kepada diri kita, sebenarnya apakah kita sudah menikmati hidup ini? atau hanya sekedar menggugurkan kewajiban hidup sambil menunggu mati. Baca lebih lanjut

Pendengar yang terpilih


pendengar yang baik

Wahai hidup, kau tahu manusia itu ladang masalah. Tahukah, kaulah pusara kami mengadu nasib dan mengejawantahkan tugas Tuhan. Hidup, bentukmu tak bisa kami raba, namun bisa kami rasa. Begitu kompleks, sekompleks pikiran wanita yang memandang sebuah barang. Menjalani setiap rutinitas kadang membuat kami jengah, kami jengah mendapati bangun pagi dengan rentetan pekerjaan yang menumpuk belum juga beres. Kami jengah, melihat televisi yang penuh nyinyir dan acara yang tak mendidik. Kami jengah. Namun kami mau tak mau harus menjalani hidup. Baca lebih lanjut

Hujan [datang] malam ini


rain copy

Hujan terlihat romantis kala turun malam hari. Angin mengawali datangnya dingin berdesis, menyahut daun-daun pepohonan yang rapat. Helai-helai tangkai tak kuasa menahan terbangnya setiap daun kering lepas dari cengkraman.

 

Namun, saat senja akan nampak lebih mempesona. Kemilau matari menerpa tetes demi tetes air yang terjun bebas berkecepatan 10 km/jam. Membentuk tirai putih kekuningan memanjakan mata. Berdecik di atas genting perumahan.

 

Malam ini, kala hujan datang, rembulan tak menampakkan diri. Selimut awan pekat memaksa sinarnya tak menjadi bagian dari perseteruan angin dan air. Tak terlihat garis-garis air dari jendela kamarku yang diteriangi lampu neon. Di luar gelap.

Baca lebih lanjut

Simbok yang buatku bersyukur


dony dan ibu dulu kala kecil crop

@akangdony :

#cerita aku mau buat cerita…,

#cerita twit yang menggambarkan tentang syukur, ya, syukur Baca lebih lanjut

[Benarkah?] Akhir Ramadhan Tak Seramai dahulu?


Jpeg

Mungkin akan dirasa terlambat ketika tulisan ini mulai diunggah ke media sosial. Karena ramadhan telah berakhir pada hampir seminggu yanga lalu. Namun tulisan tetaplah tulisan, rasa tetaplah rasa dan kenangan tetaplah kenangan. Sebuah kesan akan selalu terpatri dalam benak orang yang menjalani alur kehidupan.

Ada rasa berbeda tentang ramadhan dan gegap gempita lebaran, serasa sudah lebih sepi dari dahulu, persisnya setahun yang lalu bahkan tahun-tahun sebelumnya. Arus mudik tak seramai dahulu, ritual yang tak terasa kental seperti dahulu, ah, itu cuman perasaan. Perasaan yang mungkin tergerus oleh hiruk pikuk tuntutan pekerjaan dan sempitnya waktu libur. Terpenjara dalam pikiran kanak-kanak dan terjebak pada tubuh yang semakin menua. Baca lebih lanjut

[Bagaimana Jika ] Sejenak Tanpa Kesenangan


934124a392434e2c5d3bc4487e82ad3c

Hingar bingar dunia membuat kadang mata ini kalap. Kepala ini berkeliling kencang seperti pedati berlari mengejar kaki-kaki kuda. Tangan lemah lunglai tak bertenaga, sehabis terkuras habis diperkerjakan oleh tuannya.Ya, itu hingar bingar dunia. Berlomba mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Baca lebih lanjut

Mengalahkan Batasan


rantai putus

Batasan adalah masalah pendapat, ini nukilan sebuah baris kata Mario teguh saat mengkondisikan energi pikiran pada ribuan pengguna social media kala itu. Batasan ini menjadi anggapan tentang penilaian orang terhadap kita, sugesti pikiran terhadap gerak motorik tubuh dan cara berfikir jernih. Berbuat, berbicara, dan berlaku semua mempunyai batasan. Masalahnya, batasan semacam apa yang akan mengancam sosok seorang yang hidup berkelakar mencari kebahagiaan?

