e-book. Judul: Kado Indah Untuk Cintaku

Asalamualaikum……

e-book dari http://beranibaca.wordpress.com

Apa sih isi e-book ini?

> bacaan tentang definisi CINTA, BAHAGIA, SUKSES dan bahan renungan untuk meraih semuanya (cinta, bahagia dan sukses) dengan cara yang efektif dan sederhana, tulisan sarat makna yang ditulis dengan bahasa sederhana, ringan dan santai menjadikan sesuatu yang “berat” terasa “ringan”…..

> dapatkan keharmonisan hidup Anda dengan cara yang sederhana, melalui bacaan yang mudah dipahami dan dijalani dalam waktu yang relatif lebih cepat, semua sudah ada dalam diri Anda, e-book ini adalah teman Anda.

Insya Alloh everything is gonna be better than before !!!

> jika Anda telah membacanya, segera kirimkan e-book ini untuk orang yang dekat dengan Anda (pasangan hidup Anda, teman dekat, sahabat, saudara, dll).

INFO LENGKAP DI

http://tokobukuinspirasi.wordpress.com

e-book ini merupakan kumpulan tulisan yang telah saya tulis sejak beberapa tahun silam, ada beberapa yang saya masukan ke dalam blog beranibaca.wordpress.com, dan begitu juga sebaliknya dari blog saya masukan ke dalam e-book.

Kumpulan tulisan dalam e-book ini menurut saya sebagai penulisnya tentu muatannya sangat baik dan bermanfaat untuk pembaca, awalnya memang saya ingin menerbitkan buku ini dalam bentuk hardcopy dan dipasarkan melalui toko buku, namun dikarenakan keterbatasan modal maka self publishing tersebut untuk sementara ini saya tunda.

Nah, pada hari Sabtu yang lalu, saya berniat untuk tetap menerbitkan buku ini karena ada beberapa teman (pembaca) yang japri ke saya menanyakan kapan buku saya terbit. karena menerbitkan buku dalam bentuk hard copy belum bisa saya lakukan maka saya buatlah dalam bentuk e-book (format pdf).  Semoga teman dan pembaca saya dapat menikmatinya.

Mengapa ada harganya?

Menurut saya, teman saya, dan penikmat tulisan saya harga e-book yang saya tawarkan sangat wajar dan tidak berlebihan, semoga saja dengan ini saya akan lebih termotivasi untuk dapat menulis lebih baik.

Apa sih isi e-book ini?

ehmmm dalam e-book ini penulis menyajikan sesuatu yang ringan, santai namun sarat akan nilai yang diharapkan dapat menggugah pembacanya untuk menjadi lebih baik. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan kado ulang tahun bagi orang-orang terdekat Anda. Mengapa sebagai kado ulang tahun? yaaaa sekali-kali lah pada saat ulang tahun kita berikan bahan renungan, jangan hanya pesta kejutan yang kadang hambar dan mubazir.

Apa lagi isinya?

find out more ….. buy now !!!!

Bagaimana cara belinya???

Gampang… transfer aja Rp. 15.000,- (boleh lebih, kurang juga boleh)

ke Bank Mandiri

No.Rekening : 0700005621557

a.n : Arie Prasetya

Konfirmasi via e-mail : arie_joel@yahoo.com

atau

via sms ke no. 0813 8710 7319

ketik E-BOOK (spasi) Nama Anda (spasi) Alamat E-mail Anda

E-BOOK kado indah untuk cintaku akan dikirim ke alamat e-mail Anda.

Cukup jelas kan??? OK deh …. ditunggu ya…

hehehehe maaf jika kurang berkenan.

