KADERISASI

KADERISASI

1.     PENGERTIAN

kaderisasi adalah proses pendididkan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader yang tangguh.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali Imran : 110)

kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.

2.     Urgensi

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (An-Nisa: 9)

Kaderisasi merupakan kebutuhan internal organisasi yang tidak boleh tidak dilakukan. Layaknya sebuah hukum alam, ada proses perputaran dan pergantian disana. Namun satu yang perlu kita pikirkan, yaitu format dan mekanisme yang komprehensif dan mapan, guna memunculkan kader-kader yang tidak hanya mempunyai kemampuan di bidang manajemen organisasi, tapi yang lebih penting adalah tetap berpegang pada komitmen sosial dengan segala dimensinya.
Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan

3.     Kenapa kaderisasi gagal?

Kaderisasi gagal biasanya terjadi karena beberapa hal:
1. Pelatih / Senior tidak memiliki kemampuan melatih
2. Pelatih / Senior tidak memiliki kemauan melatih
3. Tidak ada anggota / kader untuk dilatih

Sebab kesatu muncul karena senior hanya bersandar kepada pengalaman yang dimiliki. Seorang pelatih yang baik mutlak perlu cukup bacaan.

Dalam kaderisasi, pelatih / senior harus mampu mengkomunikasikan ilmu dan pengalaman.
Sebab kedua yang paling memprihatinkan. Kemauan adalah awal dari semuanya terjadi. Jika tidak ada kemauan melatih dari senior anda, maka carilah orang lain. Jika tidak ada, jadilah pelatih bagi anda dan teman-teman.

Dalam kaderisasi, pelatih / senior harus mampu mengkomunikasikan ilmu dan pengalaman.
Sebab kedua yang paling memprihatinkan. Kemauan adalah awal dari semuanya terjadi. Jika tidak ada kemauan melatih dari senior anda, maka carilah orang lain. Jika tidak ada, jadilah pelatih bagi anda dan teman-teman.

4.     Apakah yang dibutuhkan dalam Kaderisasi?

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”
(Q.S. Ash-Shaff : 4)

Dari ayat diatas bisa kita lihat bahwa untuk mengahasilkan kader-kader yang berpotensi yaitu dengan perencaan yang matang dan sistem yang teratur. Dimana jika kita lihat sekilas tentang luar biasanya sistem kaderisasi yang dilakukan rasulullah.Rasulullah, dalam mengkader, tidaklah sembarangan. Beliau melakukan kaderisasi secara teratur dan terencana.Beliau melakukan apa yang ia katakan. Sehingga kadernya menjadi taat dan melaksanakan apa yang beliau serukan. Allah swt juga telah mengingatkan kunci kaderisasi yang sukses dalam Al-Qur’an.

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-Shaff : 2-3)

5.     Jadi kaderisasi?

Jadi, kaderisasi (sebagai proses) memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan dengan cara transofmasi nilai-nilai agar tri dharma perguruan tinggi dapat terwujud. Pemanusiaan manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu meningkatkan potensi yang dimilikinya (spiritual, intelektual dan moral). Jadi dengan sendirinya, dalam kaderisasi harus terdapat sebuah persiapan mahasiswa agar mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi (Proses dimana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan akan kemampuannya untuk merubah realitas itu)  dalam ranah pembebasan manusia (maksudnya ialah pembebasan dari dehumanisasi, dalam hal ini pendidikan), penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat.

“ Wahai orang-orang yang beriman ! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad :7)

LIRIH

saat belajar RPS, benar-benar menyadari betapa luar biasanya seorang ibu. betapa luar biasanya ibu yang sudah melahirkanku. dan ibu yang sudah melahirkan banyak generasi-generasi penerus bangsa ini.

Sempat terlintas ketika melihat proses kelahiran seorang bayi, subhanallah…tak terbayangkan bagaimana rasa sakit yang beliau tanggung saat itu, betapa mengerikannya saat kelahiran itu, tapi aku heran..kenapa jarang ibu atau belum pernah aku temukan ibu yang tidak ingin memiliki seorang anak.

sebesar itukah kasih sayang yang dimiliki seorang wanita ketika akan menjadi ibu?

mengikuti seminar tadi pagi di farmasi Unpad, aku jadi sedikit tahu, walaupun belum belajar detailnya. ternyata saat melahirkan, saat kepala bayi ada dileher rahim seorang ibu, saat itu jugalah otak dibanjiri oleh oksitosin, membanjiri ibu dengan perasaan cinta, dan ketika melihat wajah anaknya akan terjadi peningkatan hormon hipocampus, dimana hormon itu akan meningkat ketika melihat wajah bayi yang akan memberikan efek berupa perasaan senang. dan itulah yang membuat sakit yang begitu sakit  akan hilang dan sirna begitu saja ,ketika sudah bisa melihat sang buah hati lahir dengan selamat.

ibu…dari rahimmu yang penuh kasih sayang…cinta itu dimulai, peradaban ini ada

ibu…cintamu kan selalu ada, engkaulah malaikat yang penuh kelembutan dan kasih sayang yang ALLAH ciptakan untuk kami anakmu

dekat denganmu membuat kami merasakan betapa dekatnya sang pencipta

ibu..andaikan ku dapat terus berada disampingmu, kan ku dekap dan ku jaga kau selalu

tapi, saat ini aku hanya bisa merasakan kasih sayangmu dan membayangkan betapa lembut wajah dan belaian kasih sayangmu

ibu, teringatkan perkataanmu yang diiringi suara LIRIH

“anakku, ibu begitu menyayangimu, melihat teman-temanmu dan orang-orang disekitarmu yang ibu temui, ibu merasakan kehadiranmu didekat ibu, tapi ibu sadar, kalau anak ibu kini tak lagi menemani ibu dirumah, anak ibu senang merantau nan jauh di rantau orang, baik-baik disana ya nak, ibu akan slalu mendoakanmu, dan akan selalu merindukanmu, karena kebahagiaan bagi ibu adalah ketika bisa melihat kalian, anak-anak ibu, bahagia dalam hidupnya.”

ibu..

alangkah hati ini merindukanmu

ingin menemani masa senja seiring bertambahnya umurmu

ibu, dalam lirih ku berdoa

semoga Ayah dan ibu senantiasa dilindungi oleh yang maha pemberi perlindungan, kutitipkan ayah dan ibu dalam genggaman sang pencipta, agar kita bisa bertemu lagi dalam naungan ridhoNYA

amiin

HIJRAH

teringatkan ketika awal-awal perjalanan hijrah dimulai

mungkin tak mudah bagi kebanyakan orang dulunya menerima perubahan saya yang seperti ini

berat mungkin, ketika harus mencoba melawan  godaan untuk melakukan perubahan yang besar. tapi alhamdulillah saat itu bisa aku lalui, karena dukungan luar biasa oleh seorang kakak yang senantiasa menguatkan langkahku yang sedang rapuh saat itu. masa-masa dimana petunjuk itu mulai datang, keinginan untuk meninggalkan kehidupan masa lalu yang penuh dengan kekelaman.

satu hal yang paling aku ingat saat itu, yaitu betapa aku ingin bertanya dan terus bertanya dimana kenyamanan hidup ini?