Batasan akan menjadi kelemahan yang sangat pelik. Keadaan yang terhimpit membuat seseorang tak bisa berkarya, tak leluasa mengembangkan potensi yang ia miliki. Seluruh potensinya mati rapuh, tertutup kelambu “mental blok” yang semakin hari semakin membuat orang stag, mati tergilas waktu. Baca lebih lanjut

DETIK


waktu

Haruskah setiap harinya kita melalui hidup dengan rutinitas yang membosankan? Bangun setiap pagi, enggan membuka mata ketika mulai tersadar. Masih memanjakan kepala diatas bantal berpeta coklat. Kadang kita mengira-ira, benua apa yang terdampar di atas sarung bantal kuning bermotip garis oranye ini.

Mengurai kotoran putih kering yang merapatkan kelopak mata dengan telunjuk. Mengumpulkannya diujung mata. Lembek. Sembari bergumam, emmhh. Bangkit dengan lunglai. Duduk malas, terkantuk-kantuk menunduk mencoba mendongakkan leher lemas layu. Baca lebih lanjut

Sosok


Ini adalah sosok imajinasi saya. Dia adalah sebuah telur pecah dengan mata manis dan kaki kuat. Siapa dia? kuberi nama dia, Qruly. Entah apa nama ini bisa ku berikan padanya. Nama ini masuk ke dalam benak saya, aneh dan indah.

Telur akan tetap menjadi telur

Telur akan tetap menjadi telur

Baca lebih lanjut

Penjaskes


Pada hakikatnya, sebuah pelajaran dalam hidup dimulai dari teori dan praktik. Teori bisa membuat kita paham apa yang akan kita lakukan nantinya. Praktik akan membuat kita lebih mendalami maksud dari teori yang dikemukakan sebelumnya.
Penjaskes adalah bentuk mata pelajaran yang sangat kompleks dalam menerapkan teori dan praktik secara seimbang. Sehingga pelajaran yang diberikan dapat dicerna siswa dengan baik dan mudah dimengerti.
Berikut adalah materi tentang penjaskes untuk kesiapan UTS siswa SMP IT Cahaya Ummat.
klik link pada tulisan download berikut
Download

Antara hujan dan pengabdian


coretan

Siang terik, panas, dan penuh dengan debu jalanan. Melengkapi setiap langkah dan putaran roda rutinitas manusia. Menggembala waktu yang merambat naik.Hingga akhirnya kembali keperaduan.

Sebuah gedung, dua lantai, berkeramik krem menjadi labuhan para pendidik mengabdi. Meja-meja usang berhiaskan taplak kumal, menopang tumpukan buku pelajaran dan persensi siswa. Kursi kayu bertahtakan coretan pensil dan typeX membersamai dengan penuh keikhlasan. Baca lebih lanjut

Senyummu teduhkan [dunia] ku


mbahWajahmu teduh temaram saat kudatang menghampiri peraduanmu.Ketika ku duduk bersila pada karpet hijau, kau datang dengan sempoyongan, menyapa hangat “eh, donyi”. Seraya mengulurkan tanganmu yang keriput penuh dengan ekspresi bahagia. Lalu perlahan kucium tanganmu, terasa kulit yang mulai mengering layu. Kau mulai menua, ujarku dalam hati. Baca lebih lanjut

Hujan, Kaulah penantian [Anak Kos]


hujan dan angin

Pagi-pagi matahari tidak nampak seperti biasanya. Mata yang penat oleh kantuk melirik ke arah ventilasi kecil berkaca. Persis berada pada penjuru timur sudut ruangan. Pengap adalah kata tepat untuk menggambarkan suasana ruangan ini. Bagaimana tidak, ruangan tiga kali satu setengah meter tak berjendela, tak memiliki daun jendela yang bisa dibuka sewaktu-waktu ketika teman atau adikmu datang dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Tapi kali ini pengap itu berganti dengan kata lembab. Kilau yang menghangatkan setiap pagi datang. Cahaya silau yang mengoyak mata ketika bangun kesiangan. Tak masuk menembus Ventilasi kecil berbentuk belah ketupat. Hanya rintik-rintik suara sayup di atas atap. Tiap dahan tak kuasa menahan air di setiap kelopak daunnya. Baca lebih lanjut

Mengabdi [mendidik]


mengajar

Memberi senyuman pada generasi penerus

Sebuah anugrah jika kita bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain. Sebuah kebahagiaan kehadiran kita bisa memberi sebuah kemanfaatan bagi orang lain, bahkan ribuan kemanfaatan bagi semesta. Sejenak menoleh buku tebal yang kutemukan di loker sekolah tak terurus lama. Membuka bait demi bait dan menemukan deretan syair yang penuh makna. Baca lebih lanjut

Tentang …,


Ada yang bertanya, kenapa mereka melakukan hal yang tidak pernah terfikir sebelumnya. Apa itu? hal yang sebenarnya tidak ingin mereka kerjakan tapi pada suatu ketika mereka sadar bahwa mereka telah melakukan sesuatu. Hal yang tak pernah terfikir sebelumnya.

Banyak pernyataan dan pertanyaan akan terlontar begitu saja. “kenapa akhirnya aku berada disini?”, “aku belum pernah menginginkan hal ini, tapi sekarang aku melakukannya”, “ternyata aku sudah berjalan jauh sampai titik ini”, dan banyak kata yang terucap. Baca lebih lanjut

Pergi Menunggu


burung kertas

Detik akan terus berlalu dalam sebuah kehidupan. Langkah akan terus berjalan ke depan ketika harus menatap maju. Tapi apakah ada yang terfikirkan tentang sebuah pertanyaan. “kemana moment tadi pergi?”. Kemana saat kita duduk dan menulis, apa mereka pergi ke dimensi antah berantah? Atau ditelan bumi yang tak sungkan diinjak-injak manusia.

Pertanyaan itu masih menjadi tanda tanya besar bagi pembelajar. Hingga akhirnya menunggu jawaban yang tak tahu kapan akan terjawab.

Semua ini adalah soal menunggu, menunggu dengan cara kita masing-masing. Menunggu dengan berpangku tangan atau menunggu dengan hasil karya yang akan ditorehkan oleh proses yang pedih. Semua akan mengalami menunggu, dan akupun begitu. Sampai akhirnya kita akan tahu kenapa kita harus menunggu.

[mengesankan]

 

Speak Up Contest


Nah ada video saya ternyata disini, iseng-iseng.

atau klik gambarnya

202482913_xl-500x500

 

 

 

 

 

akangdony.wordpress.com

Malam, inspirasi, dan kopi. Apa nyambung?


late-night-coffeeBeberapa orang menyatakan sering mendapat inspirasi di malam hari. Suasana tenang dan kondusif sangat mendukung dibandingkan siang hari yang bising.  Maka tak sedikit orang menyempatkan waktu untuk begadang atau bangun malam agar “diturunkan” inspirasi.

Sebenarnya malam hari sekitar pukul 10-12 malam menurut para ahli sebaiknya digunakan untuk istrahat. Mengingat kondisi tubuh telah digunakan seharian untuk beraktifitas. Namun saking “bandel”nya orang dan tuntutan pekerjaan menyebabkan seseorang rela untuk begadang. Baca lebih lanjut

[coba baca] Tatanan Dunia Baru Sosial Media Yang Bikin Tertawa


Dunia maya telah menjadi alam baru bagi manusia belahan bumi manapun. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Segala hal menjadi praktis. Ketika mau mengirim dan mencari data, komunikasi, sampai mengunduh file semua termudahkan.