Wasalamualaikum

Foto saya

Lebaran

Lebaran, Sebuah istilah yang sangat populer di Indonesia, sebutan lain dari kata Hari “Perayaan” Idul Fitri, dalam kalender Hijriah bertanggal 1 Syawal. Entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Saya pernah mendengar dari seorang sesepuh betawi bahwa lebaran dipopulerkan oleh orang betawi. Begini ceritanya, dahulu kala setelah sholat Id segenap warga bersilaturahmi satu sama lain, maaf-maafan (saling memaafkan beneran lho, bukan bo’ongan) sembari berkata “lebaran (lebih lebar / pengucapannya seperti pada kata panjang x LEBAR) ya buka pintu maafnya buat gue”. Berulang-ulang kata “LEBARAN” buka pintu maafnya diucapkan oleh setiap warga hingga lama kelamaan kata “LEBARAN” menjadi populer seperti saat ini, tapi pengucapannya sudah berbeda . Saat ini pengucapan kata LE-baran (LE-nya lebih tebal), kalo dulu pengucapannya seperti pengucapan pada panjang x LEBAR x tinggi. Demikian….. Istilah, sejauh suatu istilah dapat mewakili makna yang ingin disampaikan maka istilah tersebut lama-kelamaan akan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik, hanya saja makna istilah tersebut semestinya senantiasa di ingatkan bagi para pengguna istilah tersebut. Jika kita menggunakan kata Lebaran, akan lebih baik jika kita pun mampu memahaminya, hendaknya kita mampu untuk membuka lebih LEBAR pintu maaf bagi sesama, namun sejauh mana seseorang mampu membuka pintu maaf bergantung pada kualitas iman dan kebijaksanaan dirinya. Kadang proses membuka pintu maaf tidak mudah pada sebagian orang dengan kasus tertentu, demikian yang kerap terjadi dengan diri saya. Sulit rasanya membuka pintu maaf untuk seseorang yang telah benar” mengecewakan diri, kadang hanya sebatas istighfar saja yang terucap belum mampu membuka pintu maaf yang seLEBAR-LEBARnya untuk orang tertentu. Karena itu, kita diberi kesempatan beberapa kali oleh Alloh untuk menjalani Ramadhan hingga dari waktu ke waktu kita dapat memperbaiki diri melalui proses yang berkesinambungan. Ramadhan telah lewat, dosa masih menumpuk, bahkan membuka pintu maaf pun belum maksimal. Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu maksimal membuka pintu maaf untuk orang yang telah mengecewakan hamba. Ya Alloh, ampuni aku yang belum mampu berlapang dada kala kesempitan kau amanatkan padaku. Ya Alloh, ampuni aku yang tidak mampu memanfaatkan Ramadhan secara maksimal untuk mendekatkan diriku pada-MU. Ya Alloh, ampuni aku…. ampuni aku…. ampuni aku.. Anugerahkan hamba kesempatan untuk memperbaiki diri hamba, Anugerahkan hamba kemudahan dalam memperbaiki diri menuju keridhoan-MU. Ya Alloh, santuni hamba dengan kelembutan-Mu Amin…. Ya Robb Al Amin.

Istighfar

Sebagian dari kita mungkin pernah dihinggapi keraguan akan masa depan. Pernah menghadapi situasi dan kondisi sulit yang membuat kita “lemah” tidak tahu lagi mau berbuat apa?. Pernah dibenturkan kepada persoalan yang melumpuhkan hati, bahkan putus asa. Pernah dihinggapi rasa kecewa yang mendalam dan perasaan-perasaan yang gak enak lainnya. Kita seolah tidak bisa menghindar dari itu semua, kita seolah berada di dalam kotak hitam yang gak ada pintunya, gelap, sulit untuk menemukan jalan keluar.

“Haahhhh”, tarik nafas dalam-dalam sudah berkali-berkali, sembari megangin kepala pula, mikir sudah berjam-jam tapi tetap saja jalan keluar belum ketemu, tetap aja “pusing”, gak tahu mau gimana lagi. Ibarat ponsel sudah ngedrop banget, perlu dicharge lagi, mending kalau chargernya ada, udah ngedrop charger tak ada pula. Kompleks banget deh permasalahan.

Dalam kondisi kaya’ gini baca buku yang mengarahkan kita untuk tetap optimis sekalipun kadang gak mempan. Curhat dengan teman atau orang terdekat kita sekalipun belum tentu mampu mengurangi beban dalam hati dan pikiran. Seolah-olah sendirian dalam menghadapi masalah besar.

Jika sudah seperti ini gak ada pilihan lain selain sujud berlama-lama kepada Tuhan Sang Pencipta kita, Alloh Ta’ Ala. Curhat habis-habisan dengan Alloh, akui aja semua kesalahan kita, gak perlu takut, Alloh Maha Pengampun kok. Akui kelemahan kita, gak perlu malu, memang kita manusia yang lemah kok. Ajukan segala harapan-harapan kita, yakinkan hati, Alloh Maha Kaya, Maha Besar, Maha Penyayang, Maha Memberi.

Menangislah di hadapan Alloh senangis-nangisnya. Berlama-lamalah menghadap Alloh, jujurlah di hadapan Alloh Yang Maha Mengetahui.

