
Keharmonisan keluarga sangat erat kaitannya dengan perkembangan kecerdasan anak. Bila anak tumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga yang harmonis maka kecerdasannya pun dapat berkembang dengan baik pula. Namun, bila anak dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis biasanya akan mengalami masalah dalam perkembangan kecerdasannya.
Keluarga yang harmonis tidak harus berasal dari keluarga kaya yang rumahnya bagus, mempunyai mobil mewah, dan pekerjaan dengan gaji yang besar. Keluarga yang harmonis bukan tidak mungkin terwujud dari keluarga yang hidupnya sederhana, bahkan rumah pun masih mengontrak, tidak punya kendaraan pribadi, dan berpenghasilan kecil.
Keluarga yang harmonis dibangun berdasarkan hubungan antar-anggota keluarga yang rukun, saling menyayangi, menghormati, dan membutuhkan. Itulah sendi-sendi utama dalam keluarga yang harus ada. Keluarga yang demikian bisa menjalin komunikasi antar-anggota keluarga dengan baik, hangat, dan akrab. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang seimbang atau tidak didominasi oleh satu pihak. Misalnya, ada saatnya anak mendengarkan apa disampaikan oleh orangtuanya dan ada saatnya orangtua mesti bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh sang anak.
Ya, dalam keluarga yang harmonis mesti ada komunikasi yang baik. Bukan diam-diaman. Saling bentak dan mendominasi memang tidak terjadi, akan tetapi bila antar-anggota keluarga tidak bisa terbuka ini juga bukan merupakan keluarga yang harmonis. Jika masih ada anggota keluarga yang tidak mau terbuka dengan lainnya berarti masih ada sesuatu yang menyumbat. Sangat perlu dicari penyebabnya dan diselesaikan masalahnya.
Bukan Soal Kaya atau Miskin
Sering kali kita mendengar orang berpendapat bahwa keluarga yang berkecukupan secara ekonomi dijamin lebih mudah dalam membangun keluarga yang harmonis. Pendapat yang seperti ini tidak selamanya mengandung kebenaran. Sebab, tidak sedikit pasangan suami dan istri yang kemesraannya menjadi renggang atau bahkan rusak justru setelah sang suami mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada di awal-awal mereka membangun rumah tangga. Tidak sedikit pula anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga kaya yang ternyata miskin kasih sayang dari orangtuanya karena sibuk dengan pekerjaannya.
Demikian pula dengan kemiskinan. Tidak sedikit orang-orang yang hidup dalam kemiskinan, sayang seribu sayang, hubungan yang dibangun antar-anggota keluarga pun seakan berantakan. Suami dan istri sering bertengkar masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik; sedangkan sang anak tidak bisa belajar dengan baik karena turut menanggung beban keluarga yang nyaris tidak bisa membuat suasana yang nyaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sekali lagi, yang membuat keluarga harmonis bukanlah masalah keluarga kaya atau miskin, akan tetapi bagaimana keluarga itu dibangun dengan sepenuh tanggung jawab dan rasa kasih sayang. Sungguh, membangun keluarga agar berjalan dengan harmonis ini sangat penting sekali; di samping untuk kebahagiaan berumah tangga yang sudah merupakan tujuan utama dari setiap orang yang membangun mahligai pernikahan, juga sangat penting bagi perkembangan kecerdasan anak-anak.
Ketenangan dan Kegembiraan
Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis akan mempunyai ketenangan dan kegembiraan. Dua hal ini sangat penting perannya dalam menciptakan suasana agar proses belajar sang anak dapat berjalan dengan baik. Anak-anak yang hatinya merasa tenang karena di dalam keluarganya tidak ada masalah yang membuat hatinya risau akan jauh lebih mudah dalam berpikir dan memahami sesuatu. Demikian pula dengan anak-anak yang hatinya gembira karena orangtuanya tidak memberikan tekanan, seluruh anggota keluarga bisa menjadi sahabat yang menyenangkan, atau orangtuanya selalu memberikan motivasi, sudah barang tentu akan lebih bersemangat dalam belajar.
Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis akan lebih mudah dalam mengembangkan kecerdasannya karena mendapatkan asuhan dan bimbingan yang hangat dalam lingkungan keluarga yang kondusif untuk belajar. Asuhan dan bimbingan yang hangat dari keluarga merupakan hal yang wajib dilakukan agar kecerdasan anak-anak dapat berkembang dengan optimal. Asuhan dan bimbingan yang hangat ini juga membentuk pribadi anak-anak agar mempunyai kepercayaan diri dan mendorongnya untuk menjadi pribadi yang mandiri.
Di samping hal tersebut, anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang harmonis akan lebih mudah untuk mengembangkan berbagai kecerdasannya, baik itu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan spiritual dengan lebih baik. Hal ini bisa terjadi karena masing-masing anggota dari keluarga yang harmonis, terutama dibimbing dan diberikan contoh oleh kedua orangtuanya, akan bisa saling memberikan dukungan dan bisa berbagi.
Sungguh, dukungan yang penuh dari keluarga adalah modal yang sangat penting dalam proses perkembangan kecerdasan sang anak. Demikian pula dengan kemauan bisa berbagi dari masing-masing anggota keluarga, sungguh ini adalah modal yang penting agar anak-anak dapat mengembangkan kecerdasannya.
Salam dari Jogja,
Akhmad Muhaimin Azzet