Dunia maya tidak terlepas dengan aktivitas jejaring sosial yang telah menjadi kebiasan. Aktivitas berjejaring sosial seketika melekat sebagai kebutuhan sekunder. Bahkan hampir mendekati primer. Berjejaring sosial telah menjadi candu bagi penggunanya, tempat curhat kedua selain manusia. Buku diary telah tersisihkan menjadi teman curhat kesekian.

Namun ada fakta-fakta unik membaca obrolan pertemanan di jejaring sosial, sebutlah twitter, facebook, YM, dan sejenisnya. Ada beberapa fakta jika dipraktekkan pada dunia nyata terkesan lucu.[versi penulis] Baca lebih lanjut

Tempe Kemul Khas Wonosobo


Menemukan tulisan di sebuah website :

Wonosobo termasuk daerah yang dingin. Saking dinginnya tempe pun perlu memakai selimut di sana. Ya, di Wonosobo penganan yang cukup populer adalah Tempe Kemul. Kemul adalah bahasa Jawa yang maknanya selimut.

Penganan satu ini sangat digemari di  Wonosobo. Tempe Kemul merupakan makanan berbahan dasar tempe yang dibuat dengan cara digoreng. Diberi tambahan kata kemul atau selimut karena tempe yang digoreng tersebut dibalut dengan adonan tepung. Baca lebih lanjut

Sastra, kenapa menjadikan orang berani?


sastra

webnyadony-doc

Sepotong kalimat pertanyaan menghampiri baris layar datar. Memberikan tanda tanya yang begitu sederhana, tapi membutuhkan jawaban pantas. Kenapa dengan sastra dapat menjadikan orang pemberani? Seperti yang disampaikan oleh seorang Umar Ibn Khatab,

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu

Agar mereka berani melawan ketidak adilan.

  Baca lebih lanjut

Gambar

Save Our Energy


save our child

joglo deeshine documentary

Menjaga energi untuk kehidupan anak cucu kita lebih baik. Merawat bumi, memnciptakan energi yang dapat diperbaharui. Bergerak bersama cinta. -joglodeeshine-

 

Aku ingin beranjak tidur lagi, [tapi …]


dony kusuma sleep

EndiSerp – Terasa seperti masih malam. Gelap. Raga masih merebahkan lengannya yang terluka akibat pembantaian kemarin. Menewaskan beberapa jasad yang terkapar begitu saja. Tanpa ada perhatian dari mata-mata langit.

Tapi suasana bukan seperti suasana malam. Tidak ada jangkirk berderik, tidak ada katak mengorek. Hampir seperti pagi. Cit..cit..cit.. suara anak burung gereja berdecit samar. Sarang burung seakan dekat dan bertengger pada pepohonan. Garis sinar tampak menembus atap.

Mata rasa perlahan terbuka, ujung kelopaknya masih basah oleh air mata. Dia masih terlentang bebas, memunggungi kasur. Kaki masih terasa hangat oleh selimut tebal berwana merah muda. Membentang sampai atas pinggang. Baca lebih lanjut

Tamu “Tok..Tok..Tok”


Ada seorang mengetuk pintu, “tok..tok..tok..”. Maka pemilik rumah bergegas dengan langkah cepat mendatangi pintu, memutar gagang keras, atau sebelumnya berkenalan ulang dengan kunci pintu, memutarnya hingga bunyi “Klak”. Bersamaan mengayunkan daun pintu, maka tersembul wajah senyum. Bibir terkecapa kata “ibunya ada?”, “benar ini rumahnya anu?”, atau “hei!, apa kabar?” Baca lebih lanjut

[Ternyata] Kita Belum Pernah Terbit


“Apakah gerangan yang akan terjadi, Rama?” kepala desa yang duduk agak di belakang orang tua itu bertanya.

