Akusemok's Blog

Just another WordPress.com weblog

“CIVIL RELIGION” DALAM MASYARAKAT Januari 17, 2010

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 2:18 pm

eksistensis sosiologi di masyarakat. Sebenarnya sosiologi sudah eksis di sekitar masyarakat, hanya saja kebanyakan masyarakat kurang paham kalau apa yang mereka lakukan terkadang terdapat kajian – kajian sosiologi. Dari berbagai kajian ilmu antropologi maupun sosiologi budaya terungkapkan bahwasanya eksistensi manusia itu baru memiliki arti apabila ia berada dalam sistem sosialnya. Maka pernyataan yang dikemukakan oleh Aristoteles seratus persen benar, bahwa manusia itu adalah binatang yang bermasyarakat sosial (zoon politicon). Dengan kata lain, jika seorang anak manusia ditelantarkan begitu saja dan dikarantinakan dari sistem kehidupan sosial, maka anak yang bersangkutan akan tumbuh dan berkembang dengan sikap-sikap yang anti sosial. Sebab, seperti yang dikemukakan oleh salah satu pakar sosiologi Prof. Dr. P.J. Bouman, bahwasanya dalam diri manusia itu terdapat hasrat-hasrat dan kecenderungan bernaluri untuk menggabungkan dirinya dengan individu lain dalam bentuk berkelompok, di samping adanya rasa harga diri supaya kelihatan berharga menurut pendapat orang lain.
Dalam sosiologi juga dikaji tentang sosiologi agama, dimana agama yang dimiliki oleh seseorang seharusnya dapat menjadi pegangan orang tersebut, tapi kenapa agama malah diabaikan oleh tiap individu saat melakukan suatu tindakan. Pada beberapa tokoh – tokoh sosiologi yang mengemukakan pendapatnya tentang agama, Marx Weber memandang bahwa agama adalah persoalan “problem of meaning”. Parsons, yang menyebut agama sebagai pengisi kesenjangan antara harapan social dan pengalaman. Pendapat-pendapat membawa kesimpulan sederhana, bahwa dalam khasanah ilmu-ilmu sosial muncul dua pohon besar pendapat tentang agama. Pertama, yang melihat bahwa agama memiliki peran sentral perubahan dunia. Kedua, lebih melihat agama sebagai instrument bagi kepentingan tertentu.
Agama menjadi kekuatan penggerak masyarakat, karena agama memiliki dimensi makna yang hidup dan berkembang dalam individu-individu masyarakat. Tatanan agama menduduki peringkat paling tinggi dalam diri manusia, sehingga dari agama itulah yang menuntun individu untuk bertindak dan membangun struktur sosial dan ekonomi. Contoh yang dapat diambil dari kubu marxist adalah studi yang dilakukan oleh Weber sendiri tentang Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme.
Marxist, menyebut bahwa agama adalah bentukan manusia dan tak pernah manusia dibentuk oleh agama. Agama, dengan demikian, hanyalah realisasi fantastis dari umat manusia. Perkembangan agama tidak mungkin dicerabut dari konteks yang melingkupinya, di mana agama tersebut hidup. Agama terus langgeng dan berkembang karena memiliki sistem kepercayaan, ritual – ritual, pengalaman subyektif, dan komunitas.
masyarakat kita sekarang ini menghadapi persoalan serius yang sesungguhnya berakar sejak masa lalu, tetapi tidak pernah dipecahkan sampai sekarang, yaitu persoalan hubungan antar etnik, agama atau ras. Dan juga, yang tak kalah pentingnya adalah bahwa masyarakat kita juga menghadapi sebuah perubahan zaman, memasuki milenium baru dengan segala persoalannya.

 

KONDISI TRANPORTASI PUBLIK NASIONAL

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 2:16 pm

Transportasi publik adalah seluruh alat transportasi di mana penumpangnya berada dalam suatu transportasi. Transportasi publik umumnya termasuk kereta dan bis, namun juga termasuk pelayanan maskapai penerbangan, feri, taksii, dan lain-lain. Keadaan transportasi public di Negara kita ini sungguh memprihatinkan, belum lagi banyak transportasi public yang tidak layak jalan namun masih tetap di operasikan. Sehingga banyak bermunculan satu demi satu tragedy – tragedy kecelakaan yang disebabkan karena transportasi public kita.
Ketika melihat amburadulnya kondisi transportasi nasional kita, terutama setelah peristiwa yang terjadi berturut-turut. Belum usai pengungkapan tragedi raibnya pesawat AdamAir, tenggelamnya KM Senopati Nusantara, terbakarnya KM Levina I, Pesawat Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia tersungkur dan terbakar di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Ketika musibah itu datang perasaan bingung, terkejut sekaligus sedih muncul bersamaan.
Di Indonesia, berbagai temuan menunjukkan kasus kecelakaan yang terjadi dalam berbagai modal transportasi publik merupakan sinerji dari faktor manusia, teknologi, dan sistem transportasi yang sama buruknya. Artinya, faktor indisipliner, rendahnya tanggung jawab, teknologi yang ketinggalan zaman, dan buruknya manajemen adalah bagian integral dari kegagalan sistem transportasi publik kita, yang nyaris sempurna.
Berbagai kecelakaan transportasi publik yang telah menewaskan hampir seribu orang itu, sebetulnya merupakan puncak komplikasi dari bobroknya mental aparat kekuasaan di Indonesia. Hilangnya kawasan hijau di perkotaan atau fasilitas publik di kawasan perumahan, sedikitnya pelampung dan sekoci di kapal angkutan, rendahnya tingkat keselamatan pada transportasi udara, dan rusaknya gerbong dan rel kereta api menunjukkan betapa negara telah gagal dalam melayani dan melindungi rakyatnya. Karena tidak hanya dari fasilitas – fasilitas transportasi seperti yang disebutkan tadi dapat menimpa penumpangnya, tetapi terkadang orang yang bukan penumpang saja bias menjadi korban kecelakaan yang di akibatkan oleh transportasi public kita.
Mental birokrasi yang korup itu telah menggerogoti dengan hampir permanen berbagai institusi pelayan publik. Mental koruptif ini merupakan akar dari merebaknya berbagai musibah kecelakaan transportasi publik. Lihat saja pembelian berbagai alat transportasi publik yang di-mark up, kapal tua dan tak layak tetap diizinkan beroperasi, biaya perawatan yang bisa direduksi, atau kapasitas muatan yang tidak dibatasi.
Kecelakaan transportasi beruntun dapat menimbulkan implikasi sosial dan ekonomi yang serius bagi bangsa. Jika laju angka kecelakaan di sektor transportasi publik terus menaik, investor makin tak sudi menanam modalnya di negeri ini. Situasi ini jelas akan makin mendorong tampilnya fenomena patologi sosial, seperti angka pengangguran dan kemiskinan yang kian menaik serta frustasi sosial dan konflik massa yang makin tajam. Episode petaka jangan berhenti pada kebijakan parsial, seperti mengganti beberapa pejabat di lingkungan Departemen Perhubungan. Kuncinya, pemerintah harus bisa mengubah paradigma pelayanan publik dan berani melakukan reformasi radikal dalam tubuh sistem transportasi nasional kita.

 

PEMILIHAN MAHASISWA ??????

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 1:55 pm

Mengapa diadakan pemilihan mahasiswa baik tingkat HIMA maupun BEM ? mengapa ketua HIMA atau BEM yang terdahulu musti diganti, padahal mereka terpiliha pasti karena kinerja, visi dan misi untuk HIMA atau BRM sangat bagus.
Sudah pasti, bahwasannya setiap pemimpin akan mendapat proses pergantian. Proses ini terjadi pada berbagai organisasi. Organisasi kampus yang notabennya merupakan organisasi dengan masa kepengurusan satu tahun. Kalau dilihat dari kacamata kepemimpinan, maka sudah tentu ada regenerasi yang tidak dapat dielakkan. Generasi yang seperti apa yang hendak dijadikan pemimpin selanjutnya, akan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Maka pemilih yang cerdas menjadi satu parameter yang tidak terpisahkan dari pemilihan kepemimpinan yang baru. Selain itu, kapasitas dari pemimpin itu juga harus memadai untuk bisa disebut dan diangkat menjadi pemimpin masa depan.
Pesta demokrasi mahasiswa biasanya dilakukan dalam kurun waktu setahun sekali. Di UNY pemilihan yang dilakukan ada 2 (dua), yaitu pemilihan tingkat universitas dengan memilih presiden BEM ReMa UNY dan parpol (caleg), sedangkan tingkat fakultas ketua BEMF, ketua HIMA, dan ketua DPMF.
Pemilwa yang diselenggarakan jangan hanya jadi untuk mencari kepopuleran yang kini marak di jadikan untuk artis – artis yang terjun menjadi politikus. Mahasiswa – mahasiswa yang mencalonkan diri dalam PEMILWA harus sanggup membawa organisasi tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jangan hanya mengumbar janji – janji manis untuk menarik simpatik para masyarakat kampus, tetapi realitasnya.
Apa sih yang menjadi tujuan para calon kandidat HIMA/BEM ? apakah popularitas ? tujuan yang sudah dirancang ? atau memang ingin menjadikan HIMA/BEM jadi lebih baik ?
Karena banyak mahasiswa – mahasiswa yang sudah terpilih menjadi salah satu kandidat HIMA/BEM dan menduduki suatu jabatan tertentu menjadi angkuh, dan merasa lebih dari teman – teman lainnya.

 

MENGHILANGKAN NYAWA SENDIRI ?

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 10:14 am

Belum lama musim artis – artis yang terjun kedunia politik, kini sudah berganti musim lagi. Musim orang – orang yang sudah frustasi dengan hidupnya mencoba terjun dari gedung – gedung bertingkat untuk mengakhiri hidupnya. Orang – orang yang seperti itu sudah merasa tidak memiliki pegangan hidup, sehingga harus mengakhiri hidupnya. Padahal hidup ini kita bisa berbuat lebih baik untuk memperbaiki hidup yang kurang baik.
Sudah banyak kasus bunuh diri dengan konsep yang sama, yakni melompat dari ketinggian berpuluh – puluh meter dari permukaan pijakan kaki. Seperti pada kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang laki – laki berusia 23 tahun yang nekat terjun dari lantai 3 ke lantai dasar plaza blok M, Jakarta selatan. Pengangguran yang mencoba bunuh diri ini diduga mengalami gangguan jiwa.
Ada lagi kasus bunuh diri yang dilakukan oleh laki – laki berusia 30 tahun ini yang jatuh dari lantai enam Pasar Baru Bandung. Namun kasus yang satu ini diduga bukan karena bunuh diri, karena jika bunuh diri yang akan terluka duluan adalah kakinya tapi ini kepalanya.
Sebenarnya apa sih yang dipikirkan pelaku bunuh diri untuk melakukan hal konyol seperti itu ? bukankah setiap individu pasti memiliki agama yang diyakininya masing – masing individu. Padahal setiap agama selalu mengajarkan untuk melakukan hal – hal yang dianjurkan agama, bahkan setiap kitab agama dapat dijadikan sebuah pedoman hidup bagi tiap – tiap umatnya. Tapi mengapa tindak bunuh dari masih kerap dilakukan oleh orang – orang beragama.
Tidak hanya orang – orang yang frustasi atau tidak memiliki pedoman hidup saja yang malakukan tindakan seperti ini. Oaring – oaring yang merasa tidunia ini hidup sendir, tidak ada yang menemani, tidak ada yang mendengarkannya, ia akan melakukan hal yang sama. Biasanya orang yang seperti itu merasa sudah tidak ada gunanya lagi hidup, karena tidak ada seorang pun yang mengerti dirinya. Namun, ketika semua terasa hampa, ketika hidup tiada makna. Beruntun masalah menimpa semua terasa hambar. Ingatlah, bunuh diri bukan solusi yang tepat.

 

EKSISTENSI PARA SELEBRITIS di DUNIA POLITIK

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 10:08 am

Ternyata tidak hanya ada musim hujan, musim buah, musim kawin, dan musim – musim lainnya di Negara kita. Saat ini lagi marak – maraknya musim budaya kita yang heboh, seperti artis – artis ibu kota yang terjun ke dunia politik. Tapi yang menjadi pertanyaan saya sebagai masyarakat awam, yang mana artis-artis terkenal dengan aktingnya atau sesuatu yang tidak nyata.Semakin bagus aktingya seorang artis,semakin laris.Sedangkan dunia politik dan dunia artis itu serupa tapi tak sama. Serupanya kepopulernya dengan trik yang sama.Sedangkan yang tak sama,konteknya dengan masyarakat berbeda,para politikus itu harus mempertanggungjawabkan segala visi dan misinya.Jadi tanggungjawabnya berbeda. Maka yang lebih ditekankan disini adalah kepintarannya sedangkan akting janganlah dijadikan untuk mengelabui masyarakat.
seperti pada artis yang satu ini, memang beberapa athun belakangan ini Wulan Guritno sudah jarang sekali muncul di layar kaca televisi, meskipun demikian dimata public Wulan Guritno tetaplah seseorang yang tak asing lagi, karena dulunya juga pernah tenar di televisi pada salah satu film. Sakarang ia terjun kedunia politik dan menjabat menjadi salah satu calon legislative. Sebagian dari artis – artis yang terjun ke dunia politik bahkan menjabat posisi – posisi penting dalam pemerintahan.
Tidak hanya Wulan Guritno (dapil Jawa Tengah) yang terjun sebagai politikus ditahun ini, banyak artis – artis yang menginkanjabatan di pemerintahan pada pemilihan tahun 2008. Diantaranya ada Marini Zurmanis dan Wanda Hamidah (DKI), Eko Patrio (Jawa Timur), Ikang Fauzi (Banten), Ardian Maulana (Sumatra Barat), Derry Drajat (Jawa Barat). Banyak artis – artis yang tergabung dalam Partai Amanat Nasional (PAN), sampai – sampai ada yang memplesetkan singkatan tersebut menjadi Partai Artis Nasional.
Ada dampak yang bisa kita lihat dari para familiar public yang terjun kedunia politik. Ini dapat menggeser kandidat – kandidat yang merupakan orang biasa. Padahal kalau dipikr secara logika, artis – artis bisa membuka suatu usaha, dan biasanya usaha – usaha yang dibuka dengan membawa nama selebritis akan sukses, jadi tidak perlu sebagai politikus. Jika dipikir – pikir, apakah mereka mampu ? Karena mereka tidak pernah terjun ke bidang ini sebelumnya.
Sebenernya, saya sih setuju – setuju saja para artis terjun kedunia poltik jika para artis memiliki kemampuan, berkualitas, menjalankan tugasnya dengan baik, dan memilki charisma sebagai seorang pemimpin kenapa enggak ?! jangan sampai artis – artis yang terjun kedunia poltik hanya mengandakalkan ketenaran, tampang dan aji mumpung saja.

 

Hello world! Januari 14, 2010

Filed under: Uncategorized — niya leZtariE @ 4:58 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai