i’m trying to make a slideshow ๐
Our route : Selaparang Airport-Banyumulek (Lombok Pottery Center)-Sukarare (Lombok Woven & Handicraft Center)-Senggigi Beach-Puri Saron Hotel
i’m trying to make a slideshow ๐
Our route : Selaparang Airport-Banyumulek (Lombok Pottery Center)-Sukarare (Lombok Woven & Handicraft Center)-Senggigi Beach-Puri Saron Hotel
Berawal pada Kamis malam, 16 September 2010, saat kami sedang menyiapkan makan malam di asrama. Berhubung kami sedang lapar-laparnya, dan saat itu adalah H+6 lebaran, dimana warung-warung makanan masih sedikit yang sudah buka, maka kami memutuskan untuk memasak apa yang ada. Keputusan tersebut kami ambil karena kami meyakini (halah) berdasarkan pengalaman sehari sebelumnya (H+5 lebaran) kami pun mencoba memasak apa yang ada. Dan hasilnya :



Jadi, “don’t judge the egg from its shell”, cangkangnya bagus belum tentu isinya bagus. Analoginya bisa disamakan dengan “don’t judge a person from his/her appearance” lah ya, hehe… ๐
Pernahkah terlintas di benak kita : “Saya bersyukur atas keadaan saya sekarang”?
TK dan SD Islam tempat saya belajar tidak berhasil membuat saya berjilbab.ย Ketika masuk ke SMP saya diingatkan oleh seorang teman kuliah ibu saya untuk memakai jilbab, hingga ย dibukakan ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan tentang hal tersebut. Tapi hal tersebut hanya saya terima tanpa saya laksanakan.
Masuk SMA, saya pun belum berkeinginan untuk memakai jilbab, bahkan menolak dengan alasan yang aneh : “Nanti muka saya penuh donk, ada kacamata, behel, dan jilbab”. Benar-benar membuat saya tertawa kalau mengingatnya. Hehe.. ๐
Niat masuk SMA pun sama sekali tidak lurus. Saya berniat dalam hati : “Kalau saya udah SMA, saya mau pacaran”.
Astaghfirullah….
Mentoring di SMA saya ikuti dengan ogah-ogahan, kabur-kaburan, bahkan sampai bohong-bohongan (maksudnya banyak berbohong sebagai alasan untuk tidak mengikuti mentoring).
……………………
Akhir kelas 1 SMA, entah karena motivasi apa saya memutuskan untuk berjilbab. Dengan bermodalkan 1 pasang baju panjang seragam putih-putih untuk hari Senin dan 1 pasang putih-abu2 untuk Selasa. Untuk hari Rabu dan seterusnya belum sempat terpikirkan, yang penting berjilbab dulu, pikir saya.
Kelas 2 SMA akhirnya saya dengan senang hati mau mengikuti mentoring. Saking semangatnya sampai-sampai saya dan 1 orang teman saya mengikuti 2-4 mentoring dalam seminggu dengan kelompok yang berbeda-beda. Sampai pada akhirnya saya dan teman saya tersebut dikelompokkan dalam sebuah halaqoh bersama murabbiy pertama saya. Saya sangat kagum dengan karakter murabbiy saya, tegas namun lembut. Saya juga sangat kagum dengan teman-teman satu halaqah saya. Akselerasinya sangat luar biasa. 90 % teman-teman satu halaqah saya baru berjilbab ketika kelas 2 SMA. Namun pada akhir kelas 2 SMA, mereka telah menjadi asisten mentor, bahkan tak jarang mereka menggantikan posisi mentornya ketika mentor tersebut sibuk (karena pada umumnya mentornya masih kuliah).
Ketika kelas 3 SMA, salah satu teman halaqah saya bahkan berani mengambil keputusan untuk menikah karena alasan : tidak ingin mengatakan sesuatu yang tidak dia kerjakan. (Bagian ini akan diceritakan secara khusus di postingan berikutnya). Subhanallah….
Ketika memilih tempat kuliah pun tidak muluk-muluk, FSRD ITB, apa bisa? yaaa dicoba aja. Kalau masuk alhamdulillah, kalo ga ya bukan rejekinya. Ternyata Allah menghendaki saya masuk. Saya bertanya :
“Allah menginginkan apa dari saya di sini?“
Pertanyaan itu terus yang saya ajukan kepada Allah dan kepada diri saya sendiri ketika saya berhasil memasuki program studi yang diinginkan, mendapat amanah tertentu, atau berhasil mendapatkan suatu kesempatan.
TERNYATA…..
Apa yang Allah inginkan adalah pengenalan, pembelajaran, dan peningkatan kompetensi diri saya. Belajar menerima keadaan, mempelajarinya, dan memecahkan permasalahannya sendiri.
Learning by doing
…………………………………………….
Dari situlah saya mulai mengerti apa arti :
Apa yang Allah berikan adalah bukanlah apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan
Sekarang saya ingin kembali flashback.
Apakah kita menjadi baik hari ini karena usaha kita? karena do’a-do’a kita?
Ternyata Allah-lah yang berbaik hati menunjukkan, mengarahkan, menggerakkan tubuh dan pikiran kita untuk berubah. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Mensyukurinya dengan berusaha men-istiqomah-kannya, meng-evaluasi, memperbaikinya, dan meningkatkannya setiap waktu, karena ujian akan datang di saat yang tepat untuk naik tingkat.
Semoga kita senantiasa syukur ni’mat dan dihindari dari kufur ni’mat.
Gambar : dari berbagai sumber
Tidakkah kau malu?
Saat Allah memberi apapun kebutuhanmu
Sementara dirimu terus menerus merasa kurang
Tidakkah kau malu?
Saat Allah memberimu jalan untuk berubah
Sementara dirimu terus menerus berbuat dosa
Tidakkah kau malu?
Saat Allah mencintaimu
Sementara dirimu membiarkannya bertepuk sebelah tangan
Astaghfirullaahal ‘azhim………….
Astaghfirullaahal ‘azhim………….
Astaghfirullaahal ‘azhim………….
Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih…….
-teruntukdiriyangpenuhdosa-
gambar : dari berbagai sumber
26 Juni 2010
Sore itu setelah saya menyelesaikan amanah saya di pengajian warga ganesha, pikiran saya tidak berhenti berpikir (seperti to do list yang ada di komputer) tentang agenda-agenda berikutnya yang harus saya selesaikan malam itu. Berhubung besok pagi ada pernikahan anak asrama (Kg Husni & Teh Dian) di Salman jadi pasti riweuh. Senin paginya kudu asistensi TA sama dosen pembimbing, ga boleh telat, & harus menyelesaikan semua kekurangan yang dicatat oleh dosen pembimbing. Fiuuhh…(tidak boleh mengeluh, heuuu… :D)
Makan-beliin susu buat Eka (seorang teman di asrama nitip beli susu bantal)-fitting baju pager ayu-rapat OL SR sambil ngerjain revisi TA. Pokoknya intinya malem itu niat mulianya kepingin bergadang sambil menyelesaikan semuanya.
Oleh karena itu, saya & Dini (teman sekamar saya) langsung menuju Gelap Nyawang (sebuah daerah di belakang Salman ITB, banyak tempat makan) setelah saya menyelesaikan pengajian warga. Ketika melewati Kantin Salman, eh, nyangkut lagi, ada ibunya Kg Husni (yang besok mau nikah), adik & tantenya Kg Husni, & adiknya Teh Dian. Berhubung saya orang yang baik hati dan tidak sombong (:D), masa ga disapa. 5 menit berlalu dengan silaturahim dengan keluarga Kg Husni-Teh Dian. Alhasil, Dini, yang ga begitu kenal dengan mereka, nyangkut dengan hal yang lain. Seorang pengamen cilik, 1 anak perempuan usia SD & 1 anak perempuan lainnya yang lebih kecil. Ketika saya sudah selesai bersilaturahmi saya langsung memberi isyarat kepada Dini untuk terus menuju Gelap Nyawang tanpa menggubris 2 pengamen cilik itu. Tapi Dini, masih mengobrol dengan mereka. Mau tidak mau saya perhatikan isi obrolan mereka (apa sih yang bikin lama, heuu…).
Ternyata isi obrolan mereka adalah:
Pengamen cilik A (anak yang lebih besar) : Teh minta uang, Teh..
Dini : ngga mau ngasi uang ah, klo ikut makan aja gimana? Ikut makan aja yuk sekarang!
Pengamen A : eu…eu…(ragu-ragu antara kepengen makan sama mau dikasi uang aja)
Pengamen B : udah teh, ikut aja yuk…(suaranya pelan, bernegosiasi dengan Pengamen A)
Pengamen A : eu..eu…(masih bingung)
Pengamen A : yaudah deh…(akhirnya dia menyerah)
Dini : tapi dah pada sholat maghrib belom?
Pengamen A & B : eu..belum teh, hehe..(cengar-cengir malu)
Dini : oo..klo gitu mah sholat maghrib dulu, atau ga boleh ikut makan..
Pengamen A & B : eu..eu..ga bawa mukena teh…(nyari alesan ni..ckckckck..)
Dini : kan bisa minjem di Bu Idar, sholat dulu ya, minjem aja mukenanya di Bu Idar..
Ada temen kia pula yang ngebantu, Ratna Fisika Teknik 08, akhirnya dia yang nemenin anak-anak itu sholat. Dini memberi syarat ke Ratna agar menyusul ke tempat makan di Gelap Nyawang yang bernama F_stB_ke, hehe..
Baiklah, akhirnya saya dan Dini duluan ke tempat makan itu. Pesan makanan yang tak berapa lama kemudian datang. Niat saya untuk menyantap makanan itu lebih dulu terhenti dengan perkataan Dini, “Kita tunggu Ratna sama anak-anak itu dateng dulu ya…”. Heu..padahal perut ini dah orkestra dari tadi. Baiklah……..
Kami menunggu sambil melakukan sesuatu yang lain (yang sudah kami rencanakan sejak di asrama tadi, karena tempat makan yang kami tempati enak skali untuk baca buku atau kegiatan semacamnya). Dini membaca buku Tipping Point-nya, sedangkan saya menulis agenda-agenda yang akan saya kerjakan hingga hari senin pagi.
Mereka belum juga datang. Tapi ada teman kita satu orang lagi datang, Isan Najmi Arsitektur 07 yang akhirnya bergabung di meja kita.
Akhirnya beberapa menit kemudian Ratna datang membawa anak-anak itu.
Ratna : Ayo sekarang mo pesen apa?
Pengamen A : yang ini!
Pengamen B : yang itu!
Okelah kalo begitu.., semangat sekali mereka memilih makanan. Hehehe..
Sambil menunggu makanan kami mengobrol, akhirnya kami tau nama Pengamen A itu adalah Ega. Dan pengamen B yang kami kira adiknya ternyata adalah keponakannya yang bernama ….ngg..ng…lupa euy…(maaf ya dek…kakakmu ini terlalu banyak pikiran, halah..). Baiklah, kita sebut saja “Keponakan Ega” (PonGa), heu…nama yang aneh… @.@
Saat mengobrol tiba-tiba ada pengamen cilik yang cukup besar, hehe, agak gemuk maksutnya, kecrek-kecrek di sebelah kita. Ega menyahut, “Nah, klo ini kakak saya teh, namanya Sarip”
Oo…akhirnya Sarip pun ikut bergabung. Namun ketika ditanya Sarip mau pesen makanan apa dia bilang dia sudah makan. Biasanya anak yang agak gemuk seperti Sarip, ditawari makan pasti tidak akan menolak. Tapi lain halnya dengan Sarip. Dia tampak jujur dan menjawab sudah makan tadi sebelum ke sini.
Akhirnya makanan pun datang. Dini memesan minum satu gelas lagi untuk Sarip. Kemudian akhirnya kami mulai makan sambil tetap mengobrol. Oia, sebelum makan kami membaca do’a makan bersama-sama. Berasa kecil lagi nih, kadang-kadang kita yang sudah besar pun masih lupa membaca do’a sebelum makan. Hari ini kami mengingatkan diri kami sendiri.
Dalam obrolan kami, diketahui bahwa Sarip tidak bersekolah lagi (saat ditanya alasannya dia bilang tidak tahu) dan Ega bersekolah di dekat rumah mereka. Sarip dan Ega mempunyai seorang ibu (yang ternyata berada di Jalan Gelap Nyawang itu, ngga jelas lagi ngapain) dan seorang kakak perempuan yang bekerja di Surabaya. Saat ditanya “Kakaknya kerja apa di Surabaya?”, “Ngga tau..” jawab mereka. Kami bertanya Sarip tadi sudah solat belum dan Sarip menjawab belum. Lalu kami berkata setelah ini semuanya sholat isya ya. Lalu Ega menjawab, “Iya ya, kan udah dikasi makan, jadi kita sholat isya”, saya dan Dini buru-buru meralat, “Bukan gara-gara dikasi makan jadi sholat isya, semua orang Islam wajib sholat,”. Waduh, piye iki?!
Setelah selesai makan, kami mau membayar, saya dan Dini berencana patungan untuk membayar makan-makan kali itu. Tapi ternyata Ratna yang membayar semuanya. Whoaaaaaa! Senangnyaaaa! hehehe….. Rupanya Ratna baru menang lomba catur dan dapet uang dari situ. Makan-makan kali ini jadi syukuran Ratna. Jazakillah khayran katsir… ๐
Sholat gerhana di mesjid sudah selesai. Karena kami semua berhalangan jadi tidak sempat merasakan sholat gerhana malam itu. Tapi tak apalah, ada hikmah lain yang bisa kami ambil malam ini. Adzan isya berkumandang. Kami menuju masjid untuk mengantar adik-adik itu sholat untuk memastikan mereka benar-benar sholat. Sarip mulai beralasan tidak membawa sarung. Kami meyakinkan sarungnya bisa minjem. Akhirnya dia mau ikut sholat.
Sarip meminjam sarung di tempat penitipan sepatu ikhwan, memperlihatkan sarungnya kepada kami, lalu mengangguk dan masuk ke dalam masjid. Hehehe….lucu juga dia, meyakinkan kami bahwa dia akan benar-benar sholat. Okelah dek!
Dini membawa Ega dan PonGa (sekali lagi, ini nama yang aneh) ke tempat wudhu akhawat. Dini mengajarkan urutan berwudhu. Sambil terus mengoceh mereka mengikuti apa yang Dini ajarkan.
Setelah berwudhu mereka ternyata terlalu lama berwudhu hingga kalah cepat dengan peminjam mukena lainnya. Terpaksa mereka harus menunggu. Sambil duduk-duduk di tangga masjid, ada anak FK Unpad 2007 yang tertarik dengan interaksi kami dengan anak-anak itu. Akhirnya kami mengobrol-ngobrol sebentar.
Setelah sholat jama’ah isya selesai, anak-anak itu kami panggil untuk cepat meminjam mukena. Sambil takut-takut Ega dan PonGa (tetep nama yang aneh) celingukan, bingung mau minjem mukena siapa. Bingung juga, yang mana mukena masjid yang mana yang bukan. Akhirnya saya menunjuk kepada salah satu teteh di shaf depan yang mukenanya kelihatan seperti mukena Salman (sotoy euy, hehe). Saya berbisik kepada Ega,”Pinjem teteh yang itu tuh, bilang ‘Teh, boeh pinjem mukenanya ga?’ bilang yang bagus ya”. Kemudian dia melakukan seperti yang saya minta. Teteh tersebut menjawab dengan baik “Boleh, ini punya Salman kok” sambil tersenyum. Yes, 1 mukena dapet. Tinggal 1 lagi buat PonGa (aneh, benar-benar aneh). Saya melakukan hal yang sama kepada PonGa (aneh, heuu..). Tapi ternyata Dini sudah mengambilkan mukena yang ukurannya kecil dan cocok untuk PonGa (aneh pisun).
Baiklah, mereka akhirnya sholat. Kami menunggu bersama Sarip yang telah selesai sholat dan memakai sarungnya seperti kura-kura ninja. Jiiiaaaah!
Sarip bercerita (seteah kami tanya-tanya tentunya) bahwa dia dan adiknya tidak bisa langsung pulang setelah sholat. Mereka harus mencari uang sekitar dua puluh ribu lagi, atau setidaknya sepuluh ribu lagi. Mereka disuruh oleh ibu mereka sendiri. Ya Allah, masa ibu sendiri mempekerjakan anak-anaknya mencari uang sampai semalam itu?
Lalu, kami memastikan Sarip tidak ngelem (menghirup lem aibon untuk mendapatkan sensasi fly, persis sama fungsinya dengan narkoba, hanya saja mereka tidak perlu membeli semahal narkoba, cukup dengan meminta kaleng lem aibon bekas dari bengkel). Kami bertanya itu karena kami curiga dari bau lem di sekitar badan Sarip. Semoga saja dia tidak berbohong. Tapi dia berkata bahwa banyak teman-temannya yang ngelem. Ya Allah, miris sekali anak-anak itu, semoga saja mereka sadar, dan ngga jadi sampah masyarakat.
Akhirnya kami berpisah, mereka harus mencari uang lagi sebelum pulang. Kami hanya dapat berkata hati-hati. Kami tidak memberi uang sepeser pun karena kami takut, orang tua mereka terus-menerus memanfaatkan keadaan mereka. Kami hanya bisa memenuhi kebutuhan makan mereka malam itu (itu juga dibayarin Ratna, hehe). Hati-hati ya Dek, sholat yang rajin, bawa sarung sama mukena, kalo ngga ada bisa minjem di Salman. Kalo sudah besar dan bisa hidup mandiri lebih baik pisah dengan orang tua. Jangan mau dimanfaatkan untuk hal-hal yang buruk, termasuk mencari nafkah dengan cara meminta-minta. Lebih baik bekerja apa saja yang penting halal.
Waaaaahhhh! Walaupun kami tidak dapat merasakan nikmatnya sholat gerhana, kami masih diberi kesempatan melihat pelajaran lain. Semoga Allah terus-menerus memberikan rahmat dan hidayahnya kepada anak-anak seperti mereka, juga kepada orang tuanya. Agar mereka dapat bertahan hidup dengan cara-cara yang baik.
Semangat, Dek! ๐
โDan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.โ (Al-Anโ aam : 132).
โDan setiap mereka mendapat derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan.โ (AlยฌAhqaaf : 19).
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
QS. al-‘Ankabut (29) : 6
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
QS. al-Mulk (67) : 2
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
QS. al-Hajj (22) : 78
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
QS. al-Baqarah (2) : 177
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
QS. al-Baqarah (2) : 265
โDan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya.โย (al-Anโam: 132)
Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram daripada kejutan yang dahsyat pada hari itu.
QS. an-Naml (27) : 89
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
QS. al-Baqarah (2) : 110
Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
QS. Ali Imran (3) : 200
โIslam adalah pangkal segala urusan hidup, tiang pancangnya shalat, dan ujung tombaknya adalah jihad.โ (H.R.Thabrani)
“…Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
QS. Saba’ (34) : 13
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
QS. al-Mulk (67) : 15
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.