Teman, jika datang kemudahan setelah kesulitan mari kita sama-sama mengingatkan diri kita untuk senantiasa dapat berlama-lama dalam sujud kepada-Nya. Ingatkan aku untuk senantiasa mesra kepada-Nya.

……………………………………………………………………………. 

Ya Alloh, ampuni aku yang kerap lupa akan keagunganMu,

Ya Alloh ampuni aku yang kerap angkuh melangkah kala kemudahan Kau anugerahkan kepadaku.

Ya Alloh ampuni aku,

Ya Alloh ampuni aku,

Ya Alloh ampuni aku.

Letak damai

Manusia,

Multi dimensi, kompleks, ada raga, jiwa, dan yang lainnya, entah apa lagi yang ada pada diri manusia. Karena itu pembahasan tentang manusia di kalangan filosof dan ahli psikologi senantiasa berkembang dan belum tuntas sampai dengan sekarang.

Arie,

Pernah suatu waktu “gila” karena hal tsb. “Mengembara” dalam belantara pemikiran tentang manusia dan hidup, kadang tersesat, menemukan jalan buntu tapi tak jarang pula menemukan cahaya dan jalan yang lumayan mulus.

Mengapa “mengembara”…???

Ah, simple aja…. Pengen damai dalam hidup. Penuhi dahaga jiwa akan arti hidup. Penuhi dahaga jiwa akan arti keberadaan manusia di dunia.

Ternyata…!!!!!

gak gampang, gak mudah. walau berbagai referensi telah dibaca, berbagai narasumber ditemui, tetap saja kegalauan hati dan jiwa kerap datang.

Ternyata….!!!

Setelah sekian lama “berjalan”, sekian peristiwa dialami, baru terjawab, baru tersadarkan… Semua ada di dalam hati, semua jawaban telah ada di dalamnya….

Hanya saja…..

Selama ini hati itu tertutup banyak dosa, dusta, iri, dengki, ketamakan, ingin dipuji dan sifat lainnya yang semestinya tidak bersemayam di hati…. Hingga jawaban kedamaian tak terdengar dari dalam hati.

Letak damai,

“Sesungguhnya kebahagiaan dan kedamaian itu ada di dalam hati”, ucap seorang mubaligh suatu hari. Ucapan itu sederhana dan dilontarkan dengan nada yang pelan dan sederhana tidak mengada-ada, tidak ada “rekayasa pengucapan kata”. Mubaligh sederhana, dengan ucapan sederhana telah mampu menembus hatiku yang kotor, “tercipta” air mata yang indah.,………..

Sejak itu,

Semua terasa indah… IYA…!!!! SEMUA…..!!!! Ada keindahan di setiap peristiwa. ”trik”nya simple: ubah paradigma, coba melihat segala sesuatu dari berbagai macam sisi, cari berbagai macam alternatif sebelum memutuskan sesuatu, perbanyak Dzikir…..

Semoga saja rasa ini senantiasa dapat kunikmati.

Manajemen Krisis

Krisis dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dan kepada siapa saja (personal atau kelompok), namun krisis pun bisa jadi tak pernah terjadi.

Satu peristiwa yang sama mempunyai nilai yang berbeda pada tiap individu. Dalam sebuah kelompok situasi krisis mempunyai efek yang berbeda pada tiap individu di dalamnya.

Apa sih yang membuat suatu kondisi dinamakan atau diartikan sebagai krisis? Renungkan terlebih dulu dengan hati yang tenang, jika kita renungkan ternyata krisis itu ada dalam hati dan pikiran kita. Jika proses perenungan kita maksimal (dengan hati yang ikhlas tentunya) maka insya Alloh kita dapat mendefinitifkan bahwa krisis bukanlah krisis…..

Dalam pembahasan sufistik, pada dasarnya setiap peristiwa, keadaan, atau apapun itu yang ada atau terjadi pada diri kita adalah yang terbaik untuk kita, hanya saja mungkin kita belum dapat menemukannya.

Aaaaaaahhhh sok tahu banget ya, hal ini saya ungkapkan untuk menghibur hati saya, kalo Anda terhibur juga ya Alhamdulillah…

See you at the vertical limit, the place where crisis is nothing !!!

Suasana baru, Sikap mental baru

Tanpa kita sadari, setiap hari yang kita lalui jika direnungkan ternyata mempunyai karakter yang berbeda-beda. Walau sepertinya atifitas sehari-hari kita sama tapi sebenarnya berbeda!!!

Komposisi udara yang kita hirup tiap hari berbeda, orang yang kita temui dalam perjalanan berbeda, gerak kita, pandangan kita, dan situasi lainnya berbeda. Karena telah menjadi rutinitas sehingga terkadang kita tak mampu melihat keajaiban yang ada pada lingkungan kita dan diri kita tiap hari. Sungguh keajaiban ini adalah anugerah yang sebaiknya kita sikapi dengan perbaikan sikap mental menjadi lebih bijak.

Kebijaksanaan adalah proses…… Idealnya kontemplasi mesti dilakukan tiap saat.

Namun jka itu tidak bisa kita lakukan namun setidaknya 5 kali tiap hari pada saat sholat kita dapat merenung, sesaat saja dengan perenungan yang ikhlas dan tenang mampu memompa energi positif yang ada dalam diri.

Demikian, semoga saya dapat menjalankan apa yang telah saya tulis ini.

Totalitas bekerja, komitmen!

Banyak profesi yang bertebaran di muka bumi ini. Dari sekian banyak profesi, berdagang atau dalam bahasa kerennya adalah mempunyai bisnis sendiri adalah sebuah profesi terbaik, menurut seorang bijak yang sangat saya panuti pernah berkata kurang lebih sebagai berikut, ”Dari 10(sepuluh) pintu rejeki yang ada, 9(sembilan) pintu rejeki terbuka dari sektor perdagangan (usaha/bisnis mandiri)”.

Idealnya tiap orang senantiasa berevolusi menuju kemandirian finansial dari bakat dan minat serta potensi yang dimilikinya menjadi seorang pengusaha (pedagang kecil sampai pengusaha besar), namun tidak semua orang mempunyai optimisme, dan kekuatan mental yang sama dalam menjalani evolusi ini, kalau ternyata memang tidak bisa berevolusi menjadi seorang pengusaha ya gak apa-apa toh pintu rejeki senantiasa terbuka.

Bagi yang saat ini masih bekerja atau terikat dengan pihak lain dalam mendapatkan rejeki ya santai aja, komitmen dengan bekerja secara maksimal karena memang disitulah amanahnya. Bagaimana komitmen itu? Ya,,,,, berempati terhadap perusahaan, berpikir maksimal untuk memajukan perusahaan, jika ternyata timbal baliknya tidak maksimal ya tenang aja, itu bukan wilayah kita, wilayah kita adalah menjalankan amanah dengan baik, selanjutnya bertawakal, toh setiap perbuatan baik akan mendapatkan imbalan baik pula, demikian logika etis sosial religius yang ada (yang saya yakini).

Have a nice job, have a nice business, have a nice activity for all of my friends….

Positive thinking

Berpikir positif, bahasa agamanya Husnudzon….

Menurut “ahli”,  postive thinking mempunyai kekuatan dalam hidup seseorang, dengan berpikir positif seseorang relatif akan lebih berhasil dibandingkan dengan orang lain yang negatif thinking (suudzon).

Penalaran sederhananya gini nihhhhh:  Jika Anda berpikir positif, kita akan relatif lebih tenang menghadapi masalah, jika tenang insya Alloh proses pencarian solusi akan lebih tenang pula, alternatif solusi akan lebih mudah kita akses, otak bawah sadar kita akan berproses dan berpikir lebih maksimal dalam mencari solusi, proses inkubasi kreatifitas akan lebih cepat dan mampu menghasilkan ide cemerlang… dan seterusnya…

Fisiologis simple nya : SENYUM TATKALA MASALAH DI DEPAN KITA, itu langkah awal yang sederhana….

Demikian, berani mencoba????

Profesional=Proporsional

Sering kita mendengar bahkan mengatakan kata PROFESIONAL, sayapun kerap mengatakannya, namun sampai saat ini saya belum membaca definisi ilmiah dari kata tersebut, maklum saya tidak punya kamus besar bahasa Indonesia. Walau saya belum tahu definisi sesungguhnya tetap saja saya sering mengungkapkannya.

Nah, ketika saya menghadapi suatu keadaan dimana gejolak terjadi, timbul keinginan saya untuk merenungkan kata profesional ini.

Pikir sana, pikir sini, mondar mandir akhirnya dapet juga….. Tanpa njlimet saya narik kesimpulan begini:

Profesional itu adalah proporsional dalam menyikapi setiap keadaan, amanah dalam menjalankan tugas, memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita untuk kemaslahatan orang banyak…. Apapun profesi kita, proporsional dalam bersikap.

Anda punya definisi lain? Jangan lupa berbagi dengan saya. Thanks…

Design a site like this with WordPress.com
Get started