Al Ahqaaf : 15
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Dari ayat tersebut sangat jelas n gamblang apa yang diperintahkan 4WI kepada qta. Berikut adalah beberapa point yang sepertinya ga rugi dech klo dibaca… N kalo bisa dipraktekan………Ayo bareng2 belajar berbakti ma ortu… Ga salah kan… J
Cara berbakti kepada Orangtua
1. Mengajak masuk agama Islam jika belum beragama Islam.
2. Mengajarkan mereka dengan pemahaman yang benar (ahlus sunnah).
3. Berbicara dan bertutur kata dengan ucapan yang mulia dan tidak mengucapkan “Ah”.
Al Israa :23
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
4. Menaati perintah keduanya selama bukan maksiat.
Al ankabut:8
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Lukman:15
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
5. Lemah lembut, jangan bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan sinis.
6. Menjaga nama baik, kemuliaan serta harta mereka. Tidak mengambil sesuatu tanpa izin.
7. Meringankan beban keduanya. Misal: pekerjaan rumah, melayani dan menuntut ilmu dengan sungguh2.
8. Membicarakan apa saja menegenai kegiatan kita (red:musyawarah). Dan memberikan alasan jika berbeda pendapat.
9. Memenuhi panggilan mereka dengan segera disertai wajah yang berseri dan menjawab panggilan kedua orangtua.
10. Memuliakan teman serta kerabat kedua orangtua. Baik saat orangtua masih hidup ataupun meninggal dunia.
11. Tidak membantah dan menyalahkan mereka. Berbicara dengan santun dan beradab ketika menjelaskan yang benar.
12. Tidak berbuat kasar, tidak mengeraskan suara, tidak menyela saat mereka sedang berbicara.
13. Tidak berteriak kepada saudara kita sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.
14. Bersegera menemui keduanya jika mereka mengunjungi kita dan mencium kepala mereka.
15. Tidak pergi jika mereka tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikan alasan dan tidak memutuskan komunikasi.
16. Tidak menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
17. Mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingan sendiri/pasangan(istri) dan anak, bahkan daripada ibadah yang sunnah.
18. Meminta keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Tidak menjulurkan kaki di hadapan mereka karena sombong.
20. Tidak menyombongkan kedudukan di hadapan orangtua.
21. Membantu mereka dengan harta, membelikan kebutuhan mereka dll.
22. Sering berkunjung kepada kedua orang tua, dan mempersembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
”wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling patut mendapatkan perlakuan baik?. Rasulullah SAW menjawab, Ibumu. Ia bertanya lagi,”Lalu siapa?” Rasul menjawab,”Ibumu.” Ia bertanya lagi,”lalu siapa?” Rasul menjawab, ”Ibumu.” Ia bertanya lagi, ”lalu siapa” Rasul menjawab, ”Ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
24. Tidak durhaka dan menghindari murka keduanya.
Rasulullah SAW. Bertanya, Maukah kalian saya beritahu tenang dosa yang paling besar? Sahabat menjawab, ”Tentu saja.” Maka Rasulullah SAW. bersabda, Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orangtua. Semula beliau duduk bersandar kemudian duduk tegak sambil bersabda, camkanlah, kata-kata palsu. Beliau mengulang-ulangnya sampai-sampai kami berkata, ”semoga beliau diam.” (HR Bukhari-Muslim)
25. Meminta sesuatu dengan lembut dan berterimaksih jika mereka memberikannya. Memaafkan mereka jika tidak memberi. Menghindari permintaan yang memberatkan mereka.
26. Orangtua berhak atas diri kita. Begitu pula pasangan kita (suami/istri) memiliki hak atas kita.
27. Jika kedua orang tua bermusuhan dengan pasangan/istri maka jadilah sebagai penengah. Dan memahamkan bahwa qta berada di pihaknya jika dia benar, namun terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tua.
28. Jika berselisih dengan keduanya di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan.
29. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan atas diri kita.
30. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
31. Mengunjungi mereka disaat mereka hidup dan menziarahi ketika mereka telah wafat. Bershadaqah atas nama mereka dan memperbanyak berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan,
“Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”.
biar lebih lengkap kutambahin lirik lagunya Iwan Fals ma Gita Gutawa… Bagus lhoooo
———-Iwan Fals – Ibu————
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil duluLalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
——- Gita–Ada Surga di telapak kakimu——-
Kunyanyikan sebuah lagu
Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih ku kepadamuTanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku
Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian dihangat pelukmu
Didalam hati ku yakin serta percaya
ada kekuatan doa yang engkau titipkan
Lewat Tuhan membuat semangat bila diri
ini rapuh dan tiada berdaya
Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu saat kulukai hatimu
Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu
Terbuka pintu ke surga Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu…