Nasrani atau Kristen ?

Ini adalah semacam catatan kecil atas buku berbobot yang ditulis dengan bahasa populer oleh ustadz Wisnu Tanggap Prabowo, Nasrani di Sekeliling Rasulullah, dari Gereja Persia Hingga Ortodoks Abisinia.

Di Indonesia, kata nasrani digunakan oleh umat Islam santri menyebut orang-orang Kristen, yang kemudian oleh beberapa apologet Kristen dunia maya, dinyatakan bahwa pandangan orang Islam Indonesia itu keliru, sebab Nasrani itu berbeda dengan Kristen.

Lanjutkan membaca

Keagamaan Ganda Sadrach

Buku Guillot, Kiai Sadrach, Riwayat Kristenisasi di Jawa, sampai saat ini, mungkin dianggap sebagai buku yang paling otoritatif tentang Sadrach, sosok penginjil pribumi yang dianggap sebagai pintu masuk penginjilan ke dalam masyarakat Jawa secara luas. Hanya saja, seperti kata Asvi Warman Adam, karya Guillot ini mempunya kelemahan mendasar sebab tidak mengangkat teologi Sadrach dan hanya bercerita tentang gerakan Sadrach sebagai gerakan sosial. Padahal ketika berbicara validitas sebuah “jema’at Kristen”, maka pembahasan teologi adalah sebuah syarat utama.

Lanjutkan membaca

Umat Paruh Waktu

Pada tanggal 9-16 Oktober 1996, bertempat di Ganjuran, sebuah desa di mana Gereja Katolik inkulturatif bernuansa Jawa berdiri, perwakilan kelompok tani se Asia berkumpul di sana. Acara tersebut mengambil tema, Gereja Asia, Gereja Kaum Tani. Ada empat point pemikiran yang dihasilkan dan akan terus diperjuangkan, yaitu (1) Pola Produksi Tani Lestari, (2) Pola Konsumsi Lestari, (3) Penumbuhan gaya hidup sederhana dan bekepribadian dan (4) Menentang Gaya Hidup yang Konsumeristis.

Lanjutkan membaca

Misionarisme Katolik era Kolonial : Membentuk Elite Intelektual

Bertumbuh kembangnya misi Katolik di Jawa tidak dapat dipisahkan dari kiprah Fransiscus Georgius Josephus van Lith. Ketokohan van Lith ini dikenang secara khusus dalam kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta pada tanggal 10 Oktober 1989. Dalam pidato yang disampaikan di hadapan puluhan ribu umat Katolik di stadion Kridosono Yogayakarta, Paus Paulus Yohanes II menyampaikan bahwa kedatangannya adalah untuk mengenang mereka yang telah meletakkan dasar bagi umat-Nya di Pulau Jawa yaitu Romo van Lith dan dua orang muridnya, Mgr. Soegijapranata dan IJ Kasimo. Peristiwa ini menunjukkan jasa besar van Lith dalam mengembangkan misi Katolik di Jawa.

Lanjutkan membaca

Pertanian yang Sekarat (2)

Yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apa signifikansi dari pembahasan revolusi hijau dan marginalisasi dan depolitisasi umat Islam oleh Orde Baru ? Apabila kita melihat, secara demografi, pedesaan yang merupakan basis pertanian adalah salah satu basis kaum tradisionalis. Ketergantungan dunia pertanian terhadap dominasi negara, karena pada masa orde baru, negara adalah partner utama korprasi transnasional dalam memasarkan sarana produksi pertaniannya, maka secara ototmatis, kaum petani akan menjadi basis pendukung Orde Baru yang sangat loyal. Apalagi, Suharto pernah menjadi pahlawan yang mampu meningkatkan secara signifikan produk pertanian mereka. Barangkali saja, dari kacamata ini, di luar sektor politik, mengapa terjadi benturan yang keras antara NU dengan Suharto di masa lalu. Berkait dengan perebutan basis dukungan, di mana pada masa itu, warna politik dalam tubuh jam’iyah NU masih sangat kuat.

Lanjutkan membaca

Pertanian yang Sekarat

Revolusi hijau digaungkan untuk menjawab ancaman kelaparan yang muncul dari teorinya Robert Malthus tentang pertumbuhan manusia yang mengikuti deret ukur, sedangkan penambahan produksi pangan hanya berdasarkan deret hitung. Dunia akademik mejawab tantangan itu dengan memunculkan konsep Revolusi Hijau . Revolusi hijau adalah upaya adopsi teknologi modern ke dalam dunia pertanian. Cara pandang yang melihat bahwa semua masalah kehidupan bisa diselesaikan dengan teknologi adalah ciri khas dari peradaban modern.

Lanjutkan membaca

Majapahitisme, Internal Colonialism

“Ia kita dapatkan di dalam nafsu bangsa Spanyol menduduki negeri Belanda untuk bisa mengalahkan Inggris. Ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan timur Sriwijaya menaklukkan negeri Semenanjung Malaka, menaklukkan kerajaan Melayu, memengaruhi rumah tangga ngeri Kamboja atau Campa. Ia kita dapatkan dalam nafsu negeri Majapahit menaklukkan dan memengaruhi semua kepulauan Indonesia dari Bali sampai Kalimantan, dari Sumatera sampai Maluku. Ia kita dapatkan di dalam nafsu kerajaan Jepang menduduki Semenanjung Korea. Bukan pada bangsa kulit putih saja ada imperialism, tapi juga bangsa kulit kuning, juga pada bangsa kulit hitam, juga pada bangsa kulit merah sawo sebagai kami, sebagaimana terbukti di zaman Sriwijaya dan Majapahit.”

Lanjutkan membaca

Siapakah Umat Islam di Indonesia ?

Umat Islam di Indonesia itu bukan hanya santri saja. Santri inipun terbagi dua, antara santri tradisionalis dan santri modernis. Kalau wacana orientalis malah sering salah, karena yang disebut santri dalan berbagai literature itu hanya santri modernis. Santri tradisionalis malah sering dimasukkan pengikut tradisi sinkretis. Padahal mereka adalah pemilik sah istilah santri.

Lanjutkan membaca

Tradisi dan Idiocracy

Melihat karakter budaya Jawa, pihak kolonialis Belanda yang memandang Islam sebagai kekuatan subversif telah melakukan berbagai upaya untuk memisahkan antara kelompok Islam dengan masyarakat adat Jawa. Untuk membatasi lingkup Syari’ah Cornellis van Vollenhaven memperkenalkan teori Het Indische Adatrecht. Yakni hukum Islam baru mempunyai kekuatan berlaku kalau sudah diterima hukum adat. Sementara itu dukungan besar-besaran diberikan kepada kegiatan missionaris dan zending.

Lanjutkan membaca

Penubuhan Kebudayaan

Istilah yang saya sukai, yang dipakai pak ustadz Irfan Afifi sebagai editor di buku Jawa-Islam di Masa Kolonial karya Nancy Florida adalah penubuhan. Saya jadi ingat  tulisan ustadz Hamid yang berjudul Islam, Agama dan Peradaban. 


Sebagai sebuah agama, Islam telah komplit, namun sebagai sebuah peradaban, Islam itu seperti organisme yang hidup. Ia menyapa kebudayaan dan peradaban di luar tanah lahirnya, tidak hanya menyapa tapi juga memungut hikmah yang berserak di seluruh pelosok bumi. 

Lanjutkan membaca
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai