Dari kejauhan lampu lalu lintas itu masih menyala hijau,seorang pria yang mengendarai mobil segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat,apalagi perempatan ini cukup padat,sehingga lampu merah akan menyala cukup lama. Lampu berganti kuning,dan beberapa meter lagi dari perempatan,lampu merah menyala. Ia menjadi bimbang,apakah ia akan berhenti atau terus jalan. “Aku tidak punya kesempatan untuk menginjak pedal rem secara mendadak” pikirnya sambil Baca Selengkapnya..
DUKA LAMPU MERAH
Ditulis dalam Dentingan Qolbu
Imam at-Thawawi
Nama beliau, Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salaamah bin Salaamah bin Abdil Malik Al-Adzi Al-Hajari Al-Mishri Ath-Thahawi Al-Hanafi. Ia dilahirkan di Buthha, sebuah desa di negeri Mesir, yang sekarang ini masuk wilayah muhafazah al-Meniya. Ia dilahirkan pada tahun 239 H, ada juga yang mengatakan 237 H. dibesarkan dirumah kediaman yang penuh ilmu dan keutamaan. Ayah beliau adalah seorang ulama. Sedangkan pamannya, Al-Imam Al-Muzanni, sahabat Al-Imam Asy-Syafi’i yang membantu menyebarluaskan ilmu beliau.
Al-Imam ath-Thahawi belajar pada pamannya sendiri Al-Muzanni dan mendengar periwayatan pamannya dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Tatkala beliau menginjak usia 20 tahun, beliau meninggalkan madzhab Al-Imam Asy-Syafi’i, dan beralih ke madzhab Al-Imam Abu Hanifah. Diantara guru-guru beliau selain pamannya, Al-Muzanni, juga Al-Qadhi Abu Ja’far Ahmad bin Imran Al-Baghdadi, Al-Qadhi Abu Khazim Abdul Hamid bin Abdul ‘Aziz al-Baghdadi, Yunus bin Abdul ‘Ala Al-Mishri dan lain-lain.
Diantara murid-murid beliau: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Manshur, Ahmad bin Al-Qasim bin Abdillah Al-Baghdadi yang dikenal dengan Ibnul Khasysyab Al-Hafizh, Abul Hasan Ali bin Ahmad Ath-Thahawi dan lain-lain.
Al-Imam Ath-Thahawi adalah orang berilmu yang memiliki keutamaan. Ia menguasai sekaligus Ilmu Fikih dan Hadits, serta cabang-cabang keilmuan lainnya. Baliau menjadi wakil dari Al-Qadhi Abu Abdillah Muhammad bin ‘Abdah, seorang qadhi di Mesir.
Pada Awal bulan Dzul-Qa’idah dalam usia delapan puluh tahun lebih, beliau wafat. Tepatnya pada tahun 321 H.
Sumber; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Ahmad bin Hanbal
Ahmad bin Hanbal {781 – 855 M, 164 – 241 AH} adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw {saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran} di kota Baghdad, Irak. Kunyah beliau Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.
Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga beliau hafal pada usia 15 tahun, beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya. Lalu beliau mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula. Beliau telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Imam Muslim
Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, atau sering dikenal sebagai Imam Muslim {821-875} dilahirkan pada tahun 204 Hijriah dan meninggal dunia pada sore hari Ahad bulan Rajab tahun 261 Hijriah dan dikuburkan di Naisaburi.
Beliau juga sudah belajar hadits sejak kecil seperti Imam Bukhari dan pernah mendengar dari guru-guru Al Bukhari dan ulama lain selain mereka. Orang yang menerima Hadits dari beliau ini, termasuk tokoh-tokoh ulama pada masanya. Ia juga telah menyusun beberapa karangan yang bermutu dan bermanfaat. Yang paling bermanfaat adalah kitab Shahihnya yang dikenal dengan Shahih Muslim. Kitab ini disusun lebih sistematis dari Shahih Bukhari. Kedua kitab hadits shahih ini; Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasa disebut dengan Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Hakim al-Naisaburi
Hakim al-Naisaburi adalah salah seorang imam di antara ulama-ulama hadits dan seorang penyusun kitab yang terkemuka di zamannya. Namanya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad ibnu Handawaihi bin Nu’aim al-Dhabbi al-Thahmani al-Naisaburi {321 H/933 M – 405 H/1014 M} yang juga terkenal dengan gelaran Ibnu al-Baiyi’ dan al-Hakim.
