PROGRESS 9: FINISHING

Progress kali ini adalah finising dari hasil redesain interior yang telah dilakukan. Proses finishing dilakukan dengan bantuan  sketchup untuk memperjelas hasil yang ingin ditampilkan. Berikut merupakan hasil dari finishing living room dan kitchen:

 

9101112

LIVING ROOM

1234

KITCHEN

5678

PROGRESS 8: [SETTING ADDITIONAL/ FEATURE AND ARTWORK]

Pada progres kali ini akan dibahas mengenai setting/penataan additional/feature dan artwork pada masing-masing ruangan. Penataan elemen tambahan ini mengacu pada konsep rustic yang digunakan. Adapun elemen tambahan lebih banyak berupa hiasan pada dinding untuk memberi kesan rustic pada ruangan. Berikut adalah setting additional/feature dan artwork mendetail pada masing-masing ruang :

2

78

PROGRESS 7: PENCAHAYAAN

Pada progress kali ini akan dijelaskan setting dan jenis pencahayaan yang digunakan pada masing-masing ruang baik kamar mandi maupun kamar tidur. Setting dan pemilihan jenis maupun sistem pencahayaan yang digunakan didasarkan pada kebutuhan pengguna dan sebisa mungkin membantu pengguna untuk beraktivitas di dalam ruangan.

Pencahayaan diutamakan merupakan pencahayaan alami dengan pembuatan bukaan yang dapat memasukkan terang cahaya ke dalam ruangan sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya ketika siang hari. Selain itu dibuat pula sistem pencahayaan buatan sebagai pencahayaan utama di malam hari. Kedua sistem pencahayaan pada masing masing ruangan dijelaskan sebagai berikut :

2

12

Pencahayaan alami pada living room ini diperoleh dari adanya bukaan di sebelah selatan Living Room berupa pintu geser yang berbahan kaca. Bukaan dibuat selebar mungkin memenuhi dinding bagian selatan agar dapat memaksimalkan penggunaan cahaya matahari di pagi dan siang hari sehingga lebih hemat energy dan tak perlu menyalakan lampu saat hari masing terang.

345

Pencahayaan alami pada kitchen ini diperoleh dari adanya bukaan di sebelah timur, barat, dan selatan Living Room berupa pintu geser yang berbahan kaca. Bukaan dibuat selebar mungkin memenuhi dinding agar dapat memaksimalkan penggunaan cahaya matahari di pagi dan siang hari sehingga lebih hemat energy dan tak perlu menyalakan lampu saat hari masing terang. Cahaya yang masuk dari arah barat kitchen merupakan cahaya yang masuk melalui pintu geser kaca pada living room. Cahaya yang masuk dari arah selatan kitchen merupakan cahaya yang masuk melalui pintu geser kaca sedangkan cahaya yang berasal dari timur masuk ke kitchen melalui bukaan berupa jendela kaca.

6

PROGRESS 6: SETTING MATERIAL YANG MENDETAIL

Berikut ini adalah pemaparan mengenai setting material mendetail pada Living Room dan Kitchen di Bale Gde Villa. Pada postingan kali ini akan dibahas secara mendetailmengenai setting  material dari setiap elemen dan material masing-masing furniture, sebagai berikut :

5

6

Sesuai dengan konsep rustic yang digunakan, maka semua material yang dipilih mengacu pada konsep tersebut, menghasilkan penggunaan material-material alami seperti kayu, batu bata dan lainnya dipilih untuk menimbulkan kesan pedesaan sesuai dengan tujuan dari konsep rustic.

1

1

2

 

Untuk menunjukkan konsep rustic yang digunakan, maka dalam pemilihan bahan/material juga harus dipertimbangan. Dalam hal ini material kayu banyak dipilih sebagai material furniture, sesuai dengan material elemen penyusun ruang.

PROGRESS V: SETTING FURNITURE

Setting dalam bahasa Indonesia artinya pengaturan, tata letak, tata cara, dan keadaan. Seting atau pengaturan merupakan tata cara atau proses mengatur sesuatu untuk mencapai target atau tujuan tertentu. Sedangkan furniture atau perabotan merupakan salah satu kategori elemen desain yang selalu ada di hampir semua desain interior. Perabot menjadi perantara antara arsitektur dan manusianya. Menawarkan adanya transisi bentuk dan skala antara ruang interior dan masing-masing individu. Membuat interior dapat dihuni karena memberikan kenyamanan dan manfaat dalam pelaksanaan aktivitas (Ching, 1996 : 240)

Jadi, Setting furniture atau pengaturan furniture adalah pengaturan, tata letak, tata cara, dan keadaan terkait dengan furniture atau perabotan pada sebuah ruang tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengelola atau menata furniture agar sesuai dengan fungsi, mendukung aktivitas didalamnya sehingga menciptakan kenyamanan pada ruang dalam

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, objek ruang Living Room dan Kitchen pada Bale Gede Villa awalnya memiliki konsep Balinese contemporary design lalu akan diubah menjadi konsep Rustic.

Ini adalah hasil progress V yang merupakan setting furniture dari redesain yang telah dibuat. Adapun perubahan-perubahan tersebut tergambarkan sebagai berikut :

1

“Konsep awal dari unit villa di Bale Gede Villa, baik living room maupun kitchen, masing-masing menggunakan konsep Balinese Contemprary Design, sedangkan untuk konsep baru yang terpilih, digunakan konsep rustic. Konsep ini dipilih karena pada dasarnya konsep rustic mengedepankan atau berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Dari segi setting furniture, dilakukan beberapa perubahan mendasar, berupa perubahan bentuk furniture serta tata letak.”

123

Progress 4: Preliminary Conceptual Sketch

Progress 4: Preliminary Conceptual Sketch

Pada progress IV ini, objek Bale Gede Villa di redesain dengan konsep yang sesuai dengan keinginan. Adapun konsep awal dari unit villa di Bale Gede Villa, baik living room maupun kitchen, masing-masing menggunakan konsep Balinese Contemprary Design, sedangkan untuk konsep baru yang terpilih, digunakan konsep rustic. Konsep ini dipilih karena pada dasarnya konsep rustic mengedepankan atau berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Desain interior rustic juga memiliki esensi berupa desain yang memberikan kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular. Dengan penggunaan konsep ini, diharapkan desain yang dibuat kemudian akan tetap dapat menonjolkan aspek lingungan sekitar serta konsep khas Bali seperti apa yang menjadi kelebihan pada Bale Gede Villa.

Dari segi penataan/setting geometri, dilakukan beberapa perubahan mendasar, berupa perubahan elemen penyusun ruangan serta furniture untuk tujuan-tujuan tertentu.

Berikut sejumlah sketsa pendukung untuk menjelaskan secara lebih spesifik aplkasi konsep rustic pada desain :

1

“Konsep awal dari unit villa di Bale Gede Villa, baik living room maupun kitchen, masing-masing menggunakan konsep Balinese Contemprary Design, sedangkan untuk konsep baru yang terpilih, digunakan konsep rustic. Konsep ini dipilih karena pada dasarnya konsep rustic mengedepankan atau berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Dari segi penataan/setting geometri, dilakukan beberapa perubahan mendasar, berupa perubahan elemen penyusun ruangan serta furniture.”

234

5

 

6

Progress 3: Teori Konsep Pilihan

KONSEP RUSTIC

1

KONSEP RUSTIC

Rustic dari definisi katanya di dalam kamus diartikan sebagai berkarat, kasar, hingga berkesan pedesaan. Pada prakteknya, rustic kerap dikaitkan dengan gaya natural serta kesan apa adanya. Meski demikian, bukan berarti gaya rustic erat dengan penjabaran artian diatas. Sebagai aplikasi gaya desain dan interior, arti kata rustic bisa diolah dengan sentuhan modern menjadi suatu ekspos yang menarik.

Menurut arsitek Probo Hindarto, gaya rustic bisa diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan kesan alam dan berasal dari material yang tidak dihaluskan, seperti kayu, batu, logam, dan sebagainya.Menurut sejarahnya, pada era Romawi hingga Renaisans, gaya rustic lebih memusatkan diri pada finishing fasad dengan bebatuan yang teksturnya kasar dan kontras, lengkap dengan ornamen pendukung yang dapat mempercantik sebuah ruangan. Ciri unfinished gaya rustic diaplikasikan melalui material kayu yang dilapisi pasir hingga menyerupai batu. Berkembangnya ide dan kreasi, membuat rustic kini identik dengan elemen yang bentuknya tidak sama, acak, dan bertentangan dengan kerapihan, lewat material yang dibiarkan unfinished dan bertekstur kasar.

Misalnya, lemari yang telah berkarat atau meja dengan serabut kayu masih kasar bisa diekspos sedemikian rupa sehingga membentuk nuansa ruangan yang apa adanya. Kesan ruang akan semakin kuat bila Anda kemudian memadukan dengan pilihan material, warna, hingga furnitur tua.

Namun tidak sembarang material bisa ditambahkan untuk menciptakan gaya rustic ini. Kuncinya adalah tidak melakukan ekspos secara berlebihan pada elemen rustic tersebut. Caranya, seperti pada material dinding kayu, batu dan logam tidak usah diolah dengan cat, keramik, atau wallpaper. Biarkan seolah desain tidak selesai, seperti dinding tanpa acian, dinding dengan batu kasar, atau kayu yang dibiarkan tanpa finishing.

Untuk mengentalkan nuansa rustic, gunakan warna alamiah seperti abu-abu, terakota, hitam, cokelat kayu, kuning kusam, atau warna bata. Pakailah pula bahan atau material dengan kesan alami dan jauhi barang atau produk buatan pabrik. Terakhir, lengkapi ruangan dengan furnitur berbahan baku sederhana seperti bongkahan kayu bekas, besi berkarat, atau kayu kelapa.

Ciri – Ciri Gaya Rustic

Ciri-ciri gaya rustic terutama pada penggunaan material yang alami dan tidak difinishing, misalnya daripada menggunakan tembok yang diaci, dalam gaya ini menggunakan tembok yang tidak diaci dan tidal di cat, atau bisa juga ditutupi dengan unsur batuan dengan tekstur yang kuat. Bentuk atapnya biasanya model tradisional yang menggunakan bahan yang terkesan alami bukan pabrikan. Yang ditonjolkan adalah kesan materialnya yang kasar dan alami. Perpaduan dalam penataan interiornya pada dasarnya sama saja dengan prinsip yang sudah umum, karena gaya rustic lebih menekankan pada penggunaan material dengan tekstur kasar yang ekstensif, yang lebih ditekankan adalah suasana hangat yang diakibatkan penggunaan material dengan kesan yang kuat/bertekstur tersebut.

 

KARAKTERISTIK KONSEP RUSTIC

  • Berkesan natural atau alami

Konsep rustic memiliki kesan natural dan alami karena langgam bahan yang sangat khas, menggunakan bahan-bahan material yang diperoleh dari alam seperti :kayu, atu alam, dsb. Sebagai contoh, dalam furniture yang berkonsep rustic sering kali menggunakan material kayu, yang mana material kayu ini biasanya hanya dihaluskan saja atau kadang-kadang hanya di beri plamur. Sehingga akan terlihat dengan jelas tekstur kayu secara langsung tanpa dilapisi oleh cat. Kesan tekstur kasar yang ekstensif didapatkan karena berbagai furniture tersebut tidak melalui tahap akhir finishing atau penyelesaian, yaitu tahap pengecatan.

2

  • Berkesan homey, yaitu nyaman dan hangat

Dengan penggunaan bahan-bahan alami akan menciptakan suasana homey. Gaya rusticmengutamakan perancangan suasana ruang agar terasa hangat dan nyaman. Karena pada dasarnya, gaya rustic berawal dari rumah log  kayu yang dibangun di daerah iklim kutub. Demi menghangatnkan diri, maka digunakan material yang sesuai dan compatible seperti logwood yang disusun di semua elemen ruang.  Warna-warna yang digunakan pada ruang rustic adalah warna yang membuat kesan hangat dan tenang seperti coklat, cream, putih, dsb. Serta warwa yang berkesan kuat seperti hitam, coklat tua, dll.

3

  • Identik dengan gaya klasik kuno alami, pedesaan, dan etnik

Desain interior rustic memiliki esensi berupa desain yang memberikan  kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular.

4

  • Gaya yang bersifat jujur apa adanya

Pada gaya rustic, biasanya material tersebut tidak diberikan sentuhan akhir atau finishing sehingga terkesan apa adanya sesuai dengan krakter asli material tersebut. Misalnya saja bata yang diekspose, tempelan batu alam dan struktur atap dengan material kayu yang dibiarkan seperti aslinya. Karena jarang menggunakan finishing, gaya rustic lebih ramah lingkungan pada tahap pemrosesan. Selain material, furniturenya pun juga terkesan tua, alamiah, serta belum dilakukan proses penyelesaian akhir hingga terlihat belum sempurna (unfinished).

5

BAHAN SERTA FURNITURE DALAM RUSTIC STYLE

Elemen kunci dalam menggunakan gaya desain rustic adalah kayu, batu alam, besi tempa, logam, dan bahan alami lain seperti katun, linen, wol, kulit. Desain interior rustic membawa anda menuju ke alam pedesaan dengan dominasi palet warna coklat. Jika menginginkan tambahan warna cerah, pilih aksesoris ruangan dari palet warna lain untuk meningkatkan mood ruangan. Dimana meningkatkan mood ruangan dimaksudkan menambah kesan ceria atau berwarna dalam ruang, tidak monoton. Warna yang dominan adalah warna dari kesan material yang kuat, seperti abu-abu, terakota, hitam, coklat kayu.

 

FURNITURE RUSTIC

Rustic Design Interior langsung dapat terlihat dari desain teksturnya yang kasar dan berantakan, dinding batu ekspos, furniture dari bongkahan kayu yang tidak diampelas halus atau lampu gantung berkarat, merupakan ciri gaya Rustic. Di era desain Go Green sekarang ini, gaya Rustic sangat tepat ditambahkan dalam penataan interior karena dapat menggunakan barang-barang bekas seperti ranting, kaleng atau barang kuno yang sudah tidak terpakai menjadi pajangan penghias ruang.

Untuk menciptakan Konsep Desain ini, memang tak sembarang material dapat ditambahkan, karena apabila tidak tepat ruangan akan terlihat kotor dan tidak rapi. Cara paling mudah yang bisa anda lakukan adalah dengan tidak mengekspos berlebih pada elemen Rustic. Misalnya, pemakaian kayu yang teksturnya dibiarkan terlihat jelas dan tidak dibuat Glossy. Tampilan kayu tetap tampil alami dan tidak terpengaruh industrialisasi, namun justru di situlah seni Rustic akan muncul. Mengenai nilai seni yang ditampilkan, tidak tergantung dari bentuk yang rumit dan mahalnya material, namun bagaimana mengolahnya.

 

KESAN YANG DITIMBULKAN PADA RUANG BERGAYA RUSTIC

Perpaduan dalam penataan interiornya pada dasarnya sama saja dengan prinsip yang sudah umum, karena gaya rustic lebih menekankan pada penggunaan material dengan tekstur kasar yang ekstensif, yang lebih ditekankan adalah suasana hangat yang diakibatkan penggunaan material dengan kesan yang kuat/bertekstur tersebut. Kesan hangat yang ditimbulkan dalam artian kita merasa nyaman dan bersahabat atau merasa sangat mengenal ruang yang bernuansa rustic. Dengan sentuhan Rustic di dalam gaya modern, ruangan akan terlihat unik dan lebih berkarakter. Tak hanya itu saja, gaya Rustic juga dapat menunjukkan jati diri dari pemiliknya.

 

PERPADUAN GAYA RUSTIC DENGAN GAYA LAIN

Paduan gaya ini banyak dilakukan dalam desain bergaya etnik modern, karena banyak elemen dari unsur etnik yang bisa dipakai sebagai aksen dari interior gaya modern. Misalnya, sebuah ruangan dengan gaya modern yang bersih bisa diisi dengan satu atau dua buah furniture bergaya etnik yang biasanya banyak yang tidak dipoles, atau sengaja tidak dipoles dengan harapan muncul kesan rustic-nya.

Dalam mendesain, pilih material dengan kesan tekstur yang kuat, tapi tidak dilapisi dengan material pelapis seperti cat atau acian. Unsur-unsur obyek material yang terkesan tua seperti kayu tua dengan tekstur yang bagus, bisa digunakan sebagai aksen bila dilapiskan pada dinding. Material yang terkesan sederhana dan harganya murah seperti bata ekspos, kayu bekas, kayu kelapa, dan sebagainya bisa dipadu padankan dengan material pabrikan seperti kaca, logam dan sebagainya agar tercipta suasana paduan antara kesan rustic dan modern.

RUSTIC MODERN CHALET BRICKELL IN THE RHONE ALPES

6

EKSTERIOR SIANG HARI

Chalet Brickell merupakan suatu kemewahan yang menakjubkan dimana berada di jantung Megève, sebuah komune di wilayah Rhône-Alpes di selatan-timur Perancis. Dikembangkan oleh Pure Concept, sebuah perusahaan desainer-creator dari Swiss khusus dalam properti mewah. Terletak di kaki gunung, dikelilingi oleh alam dan pemandangan pegunungan yang tak terlupakan. Dirancang untuk spesifikasi yang tepat, sampai ke detail terkecil, tempat ini menawarkan ketenangan yang kaya akan bahan alami, kehalusan kombinasi yang elegan, dan ruang luar biasa fungsional. Setiap aksesori memiliki peran untuk bermain: napas warna, cahaya terang, karpet dipesan lebih dahulu, motif unik. Di balik modernitas yang chic ini terletak sebuah kesederhanaan benar-benar otentik.

TANGGA PENGHUBUNG

7

Tangga, seperti jembatan gantung modern, memungkinkan akses ke ruang tamu yang besar. Campuran transparan logam, kaca dan baja elegan melengkapi harmoni hangat dari kayu antik. Galur murni menciptakan kenyamanan yang merupakan kesederhanaan mutlak. Efek keseluruhan adalah salah satu yang netral, sederhana, ramah serta menciptakan sesuatu keteraturan yang sempurna untuk sebuah karya seni.

8

INTERIOR RUANG TAMU

9

INTERIOR DAPUR/PANTRY, RUANG TAMU, RUANG MAKAN

11

INTERIOR RUANG TIDUR

12

Kamar tidur Emas. Kayu antik dan sandaran tempat tidur Fortuny terinspirasi mengatur nada di ruangan dengan tirai berlapis berwarna emas. Seperti seprai mewah, selimut bulu besar meliputi tempat tidur, yang dilengkapi dengan lembar dengan sentuhan emas untuk ruang emas.

INTERIOR RUANG TIDUR

13

Kamar tidur putih. Dinding kulit kayu cocok dengan senderan kepala pada tempat tidur, dalam nuansa kelabu tua yang menonjolkan putihnya seprai dan aksesoris. Bulu menambah sentuhan kehangatan.

INTERIOR MASTER BEDROOM

14

Master bedroom. Sentuhan dan perhatian terhadap detail yang indah membuat ruang ini surga kesejahteraan sejati. Kamar tidur utama terpancar keindahannya dengan keterampilan pengrajin Italia, khusus dalam pembangunan yacht. Dinding terbuat dari kayu ek memenuhi lantai ditutupi dengan karpet tebal, sementara shagreen merupakan bahan kulit frame pintu. Tirai dan kursi menampilkan suatu pojok membaca yang nyaman. Kulit Taupe menghiasi kursi malas dan pintu geser berlapis kulit terbuka ke kamar mandi marmer, di mana dua identik gaya Jepang kamar mandi saling berhadapan.

 

ALASAN MEMILIH KONSEP RUSTIC

  • Potensi Budaya di Indonesia

Desain Rustic juga sering kali dikaitkan dengan gaya etnik dan tradisional. Seperti yang diketahui, Indonesia kaya akan budaya dan suku bangsa atau etniknya. Sehingga konsep rustic dan etnik ini tentunya sudah mengakar dalam perkembangan arsitektur – arsitektur lokal di Indonesia

Sudah sejak lama konsep desain ini diadopsi oleh masyarakat tradional Indonesia. Salah satu contohnya adalah pada umah-umah joglo di daerah Jawa Tengah atau daerah Jogja yang biasanya menggunakan bahan atau material utama kayu yang tidak di cat, namun hanya dihaluskan atau kadang-kadang hanya diberi plamur. Desain rustic sekarang menjadi trend tersendiri di Indonesia dan semakin banyak rumah-rumah di kota – kota besar di Indonesia yang menggunakan konsep rustic ini. Tentu saja dengan kondisi perkotaan yang bising, sibuk, serta penuh polusi ini konsep Rustic pada ruang dalam tempat beristirahat bisa menjadi pilihan yang tepat dan cocok. Karena secara tidak langsung konsep ini akan mendekatkan kita dengan elemen-elemen alam, seperti : kayu, batu alam, dsb.

15

  • Lebih ekologis dan ramah lingkungan

Konsep desain Rustic cenderung bersifat alami atau dekat dengan alam. Dengan sifatnya yang demikian, tentu saja membuat desain ini ramah terhadap lingkungan sekitar dan lebih ekologis, yang mana penggunaan energinya lebih sedikit sebab desain ini menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam dan lingkungannya. Sifat bahan elemen yang digunakan juga tidak terlalu kontradiktif dengan lingkungan alamnya, sehingga tidak akan merusak alam.

16

  • Memiiki Keunikan tersendiri dalam desainnya

Konsep interior rustic ini memiliki keunikan tersendiri pada desainnya, terutama pada kesan yang ditimbulkan dalam penerapan konsep ini pada ruang dalam. Mulai dari kesan alami, homey, etnik, vintage, dan kesan teksturnya kuat. Sehingga tidak hanya terciptanya estetika, melainkan kenyamanan juga dirasakan dalam ruangnya.

  • Bersifat fleksibel

Desain konsep rustic memiliki sifat yang fleksibel, mudah dipadukan dengan konsep lainnya, seperti industrial, chic, vernacular, modern, dsb.

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Chic

17

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Industrial

18

Perpaduan antara Gaya Rustic dengan Etnik Indonesia

19

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Vintage

20

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Klasik

21

Perpaduan Gaya Rustic dengan Gaya Modern

22

KESIMPULAN :

Dimana pada pembahasan diatas, dikatakan bahwa konsep yang sedang marak digandrungi saat ini adalah Konsep Rustic Modern yang mana konsep ini sangat mengedepankan suatu kesan alam pada desain interior suatu bangunan. Contohnya dapat dilihat pada Chalet Brickell, dimana interiornya sangat kental dengan kesan alam yang dimoderenisasikan. Terlihat pada penggunaan sebagian besar furniture-nya yang berbahan kayu, seperti kursi, meja, tempat tidur, meja rias, dll. Konsep ini membawa kita kembali pada jaman dahulu dimana sebagian besar interior berbahan dasar alami.
Selain memberikan kesan alami, desain ini juga membawa kita pada kesan mewah namun masih dalam lingkup sederhana. Kenyamanan dan jati diri sangat diutamakan pada seluruh bagian yang diberi sentuhan Rustic.

Style secret : Rough-Hewn Beams (balik kayu atau kayu glontongan), Organic Forms (bahan yang bersifat alami), Weathered Materials (bahan lapuk atau lama), Warm and Earthy Colors (warna yang hangat dan sederhana-pastel, coklat, abu-abu), Repurposed Objects (benda yang sudah tidak terpakai), Textural Fabrics (benda yang bertekstur kuat).

 

Sumber :

http://edupaint.com/interior/ruang-tamu/6523-konsep-arsitektur-bergaya-rustic.htmlhttps://joshevanews.wordpress.com/2014/10/07/konsep-interior-bergaya-rustic-modern/http://www.gavinfurniture.com/rustic-gaya-interior-kasar-dan-alami-yang-sedang-menjadi-trend/

 

PROGRESS 3: TEORI KONSEP PILIHAN

KONSEP RUSTIC

1

KONSEP RUSTIC

Rustic dari definisi katanya di dalam kamus diartikan sebagai berkarat, kasar, hingga berkesan pedesaan. Pada prakteknya, rustic kerap dikaitkan dengan gaya natural serta kesan apa adanya. Meski demikian, bukan berarti gaya rustic erat dengan penjabaran artian diatas. Sebagai aplikasi gaya desain dan interior, arti kata rustic bisa diolah dengan sentuhan modern menjadi suatu ekspos yang menarik.

Menurut arsitek Probo Hindarto, gaya rustic bisa diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan kesan alam dan berasal dari material yang tidak dihaluskan, seperti kayu, batu, logam, dan sebagainya.Menurut sejarahnya, pada era Romawi hingga Renaisans, gaya rustic lebih memusatkan diri pada finishing fasad dengan bebatuan yang teksturnya kasar dan kontras, lengkap dengan ornamen pendukung yang dapat mempercantik sebuah ruangan. Ciri unfinished gaya rustic diaplikasikan melalui material kayu yang dilapisi pasir hingga menyerupai batu. Berkembangnya ide dan kreasi, membuat rustic kini identik dengan elemen yang bentuknya tidak sama, acak, dan bertentangan dengan kerapihan, lewat material yang dibiarkan unfinished dan bertekstur kasar.

Misalnya, lemari yang telah berkarat atau meja dengan serabut kayu masih kasar bisa diekspos sedemikian rupa sehingga membentuk nuansa ruangan yang apa adanya. Kesan ruang akan semakin kuat bila Anda kemudian memadukan dengan pilihan material, warna, hingga furnitur tua.

Namun tidak sembarang material bisa ditambahkan untuk menciptakan gaya rustic ini. Kuncinya adalah tidak melakukan ekspos secara berlebihan pada elemen rustic tersebut. Caranya, seperti pada material dinding kayu, batu dan logam tidak usah diolah dengan cat, keramik, atau wallpaper. Biarkan seolah desain tidak selesai, seperti dinding tanpa acian, dinding dengan batu kasar, atau kayu yang dibiarkan tanpa finishing.

Untuk mengentalkan nuansa rustic, gunakan warna alamiah seperti abu-abu, terakota, hitam, cokelat kayu, kuning kusam, atau warna bata. Pakailah pula bahan atau material dengan kesan alami dan jauhi barang atau produk buatan pabrik. Terakhir, lengkapi ruangan dengan furnitur berbahan baku sederhana seperti bongkahan kayu bekas, besi berkarat, atau kayu kelapa.

 

Ciri – Ciri Gaya Rustic

Ciri-ciri gaya rustic terutama pada penggunaan material yang alami dan tidak difinishing, misalnya daripada menggunakan tembok yang diaci, dalam gaya ini menggunakan tembok yang tidak diaci dan tidal di cat, atau bisa juga ditutupi dengan unsur batuan dengan tekstur yang kuat. Bentuk atapnya biasanya model tradisional yang menggunakan bahan yang terkesan alami bukan pabrikan. Yang ditonjolkan adalah kesan materialnya yang kasar dan alami. Perpaduan dalam penataan interiornya pada dasarnya sama saja dengan prinsip yang sudah umum, karena gaya rustic lebih menekankan pada penggunaan material dengan tekstur kasar yang ekstensif, yang lebih ditekankan adalah suasana hangat yang diakibatkan penggunaan material dengan kesan yang kuat/bertekstur tersebut.

 

KARAKTERISTIK KONSEP RUSTIC

  • Berkesan natural atau alami

Konsep rustic memiliki kesan natural dan alami karena langgam bahan yang sangat khas, menggunakan bahan-bahan material yang diperoleh dari alam seperti :kayu, atu alam, dsb. Sebagai contoh, dalam furniture yang berkonsep rustic sering kali menggunakan material kayu, yang mana material kayu ini biasanya hanya dihaluskan saja atau kadang-kadang hanya di beri plamur. Sehingga akan terlihat dengan jelas tekstur kayu secara langsung tanpa dilapisi oleh cat. Kesan tekstur kasar yang ekstensif didapatkan karena berbagai furniture tersebut tidak melalui tahap akhir finishing atau penyelesaian, yaitu tahap pengecatan.

2

  • Berkesan homey, yaitu nyaman dan hangat

Dengan penggunaan bahan-bahan alami akan menciptakan suasana homey. Gaya rusticmengutamakan perancangan suasana ruang agar terasa hangat dan nyaman. Karena pada dasarnya, gaya rustic berawal dari rumah log  kayu yang dibangun di daerah iklim kutub. Demi menghangatnkan diri, maka digunakan material yang sesuai dan compatible seperti logwood yang disusun di semua elemen ruang.  Warna-warna yang digunakan pada ruang rustic adalah warna yang membuat kesan hangat dan tenang seperti coklat, cream, putih, dsb. Serta warwa yang berkesan kuat seperti hitam, coklat tua, dll.

3

  • Identik dengan gaya klasik kuno alami, pedesaan, dan etnik

Desain interior rustic memiliki esensi berupa desain yang memberikan  kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular.

4

  • Gaya yang bersifat jujur apa adanya

Pada gaya rustic, biasanya material tersebut tidak diberikan sentuhan akhir atau finishing sehingga terkesan apa adanya sesuai dengan krakter asli material tersebut. Misalnya saja bata yang diekspose, tempelan batu alam dan struktur atap dengan material kayu yang dibiarkan seperti aslinya. Karena jarang menggunakan finishing, gaya rustic lebih ramah lingkungan pada tahap pemrosesan. Selain material, furniturenya pun juga terkesan tua, alamiah, serta belum dilakukan proses penyelesaian akhir hingga terlihat belum sempurna (unfinished).

5

BAHAN SERTA FURNITURE DALAM RUSTIC STYLE

Elemen kunci dalam menggunakan gaya desain rustic adalah kayu, batu alam, besi tempa, logam, dan bahan alami lain seperti katun, linen, wol, kulit. Desain interior rustic membawa anda menuju ke alam pedesaan dengan dominasi palet warna coklat. Jika menginginkan tambahan warna cerah, pilih aksesoris ruangan dari palet warna lain untuk meningkatkan mood ruangan. Dimana meningkatkan mood ruangan dimaksudkan menambah kesan ceria atau berwarna dalam ruang, tidak monoton. Warna yang dominan adalah warna dari kesan material yang kuat, seperti abu-abu, terakota, hitam, coklat kayu.

 

FURNITURE RUSTIC

Rustic Design Interior langsung dapat terlihat dari desain teksturnya yang kasar dan berantakan, dinding batu ekspos, furniture dari bongkahan kayu yang tidak diampelas halus atau lampu gantung berkarat, merupakan ciri gaya Rustic. Di era desain Go Green sekarang ini, gaya Rustic sangat tepat ditambahkan dalam penataan interior karena dapat menggunakan barang-barang bekas seperti ranting, kaleng atau barang kuno yang sudah tidak terpakai menjadi pajangan penghias ruang.

Untuk menciptakan Konsep Desain ini, memang tak sembarang material dapat ditambahkan, karena apabila tidak tepat ruangan akan terlihat kotor dan tidak rapi. Cara paling mudah yang bisa anda lakukan adalah dengan tidak mengekspos berlebih pada elemen Rustic. Misalnya, pemakaian kayu yang teksturnya dibiarkan terlihat jelas dan tidak dibuat Glossy. Tampilan kayu tetap tampil alami dan tidak terpengaruh industrialisasi, namun justru di situlah seni Rustic akan muncul. Mengenai nilai seni yang ditampilkan, tidak tergantung dari bentuk yang rumit dan mahalnya material, namun bagaimana mengolahnya.

 

KESAN YANG DITIMBULKAN PADA RUANG BERGAYA RUSTIC

Perpaduan dalam penataan interiornya pada dasarnya sama saja dengan prinsip yang sudah umum, karena gaya rustic lebih menekankan pada penggunaan material dengan tekstur kasar yang ekstensif, yang lebih ditekankan adalah suasana hangat yang diakibatkan penggunaan material dengan kesan yang kuat/bertekstur tersebut. Kesan hangat yang ditimbulkan dalam artian kita merasa nyaman dan bersahabat atau merasa sangat mengenal ruang yang bernuansa rustic. Dengan sentuhan Rustic di dalam gaya modern, ruangan akan terlihat unik dan lebih berkarakter. Tak hanya itu saja, gaya Rustic juga dapat menunjukkan jati diri dari pemiliknya.

 

PERPADUAN GAYA RUSTIC DENGAN GAYA LAIN

Paduan gaya ini banyak dilakukan dalam desain bergaya etnik modern, karena banyak elemen dari unsur etnik yang bisa dipakai sebagai aksen dari interior gaya modern. Misalnya, sebuah ruangan dengan gaya modern yang bersih bisa diisi dengan satu atau dua buah furniture bergaya etnik yang biasanya banyak yang tidak dipoles, atau sengaja tidak dipoles dengan harapan muncul kesan rustic-nya.

Dalam mendesain, pilih material dengan kesan tekstur yang kuat, tapi tidak dilapisi dengan material pelapis seperti cat atau acian. Unsur-unsur obyek material yang terkesan tua seperti kayu tua dengan tekstur yang bagus, bisa digunakan sebagai aksen bila dilapiskan pada dinding. Material yang terkesan sederhana dan harganya murah seperti bata ekspos, kayu bekas, kayu kelapa, dan sebagainya bisa dipadu padankan dengan material pabrikan seperti kaca, logam dan sebagainya agar tercipta suasana paduan antara kesan rustic dan modern.

RUSTIC MODERN CHALET BRICKELL IN THE RHONE ALPES

6

EKSTERIOR SIANG HARI

Chalet Brickell merupakan suatu kemewahan yang menakjubkan dimana berada di jantung Megève, sebuah komune di wilayah Rhône-Alpes di selatan-timur Perancis. Dikembangkan oleh Pure Concept, sebuah perusahaan desainer-creator dari Swiss khusus dalam properti mewah. Terletak di kaki gunung, dikelilingi oleh alam dan pemandangan pegunungan yang tak terlupakan. Dirancang untuk spesifikasi yang tepat, sampai ke detail terkecil, tempat ini menawarkan ketenangan yang kaya akan bahan alami, kehalusan kombinasi yang elegan, dan ruang luar biasa fungsional. Setiap aksesori memiliki peran untuk bermain: napas warna, cahaya terang, karpet dipesan lebih dahulu, motif unik. Di balik modernitas yang chic ini terletak sebuah kesederhanaan benar-benar otentik.

TANGGA PENGHUBUNG

7

Tangga, seperti jembatan gantung modern, memungkinkan akses ke ruang tamu yang besar. Campuran transparan logam, kaca dan baja elegan melengkapi harmoni hangat dari kayu antik. Galur murni menciptakan kenyamanan yang merupakan kesederhanaan mutlak. Efek keseluruhan adalah salah satu yang netral, sederhana, ramah serta menciptakan sesuatu keteraturan yang sempurna untuk sebuah karya seni.

8

INTERIOR RUANG TAMU

9

INTERIOR DAPUR/PANTRY, RUANG TAMU, RUANG MAKAN

11

INTERIOR RUANG TIDUR

12

Kamar tidur Emas. Kayu antik dan sandaran tempat tidur Fortuny terinspirasi mengatur nada di ruangan dengan tirai berlapis berwarna emas. Seperti seprai mewah, selimut bulu besar meliputi tempat tidur, yang dilengkapi dengan lembar dengan sentuhan emas untuk ruang emas.

INTERIOR RUANG TIDUR

13

Kamar tidur putih. Dinding kulit kayu cocok dengan senderan kepala pada tempat tidur, dalam nuansa kelabu tua yang menonjolkan putihnya seprai dan aksesoris. Bulu menambah sentuhan kehangatan.

INTERIOR MASTER BEDROOM

14

Master bedroom. Sentuhan dan perhatian terhadap detail yang indah membuat ruang ini surga kesejahteraan sejati. Kamar tidur utama terpancar keindahannya dengan keterampilan pengrajin Italia, khusus dalam pembangunan yacht. Dinding terbuat dari kayu ek memenuhi lantai ditutupi dengan karpet tebal, sementara shagreen merupakan bahan kulit frame pintu. Tirai dan kursi menampilkan suatu pojok membaca yang nyaman. Kulit Taupe menghiasi kursi malas dan pintu geser berlapis kulit terbuka ke kamar mandi marmer, di mana dua identik gaya Jepang kamar mandi saling berhadapan.

 

ALASAN MEMILIH KONSEP RUSTIC

  • Potensi Budaya di Indonesia

Desain Rustic juga sering kali dikaitkan dengan gaya etnik dan tradisional. Seperti yang diketahui, Indonesia kaya akan budaya dan suku bangsa atau etniknya. Sehingga konsep rustic dan etnik ini tentunya sudah mengakar dalam perkembangan arsitektur – arsitektur lokal di Indonesia

Sudah sejak lama konsep desain ini diadopsi oleh masyarakat tradional Indonesia. Salah satu contohnya adalah pada umah-umah joglo di daerah Jawa Tengah atau daerah Jogja yang biasanya menggunakan bahan atau material utama kayu yang tidak di cat, namun hanya dihaluskan atau kadang-kadang hanya diberi plamur. Desain rustic sekaran menjadi trend tersendiri di Indonesia dan semakin banyak rumah-rumah di kota – kota besar di Indonesia yang menggunakan konsep rusticini. Tentu saja dengan kondisi perkotaan yang bising, sibuk, serta penuh polusi ini konsep Rusticpada ruang dalam tempat beristirahat bisa menjadi pilihan yang tepat dan cocok. Karena secara tidak langsung konsep ini akan mendekatkan kita dengan elemen-elemen alam, seperti : kayu, batu alam, dsb.

15

  • Lebih ekologis dan ramah lingkungan

Konsep desain Rustic cenderung bersifat alami atau dekat dengan alam. Dengan sifatnya yang demikian, tentu saja membuat desain ini ramah terhadap lingkungan sekitar dan lebih ekologis, yang mana penggunaan energinya lebih sedikit sebab desain ini menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam dan lingkungannya. Sifat bahan elemen yang digunakan juga tidak terlalu kontradiktif dengan lingkungan alamnya, sehingga tidak akan merusak alam.

16

  • Memiiki Keunikan tersendiri dalam desainnya

Konsep interior rustic ini memiliki keunikan tersendiri pada desainnya, terutama pada kesan yang ditimbulkan dalam penerapan konsep ini pada ruang dalam. Mulai dari kesan alami, homey, etnik, vintage, dan kesan teksturnya kuat. Sehingga tidak hanya terciptanya estetika, melainkan kenyamanan juga dirasakan dalam ruangnya.

  • Bersifat fleksibel

Desain konsep rustic memiliki sifat yang fleksibel, mudah dipadukan dengan konsep lainnya, seperti industrial, chic, vernacular, modern, dsb.

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Chic

17

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Industrial

18

Perpaduan antara Gaya Rustic dengan Etnik Indonesia

19

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Vintage

20

Perpaduan antara Gaya Rustic dan Klasik

21

Perpaduan Gaya Rustic dengan Gaya Modern

22

KESIMPULAN :

Dimana pada pembahasan diatas, dikatakan bahwa konsep yang sedang marak digandrungi saat ini adalah Konsep Rustic Modern yang mana konsep ini sangat mengedepankan suatu kesan alam pada desain interior suatu bangunan. Contohnya dapat dilihat pada Chalet Brickell, dimana interiornya sangat kental dengan kesan alam yang dimoderenisasikan. Terlihat pada penggunaan sebagian besar furniture-nya yang berbahan kayu, seperti kursi, meja, tempat tidur, meja rias, dll. Konsep ini membawa kita kembali pada jaman dahulu dimana sebagian besar interior berbahan dasar alami. Selain memberikan kesan alami, desain ini juga membawa kita pada kesan mewah namun masih dalam lingkup sederhana. Kenyamanan dan jati diri sangat diutamakan pada seluruh bagian yang diberi sentuhan Rustic.

Style secret : Rough-Hewn Beams (balik kayu atau kayu glontongan), Organic Forms (bahan yang bersifat alami), Weathered Materials (bahan lapuk atau lama), Warm and Earthy Colors (warna yang hangat dan sederhana-pastel, coklat, abu-abu), Repurposed Objects (benda yang sudah tidak terpakai), Textural Fabrics (benda yang bertekstur kuat).