dan jiwaku terus mencari, hingga aku bertemu jalan ini, ukhuwah ini, tarbiyyah ini,

yang membuat pertanyaan itu terjawab. kenyamanan itu hanya ada jika kita mampu untuk mencintai ALLAH, merasa selalu diawasi ALLAH, dan ISLAM ini tempatnya…dakwah ini jalanNYA

dukungan yang begitu luar biasa dari seorang kakak, hingga aku tak lagi mempedulikan kata mereka tentang penampilanku saat ini. aku tak takut, jika aku harus dijauhi oleh teman-teman yang mungkin mulai menganggapku asing, tak jarang aku menemukan celetukan-celetukan yang membuat jiwa ini kering, layu dan gugur. tak urung aku merasa sendiri ditengah padang pasir yang begitu sepi, aku hanya bisa mengadu pada sang ilahi dalam setiap gerakan menuju perjumpaan denganNYA, rintihan, tangisan dan kekecewaan serta tekanan bathin yang terjadi padaku saat itu begitu luar biasa. dimana saat aku mulai menemukan jati diri dijalan ini dan penolakan lingkungan yang luar biasa akan hal itu

ku putuskan untuk menyendiri, dan terus mengumpulkan kekuatan untuk tetap terus istiqamah, teringatkan dengan perkataan seorang kakak luar biasa ” gag usah takut dek, gag usah sedih, ALLAH pasti lagi lihat kita, ALLAH akan tersenyum ketika c bisa melewati ini jika hanya ditujukan pada ALLAH, percayalah dek, ALLAH selalu bersama c, dan kak juga akan selalu ada untuk c, untuk tetap berbagi dalam kebaikan, percayalah, keadaan ini hanyalah sementara dek, sampai mreka bisa menerima icha yang baru, mereka hanya butuh waktu, dan cha harus bisa kuat dan buktiin kemereka, bahwa inilah icha yang sekrang, c punya banyak teman disini yang akan selalu mendukung cha, dan yang paling penting, cha punya ALLAH yang selalu nemanin icha, kak mencintai icha karena ALLAH”

ya ALLAH..kata kata sederhana yang luar biasa maknanya

ya ALLAH, nikmat iman adalah nikmat terbesar dariMU, istiqamahkan hamba agar tetap dijalan ini ya ALLAH, karena hamba percaya…Engkau selalu bersama hamba dalam setiap hembusan nafas ini. izinkan hamba untuk terus memperbaiki diri hingga hamba bisa mecintaiMU dan hanya karenaMU

amiin

laboratorium kehidupan

setelah melalui liburan..

saatnya memasuki laboratorium kehidupan selanjutnya, mulai merasakan hiruk pikuk kehidupan kampus dengan segala dinamikanya

belajar..belajar…dan terus belajar

dengan waktu yang begitu sedikit harus bisa menyelesaikan amanah yang begitu banyak

senang bisa berkumpul dengan keluarga-keluarga baru lagi… semoga ikatan ini senantiasa diridhoi ALLAH

saatnya memulai belajar dari sebuah ketidak tahuan…dari kekhilafan dan kekurangan bismillah semangat PnK, semangat Mentoring As-syifaa, semangat KaMus 2010..semangat sahabat 2010…

cinta menuju langit

Lingkaran kecil ini mempersatukan hati kita

Mengenal lebih dalam

Lingkaran kecil ini meniadakan perbedaan diantara kita

Membulatkan satu tujuan menuju langit

Tak ada ingin yang berlebih

Kecuali untuk saling menyeru dijalanNYA

Tak ada harapan yang ingin dicapai

Kecuali hanya cintaNYA

Lingkaran ini mengokohkan pijakan ini

Tetap tegap berdiri menusuri jalan sang ilahi

 

belajar semangat dari generasi sahabat

Berbagi sedikit ilmu yang baru aku dapatkan aku dapatkan dari sebuah buku yang berjudul propertic learning (belajar dengan cara kenabian). Buku yang banyak memberikan inspirasi, menyadarkan dan mengingatkan untuk terus belajar dan belajar.

kenapa generasi-generasi zaman Rasulullah merupakan generasi-generasi terbaik?apa keistimewaan generasi pertama islam hingga mampu melakukan lompatan luar biasa memimpin garda peradapan dunia? Sayyid Quthb menjelaskan, “kehebatan sahabat bukan semata-mata karena disana ada Rasulullah, sebab jika ini jawabannya berarti islam tidak rahmatan lil’alamin. Kehebatan mereka terletak pada semangat mereka untuk belajar lalu secara masimal berupaya untuk mengamalannya.”