Pada peringkat awal, ia mendapat didikan awal ilmu agama dari ayah dan bapak saudaranya, kemudian ia berguru pula kepada Abu Hatim bin Hibban pada tahun 334 H. Ia juga dikatakan telah belajar ilmu fiqih kepada seorang ulama besar di Naisabur, yaitu Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
At-Tabari
At-Tabari {AD 838 – AD 923 / 310 H} adalah seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Iran, lahir di daerah Amol, Tabaristan {sebelah selatan Laut Kaspia}. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Amali at-Tabari, lebih dikenal sebagai Ibnu Jarir atau at-Tabari. Semasa hidupnya, ia belajar di kota Ray, Baghdad, kemudian Suriah dan juga di Mesir.
Di antara karyanya yang terkenal adalah Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk {Sejarah Para Rasul dan Raja}, atau lebih dikenal sebagai Tarikh at-Tabari. Kitab ini berisi sejarah dunia hingga tahun 915, dan terkenal karena keakuratannya dalam menuliskan sejarah Arab dan Muslim.
Karya lainnya yang juga terkenal berupa tafsir Quran bernama Tafsir al-Tabari, yang sering digunakan sebagai sumber oleh pemikir muslim lainnya, seperti Baghawi, as-Suyuthi dan juga Ibnu Katsir.
Sumber; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Malik bin Anas
Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi, dengan julukan Abu Abdillah.
Ia lahir pada tahun 93 H, Ia menyusun kitab Al Muwaththa’, dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun, selama waktu itu, ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah.
Kitab tersebut menghimpun 100.000 hadits, dan yang meriwayatkan Al Muwaththa’ lebih dari seribu orang, karena itu naskahnya berbeda beda dan seluruhnya berjumlah 30 naskah, tetapi yang terkenal hanya 20 buah. Dan yang paling masyur adalah riwayat dari Yahya bin Yahyah al Laitsi al Andalusi al Mashmudi.
Sejumlah ‘Ulama berpendapat bahwa sumber sumber hadits itu ada tujuh, yaitu Al Kutub as Sittah ditambah Al Muwaththa’. Ada pula ulama yang menetapkan Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Imam Nasa’i
Imam Nasa`i dengan nama lengkapnya Ahmad bin Syu’aib Al Khurasany, Beliau terkenal dengan nama An Nasa`i karena dinisbahkan dengan kota Nasa’i salah satu kota di Khurasan. Ia dilahirkan pada tahun 215 Hijriah demikian menurut Adz Dzahabi. Dan beliau meninggal dunia pada hari Senin tanggal 13 Shafar 303 Hijriah di Palestina dan beliau dikuburkan di Baitul Maqdis.
Beliau menerima Hadits dari Sa’id, Ishaq bin Rawahih dan ulama-ulama lainnya selain itu dari kalangan tokoh ulama ahli hadits yang berada di Khurasanb, Hijaz, Irak, Mesir, Syam, dan Jazirah Arab. Ia termask diantara ulama yang ahli di bidang ini dan karena ketinggian sanad haditsnya. Ia lebih Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Imam Bukhari
Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits {Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits}. Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Beliau diberi nama Muhammad oleh ayah beliau, Ismail bin Ibrahim. Yang sering menggunakan nama asli beliau ini adalah Imam Turmudzi dalam komentarnya setelah Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Imam Tirmidzi
Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi,lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi adalah seorang ahli hadits. Ia pernah belajar hadits dari Imam Bukhari. Ia menyusun kitab Sunan At Turmudzi dan Al Ilal. Ia mengatakan bahwa dia sudah pernah menunjukkan kitab Sunannya kepada ulama ulama Hijaz, Irak dan Khurasan dan mereka semuanya setuju dengan isi kitab itu. Karyanya yang mashyur yaitu Kitab Al-Jami’. Ia juga tergolonga salah satu “Kutubus Sittah” {Enam Kitab Pokok Bidang Hadits} dan ensiklopedia hadits terkenal.
Al Hakim mengatakan “Saya pernah mendengar Umar bin Alak mengomentari pribadi At Turmudzi sebagai berikut; kematian Imam Bukhari tidak meninggalkan muridnya yang Baca Selengkapnya..
Ditulis dalam Para Perawi Hadits
Komentar Terbaru