 

Sumber :

http://edupaint.com/interior/ruang-tamu/6523-konsep-arsitektur-bergaya-rustic.htmlhttps://joshevanews.wordpress.com/2014/10/07/konsep-interior-bergaya-rustic-modern/http://www.gavinfurniture.com/rustic-gaya-interior-kasar-dan-alami-yang-sedang-menjadi-trend/

 

Teori Umum Desain Interior

TEORI UMUM DESAIN INTERIOR

Pengertian Desain Interior

Ada banyak pengertian desain interior yang dikemukakan oleh para ahli dan tertuang di dalam media cetak maupun elektronik. Desain interior sendiri berarti ilmu yang ditujukan untuk mempelajari perancangan dalam rangka menghasilkan sebuah karya seni. Desain interior merujuk pada sebuah bangunan yang dibuat menggunakan kreatifitas seorang manusia serta mampu memecahkan masalah manusia. Pemecahan masalah tersebut mencakup lingkungan binaan baik itu fisik maupun non fisik sehingga tercipta sebuah kombinasi elemen yang menjadikan kehidupan manusia jauh lebih baik dari sebelumnya. Contohnya adalah bagaimana manusia mengkombinasikan warna, vegetasi, dan tata letak interior untuk menciptakan suasana yang jauh lebih baik serta nyaman bagi mereka. perancangan desain interior sendiri meliputi bidang arsitektur yang ada di bagian dalam sebuah bangunan.

44

Macam-Macam Desain Interior :

 Desain interior rumah minimalis

Ini merupakan desain yang banyak sekali kita temukan. Pengertian desain interior rumah minimalis adalah sebuah desain yang dirancang secara efektif dan efisien untuk menciptakan hunian yang nyaman meskipun berada di sebuah lingkup bangunan yang tidak terlalu besar.
 Desain interior rumah klasik

Cukup banyak keluarga yang menggunakan desain interior macam ini. Secara umum, yang disebut dengan desain interior klasik modern adalah sebuah desain dimana perancangnya memadukan antara konsep klasik dengan sentuhan modern. Desain klasik memungkinkan si empunya rumah untuk menikmati konsep-konsep jadul misalnya dengan membuat perapian, membuat rumah dengan bata merah. Sementara ia kemudian memberikan sentuhan modern dengan kursi berwarne cerah dan meja yang kreatif.

 Desain interior rumah mewah

Pada tahap selanjutnya, ada sebuah desain interior rumah mewah dimana pengertiannya adalah, sebuah desain yang mempunyai konsep hiasan-hiasan mewah dan modern. Lampu, ornament dinding, serta hiasan-hiasan lain menunjukkan bahwa rumah ini mempunyai kemewahan luar biasa. Warna-warna emas biasa mendominasi pada konsep desain mewah ini.

 Desain interior rumah sederhana

Berbeda dengan rumah mewah, desain rumah sederhana adalah desain yang memberikan nuansa kesederhanaan dengan desain yang teramat simpel serta efektif.
Sejarah Desain Interior
Tidak diketahui secara pasti darimana sejarah desain interior dimulai. Akan tetapi dengan begitu banyaknya ditemukan bukti-bukti besar yang menunjukkan keberadaan dari penerapan ilmu desain interior di sepanjang sejarah peradaban manusia, maka sejarah desain interior dapat dilacak keberadaannya. Artefak-artefak yang ditemukan merupakan gambaran riil dari peradaban saat itu. Dari sini terlihat bahwa setiap kebudayaan memiliki pola perkembangan yang masing-masing berbeda. Setiap peradaban mengembangkan seni arsitektur, gaya furnitur dan asesoris ruang berdasarkan ketersediaan bahan di wilayah geografis masing-masing atau didapatkan dari perdagangan dan tersedianya tenaga kerja yang murah (Dwi Retno Sri Ambarwati, S.Sn). Bahkan menurut saya sejarah interior sudah dimulai sejak manusia menggambar pada dinding goa untuk memperindah tempat tinggalnya, betul tidak?
Pengertian desain interior dikemukakan oleh D.K. Ching (2002:46) sebagai berikut:
Interior design is the planning, layout and design of the interior space within buildings. These physical settings satisfy our basic need for shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which accompany our action, they affect our outlook, mood and personality. The purpose of interior design , therefore, is the functional improvement, aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space.
Prinsip – Prinsip Desain Interior
1.Unity and Harmony
Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.
2.Keseimbangan (Balance)
Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.
Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial
Keseimbangan Simetris:
Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu direncanakan”. Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan keseimbangan formal.

55

Keseimbangan Asimetris:
Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal.
Asymmetry Room

Keseimbangan Radial:
Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

3. Focal Point
Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih, tapi jangan semua. Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.

4. Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir. Bingung? Mungkin gambar-gambar di bawah dapat membantu