Subhanallah, begitu banyak hal yang perlu kita perbaharui, niat yang seharusnya hanya kita tujukan pada ALLAH, belajar hanya untuk mendapatkan ridho ALLAH, belajar karena ingin mengenal ALLAH. Kita seharusnya menjadi insan-insan pembelajar yang berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan kapasitas yang ada di diri kita.

Dan tak ada sesuatu yang besar tanpa perjuangan yang besar untuk mendapatkannya. Tak hanya keinginan yang mengantarkan kita pada hasil yang besar. Keinginan yang besar yang senantiasa diniatkan hanya untuk ALLAH, kesungguh-sungguhan dalam menjalaninya, dan kekhusyukan ibadah yang mengiringinya. saat ini, dimana minat baca dikalangan kita yang begitu menurun, kebanyakan melakukan sesuatu yang bersifat kesia-siaan.

jika dibandingkan dengan sahabat-sahabat Rasulullah, dimana membaca adalah kehidupan mereka, menuntut ilmu secara sungguh-sungguh adalah cara mereka belajar. Setiap kita memiliki potensi untuk bisa mencapai puncak, menjadi generasi-generasi tangguh seperti generasi pertama rasulullah. Subhanallah…betapa inginnya kita seperti mereka.

Dalam buku propertic learning dijelaskan beberapa cara belajar yang menimba dari pengalaman generasi pemenang, dari khazanah sejarah emas islam. Menjadikan para muslim berprestasi sekaligus berandil di masyarakat. Sehingga kita tidak lagi bertanya-tanya : mengapa ilmu yang dimiliki di perguruan tinggi tidak memiliki efek dalam membentuk sikap individu keseharian pembelajarnya?

1. Bagaimana menjadi cerdas dengan menata pikiran? Seperti dalam sebuah buku yang berjudul berpikir dan berjiwa besar, disebutkan “bahwa anda adalah apa yang anda pikikan mengenai diri anda.”

Dimana kita harus melakukan program tafakkur.

Jawablah pertanyaan sederhana berikut dengan bisikan jiwa kita. “ anda sedang pulang kerumah. Beberapa saat sebelum anda berangkat ke kota tempat anda menuntut ilmu, ibu anda menyelipkan beberapa pesan ‘anakku berangkatlah! Ibu akan mendoakanmu. Belajarlah yang rajin. Jangan bermalas-malasan. Ingatlah, ibu sangat berharap padamu,nak.’Lalu sebuah kecupan dikening dan senyum keridhaan melepas kepergian kita.

Bagaimana suara hati kita? Biasakanlah berbincang akrab dengan suara jiwa. Bercakap-cakaplah dengan jiwa kita sendiri.percayalah bahwa ALLAH telah memberikan kita kecerdasan yang luar biasa dahsyatnya. Percayalah bahwa kita bisa dengan izin ALLAH. Mari kita bangun kepercayaan diri kita mulai saat ini, dengan menata pikiran-pikiran positif dalam jiwa kita. Bersemangatlah dalam mengerjakan sesuatu.

Jangan pernah takut untuk bermimpi besar, karena ALLAH maha pengabul doa-doa hambanya.

Mari kita bangkitkan islam dengan naungan ilmu yang akan kita selami, jangan pernah kita membiarkan kita larut dalam pikiran ketidak mampuan yang kita ciptakan sendiri. Bismillah tidak ada yang tidak mungkin, kita bisa jika kita mau.

