Aku memang berharap aku berarti untuk seseorang..
Aku memang berharap dicintai dengan tulus dan SEPENUHNYA..
Aku memang berharap disanjung karena memang aku berarti dan berguna baginya..
Aku memang berharap seseorang yang mencintaiku adalah dia yang perhatian..
Perhatian yang sesungguhnya,
Perhatian yang tulus,
Perhatian yang dilakoni bukan karna ingin disebut perhatian,
Aku ingin diperhatikan
Aku ingin merasa tak diabaikan
Aku ingin dia merasa saat aku sedih, marah, rindu, kesal, cinta
Aku ingin dia merasakan sedihku, marahku, rinduku, kesal, dan cintaku untuknya hingga aku tak perlu berkata banyak tapi dia bisa mengerti bukannya malah mengatai..
Aku ingin dia banyak bertindak..menunjukan, membuktikan tiap detail cintanya
Aku ingin dia tak pernah merasa bosan dan slalu ingin menghubungiku dan bersamaku..
Aku ingin dia mewujudkan tiap kata-kata bentuk cintanya untukku agar aku bisa tersenyum dan bahagia
Aku ingin seseorang yang lebih mengerti aku
Aku ingin teduh bersamanya
Aku ingin aku yang teristimewa dan terindah dalam hidup dan dirinya..
Aku ingin merasakan aku setengah nyawa hidupnya
Aku ingin… Banyak hal
Dan belum kutemukan satu pun dari yang kusebutkan ada padanya..
Tapi aku temukan ada banyak hal dari yang kusebutkan ada padaku untuknya..
Aku bodoh? Terserah!
Aku egois? Terserah!
Aku konyol? Terserah!
Aku menyebalkan? Terserah!
Aku hanya ingin melepas segala yang mengganjal..
Tuhan, bila aku menggilainya..
Bila aku mulai ketergantungan padanya..
Bila aku sudah terlalu berlebihan membutuhkanya..
Mengapa tak Kau beri aku tenang saat aku memutuskan berhenti menjalin cinta dengannya???!!Padahal bukankah itu sangat tidak dianjurkan???
Aku tak tahu rencanaMU
Aku tahu aku kerdil dan samasekali tak memiliki kuasa…
Aku tahu aku banyak berdosa..
Mungkin ini cara yang harus aku tempuh untuk membersihkannya..
Tapi maaf jika aku masih kesal padaMU
Karena aku tak tahu arahku..
Sedangkan aku telah meminta berkali-kali padaMU agar KAU arahkan aku..agar KAU tenangkan hatiku…
KAU pasti tahu betapa aku sangat berharap padaMU..
ENGKAU TUHANku dan aku percaya KAU tak kan mengecewakan hambaMU termasuk aku..
Tapi mengapa aku masih saja merasa buntu..
Aku merasa sendiri..seperti robot dengan hati yang berjalan entah kemana dengan mesinnya yang kacau
Buta, sendiri, dan kacau
Lalu saat aku sudah merasa buntu dan lelah seperti ini, yang aku inginkan hanya mati.
Karena aku ingin tenang.
Dan berilah aku mati yang tenang.