Siapa yang tidak kenal Mario Teguh, seorang motivator nasional yang terkenal dengan tagline “Sahabat Super” – nya. Memiliki brand “The Golden Ways” yang kini sudah menjadi acaranya sendiri di MetroTV. Ya, hampir tidak ada orang yang tidak mengenal mario Teguh. Well at least they’ve heard his name.
Dua hari belakangan ini (20022010 malam sampe 210022010 pagi) nama Mario Teguh semakin mencuat. Sayangnya dalam kasus ini, Mario Teguh mendapat cibiran dan kritik yang sangat pedas dari para Twizen (saya menggunakan kata ini untuk menyebut para pengguna Twitter – FS).
Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Luna Maya pun pernah menjadi buah bibir tidak hanya oleh para Twizen, tapi juga oleh para jurnalis karena membuat satu tweet yang kontroversial. Sudah tau semua kan apa yang di-tweet Luna Maya. Jadi tidak perlu lagi saya ceritakan disini.
Lalu apa yang membuat Mario Teguh mendapat perlakuan yang (hampir) sama dengan Luna Maya? Lagi-lagi karena sebuah tweet yang memicu kontroversi.
“Wanita yang pas untuk teman pesta clubbing, begadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok, dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.”
Hari itu tanggal 20022010, akun Twitter MarioTeguhMTGW membuat semacam diskusi terbuka yang disebut sebagai Mario Teguh Open Forum (MTOF). Diskusi tentang apa yang akan di-tweet oleh akun tersebut. Dan MTOF nomor 6 inilah yang akhirnya memicu kontroversi di kalangan Twizen.
Kecaman pun mulai berdatangan. Sebagian besar menganggap bahwa Mario Teguh terlalu cepat mengambil suatu konklusi dalam membuat justifikasi. Saya pribadi sebenarnya hampir sepakat dengan apa yang di-tweet pada MTOF nomor 6 itu. Kenapa saya bilang hampir sepakat?
Hal pertama yang membuat saya cenderung sepakat, saya adalah seorang yang memegang Pricipal Of Equality, prinsip kesamaan (bukan persamaan). Simpel saja, jika anda belum pernah membuka segel aqua, maka (sudah seharusnya) anda menginginkan aqua yang masih bersegel bukan. Sebaliknya, jika anda pernah membuka segel kemasan air mineral tersebut, maka janganlah protes jika suatu hari anda menerima aqua dengan botol kemasan yang sudah terbuka. Ini pun tidak terlepas dari salah satu hadits Rasulullah SAW yang intinya bahwa lelaki baik-baik untuk perempuan baik-baik and vice versa.
Kemudian yang membuat saya masih belum bisa menerima isi dari MTOF nomor 6 tersebut. Perubahan. Di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali ketidakpastian itu sendiri. Pagi dele, siang tahu, sore tempe. Begitu juga dengan para wanita yang dimaksud dalam MTOF nomor 6 tersebut. Hari ini mungkin saja mereka suka dugem, suka chitchat yang snob, suka mabuk, merokok (saya suka low liat cewek yang ngrokok. keren, walopun saya tidak pernah berniat mencari pasangan yang suka merokok – FS). Tapi siapa yang bisa mengatakan bahwa mereka akan tetap seperti itu seterusnya. Tidak ada. Kemungkinan bahwa mereka akan berubah, berubah menjadi lebih baik masih terbuka lebar. Banyak faktor yang bisa mendorong perubahan itu. Mendapat seorang pasangan yang begitu perfect-nya hingga rela meneken kontrak untuk berubah, mendapat pekerjaan yang mengharuskan berubah, atau mungkin malah karena sudah memiliki anak. Whatever, you name it. Intinya memang tidak seharusnya Mario Teguh sebegitu gegabahnya dalam membuat suatu pernyataan yang oleh beliau mungkin saja dianggap sebagai motivasi (he is a motivator remember).
Bagaimana Mario Teguh menyikapi hal ini? Beliau menyatakan bahwa esensi dari MTOF nomor 6 itu tidak lain hanya ingin menjadi pemandu bagi orangtua dalam mendidik putrinya, sebagaimana MTOF nomor 7 ditujukan untuk mendidik putranya (isi MTOF nomor 7 senada dengan MTOF nomor 6. Cuma ditujukan untuk para pria). Ternyata pembelaan Mario Teguh yang hanya seperti itu tidak cukup memuaskan para twizen. Hujatan terus mengalir. Akun MarioTeguhMTGW sempat menjelaskan bahwa akun tersebut di-moderate. Artinya, dikelola oleh tim, tidak hanya Mario Teguh saja. Saya tidak tau apa maksud penjelasan ini. Apakah ini bentuk pelarian dari seorang Mario Teguh? Apakah ini bentuk lain dari “tweet itu bukan saya yang bikin.Mungkin salah satu dari tim saya.”? Saya tidak tau.
Sadar tweet nya menuai kontroversi, tim modeerator MariTeguhMTGW langsung mengadakan rapat mendadak. Beberapa keputusan pun diambil yang salah satunya adalah menutup akun Twitter MarioTeguhMTGW (FYI : sudah ditutup per 21022010 sebelum pukul 12.00) dan menggantinya dengan akun baru plus sistem baru juga. Sistem baru disini adalah bagi setiap twizen yang ingin mem-follow, harus mendapatkan persetujuan (approval) dari sang pemilik akun. Sampai sekarang, saya belum tau akun baru tersebut.
Ingin tau bagaimana reaksi para twizen? Saya kutip sebagian saja ya.
@chantaldc: I’m wondering if Mario Teguh is going to end up like AA Gym?… Over thrown by women..
@raincitykid: Ternyata Mario Teguh kurang motivasi untuk bisa bertahan di kejamnya dunia maya
@jokoanwar: Mario Teguh said goodbye to twitterland. Poor him. But ya uda la. Toh dia masih bisa eksis di facebook kan.
@RoySayur: Dulu AaGym, lalu Anand Krishna, dan skr Mario Teguh. ingat ya bpk2, popularitas itu spt Miyabi, mudah diputar balik.
Tweet dari @raincitykid sungguh sangat mengelitik. Untuk seorang motivator handal sekelas Mario Teguh, selemah itukah dalam menghadapi kritikan dan penolakan sampai harus “pamit” dari Twitter? Jika seorang motivator saja tidak kuat dalam menghadapi ujian kehidupan, apa yang harus dia katakan kepada mereka yang sedang diuji dalam kehidupannya? Well, terlepas dari kegundahan saya itu, tentunya Mario Teguh dan timnya memiliki alasan tersendiri untuk menutup akun Twitter mereka.
So, what do you think guys?