2. Bagaimana menjadi cerdas dengan menata mental?

Ada beberapa langkah yag harus ditempuh dalam menata mental

a. Menumbuhkan kemauan : dengan menciptakan obsesi terhadap ilmu , mencintai setiap prosesnya, selalu merasa diawasi oleh ALLAH, dan bergeraklah.

b. Melahirkan efikasi diri : yaitu keinginan yang kuat untuk sukses, yang muncul dari keyakinan diri

c. Mendayakan kesabaram

d. Dan menunda kepuasan

3. Bagimana menjadi cerdas dengan menata sarana belajar?

Menciptakan suasana belajar yang bisa membuat kita berada dalam posisi rileks

4. Apa dan bagaimana kebiasaan-kebiasaan muslim pembelajar? Pada awalnya berpikir menumbuhkan keingintahuan. Keingin tahuan melahirkan perbuatan Dan perbuatan yang berulang-ulang melahirkan kebiasaan. Ibnu al-Qayyim al-Jauziya 5. Jadilah guru inspiratif

6. Dan belajarlah kerjasama. belajar dari semut, lebah, burung, anggota tubuh kita sendiri, bahkan banyak hal yang sudah menunjukkan bagaimana kesinergisan mereka dalam bekerjasama.

Semoga sedikit tulisan ini dapat membantu kita dalam langkah awal memasuki semester baru, semangat baru dan strategi yang baru.

ALLAH ENGKAU DEKAT

 

oleh Annisa Lidra Maribeth pada 22 September 2010 jam 3:09

Dalam heningnya malam ini..

aku dibawa oleh sang malam pd beberapa hari yang lalu, saat aku begitu merasa terpuruk

saat awal langkah dari cita2 yang selama ini menjdi salah satu mimpi terbesarku baru saja akan dimulai

aku menemukan tanggung jawab yang begitu besar yang harus ku emban

saat pertama kali aku mengikuti kegiatan tutorial dan mendapatkan LI…

aku merasa begitu tak berdaya dan tak tau harus bertindak seperti apa

ketika ku coba mencoba melangkah untuk maju, saat itu juga ketakutn yang begitu besar menghampiriku

dan menahan ku ketika itu, membuatku tak mampu melakukan apa2…,

pikiranku kacau dan nyaris ketika itu aku ingin menghentikan langkahku disini

karena ketika itu, aku takut tak bisa menjalankan profesi yang begitu mulia ini

aku takut, aku akan mengecewakan kedua orang tuaku

aku takut aku tak bisa menjaga amanah yang Allah titipkan untkku,,,

aku takut aku tak bisa bermanfaat tuk orang2 di sekitarku

semangatkupun hilang, jiwaku serasa tak mampu tuk bergerak lagi

dan tanpa kusadari, air mata ini mengalir dan pikiranku menerawang jauh..

hingga kampung halamanku…

mengingatkanku betapa berharapnya keluarga dan org2 disekitarku ketika aku kembali lagi kesana, aku bisa membawa kabar gembra tuk nama baik kampung halamanku

mengingatkanku pada senyum tulus ibu, yang senantiasa setia menungguku tuk kembali kerangkulannya

dan menceritakan, bahwa aku bisa berjuang untuk dia, untuk meneruskn mimpinya yang dulu tak sempat ia rasakan

mengingatkanku pada ayah, yang rela berbuat apapun untukku…yang berharap kelak aku kan bisa menyembuhkan beliau

meningatkanku pada kakak-kakakku yang tak pernah henti mendorongku untuk terus bermimpi setinggi-tingginya

hingga kelak…ku kan bisa melihat ukiran senyuman terindah dari ayah dan ibu

jiwaku merkecamuk,,

akupun melangkahkan kakiku, dan berwudhu,,memohon dan berdoa pada RABB yang begitu dekat, yang selalu ada

“YA Allah, ku pasrahkan hidupku dijalanMU…kuatkan aku dengan kekuatanMU…hingga aku bisa menjadi orang2 yang kau ridhoi”

ku coba memulai sebisaku…walaupun aku belum semengerti teman2ku…tapi BISMILLAH…kan ku coba sebisaku

dan ketika kelas tutorial dimulai…aku merasakan pertolongan Allah yang Maha Penyayang..ku diberikan kemudahan, hingga ku bisa menjalankan kegiatan hari itu tanpa ada masalah..Allah memudahkan jalanku..

Alhamdulillah ya ALLAH…

ENGKAU BEGITU DEKAT….hamba begitu lemh menyadari kasih sayangMU..aku begitu lemah menydri cintaMU yang begitu tulus untuk hamba-hambaMU..

Saat itu aku yakin…bahwa setidak mampu apapun aku…jika semua ku pasrahkan pada ALLAH tuhan yang Maha Esa..aku tak perlu khawatir apapun yang terjadi..karena jika 1:0 hasilnya tak hingga

begitulah jika hidup ini kita serahkan pada yang Maha Esa…kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti…Allahlah yang berkehendak dan mengatur semuanya..tak ada yang luput dari pengelihatanNYA..

dia telah menuliskan semuanya..dan kita sekarang saatnya kita berusaha tuk terus jadi yang terbaik dalam pandanganNYA

karena setelah semua ku coba pasrahkan pada ALLAH, jalan panjang kedepan itu, semakin jelas, dan semakin Beliau mudahkan..

Subhanallah… hamba tak kak berarti apa2 tanpa pertolonganMU ya Rabb

hamba disini karena izinMU

izinkan hamba dan teman2 hamba berjuang sebaik mungkin disini.

hingga kami bisa membuatMU tersenyum…

bimbing kami menuju jalan LurusMU

kuatkan kami dengan kekuatanMU, cerdaskan kami dengan kecerdasanMU, muliakan kami dengan kemuliaanMU, hidupkan kami dalam ma’rifat dijalanMU dan syahidkan di jalanMU ya Rabb …

sesungguhnya seluruh ilmu-ilmu ini hamba titipkan padaMU dan kembalikan ketika Hamba membutuhkannya ya Rabb…

semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat…

“dalam dekapan UKHUWAH kita mengambil cinta dari langit, lalu menebarkannya ke bumi. sesungguhnya, di syurga ada menara-menara cahaya yang menjulang untuk hati yang saling mencintaiNYA. Mari membangun dari sini. Dalam dekapan ukhuwah, jadilah ia persaudaraan kita, sebening prasangka,sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji” (kms mahmud al hanif)

mari kita saling merbagi dn menguatkan saudaraku…

ALLAHUAKBAR

circadian


oleh Annisa Lidra Maribeth pada 24 Agustus 2010 jam 2:09

benar2 perubahan siklus yang luar biasa…

berjuang keras dalam meraih cita-cita

dakwah yang begitu mengakar

subhanallah

kata yang ku ucapkan tuk rabb sang maha pencipta

Beliaulah yang menjadikan segala sesuatu itu indah

dan pasti banyak rahasia2 yang ingin Rabb kita sampaikan dalam perubahan siklus ini

banyak pelajaran,,dan mungkin tak sempat tuk tertulis…

karena tugas pun sudah menunggu di depan mata

mohon dukungan dan doanya

semoga aku kan bisa berjuang menapaki hidup yang lebih indah

amin

JIWA itu penentu

nasehat dari seorang guru

usaha itu lah yg di amati..

yg dimati itu lah tingkah laku..

jadi jiwa seseorang bisa di baca.. dari usahanya..

jadi bukan usaha dulu, ato tingkah laku dulu..

tapi jiwanya dulu..

bisa saja hasilnya berbeda itu akibat dari dia sudah memulai perbaikan niatnya dan usahanya jauh sebelum hari ini..

dan itu bukan kerjaan hati tapi kerjaan JIWA..

dan yg selalu tidak stabil itu adalah JIWA bukan HATI..

 

BISMILLAH…semangat memperbaharui JIWA untuk menjadi lebih baik…

amiin