Welcome To Anas Zubair Home

In this side you will find out and learn more about me, my interest, my research, a very brief description of my life.  So welcome to my little area of the web. Click around and find out more about me and what I like to do in life

Selamat datang di Anas Zubair Blog. Blog ini berisi mata kuliah dan jejak rekam dari berbagai aktivitas penelitian yang saya lakukan. Saudara dapat mempelajari berbagai tulisan saya dan interest saya dalam bidang penelitian.

Roti Tawar Dari Tepung Sorgum

Pada halaman ini kami sediakan petunjuk cara pembuatan roti tawar yang menggunakan campuran tepung sorgum dan tepung gandum. Satu hal penting yang harus diketahui dari tepung sorgum adalah tidak adanya gluten dalam tepung sorgum (gluten free). Hal ini membawa manfaat yang sangat baik terutama untuk di konsumsi oleh orang yang peka atau alergi terhadap gluten seperti para penderita autis.

Namun demikian ketiadaan gluten ini mempengaruhi dalam pembuatan bahan makanan yang memerlukan proses pengembangan seperti roti tawar. Tepung sorgum tidak bisa digunakan 100 persen dalam pembuatan roti tawar karena hasil roti tidak akan bisa mengembang meskipun diberi ragi. Hal ini disebabkan karena absennya gluten dalam tepung sorgum. Untuk pembuatan makanan yang tidak memerlukan proses pengembangan seperti kue atau cake, dapat menggunakan 100 persen tepung sorgum dapat pembuatannya. Dari hasil penelitian, imbangan terbaik untuk menghasilkan roti tawar yang tetap empuk dan roti masih dapat mengembang adalah 2 bagian tepung sorgum dan 8 bagian tepung gandum.

Brosur lengkap tentang pembuatan roti tawar dari tepung sorgum, dapat di download pada tautan di bawah ini. Video pembuatan roti tawar tepung sorgum dapat juga mengklik tautan di bawah.

  1. Brosur pembuatan roti tawar sorgum
  2. Video pembuatan roti sorgum

Mesin Sosoh Biji Sorgum Unpad

Dua hal krusial dalam pengembangan sorgum sebagai pangan adalah: 1) tersedianya kualitas biji sorgum yang baik (sorgum biji putih) dan 2) tersedianya alat sosoh yang bermanfaat dalam hal penanganan pasca panen biji sorgum. Kendala utama pengembangan berbagai makanan berbasis tepung sorgum adalah ketiadaan alat sosoh biji sorgum. Biji sorgum yang kecil dan tidak bulat membuatnya semakin sulit untuk disosoh. Unpad khususnya Group Pengembang Sorgum terus berkomitmen dalam melakukan penelitian tanaman sorgum dari hulu (pengembangangan varietas unggul baru: pangan, sorgum manis-biofuel dan untuk pakan) sampai hilir (pengembangan berbagai produk makanan  berbasis tepung sorgum).

Pengembangan alat sosoh sorgum Unpad adalah hasil dari pengembangan pengalaman lama kami dalam memproduksi tepung sorgum dan kajian studi Magister salah satu staf Unpad (Asep Y, STP, M.T) dari Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian). Hal yang menjadi fokus kami dalam pengembangan mesin sosoh adalah rendemen biji tersosoh tinggi dengan tingkat biji pecah yang rendah. Dari hasil penyosohan yang kami lakukan rendemen biji berkisar 68% – 70% untuk biji coklat dan rendeman > 70% untuk biji sorgum biji putih. Mesin sosoh yang dikembangkan menggunakan sistem curah.

Pengembangan Sorghum Putih Sebagai Basis Pengembangan Produk Makanan Berbasis Tepung

Sorgum merupakan tanaman serealia penting ke lima di dunia. Pemanfaatan sorgum sebagai tanaman pangan melalui pengembangan produk makanan sorgum berbasis tepung sangat menjanjikan karena sorgum relatif lebih toleran kekeringan. Hal ini mengingat karena perubahan iklim dan kebutuhan akan pangan khususnya padi dan gandum yang terus meningkat serta kurang diimbangi oleh peningkatan produksi tanamannya. Untuk itu telah dilakukan pengembangan sorgum biji putih sebagai basis pengembangan tepung sorgum. Pengoleksian plasma nutfah sorgum, persilangan antar tetua unggul dan seleksi turunannya telah dilakukan untuk mendapatkan sorgum berdaya hasil tinggi, berbiji putih dan tanaman yang pendek untuk memudahkan pemanenan. Telah di peroleh beberapa genotipe elit sorgum dengan warna biji yang bermacam-macam dan telah dikembangkan genotipe unggulan sorgum Unpad 1-1. Unpad 1-1 mempunyai biji putih, hasil tinggi (3 – 4 ton/ha) dan tinggi tanaman yang tidak terlalu tinggi (90 – 100cm) sehingga memudahkan pemanenan. Selain itu sorgum Unpad 1-1 memiliki sifat biji yang tidak terlalu besar dan bijinya tergolong keras. Sorgum Unpad 1-1 mempunyai vigor yang baik dengan daun tegak ke atas sehingga fotosíntesis bisa berlangsung optimal. Untuk mengoptimalkan hasil biji, telah dilakukan beberapa penelitian agronomi terhadap sorgum Unpad 1-1. Waktu tanam yang paling baik adalah pada akhir musim hujan memasuki musim kemarau. Sorgum Unpad 1-1 dapat di ratoon sampai dua kali dengan hasil yang tidak berbeda jauh sehingga diharapkan dapat mengurangi biaya penanaman oleh petani. Penelitian pasca panen telah dilakukan dengan menggunakan beberapa metode teknik penyosohan. Dibandingkan jenis sorgum lainnya, sorgum Unpad 1-1 memberikan hasil rendemen hasil sosohan yang lebih tinggi.

Makalah lengkap bisa dilihat di About me

Kriteria Seleksi Sorgum Manis Berkadar Gula Tinggi Berdasarkan Korelasi Genotipik Beberapa Karakter Dengan Kandungan Gula Batang Sorgum

Sorgum manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) termasuk salah satu “smart crop” yang mampu mengakumulasi kandungan gula tinggi pada batangnya. Penentuan karakter tanaman yang berkorelasi dengan kandungan gula, dapat dimanfaatkan daam seleksi tidak langsung untuk meningkatkan kandungan gula dalam program pemuliaan sorgum manis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter sekunder sebagai kriteria seleksi sorgum manis berkadar gula tinggi berdasarkan korelasi genetik . Percobaan dilaksanakan pada musim hujan (Desember 2008 – April 2009) dan kemarau (Juli – November 2009) di Jatinangor, Jawa Barat. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan yang terdiri dari lima genotip yaitu Keller, Wray, Taomitsu, Big Super Sugar, dan Sugar Sorgo sebagai perlakuan..  Hasil percobaan menunjukkan rata-rata penampilan sorgum manis pada pertanaman musim hujan  memiliki nilai yang lebih besar untuk semua karakter. Akan tetapi rata-rata nilai kandungan gula lebih besar pada pertanaman musim kemarau. Karakter-karakter yang memiliki korelasi genotipik nyata dengan kandungan gula memiliki heritabilitas sedang sampai tinggi.  Karakter jumlah daun dan bobot malai yang rendah dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk memperoleh sorgum manis berkadar gula  tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh korelasi genotipik negatif nyata  karakter jumlah daun  (-0,56*) dan bobot malai (-0,95*)dengan kandungan gula pada musim kemarau.

Informasi lebih lengkapnya bisa dibaca di Publikasi About me

Pengolahan Biji Sorgum

Potensi sorgum untuk menggantikan beras sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai macam makanan ringan seperti teng-teng, opak, dan sebagainya, sangat menjanjikan. Hal ini didorong juga oleh semakin mahalnya harga beras karena adanya keterbatasan produksi padi dan semakin tingginya permintaan. Untuk itu telah dicoba berbagai pengolahan biji sorgum.  Biji sorgum memiliki kulit yang terikat erat oleh endosperma, karena itu diperlukan penyosohan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan pensubstitusi beras ketan dalam pembuatan opak. Tingkat penyosohan biji sorgum akan menentukan kualitas opak yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang mengkombinasikan antara perlakuan lama penyosohan biji sorgum dan imbangan antara campuran beras sorgum dengan nasi ketan putih telah dilakukan. Sebagai bahan penelitian  telah digunakan sorgum putih Unpad 1-1.  Hasil penelitian menunjukkan lama penyosohan biji sorgum selama 1 menit dengan imbangan nasi sorgum dan nasi ketan putih 60%:40% menghasilkan opak dengan karakteristik terbaik.  Untuk lebih jelasnya dan untuk mendowload paper hasil penelitian, silahkan kunjungi halaman About me.

Potensi Sorgum

AZ Unpad1.1 (white sorghum)

AZ Unpad1.1 (white sorghum)

Sorgum yang ditemukan di Afrika 5000 tahun yang lalu sampai sekarang merupakan tanaman penting ke lima dunia, dan merupakan tanaman serealia penting ke tiga di Amerika Serikat yang merupakan eksportir sorghum terbesar di dunia. Meksiko dan Jepang dikenal sebagai importir sorgum dunia. Seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan baik sebagai pangan, pakan ternak atau sebagai bahan baku industri.
Tanaman sorgum mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan tanaman serealia lainnya seperti jagung dan gandum yaitu:

  • mempunyai daya adaptasi yang relatif luas dan dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah meskipun kurang tahan terhadap tanah masam (pH<5) terutama yang banyak mengandung Al,
  • tanaman sorghum lebih tahan kekeringan dan panas karena sorghum paling sedikit kebutuhannya akan air dibanding jagung dan gandum, sehingga dapat diusahakan di lingkungan semi-arid (kering),
  • kandungan nutrisi biji sorgum cukup tinggi bila dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga dapat digunakan untuk perbaikan gizi masyarakat.

Secara nasional potensi areal lahan marjinal di Indonesia yang meliputi lahan tadah hujan dengan satu kali tanam setiap tahunnya, lahan tegalan dan lahan sementara tidak diusahakan mencapai lebih dari 8 juta hektar.  Dalam satu dasawarsa pertumbuhan lahan kering di Indonesia cukup tinggi sebagai akibat pengolahan tanah yang tidak memperhatikan kaidah kelestarian (sustainability). Sorgum yang secara agronomis mempunyai beberapa kelebihan sangat menjanjikan dan potensial sekali untuk dikembangkan di lahan-lahan marginal tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan pangan di Indonesia (sebagai pangan alternatif). Hal ini mengingat proyeksi akan kebutuhan pangan yang mencapai 64,214 juta ton beras pada tahun 2025 sesuai prediksi dari Bank Dunia, sehingga diperlukan pengamanan dan diversifikasi pangan di Indonesia. Untuk itu Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah mengembangkan sorgum untuk pangan (white sorghum) diantaranya yang potensial adalah genotip unggulan AZUnpad1.1 dan beberapa genotip elite sorgum manis (sweet sorghum).

Waktu tanam sorgum manis

Hasil penelitian penanaman sorgum manis selama dua musim (musim hujan dan musim kemarau), memperlihatkan bahwa penampilan atau vigor tanaman sorgum manis sangat tergantung musim. Pada musim hujan, hijauan tanaman sorgum manis jauh lebih banyak untuk semua genotip yang diuji, dibandingkan dengan hijauan tanaman pada pertanaman musim kemarau. Ada interaksi antara genotip dengan musim. Dengan demikian ada perbedaan jenis sorgum yang harus  ditanam pada musim hujan dan musim kemarau.
Namun demikian ranking atau urutan genotip sorgum manis sebagai penghasil gula cenderung tetap diantara dua musim tanam. Ini menunjukkan bahwa genotip yang menghasilkan gula tinggi pada musim kemarau, juga dapat menghasilkan gula tinggi pada musim hujan. Sepertinya musim kurang berpengaruh pada kualitas gula yang dihasilkan. Laporan penelitian lengkap akan kami terbitkan di jurnal ilmiah.

Produk Olahan Sorgum

Ten-teng sorgum

Ten-teng sorgum

Tos sorgum

Tos sorgum

Kelompok Pengembangan Sorgum (Sorghum Development Group) Fakultas Pertania Unpad telah mengembangkan berbagai macam produk makanan ringan dari biji sorgum. Beberapa produk telah dipasarkan dan mendapat apresiasi yang sangat bagus dari masyarakat. Produk olahan sorgum yang telah dipasarkan adalah Pop sorgum (Tos sorgum) dan Ten-teng sorgum yang kami beri nama dagang dengan Sogi yang merupakan kepanjangan dari sorgum gizi tinggi. Selain itu kami telah mencoba berbagai macam kue kering dari tepung sorgum, yang kami produksi hanya pada even-even tertentu atau berdasarkan pesanan. Untuk produk-produk olahan sorgum yang sedang kami kembangkan bisa di baca di rubrik Teknologi Bertanam Sorgum. Untuk informasi lebih jauh tengtang sorgum bisa menghubungi anasyayak@yahoo.com. atau menghubungi Jurusan Budidaya pertanian Fakultas Pertanian Unpad Tel. 022-7796320.

Kue sorgum

Kue sorgum

kue sorgum2

kue sorgum2

Potensi Sorgum Manis (Sweet Sorghum)

Pertanaman sweet sorghum di lapangan yang tinnginya bisa mencapai 3 m.

Pertanaman sweet sorghum di lapangan.

Lab. Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Unpad bekerjasama dengan Tohoku University sedang mengembangkan tanaman sweet sorghum baik sebagai bahan baku produksi ethanol maupun peluang sebagai pengganti tetes tebu dalam produksi MSG. Program seleksi (breeding) dan potensi pengembangannya di dataran rendah dan sedang sedang di teliti. Laporan hasil penelitian di dataran rendah Madura telah ada di Jurnal Plant Production Science (PPS). Penanaman di dataran sedang (700 m dpl) Jatinangor Sumedang Jawa Barat, sedang dalam taraf penelitian. Data awal hasil penelitian memperlihatkan potensi kandungan gula hasil panen musim kering di dataran sedang dari beberapa genotip unggulan sweet sorghum ada yang mencapai 18 brix. Untuk mengetahui lebih jauh sifat tanaman sorgum manis secara lebih detail dapat di baca di rubrik Teknologi Bertanam Sorgum.

Pemuliaan batang besar sorgum manis

Pemuliaan batang besar sorgum manis

Malai sweet sorghum

Malai sweet sorghum

Syrup sorgum dari beberapa genotip

Syrup sorgum dari beberapa genotip

Ratoon Sorgum Biji Unpad1.1

Salah satu kelebihan tanaman sorgum dibandingkan dengan tanaman lain terutama jagung adalah bisa di raton. Pada generasi ke-dua tidak terlalu terlihat penurunan hasil, hanya tinggi tanaman yang terlihat sedikit lebih pendek kurang lebih 20 cm (Lihat gambar di bawah).

Penampilan sorgum generasi pertama pada masa awal generatif

Penampilan sorgum generasi pertama pada masa awal generatif

Gambar di bawah ini merupakan sorgum hasil raton dari generasi pertama (Gambar di atas). Pengambilan gambar pada awal masa generatif. Perubahan yang tampak adalah tinggi tanaman berkurang dan dalam satu lubang tanam dipertahankan dua anakan tanaman sorgum.

Penampilan sorgum generasi ke-2 hasil ratoon pada awal masa generatif

Penampilan sorgum generasi ke-2 hasil ratoon pada awal masa generatif

Keragaman Genetik Padi Indonesia Sempit

Akhir-akhir ini banyak peneliti di berbagai negara maju yang mulai memperhatikan penyempitan keragaman genetik dari beberapa komoditas penting terutama tanaman padi. Bahkan telah lama banyak peneliti di negara maju yang aktif kembali mempelajari secara genetik kerabat-kerabat liar dari tanaman budidaya.

Dari hasil penelitian terbaru (silahkan buka papers jurnal), diketahui bahwa kultivar padi di Indonesia mempunyai lebih dari 2000 nenek moyang dan memperlihatkan silsilah pedigree yang sangat rumit. Namun demikian dari hasil analisis pedigree, genetic background dari kultivar padi di Indonesia terutama didominasi hanya oleh kultivar dari IRRI. Empat nenek moyang padi Indonesia (Dee-geo-woo-gen, Cina, Latisail, Gampai dan Tadukan) secara bersama-sama telah berkontribusi sebesar 46.1%  terhadap gene pool padi Indonesia. Dari total luas pertanaman 10 kultivar padi yang paling banyak di tanam di Indonesia tahun 2005 ( Ciherang, Ciliwung, Wayapoburu, IR42, Widas, Membramo, Cisadane, IR66, Cisokan, Cibogo), gen IR64 berkontribusi lebih dari 50% (50.6). Dengan cluster analysis menggunakan coefficient of parentage, kultivar padi di Indonesia terbagi dalam 5 group utama. Cisadane dan Ciapus baik untuk digunakan sebagai tetua persilangan hasil tinggi. IR8 kurang bagus sebagai tetua persilangan.  Daya gabung IR8 boleh jadi berbeda dengan kultivar lainnya. Group Sintanur mempunyai kelebihan aroma yang baik, sedangkan Group Kalimas mempunyai kualitas nasi yang kurang bagus.

Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di: (Dalam bahasa Jepang dengan abstrak bahasa Inggris).

Tomohiko Yoshida, Anas, Santi Rosniawaty and Ridwan Setiamihardja. 2009. Genetic Background of Indonesia Rice Germplasm and its Relationship to Agronomic Characteristics and Eating Quality. Jpn. J. Crop. Sci. 78: 335 – 343.

MK TKPT

Pada Blog telah saya tambahkan bahan materi untuk  kuliah Teknik Khusus Pemuliaan Tanaman (TKPT) yang ada di kelompok Tugas. Mata kuliah ini diberikan untuk mahasiswa semester 4. Bagi mahasiswa  yang membutuhkan materi kuliah dua pertemuan awal dapat  men-download di Download yang ada di sidebar sebelah kanan dan klik Materi Kuliah TKPT.

MK Biotek

Bagi mahasiswa Program Pasca Sarjana yang mengikuti matakuliah Resistensi Herbisida dan Genetic Engineering, materi kuliah berupa slide dapat di download di Download yang ada di sidebar sebelah kanan dan klik Materi Kuliah Biotek.  Khusus untuk tugas khusus, file dikirim langsung ke e-mail mahasiswa bersangkutan atau di share secara terbatas karena menyangkut hak cipta.

Slide Kuliah

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai materi kuliah Apkom, mahasiswa dapat men-download materi di Download. Silahkan klik materi kuliah di bawah judul Tugas.