keluarga kuat produktif

"Keluarga merupakan pondasi sebuah negara. Negara yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat juga produktif"

  • hidup dalam kepura-puraan

    Terkadang kita terlalu sering hidup dalam kepura-puraan. (Ditulis oleh: Ali Margosim ) Read more

  • 3 orang nenek tengah reuni pada saat lebaran. Maklum, lama tak bersua, mereka pun terlibat perbincangan seru. Mulai dari masa gadis, hingga lahirnya cucunya satu persatu. Nenek 1 : “Jeng, dulu berapa cowok yang merindukanmu waktu muda?” Nenek 2 : “Banyak, nggak terhitung…” Nenek 3 : “Sekarang masih banyak juga kah?” Nenek 2 : “Tinggal satu…namanya…Izroil…” ( Huahahahaha!) Read more

  • romantika ketaatan

    Agar kelak bersama di surga, bangunlah di sepertiga malam. Bangunkan pula pasanganmu dengan cara yang lembut. Bila susah dibangunkan, percikkanlah sedikit air ke wajahnya.  Ambillah wudhu bersama-sama. Hadapkanlah wajah dan hati kalian berdua kepada Allah. Nikmatilah nikmat yang besar itu, dimana kalian berdiri dan sujud kepada-Nya berduaan. Dunia dan seisinya cemburu pada romantika keta’atan kalian, Read more

  • Agar kelak bersama di surga, maka beramal-lah dengan amal yang pahalanya terus mengalir. Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, Read more

  • Agar kelak bersama di surga, maka tinggikanlah kalimat Allah dimanapun kalian berada. Bahu membahulah dengan pasanganmu memperjuangkan agama Allah, memuliakan Allah, mendakwahkan ad-dien-Nya dimanapun kalian bermukim, bekerja, dan bepergian. La ilaha illallah, adalah kalimat yang disukai oleh Allah. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi siapa saja yang mengucapkan “la ilaha illallah”, dan Read more

  • memuliakan waktu pagi

    Agar kelak bersama di surga, maka muliakanlah pagi hari. Setelah shalat shubuh ditunaikan, maka lanjutkanlah dengan memperbanyak zikir kepada Allah, membaca Qur’an, olah raga, dan memasak di dapur (bagi para istri). Tinggalkanlah kebiasaan tidur setelah shubuh. Rasulullah saw bersabda,  “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan Read more

  • Agar kelak bersama di surga, maka milikilah keimanan yang kuat dah harapan yang besar sebagai penghuni surga-Nya. Keyakinan yang kuat menuntun orangnya pada tindakan yang besar. Tindakan yang besar semakin membesar dengan adanya harapan yang besar. Keyakinan akan terwujudnya harapan itu mendatangkan ghiroh beramal yang luar biasa. Seorang muslim yang ta’at meyakini setelah hidup ini ada Read more

  • para perindu surga

    Agar kelak bersama di surga, maka bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kalian dalam kebaikan, dan keta’atan kepada-Nya. Jadikanlah keluargamu sebagai bahtera ketakwaan yang kokoh, tengah berlayar dengan gagah di samudera kehidupan. Badai dan halilintar engkau kalahkan, semangat tetap tak terpatahkan, tujuan tetap menjadi impian. Nikmatilah setiap tantangan, hadapilah pahit getir—suka duka kehidupan dengan semangat meraih mardhatillah (ridha Read more

  • inilah obat rindu

    “Aku merindukanmu, itu sudah cukup. Selebihnya  biarlah diurus oleh takdir.” Ungkapnya. Sesederhana itukah? Rindu itu anugerah yang harus diperjuangkan, bukan dibiarkan bebas berkelindan. Coba bayangkan saat kita sudah dua pekan berjauhan dengan istri. Sendiri, dan terbayang senyumnya yang manis memukau. Hati pun berbisik: Duhai adinda belahan hati, pagi ini hujan turun lagi. Di sini aku Read more

  • jurang pernikahan (2)

    Sahabat! Bentuk kesalahan selanjutnya adalah mencintai orang yang tepat dengan cara yang salah. Orang yang tepat itu adalah dia yang telah mewakafkan dirinya dalam mencintai kita. Kepribadiannya indah, pengamalan agamanya baik, cita-citanya mulia, bisa diajak bekerjasama dalam mengarungi samudera pernikahan. Namun, kejernihan lautan tersebut terkotori oleh tumpahan noda bahtera kita sendiri. Ketidaktahuan, kebodohan, dan ego Read more

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai