Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan

memahami makna hidup untuk hidup

  • hubungi akhireza
  • tentang akhireza

Adab Ta’lim Muta’alim (Kegiatan Belajar Mengajar)

Posted by akhireza on 7 Agustus 2015
Posted in: Adab, Ilmu Agama. 1 Komentar

Adab Ta’lim Muta’alim terbagi atas tiga, yakni adab terhadap ilmu, adab terhadap guru, dan adab terhadap murid

I. Adab terhadap ilmu

Adab terhadap ilmu terbagai atas tiga tahap. Yakni sebelum, ketika dan setelah menuntut ilmu.

a. Adab sebelum menuntut ilmu

  1. Niat yang benar
  2. Menuntut ilmu diniatkan sebagai ibadah dan hanya karena Allah semata
  3. Kemudian, menuntut ilmu dengan kerendahan hati.. Meski mungkin kita sudah pernah mendengar ilmu yg sedang disampaikan itu
  4. Menuntut ilmu dengan niat untuk diamalkan. Karena jika orang mengamalkan ilmunya, maka Allah akan menambah ilmunya.
  5. Belajarlah ilmu untuk selanjutnya diajarkan kepada orang lain. Jangan pelit dengan ilmu yg kita punya. Bukankah salah satu amal yang tak akan putus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat?
  6. Berikutnya, mencintai ilmu dengan sepenuh hati. Karena orang akan selalu mengingat apa yang dicintainya. Merasa sulit memahami atau menghapal suatu materi? Bisa jadi itu karena kita tidak atau belum mencintainya.
  7. Carilah ilmu yang bermanfaat dari guru yang berkapasitas. Ciri ilmu yang bermanfaat adalah, membuat semakin takut kepada Allah. “… Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama…” (QS. Faathir [35] : 28)

b. Adab ketika menuntut ilmu

  1. Yang pertama, adalah berdo’a di awal dan akhir.. Di awal minimal mengucap basmalah, dan diakhiri dengan hamdalah.
  2. Berusaha hadir di awal waktu, mencari tempat yang paling baik.. Sehingga dapat mendengar atau membaca dengan baik.
  3. Dengarlah dengan seksama, jangan sambil berbincang, sms-an, atau malah menelpon.
  4. Catatlah materi yang dianggap penting.. “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.”
  5. Bertanyalah jika ada yang kurang dipahami, ketika sudah dipersilahkan untuk bertanya.
  6. Di dalam menuntut ilmu, kita diharuskan untuk bresabar.
  7. Jangan meninggalkan tempat kecuali ada sesuatu yang mendesak.

c. Adab setelah menuntut ilmu

  1. Niatkan untuk mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan.
  2. Niatkan untuk menyampaikan kepada orang lain dengan ikhlas.
  3. Bertawadhu’ (rendah hati)-lah setelah memiliki ilmu. Tidak masuk surga orang yang di dalam hati ada kesombongan meskipun hanya sebiji sawi.” (HR.Muslim)
  4. Gunakanlah ilmu di jalan Allah, untuk menambah ketaqwaan kepada-Nya.

II. Adab murid kepada guru.

  1. Menghormati guru, sebagaimana kita hormat kepada orang tua kita.
  2. Meminta nasihat kepadanya, karena beliau tentunya lebih bijaksana karena pengalaman dan ilmunya.
  3. Tidak mendebat guru. Bukan berarti tidak boleh mengoreksi ketika beliau khilaf. Maksudnya adalah tidak boleh “mengadu” guru. Misalnya dengan mengatakan “Guru A mengatakan X, kenapa Anda bilang Y?”
  4. Tidak menyebut keburukan guru kepada orang lain.
  5. Memaafkan kesalahannya. Karena guru juga manusia, tak luput dari kekhilafan.
  6. Menceritakan kebaikan-kebaikannya.
  7. Mendo’akan guru agar diberi kebaikan dunia dan akhirat.

III. Adab guru terhadap murid yang diajarnya.

  1. Memberikan ilmu sesuai kemampuannya, serta sesuai kebutuhan murid.. Bahasa ke anak SD tentu berbeda dengan ke mahasiswa.
  2. Mengasihi murid seperti anak sendiri.
  3. Tidak menyebut keburukan murid didepan murid lainnya.
  4. Mendo’akan murid agar diberi kemudahan dalam pemahaman ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Blog dan Hujjah

Posted by akhireza on 16 Maret 2013
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar

Tidak peduli blog saya dibaca atau tidak oleh orang lain. Yang lebih saya pedulikan bahwa apa yang saya tulis adalah bentuk pertanggungjawaban sebagai seorang muslim untuk saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran (al-haq). Semoga menjadi hujjah (alasan) atas apa yang saya kerjakan tiap detiknya dihadapan Allah Ta’ala kelak.

Ideologi ISLAM VS Ideologi Kafir

Posted by akhireza on 12 Juni 2010
Posted in: Demokrasi. Tagged: aqidah, islam, Kapitalisme, kebenaran, Komunisme, Liberalisme, Sekulerisme, Westernisasi, Zionisme. 3 Komentar

“Hampir tiba saatnya, umat manusia (musuh Islam) akan mengepung dan memperebutkan kalian seperti sekelompok orang rakus berebut makanan di atas nampan“.

Demikian peringatan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Apa yang dikhawatirkan Nabi tersebut sudah terbukti, umat Islam telah menjadi kue rebutan para kolonialis, dikepung dari berbagai arah baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, budaya maupun ideologi pemikiran.

Dari berbagai ideologi global yang saat ini mendominasi dunia, bisa ditarik benang merah yang mengaitkan satu dengan lainnya. Yang satu menjadi induk bagi cabang lainnya, yang satu menjadi batang bagi tunas lainnya. Dan semua bermuara pada gerakan Yahudi internasional ( Zionisme ). Zionisme atau shuhyoniah yang diarsiteki oleh tokoh Yahudi Austria Theodor Herzl, adalah reinkarnasi dari Massonary (Freemasonry) sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak, karena memiliki kontrol organisasi yang rapi. Tujuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada Atheisme, Permissifisme dan kerusakan.

Zionisme mempunyai jaringan organisasi yang sangat banyak dan kuat, mendominasi perekonomian global, menguasai dana internasional yang dijadikan alat untuk menyetir politik dan ekonomi Negara-negara dunia ketiga, ikut menegendalikan PBB, memperalat amerika dan Negara-negara Eropa untuk mengegolkan ambisi mereka.

Freemasonry yang berarti perkumpulan tukang batu, hanyalah nama samaran agar para tokoh Yahudi leluasa bergerak menjalankan misi mereka. Mereka mempunyai akar sejarah yang panjang, konon sudah didirikan sejak 43 M oleh Herodes Agripa I. Kegiatan mereka pada awalnya adalah memusuhi orang-orang Kristen, menyiksa, mengusir dan membantai mereka, hingga akhirnya merusak bahkan merubah doktrin utama ajarannya. Mereka juga berupaya merusak ajaran Islam lewat Abdullah bin Saba’ yang mempelopori munculnya Syiah Ghulat, sekaligus untuk memecah belah kekuatan Islam. Disamping aktif menyebarkan cerita dusta ( isroiliyat ) untuk menodai kemurnian Islam.
Continue Reading

KEHANCURAN YAHUDI MENURUT AL-QUR’AN

Posted by akhireza on 11 Juni 2010
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan komentar

Wahai putera-putera kera dan babi…
Para pembunuh Rasul Allah dan para Nabi…
Dirikanlah terus dan bangunlah kehancuranmu di tanah muqoddas
Kau jemput kebinasaanmu dengan hujaman lemparan batu cadas
Tinggikanlah bangunanmu sesuka hatimu
Sesungguhnya kehancuranmu akan menimpamu
Tidak lama lagi waktumu akan tiba untuk merana
Dan ketetapan Allah Ta’ala pastilah terlaksana
Untuk saudara-saudaraku yang terbakar oleh kemarahan karena Allah Ta’ala
Melihat saudara-saudara muslimin yang dibantai di bumi Allah Ta’ala
Oleh bangsa keturunan kera dan babi yang dilaknat oleh Alloh
Bersabarlah… karena sesungguhnya kemenangan itu ada di tangan Alloh.
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah Ta’ala…

Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman (yang artinya) :

“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS al-Israa’ : 4-8)

Berkata Syaikhuna Salim bin ‘Ied al-Hilaly Hafizhahullahu wa Nafa’allahu bihi mengenai ayat ini :

Pertama : Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah Ta’ala mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka.

Kedua : Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama.

Allah Ta’ala mengatakan : “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali.”

Continue Reading

Inilah Islam : kaum muslimin tidak balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain

Posted by akhireza on 10 Juni 2010
Posted in: Demokrasi. Tagged: islam, kebenaran, partai dakwah. Tinggalkan komentar

Dalam beberapa tahun belakang ini, serentetan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW terus meningkat. Dari aksi kurang ajarnya media cetak Jyllandz Posten (Denmark) tahun 2005 yang memuat dua belas gambar karikatur Nabi Muhammad SAW, aksi pelecehan serupa lainnya dilakukan di media elektronik seperti forum diskusi di indonesia.faithfreedom.org, jejaring sosial facebook, maupun secara pesonal di blog-blog gratis. Aksi tersebut ratusan ribu dibelantara internet. Berita terakhir, ada lomba kartun Nabi dimuat di Facebook. MasyaAllah. Pun tak kalah ramainya juga di forum-forum terbuka yang digagas oleh perorangan maupun kelompok yang benci terhadap dengan Nabi Muhammad SAW.

Sudah sewajarnya, aksi tersebut menuai kecaman. Bahkan percobaan pembunuhan terhadap orang yang melecehkan dilakukan, lantaran tak ada hukuman atas nama seni dan kebebasan berekpresi. Demikian pola orang Barat mengadili dan menilainya. Meski demikian baik aksi protes mengecam dan percobaan pembunuhan sebagai bentuk menegakkan keadilan tidak membuat kaum muslimin balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain. Karena kaum muslimin tahu bahwa Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu menghina sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghina Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan …” (QS. Al-An‘am [06]:108).

Continue Reading

Mengapa Dia Tidak Memakai Jilbab?

Posted by akhireza on 26 Mei 2009
Posted in: Wanita. Tagged: dakwah, jilbab, kebenaran. 6 Komentar

Untuk kita renungkan…Artikel ini bercerita tentang percakapan antara dua orang muslimah.

“Aku sangat lelah.”

“Lelah kenapa?”

“Semua orang menghakimiku.”

“Siapa yang menghakimimu?”

“Wanita itu, setiap kali aku duduk dengannya, dia selalu menyuruhku pakai jilbab.” “Oh, jilbab dan musik! Induk segala topik!” “Yeah! Aku dengerin musik dan ga pake jilbab…haha!”

“Mungkin dia hanya ingin menasihatimu.”

“Aku ga perlu nasihatnya. Aku tahu agamaku. Tidak bisakah ia memikirkan urusannya sendiri?”

“Mungkin kamu salah paham. Ia hanya ingin berbuat baik padamu.”

“Jangan campuri urusanku, itu baru kebaikan…”

“Tapi itu tugasnya untuk mendorongmu melakukan kebaikan.”

“Percayalah. Itu bukan dorongan. Btw, apa yang kamu maksud dengan ‘kebaikan’?”

“Well, pakai jilbab, aku rasa itu baik.”

“Kata siapa?”

“Bukankah itu ada dalam Al-Qur’an?”

“Iya sih. Dia mengutip beberapa ayat.”

“Dia mengutip Surat An-Nur, dan ayat lain dalam Al-Qur’an.”

“Iya. Tapi itu kan bukan dosa besar. Membantu sesama dan shalat kan lebih utama.”

“Benar. Tapi sesuatu yang besar dimulai dengan hal-hal kecil.”

“Poin yang bagus, tapi apa yang kamu pakai tidak terlalu penting. Yang penting hati kita baik.”

“Apa yang kamu pakai tidak terlalu penting?”

Continue Reading

Kebenaran itu… (1)

Posted by akhireza on 25 April 2009
Posted in: Demokrasi. Tagged: dakwah, halaqah, kafir, kebenaran, murabbi. Tinggalkan komentar

kebenaran itu begitu dekat, tetapi kita menjauhi dan membencinya…
karena kebenaran itu tak nyaman dan bertolak dengan kecenderungan manusia…
hawa nafsu…

hawa nafsu itu konon iblis…
sedang yang tak bernafsu ia malaikat…
manusia dilengkapi hawa nafsu, jika dapat mengendalikan…
ia lebih dari malaikat dan disebut-sebut selalu oleh Allah disisiNya
sebagai hamba yang terbaik…
tetapi jika ia menuruti hawa nafsu…
ia tak lebih baik dari seekor hewan ternak…

Setiap manusia didunia ini melakukan segala macam perbuatan itu pasti merasa benar. Tidak ada manusia itu yang melakukan segala macam perbuatan merasa tidak benar. Tetapi apakah perasaan setiap manusia yang mengaku bahwa dia melakukan perbuatan itu telah benar seluruhnya atau tidak?

Yang terpenting bukan perasaan benar atau sekedar merasa bahwa aku telah berbuat benar. Yang terpenting adalah ukuran apa atau dasar apa yang menjadikan manusia itu melakukan perbuatan sehingga dia merasa benar.

Secara garis besar ukuran kebenaran itu sendiri hanya ada dua:
1. Mengukur kebenaran dengan wahyu (petunjuk) Allah.
2. Mengukur kebenaran dengan kesesatan hawa nafsu.

Seiring dengan perjalanan hidup manusia dari lahir sampai ia menjemput kematian, kebanyakan manusia itu mengukur kebenaran dengan hawa nafsu. Bukan dengan dengan ukuran petunjuk yang lurus yaitu wahyu Allah. Aktsaarunnaas laa ya’lamuun (kebanyakan manusia itu tidak mengetahui), Aktsaarunnaas laa yu’minuun (kebanyakan manusia itu tidak beriman), Aktsaarunnaas laa yaskuruun (kebanyakan manusia itu tidak bersyukur), Aktsaarukum lil haqqi kaarihuun (kebanyakan kebenaran itu kepada kebenaran membenci).

Kata Nabi Yusuf as : “wamaa ubariunnafsi laammaartun bisyuu’i illaa maa rahima rabbii“, yang artinya “aku tidak membebaskan diriku bersih dari kesalahan, karena diriku selalu memerintahkan (cenderung) kepada kejahatan. Kecuali apa-apa yang diberi rahmat oleh Tuhanku (Allah).”

eh… ada lanjutannya prends, kapan2 akhireza sambung^^ saatnya mandi sore…

hubungan partai dan dakwah (2)

Posted by akhireza on 21 April 2009
Posted in: Demokrasi. Tagged: aqidah, dakwah, halaqah, islam, kafir, murabbi, ormas, partai dakwah. 2 Komentar

mboten-tumutada tradisi yang baik dikeluarga saya. bapak dan ibu mempunyai komunitas kajian sendiri. ikut ormas islam berlambang matahari. jauh sebelumnya mengikut ormas islam yang fanatik, berlambang bumi bertali. sejak berpindah ke solo beliau berdua pindah ke ormas lain. tentu berpindahnya tidak secara spontan langsung ganti ormas, atau pengin sesuatu hal yang baru. tentu tidak seperti itu. dan tidak juga seperti seorang politikus kutu loncat, berpindah dari satu partai ke partai lain untuk hal yang lebih menjanjikan, apalagi kalau bukan materi dunia. kalaupun ada yang mengatakan untuk kepentingan bangsa, negara, rakyat, apapun lah namanya. saya tidak yakin sama sekali. kedok, demikian saya melabelinya. mereka ingin dipilih rakyat. sedang rakyat tak tahu mengapa ia harus dipilih. maka keluarlah sumpah, janji, kontrak politik, sebar sembako, bakti sosial, pengobatan gratis, hadiah, jilbab, bahkan ada juga yang ‘menyumbang’ Quran ‘cuma-cuma’. (hehe.. karena dahulu saya juga pernah berpartisipasi seperti itu, demi partai saudara! duuh… naifnya). beliau berdua memakai proses perbandingan kedua ormas islam tersebut.

kedua orang tua saya walaupun bapak mengenyam pendidikan tamat SMA, dan ibu hanya tamat SD. tetapi beliau berdua tahu, bahwa kebenaran Qur’an dan Sunnah merupakan hal terpenting bagi keberlangsungan hidup menuju kehidupan sebenarnya. adik remaja masjid yang gaul anak muda, dan dua adek kembar saya masih dibangku kelas 5 SD, beraktifitas di TPA sebagai guru magang. sedang saya pribadi sudah mau menginjak umur 25 tahun (eh belum nikah juga, rezekinya belum datang! saya menghibur diri), sebagai petualang halaqah. beberapa halaqah saya kurang sreg, meski saya mengagumi salah satunya menambat hati saya karena kesolidan, dan amalan harian yang terabsen dengan baik. tetapi sayangnya ada embel-embel demokrasi dan partai (sebenarnya jijik mengucapkannya! jadi ingat catatan aktivis komunis, yang selalu membanggakan partainya).

Continue Reading

xxx, pornografi jepang, onani, sex bebas, dan remaja indonesia

Posted by akhireza on 18 April 2009
Posted in: Internetan. Tagged: pornografi jepang, xxx. 6 Komentar

sore refreshing ke warnet, ketemu adek-adek kelas dan para pengguna warnet lainnya yang rata-rata remaja. ketemu salah satu dari mereka yang duduk mojok sendirian, sedang asyik masyuk ndlongop memelototi layar komputernya. tapi, sesuatu yang janggal saya lihat dari tadi kasak kusuk pindah posisi duduk. helmnya diletakkan disamping tempat duduk. helmnya  yang berkaca memantulkan visualisasi gambar situs yang sedang dibukanya secara jelas. oalah, ternyata! mau pulang, iseng menghampirinya. sontak kaget, mak plengeh, tersenyum malu.  konsentrasi pada air mukanya,

“mas dicari Allah, disuruh balek kejalanNya.”

mak gleg dia ngelek idu, menelan ludah. abis itu saya ngeloyor pergi ke penunggu server, kebetulan juga teman. ngobrol sebentar,

“yang dibuka anak-anak itu apa bos?!” tanya saya selidik.

“biasa mas, konten jepang,” jawabnya.

“beasiswa? apa cari lowongan kerja?”

“porno mas dan situs sejenis lah. banyak yang cari konten itu, malah minta saya video-video downloadnya.” imbuhnya setengah berbisik.

“ou, warnet sini kasih fasilitas gitu?”

“terpaksa mas biar laku,” dia konsentrasi pada layar komputernya.

“bos, ga’ barokah, hidup bisa jadi susah. ga’ perlu layani seperti itu. kalo perlu matikan komputer user yang buka kaya gitu.

“assalamu’alaikum,”

“nggeh mas, wa’alaikumsalam.” jawabnya

duh rabbi, moga dapat hidayah dan jagalah hidayah itu dalam jiwaku. amien

tidak begitu mengherankan, kalau setiap pengguna internet di indonesia ini menurut data statistik termasuk peringkat ke-7 di dunia (selamat yah! selamat dengkulmu kwi! hehe). kata kakak saya Romi Satria Wahono (kakak dari hongkong?!),

Continue Reading

hubungan partai dan dakwah (1)

Posted by akhireza on 17 April 2009
Posted in: Demokrasi. Tagged: aqidah, dakwah, halaqah, islam, kafir, murabbi, partai dakwah. 11 Komentar

“dua sisi mata uang yang ga’ bisa lepas”, kata eks ustadz ane

koin-uangaduh ini tentang diri pribadi kok. mau nulis gimana, nggak juga gimana. tapi tetep nulis aja ah. hehe… dahulu kala semenjak masuk SMA suka ikut-ikut kajian. meski ga’ mudeng yang penting berangkat, dan meski diliputi niatan pergi dari rumah sesaat meninggalkan pekerjaan harian (nyapu, nge-pel, cuci piring, hehe). setelah SMA, masuk perkuliahan tahun pertama langsung disuruh ikut kajian umum,  nah baru setelah itu ikut halaqoh terdiri 10 orang dan ada murabbi’nya.

dua tahun materi awal tentang pola-pola dasar ke-islaman, makna syahadat, asholah dakwah, wasilah dakwah, dan seterusnya. pokoknya seperti di materi-materi ajaran halaqoh lah. sampai pada waktunya, disuruh ikut kegitan partai ada baksos, kerja bantu peduli gempa, mukhayam,  dan kegiatan-kegiatan lainnya. sebuah suara hati terbesit dan terpaksa terlontar pertanyaan kepada sang murabbi’ yang hari ini duduk manis jadi anggota legislatif.

Continue Reading

Navigasi pos

  • Halaman

    • hubungi akhireza
    • tentang akhireza
  • Tulisan Terakhir

    • Adab Ta’lim Muta’alim (Kegiatan Belajar Mengajar)
    • Blog dan Hujjah
    • Ideologi ISLAM VS Ideologi Kafir
    • KEHANCURAN YAHUDI MENURUT AL-QUR’AN
    • Inilah Islam : kaum muslimin tidak balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain
  • Komentar Terakhir

    avatar MENONEMENONE pada Adab Ta’lim Muta’a…
    avatar iraira pada Mengapa Dia Tidak Memakai…
    avatar akhirezaakhireza pada hubungan partai dan dakwah…
    avatar akhirezaakhireza pada xxx, pornografi jepang, onani,…
    avatar akhirezaakhireza pada Mengapa Dia Tidak Memakai…
    avatar Muhammad BaiquniMuhammad Baiquni pada hubungan partai dan dakwah…
  • Tag

    aqidah dakwah halaqah islam jilbab kafir Kapitalisme kebenaran Komunisme Liberalisme murabbi ormas partai dakwah pornografi jepang Sekulerisme Westernisasi xxx Zionisme
Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie
  • Berlangganan Langganan
    • Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan
    • Sudah punya akun WordPress.com? Login sekarang.
    • Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan
    • Berlangganan Langganan
    • Daftar
    • Masuk
    • Laporkan isi ini
    • Lihat situs dalam Pembaca
    • Kelola langganan
    • Ciutkan bilah ini
 

Memuat Komentar...
 

    Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
    Mulai