66.PNG

7788

5. Details
Yang namanya detail disini kalau dijabarkan bisa panjang banget. Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dlsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.
6. Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut. Kira-kira seperti itulah….
7. Warna
Warna merupakan prinsip yang harus di pegang kuat karena dengan warna kita dapat mengatur mood atau suasana suatu ruang.
Ragam Tema Desain Interior
Kita tentu tahu bahwa ruangan yang terdekorasi dengan baik akan memberikan kenyamanan dan keindahan bagi penghuninya maupun tamu yang berkunjung. itulah mengapa pengetahuan tentang desain interior menjadi hal yang sangat penting.
Desain interior meliputi pengetahuan tentang cara mendekorasi atau menata objek dalam ruangan, dapat berupa furnitur dan aksesoris pelengkap furnitur, seperti laptu, ornamen, pajangan, dan sebagainya.
Ragam tema dalam desain interior bisa sangat beragam, sesusai dengan fungsi dan karakter penghuninya. inspirasi bisa didapat dari mana saja, seperti di restoran, hotel, villa, bioskop, tempat hiburan, kantor mall, cafe, dan butik. Di tempat-tempat tersebut kita akan selalu menjumpai ruangan yang diolah dengan konsep desain interior tertentu.
Berikut ini kita akan membahas satu per satu ragam tema dalam desain interior yang paling diminati oleh masyarakat modern saat ini.
1. Desain Minimalis
Desain minimalis adalah konsep desain yang menerapkan bentuk-bentuk sederhana dalam proses pembuatannya. Tema desain minimalis lebih mengacu ada kepraktisan, fungsi multiguna, pemanfaatan lahan/ruang secara sederhana, tanpa banyak bidang lengkung atau profil. Walaupun hanya menampilkan elemen-elemen seperlunya dan sesederhana mungkin, namun tetap terlihat elegan.
Banyak orang berpendapat, biaya pengerjaan desain minimalis juga minimalis. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena tergantung pada jenis dan kualitas bahan yang digunakan. Meskipun sederhana, tidak semua desain minimalis itu harus sederhana. Ada pula yang desainnya rumit, tapi unsur profil pada furnitur harus ditiadakan. Warna dinding dalam ruangan umumnya dicat dengan warna seragam dan tidak dihiasi gambar-gambar dan ornamen. Penggunaan wallpaper pada sebagian bidang dapat diaplikasikan untuk memberikan aksen pada ruangan. Pencahayaan di langit-langit juga dibuat sederhana, tanpa ada lampu hias mewah berukir-ukir atau fiting lampu yang menarik perhatian.
Untuk bahan finishing pada furnitur, pilihlah yang sedikit bertekstur dengan corak dinamis, dan berikan sedikit sentuhan wallpaper pada bidang dinding yang tidak ditempatkan furitur. Konsep desain minimalis bukan berarti tanpa warna dan monoton.
2. Desain Kontemporer
pada desain kontemporer, penekanan ruangan pada umumnya dipusatkan pada beberapa bagian warna kunci, sementara warna lain berbaur menjadi latar belakang. Lekukan-lekukannya lebih lembut dibandingkan desain modern minimalis dan menciptakan kesan hangat.
Model furnitur kontemporer terlihat bersih dengan lekukan lembut, dibalut dengan kayu atau logam serta kaca, sebagai satu kesatuan yang sempurna. Biasanya desain kayu furnitur lebih ringan dan hampir tidak ada aksen atau detail.
Skema warna kontemporer berbaris netral, dengan warna krem yang lembut, coklat, abu-abu, putih, dan hitam berfungsi sebagai warna latar belakang. kesempurnaan desain kontemporer terdapat pada aksen warna. Pilihlah aksen yang menonjol dan menarik perhatian. Gunakan variasi warna pada dinding, karpet, kain pelapis furnitur, dan tirai.
Bahan kain pilihlah yang polos dan tidak memiliki banyak pola. Warna solid umumnya meripakan pilihan terbaik. Jika ingin menambahkan beberapa visual dan tekstur bunga, yang digabungkan dengan kain yang memiliki kedalaman warna tapi tidak terlalu mencolok, pertimbangkan wol, linen, atau sutra.
Pencahayaan berperan penting dalam desain kontemporer. Lampu-lampu diaplikasikan untuk menonjolkan media lain seperti logam atau kaca, serta menyorot titik fokus ruangan dan penarik perhatian di tempat yang akan dijadikan focal point.
3. Desain Klasik
Desain rumah klasik merupakan gaya arsitektur yang tak pernah tenggelam dimakan zaman. Kokoh, indah, elegan, dan terkesan mewah manjadi ciri khas dari gaya desain ini. Sama seperti desain rumah lainnya, yang harus diperhatikan dalam menciptakan tema klasik adalah pemilihan warna yang tepat. Berikut adalah warna-warna yang dipakai dalam desain interiorklasik. • Putih klasik, sangat bagus dan sesuai untuk gaya koloniol, tudor dan Victoria. Warna putih membuat anda lebih bebas berkreasi dengan warna-warna lain sebagai aksennya. Aksen terbaik adalah warna-warna terang, gelap, atau warna-warna lain yang kontras dengan putih, namun jangan warna netral. Paduan warna netral dengan putih adan menghasilkan warna yang mati sehingga rumah terlihat lebih suram dan kurang menarik. • Tan/beige, cenderung lebih netral dan inviting. Tambahkan warna-warna deep sebagai aksen pada pintu, jendela, atau beberapa bagian rumah lainnya agar terlihat lebih atraktif. • Biru keabu-abuan, dapat menciptakan kesan dingin dan terang. Warna ini merupakan warana pilihan masyarakat inggris pada era klasik. • Warna lain yang bias anda gunakan untuk mendesain rumah klasik adalah hitam, hijau, kuning, dan cokelat.
Desain interior klasik didominasi oleh profil dan uraian. Bahan furniture, seperti kichen set, meja, kursi, sofa dan wardrobe, terbuat dari kayu solid sehingga kokoh dan tahan lama. Warna-warna yang digunakan umumnya terinspirasi oleh alam, seperti cokelat kayu, kuning emas, hijau daun, dan warna tanah. Selain itu, warna hitam juga dapat disesuaikan untuk memperkuat objek penting dalam ruangan. Objek seperti kolom romawi, aptung, dan vas besar juga sangat umum dalam tema klasik. Aksesoris dekorasi untuk mendukung interior bertema klasik adalah lukisan dengan bingkai penuh profil bergaya klasik. Vas bunga dan lampu gantung Kristal yang besar dapat memberikan sentuhan mewah pada ruangan bertema klasik. Kayu, marmer, dan batu merupakan pilihan ideal untuk bahan lantai. Marmer dan batu dapat
ditetapkan menurut pola geometris untuk menciptakan desain yang menarik dan menjadi pusat lantai ruangan. Dinding biasanya dilapisi oleh wellpaper berwarna cokelat atau keemasan. Jika anda tidak ingin mengaplikasikan wellpaper, batu alam atau marmer dapat menjadi pengganti yang sempurna.
4. Desain Victoria
Desain Victoria merupakan produk dari eropa pada awal revolusi industry. Saat itu, penggunaan mesin memungkinkan orang membuat bentuk-bentuk ukiran yang rumit. Pencahayaan di ruang makan dan jalan masuk dianggap penting bagi desain Victoria. Umumnya pencahayaan berasal dari lampu dinding dan lilin. Warna dindin biasanya gelap, kaya dengan warna cat yang khas. Warna yang paling popular adalah merah tua, hijau tua, dan emas. Untuk tampilan yang lebih indah, wallpaper dan kain untuk tirai dengan pola daun-daunan, ranting, bunga, burung , kupu-kupu dan corak-corak alam dapat menjadi solusinya. Permadani juga umum digunakan, dikombinasikan dengan lantai parket. Berbeda dengan desain klasik, warna netral lebih sering digunakan dalam desain Victoria.
5. Desain Retro
Gaya retro sangat terkenal sejak tahun 1960-an. Gaya desain retro tahun 70-an identik dengan warna-warna terang, cerah, dan dinamis, menggambarkan gayahidup yang menyenangkan dan penuh dengan gairah, sedangkan saya retro tahun 60-an identik dengan warna warna atraktrif. Unsur metalik juaga menjadi cirri khas gaya retro tahun 60-an. Apakah gaya desain retro masih cocok untuk desain intreriorera modern, mengiat gaya tersebut bias dikatakan gaya jadul? Sah sah saja jika anda menggunakan gaya retro. Gaya retro dapat menjadikan rumah anda lebih ceria berwarna, dan modern. Anda dapat memilih desain retro modern minimalis yang saat ini sangat digandrungi.
Inti dari desain interior retro terletak pada warnanya. Saat ini, desain retro cenderung menggunakan warna shoking, seperti orange, biru, dan merah. Atau motif geometris dikombinasikan dengan desain modern. Sebagai pendukung , pemilihan/pemakaian wellpaper dengan motif lebih berani bias menjadi pilihan.
Pemilihan dan penempatan aksesoris ruang, seperti lampu, lukisan, vas bunga, dan bingkai foto pun hatus memberikan suasana yang nyaman (cozy). Untuk pemilihan lampu, lampu bergaya vintage yang germelap bisa menjadi pilihan untuk memberikan kesan dramaris.
Konsep Desain Interior
Konsep desain interior adalah dasar pemikiran desainer didalam memecahkan permasalahan atau problem desain.Pengertian konsepm,enurut Peorwadarminta; bersal dari bahasa latin yaitu Conseptus yang berarti tangkapan. Secara subyektif; pencaharian konsep adalah kegiatan intelek untuk menangkap sesuatu, dan secara obyektif pencaharian konsep adalah sesuatu yang ditangkap oleh kegiatan intelek. Jadi konsep adalah hasil dari tangkapan manusia. Di dalam konsepterdapat tanda-tanda umum dari suatu benda atau hal.
Menurut Tatang M Amirin konsep adalah rancangan, pengertian, pendapat, paham,dan cita-cita yang telah ada dalam pikiran. Jadi konsep sebagai suatu sistem –yang terdiri dari sehimpunan unsur yang melakukan suatu kegiatan menyusun skema atau tata cara melakukan suatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai tujuan dan dilakukan dengan mengolah data guna menghasilkan informasi. Dari dua pendapat di atas maka bisa ditarik kesimpulan bahwa konsep
adalah gagasan yang memadukan berbagai unsur kedalam suatu kesatuan. unsur-unsur ini mungkin berupa gagasan, pendapat dan pengamatan.
Hambatam pembuatan konsep, sedikitnya ada tiga yaitu masalah komunikasi, kurangnya pengalaman, dan pembangkitan hirarki dari konesp dasar ke proses pengertian tahap awal sampai aplikasi konsep.

Pemilihan material dalam desain interior
Menurut Subkiman, Anwar (2010) klasifikasi material interior terdiri atas : Elemen interior pada saat ini mempunyai berbagai macam jenis, pengembangan dan pengaplikasian seiring dengan banyaknya teknologi yang mendukung serta eksplorasi sumber daya yang lebih dalam. Untuk menentukan material yang akan digunakan dalam desain interior perlu dipertimbangkan terlebih dahulu kriteria seperti apa yang diharapkan. Berikut ini adalah kriteria material interior :
1) Kriteria fungsional
Dalam kriteria funsional yang harus lebih diperhatikan adalah pemilihan material yang harus tepat (suitability) sesuai dengan fungsinya. Sedangkan kriteria fungsional tambahan lainnya adalah daya tahan (durability), kemudahan perawatan (easy maintenance), keamanan (safety), dan estetika(aesthetic). Daya tahan yang dimaksud adalah ketahanan misalnya terhadap waktu, kerusakan, cuaca, beban, dan aktivitas. Pemilihan material yang kurang tepat akan menyebabkan pemborosan, kerugian waktu dan perusakan desain secara keseluruhan. Keamanan maksudnya bahwa material harus aman untuk digunakan. Bahan yang dipilihaman untuk kesehatan, pemasangan yang benar, dan mempunyai permukaan atau finishing yang tidak membahayakan.
2) Kriteria estetika
Dalam kriteria estetika terdapat 4 unsur penting, yaitu: warna, tekstur, pola dan kesesuaian dengan fungsi atau arah desain. Warna menentukan suasana dan tema. Warna juga menjadi salah satu daya tarik pertama bagi konsumen. Sedangkan tekstur berperan penting saat disentuh, fungsi peran material tersebut; apakah membutuhkan tekstur halus, sedang atau kasar. Tekstur juga dapat menjadi indikasi kualitas barang tertentu.Pola mempunyai peran nilai dekoratif dari material tersebut, sehingga pemilihan pola pada material harus disesuaikan dengan konsep desain yang ingin diwujudkan. Sedangkan untuk kesesuaian dengan fungsi atau arah desain, adalah pertimbangan material yang hendak digunakan dengan desain yang hendak disampaikan, semisalnya, desain yang mengarah ke konsep natural banyak menggunakan material hayati seperti kayu dan batuan, sedangkan
desain yang mengarah ke konsep industrial banyak menggunakan material besi dan batu bata.
3) Kriteria ekonomi
Biaya awal (first time cost) adalah biaya yang dikeluarkan untuk harga beli, pemasangan, dan biaya lamanya pemasangan. Intinya adalah biaya yang dikeluarkan sekali sewaktu membeli barang tersebut. Biaya seumur hidup (life time cost) adalah biaya yang ditanggung untuk perawatan, perbaikan, penggantian di masa depan dan hal-hal yang diperlukan untuk tetap menunjang hal tersebut. Dengan kata lain biaya ini adalah biaya yang akan rutin.
dikeluarkan selama menggunakan material tersebut.(Pile, John F. , Interior Design, NewYork : Prentice Hall. 1988)
Klasifikasi Material
Menurut Subkiman, Anwar (2010) klasifikasi material interior terdiri atas :
1.) Material Alami
Material alami adalah material yang terbuat dari bahan yang didapat dari alam dan digunakan dalam bidang konstruksi sebagaimana adanya di alam. Pengolahannya hanya mengalami pemotongan dan pembetukkan saja.
Terdapat dua pengelompokan material alami; yaitu hayati dan non hayati.
Hayati adalah bahan yang berasal dari alam yang hidup, contohnya kayu, bambu, rotan dan lain-lainnya. Non-hayati adalah bahan yang berasal dari alam yang tidak hidup, contohnya batu, pasir, dan lain-lainnya.
2.) Alami Olahan
Material alami alami adalah bahan yang sebelum digunakan di bidang konstruksi mengalami pengolahan terlebih dahulu sehingga berubah bentuk, sifat, ukuran tidak seperti adanya di alam. Contohnya seperti plywood, gypsum board, keramik, metal, tekstil, anyam dan lain-lain.
3.) Material Sintetis
Material sintestis adalah bahan yang awalnya tidak ada di alam lalu dibuat bahan baru dengan teknologi proses kimia. Contohnya adalah kaca, karet, polimer (plastik), thermoset plastic (thermohardening) ; Alkydes, Melamines, Epoxies, Phenolics, Polyester, Ureas, Elastomers, dan untukthermoplastic; Akrilik, Polyethylene, Polypropelene, Polystyrene/Copalymers, PVC (Polyvinyl clorine)
4.) Bahan Siap Pakai
Bahan siap pakai adalah berbagai macam bahan yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga kita tinggal pilih dan memakainya. Contohnya adalah karpet, wall-covering (penutup dinding), dan lain-lainnya.
5.) Aksesoris (hardware)
Aksesoris merupakan bahan pelengkap yang digunakan untuk menempelkan, merekat, menguatkan, dsb. pada bahan / elemen desain interior. Contohnya adalah paku, sekrup, mur-baud, engsel, handle dan lain-lainnya. Pemilihan Material pada Interior Brussels Spring Resto and Cafe Jalan Setiabudhi Bandung Pemilihan Material pada Interior Brussels Spring Resto and Cafe Jalan Setiabudhi Bandung- 5
6.) Penyelesai / Penyempurna (Finishing)
Finishing merupakan bahan yang digunakan untuk melindungi permukaan bahan utama yang digunakan dan memperindah tampilannya dengan warna, pola, atau tekstur tertentu. Contohnya adalah cat, vernis, pelitur, melamikdan lain-lainnya.
Tata Lighting Pada Interior

Interior lighting atau penataan cahaya untuk bagian dalam ruang adalah sangat penting. Tata cahaya atau lighting yang ditata apik akan mencipta suasana tertentu dalam ruangan dan membangun estetika pada ruangan. Dengan permainan tata cahaya yang memanfaatkan perbedeaan efek cahaya, kita dapat memengaruhi atmosfer dalam sebuah ruangan. Untuk dalam ruang (rumah, kamar, dan ruangan lain), alat utama yang digunakan dalam pengaturan tata cahaya ruang (interior lighting) adalah cahaya buatan.
Secara umum, pencahayaan buatan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu general lighting, task lighting, dan accent lighting.

General Lighting

General lighting atau pencahayaan umum adalah sistem pencahayaan yang menjadi sumber penerangan utama. Umumnya penerangan dilakukan dengan cara menempatkan titik lampu pada titik tengah ruangan atau pada beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata. Tujuan menggunakan general lighting adalah menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh. Lampu yang digunakan adalah lampu TL atau downlight. Selain itu, dapat pula digunakan pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) dengan lampu tersembunyi yang memanfaatkan bias cahayanya saja. Keunggulan lampu indirect adalah dapat menghasilkan cahaya yang merata tanpa membuat mata silau dan suasana “hangat” pun lebih terasa dengan tampilan lampu warna kekuningan.

Task Lighting

Task lighting merupakan sistem pencahayaan yang difokuskan pada suatu area dengan tujuan membantu aktivitas tertentu. Task lighting juga dapat menjadi satu cara untuk menghindari ketegangan mata ketika beraktivitas. Contoh task lighting adalah ruang kerja yang dilengkapi dengan lampu meja untuk membaca sehinga mata tidak cepat lelah. Contoh lain adalah lampu di atas counter table yang memungkinkan orang untuk membaca resep masakanketika akan memasak. Atau, lampu gantung yang diletakkan di atas ruang makan yang mengarah pada meja makan. Selain diperuntukkan sebagai lampu penegas fungsi, task lighting juga dapat berfungsi sebagai pembentuk suasana.
Accent Lighting

Accent lighting digunakan untuk menyorot atau memfokuskan pada suatu benda agar dapat lebih terlihat. Pemasangan accent lighting pada ruang dalam umumnya digunakan untuk menyorot benda seni (artwork) atau menyorot lukisan. Accent lighting biasanya menggunakan spotlight karena dapat menhasilkan bias cahaya yang kuat dan menghasilkan fokus pada objek yang dituju. Aplikasi wall lamp juga dapat digunakan untuk pada dinding tertentu sehingga menghasilkan tampilan ruang yang dinamis.

 

KONSEP MANDIRI

Konsep merupakan sebuah ide yang mengacu pada tema suatu rancangan, konsep bisa dibahasakan secara text maupun grafis yang dimana pada proses pemikiran konsep akan mengalami beberapa revisi – revisi yang arahnya menuju lebih baik.
Pada tugas desain interior kali ini saya akan menerapkan tema kontemporer green dengan konsep interior yang sustainable yang dimana pada konsep ini juga akan memiliki korelasi pada nilai budaya yang berada di lingkungan yang mewadahi desain tersebut sehingga nilai – nilai budaya tersebut tidak hilang termakan oleh jaman yang semakin canggih. Namun pada penerapan desain kontemporer ini tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan beberapa unsur – unsur desain dengan teknologi yang modern demi perkembangan kualitas desain.

Konsep kontemporer yang ingin di adopsi adalah anyaman bamboo yang menimbulkan kesan budaya Indonesia dan dengan material bamboo yang ramah lingkungan akan mencerminkan tema green yang digunakan.

 

REFERENSI:

Majalah Griya Asri Vol. 13 No. 04, April 2012.