“Bulan purnama begini. Semua indah. Hanya anjing-anjing pada menangis. Bulan itu takkan menanggapi mereka. Sejak dahulu pun tidak. Tapi bulan penuh, menua dan hilang. Bulan purnama sekarang, tapi bukan bulan purnama untuk kalian. Untuk kita. Kita sedang tenggelam.”

Kita belum pernah tenggelam, Rama,” protes seorang gadis di tengah-tengah hadirin.

Kau belum pernah tenggelam, gadis. Kau pun belum pernah terbit. Kita-kita pernah terbit, dan sekarang sedang tenggelam. Lihat, sebagai bayi aku dilahirkan di sini. Kalian semua belum lagi lahir. Hutan dan alang-alang masih berjabat-jabatan. Sawah belum ada. Hanya huma, gadis. …..”

Potongan pembicaraan Rama Cluring dengan rakyat awis krambil dalam novel sejarah yang ditulis pramoedya berjudul Arus Balik.

 

Sejenak terhenyak kata-kata “Kau belum pernah tenggelam”. Baca lebih lanjut

Banyuwangi, Sisi Surga Timur Jawa Alam Indonesia


banyuwangi-festival

wallpaper cropped by banyuwangitourm.com

Sekeping ingatan pada sebuah daerah di Jawa Timur memberi kesan berarti. Sejarah memang telah berlalu, namun kenangan pada tempat itu akan tetap tergores sampai kapanpun. Banyuwangi. Tempat yang indah untuk melepaskan penat setelah seharian harus bergelut dengan panorama rutinitas kerja dan kebosanan menunggu rumah.

Bagaimana tidak, daerah yang terletak di ujung paling Timur pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo di utara, selat Bali di Timur, Samudra Hindia di selatan serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat, akan memanjakan mata kita dan memuaskan dahaga wisata para pelancong.

Beberapa kali singgah di Banyuwangi, dari Semarang berjibaku dengan debu menuju pelabuhan ketapang, sulit untuk tidur bercengkrama dengan pemandangan alami Banyuwangi. Baca lebih lanjut

Pembantaian [pun] tak pernah selesai


images

Endiserp – Tertatih-tatih raga berjalan pada pinggiran talun sehabis hujan. Basah. Daratan tampak becek, air yang terus menerus bergemericik. Kaki raga terseok-seok berdecik membelah genangan kecil air. Tampak raga memegangi pergelangan tangannya, erat. Hingga urat nadi membiru terlihat di bawah siku.

Jiwa berkeliling-keliling di atas bangkai mobil sedan yang terbakar. Ia melihat kerangka yang mengepul asap kecil di kaca spion. Badan mobil yang tadinya putih sebagian menghitam oleh api, sampai bagian tengah badan mobil. Kaca depan menganga, berlubang besarnya segenggam batu. Mirip editan gambar di photoshop agar terlihat mendramatisir. Tapi, ini terlihat nyata, dan memang nyata.

Jiwa mengarahkan pandangannya ke belakang kepulan partikelnya. Sejajar dengan mobil, tampak kacau balau, puluhan bahkan ratusan batu berserakan. Bukan, itu bukan batu, lebih kecil dari sebuah batu, kerikil. Berwarna keemasan dan sedikit penyok. Jiwa mendekati jalanan yang berkerikil itu, berputar-putar sesaat. Kemudian meninggikan terbangnya. Sontak kaget, itu bukan kerikil keemasan, tapi selongsong peluru kosong yang entah dimana mata pelurunya. Baca lebih lanjut

Selamat Jalan Kawan, Ohio sedekat jendela kamarmu sekarang


???????????????????????????????

Putaran waktu secepat roda sepeda kayuh berlampu di Simpang Lima. Saat itu belum sampai kita menaikinya, walau dengan harga dua puluh ribu rupiah, murah meriah. Kita bisa berkeliling santai ditemaram kota semarang, sepanjang jalan pahlawan, berputar melewati boulevard.

Atau kita berduduk santai beralas koran basah karena gerimis meresap di bawah pantat. Sambil memutar botol plastik kosong, moncongnya berhenti pada sebuah kejujuran yang harus dijawab.

Sate bakar dekat jembatan memang tak seenak warung steak dekat sampangan. Tapi cukuplah mengenyangkan karena tak perlu merogoh kantong sendiri, gratis. Baca lebih lanjut

[mencoba] menjadi baik


sajadah

Sajadah hijau berdebu

Membentang lurus di depanmu

Adakah kau telah bersujud?

 

Deretan mushaf bertangga di almari

Permukaannya berdebu

Adakah kau telah tilawah?

Baca lebih lanjut

[bukan] sendu


tangis

Terang hilal bulan pagi

Titik-titik cahaya bintang

Dingin embun pagi berpadu

Sahutan adzan bergema

 

Tertahan oleh kantuk

Semalam tak terjaga lama

Jauh berkhayal ke masa depan

Takut akan esok terjadi rupa

Baca lebih lanjut

Manusia


images

photo edited – asepsandro.blogspot.com

Ku melihat manusia

Mereka tersenyum bahagia

Dengan air muka tanpa dosa

 

Ku melihat manusia

Bangga dengan apa yang ia punya

Tak tertekan, karena menghamba

Tak sakit karena terpenjara

Baca lebih lanjut

Tiga Hari Setelah [Perayaan] Kemerdekaan


Merah-putih-6-436x290

“Sudahkah kita merdeka?”

“Pantaskah kita merdeka?”

“Sudahkah kita merdeka sepenuhnya”

“Merdeka dari apa?”

“Merdeka dari siapa?”

“Merdeka bagaimana?”

Beberapa kalimat singkat yang tiga hari kemarin memadati beberapa jejaring sosial. Pertanyaan ramai dan menimbulkan decak serta gelitik. Hampir ketika awal detik pagi menjelang, bahkan sebelum ayam berkokok kalimat ini memburu dan menjejali mata. Pertanyaan tadi diikuti dengan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-68”.

Semua deretan kata itu bukan tidak berdasar. Bersamaan dengan tanda tanya, disuguhkan data-data dan alasan mereka ber”teriak sepi” di jejaring sosial. Baca lebih lanjut

Gambar

Sketsa


dony kusuma ariwibawa

suportted by – joglodeeshine

Sebuah sketsa wajah siapa yang bakal dipajang pada dinginnya dinding rumah. Jika hanya kenangan dengan segumpal senyum mengembang pada sebuah angan. Semua itu hanya imajinasi jikalau hanya termangu dalam gelap. Karena cahaya tak menerangi sketsa itu. Guratan garis yang tergantung di dinding memimpikan kenangan bukan hanya kenangan, tapi juga perjuangan.

Kenapa musti takut manusia?


foto-siluet

EndiSerp – Semua berawal dari rasa takut berlebih atas masa depan. Karena penghambaan pada rasa traumatik begitu mendalam. Dicecar oleh segenap manusia, akibat terhunus oleh tajamnya pedang perkumpulan magis yang tak terlihat.

Segenap jiwa berkata pada raga, “hai raga mengapa engkau tidak berdiri tegak, engkau punya vertebra yang menyokongmu kuat”ujar sang belahan jiwa.

 

“Tak mengapa, ada bagian dari bagian ragaku membungkuk, hingga pundak ini tak bisa lagi tegak” sahut raga dengan malas. Baca lebih lanjut

Ketika Kau Rindu


danbo-sad-galau

when you miss…,

EndiSerp – Ketika Kau Rindu, Seberapapun waktu berputar ada perasaan berbeda ketika sebongkah rindu merundung. Syaraf-syaraf menjadi lemas, urat leher seakan merinding, dan desir darah pada paru-paru bertekanan beda. Lalu lintas nafas pada kedua lubang hidungmu menarik masuk cepat dan menggembuskannya lega, panjang.

Logika ada kalanya tak berjalan pada jalur yang tepat. Karena kabut perasaan menutupi sebagian mercusuar pikiran. Begitu kata pujangga-pujangga yang sedang merindu. Baca lebih lanjut

“Eropa kecil” itu bernama Wonosobo


antarafoto

antarafoto.com – prosesi penerbangan balon udara

Pernahkah merasakan hawa dingin yang begitu menusuk ke dalam tulang. Ketika keluar dari pintu rumah dan menghembuskan nafas, maka akan kau dapati uap air yang mengepul dari mulutmu. Seperti asap rokok para petani di pagi hari. Kau juga akan dapati embun dingin dan angin yang malas berhembus menggoyangkan pepohonan. Dingin.

Suhu dingin identik dengan daerah yang beriklim sedang karena matahari jarang bertengger di sisi langit. Hampir mirip dengan beberapa daerah pegunungan di dataran tinggi Indonesia. Sebagaimana di eropa, matahari kadang jarang muncul ketika mendung dan kabut menghalangi. Hanya yang membedakan suhu udara tidak sampai ekstrim di bawah nol derajat. Baca lebih lanjut

Saatnya berbicara, lets speak up!


(Sebait ringkas “the power of public speaking”, Charles bonar sirait)

By : Dony Kusuma Ariwibawa, Owner Joglo Deeshine

Suatu ketika kita tertegun atau terpana mendengar seseorang berbicara dengan lantang, tegas dan percaya diri di hadapan orang banyak. Dia berhasil mempengaruhi orang lain dengan membawakan suasana yang diinginkan. Kadang keadaan menjadi hening, pecah dengan tawa, bahkan hikmat dalam mengikuti acara.

Pernahkah terbayang dalam benak kita, bagaimana seseorang itu bisa berbicara dengan begitu mempesona, padahal apa yang dia sampaikan begitu sederhana tetapi bermakna, mudah dimengerti, dan menggugah perasaan serta akal kita.

Itulah seni berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan kita dihadapan umum, memberikan pengaruh bagi orang yang ada dihadapan kita.  Kata popular untuk seni berbicara adalah “PUBLIC SPEAKING”, kemudian timbul pertanyaan, sebenarnya apa yang disebut dengan “Public Speaking”? Baca lebih lanjut

Fakta-Fakta Kopi Part 1


• Diperkirakan kopi ditemukan sejak awal abad ke 9 di salah satu provinsi Ethiopia bernama ‘Kaffa’.

• Menurut legenda, seorang gembala Ethiopia bernama ‘Kaldi’ menyadari efek dari kafein setelah melihat kambingnya seakan “berdansa” setelah makan buah berry.

• Sampai abad ke 10, Kopi masih dianggap sebagai makanan. Anggota suku Ethiopia mencampur buah berry kopi dengan lemak hewan, membentuk mereka menjadi bola-bola. Makanan bola ini yang membuat mereka tetap berenergi dalam perjalanan panjang mereka.

•Awalnya kopi hanya diminum oleh kaum biksu Sufi Arab. Air rebusan kopi tersebut membuat para biksu tersebut terjaga di dalam doa yang panjang. Baca lebih lanjut

EndiSerp


EndiSerpCerita bermula dari sini. Sebuah tempat sunyi. Dimana hanya ada kegelapan dan kebohongan berasal. Suara ratapan berdalih tentang kenikmatan sesaat. Janji yang mudah dilontarkan. Dan pilihan perjalanan yang menjadi “kudapan” semu.

#EndiSerp

Saladdin Akbar: Pewarta Kopi Liberica Jambi


Kopi Liberika si Kopi Jantan

avatar Philocoffee

Sejak tiga tahun lalu, Saladdin Akbar mulai memperkenalkan kopi spesies Liberica ke luar Jambi. Lelaki asli Jambi kelahiran 30 tahun silam ini merisaukan betapa kopi Liberica di tanah kelahirannya malah diserap pasar di Malaysia, tapi tidak di Indonesia, paling tidak di Sumatra. Berbekal kegelisahan semacam itu Saladdin memutuskan untuk memperkenalkan kopi Liberica. Dia memulainya ketika mulai menetap di Bandung. Memperkenalkan sesuatu yang jarang diketahui merupakan tantangan tersendiri bagi Saladdin. Aral yang dia hadapi tidak sekadar menggaet pecinta kopi untuk mencicip kopi Liberica, melainkan bagaimana juga mendorong para petani kopi Liberica di Jambi agar dapat meningkatkan kualitas kopi budidaya mereka.

Dalam sejarah pembudidayaan kopi di Indonesia, kopi Liberica masuk ke dalam gelombang kedua; pengganti kopi spesies Arabika yang pada masanya mengalami gagal tanam lantaran terserang karat daun. Liberica didatangkan kumpeni dengan harapan mampu bertahan dari serangan karat daun dan kumpeni tetap dapat memasok kebutuhan kopi dunia. Apa boleh buat, sang karat…

Lihat pos aslinya 849 kata lagi

Ada konspirasi di Sholat Jumat


Masjid jami' wonosobo

Masjid jami’ wonosobo

Beberapa saat setelah masuk ke Masjid di Ngijo. Terbesit sebuah kenangan bincang-bincang dengan pak Ischanudin Noorsy. Beberapa bulan lalu. Beliau “nyeletuk”, sebenarnya umat muslim punya tempat untuk menyatukan langkah, tempat konspirasi pemersatu islam, sholat jumat. Baca lebih lanjut

Panggil (saja) aku, dony


dony

Nama adalah sebuah panggilan yang indah.

Ada arti, melengkapi tumbuhnya manusia

Ada doa, tersemat untuk hidupnya

 

Nama adalah pujian

Sapaan menyenangkan saat bertemu

Perkataan tulus terucap menjadi sanjungan Baca lebih lanjut

Haruskah seperti ini? [wahai guruku]


Siang ini sekejap menjadi pengamat. Ditengah hiruk pikuk sertifikasi guru demi profesionalitas. Sebuah acara televisi swasta digelar layarkaca. Sosok guru bertubuh ceking dengan cucu sembilan punya kerja sampingan. Menjual susu sapi.

27 tahun guru honorer Baca lebih lanjut

Penjara Kabut [jalan sepanjang somowono]


Pernahkah kalian melihat kabut? Kabut adalah awan putih yang menyelimuti daratan. Terbentuk dari tetes-tetes air di atas permukaan bumi. Kalian akan menjumpainya ketika menyambangi dataran tinggi, atau daerah dingin yang mempunyai kadar kelembaban tinggi.

kabut sumowono Baca lebih lanjut

Mainstream Sianida


Ada pertanyaan membekas di benak  kawan-kawan saya sampai netizen, hafal betul ‘dagelan’ tentang kopi beracun yang menewaskan seorang anak pengusaha bernama mirna.

Siapa mirna? Kenapa mirna bisa lekat dengan hidup saya sekarang. Apa saya kenal dengan dia? Apa dia berarti dalam hidup saya, sehingga saya harus pertahankan nama itu di ingatan saya. Baca lebih lanjut

Tentang Kata Yang Tercecer


image

Kata menjadi bagian hidup manusia. Ia lewat begitu saja melalui getaran parau kerongkongan. Kadang melengking kadang lirih. Semua terdengar berbeda.

Kata merambat melalui molekul udara yang sampai ke telinga kita. Ia berenang dengan kayuhan frekuensi berpantul pada dinding. Kadang menggema.

Baca lebih lanjut