QS. al-Jumu’ah (62) : 10
Hanya segelintir peringatan dan janji Allah kepada kita, semoga bisa menjadi pengingat dan penyemangat
Tabiat seorang muslim sejati adalah terus beramal, diam tanpa amal adalah aib bagi seorang muslim
Ga ada yang sia-sia dari setiap amal yang kita lakukan
Allah cuma pengen liat kita bersungguh-sungguh dalam setiap prosesnya
SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
๐
–dari berbagai sumber–
Menjadi pertama itu pasti, menjadi berani itu relatif
Menjadi lelah itu pasti, menjadi ikhlas itu relatif
Menjadi menang itu pasti, menjadi tawadu’ itu relatif
Menjadi indah itu pasti, menjadi wangi itu relatif
Menjadi tua itu pasti, menjadi baik itu relatif
Menjadi hidup itu pasti, menjadi manfaat itu relatif
Menjadi mati itu pasti, menjadi sejarah itu relatif
Pernah baca novel Pippi Langstrump (a.k.a Pippi Longstocking atau artinya Pippi si Kaus Kaki Panjang) karangan Astrid Lindgren?
Dulu saya pernah membaca salah satu serinya, yaitu Pippi di Negeri Taka-Tuka.
Saya menemukan sesuatu yang menarik di sana, ceritanya begini :
Pippi adalah seorang anak yg senang memakai kaus kaki panjang bergaris-garis, memiliki rambut panjang berwarna pirang, dan sering dikepang dua kanan-kiri, dan memiliki bintik-bintik merah di kedua pipinya. Pippi seorang anak yg selalu ingin tahu, terkadang jahil, dan membuat kesal orang lain.
Nah, salah satu bab novel tersebut berjudul : Pippi menemukan Selepung
Saya mencarinya di google books, dan ternyata ada lho, hohohoho… ๐
Kalo mau baca selengkapnya ada di :
Hasil googling kata ‘selepung’ ternyata bisa baca e-booknya ๐
Hal menarik pada cerita tersebut adalah seorang anak yang menemukan sesuatu hal yang baru kemudian diapresiasi oleh dirinya dan lingkungannya, walaupun belum jelas diketahui apakah kegunaan kata ‘selepung’ itu. Tapi kemudian dengan keyakinan yang besar dia mencari tahu lebih lanjut tentang ‘temuan’nya itu. Tak peduli dimanapun ia harus mencarinya.
Mungkin mental seperti itulah yang dimiliki para penemu, peneliti, desainer, atau pekerjaan lain yang membutuhkan ketahanan diri yang tinggi dalam memperoleh suatu kebaruan. Bukankah sebuah invention sangat berarti dan dapat memunculkan invention lainnya atau pengembangan daripadanya yang dinamakan inovation?
Saya jadi teringat perkataan dosen saya pada mata kuliah HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) di Desain Produk ITB, Bapak Rizky Adiwilaga (seorang konsultan, praktisi HaKI, dan spesialis design protection dalam bidangnya) : HaKI adalah kekayaan yang dapat diperbaharui, tidak akan habis, dan sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia di negara tersebut. Jepang misalnya, menjadi negara terkaya kedua di dunia karena banyaknya HaKI yang didaftarkan (baik itu paten, hak cipta, desain industri, atau yang lainnya).
Jepang mengalami defisit sekitar 4000000000000 Yen dalam hal perdagangan teknologi sedangkan aplikasi paten domestik di Jepang dihitung sebanyak 4.400.000 dalam dekade (1986-1995)
Sumber : http://www.jpo.go.jp/shiryou_e/toushin_e/kenkyukai_e/rep21eng.doc
Pemerintah Jepang sangat aktif dalam pembiayaan riset yang dilakukan oleh lembaga-lembaga atau perguruan tinggi di negaranya. Kepedulian Pemerintah Jepang didasari pemahaman akan pentingnya sebuah invensi ataupun inovasi.
Saya kira mencontoh kebaikan dari orang lain untuk kita tiru sangat baik. Walaupun sumber daya alam negara Jepang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia, terkadang kita terlalu merasa cukup dengan itu. Masih terngiang-ngiang lagu ‘Kolam Susu’-nya Koes Plus. Semoga puji-pujian akan kekayaan negeri khatulistiwa tidak membuat kita berbangga hati dan berhenti berinovasi dan ber’invensi’.
Selamat berinovasi dan ber’invensi’ kawan!
INOVATION AWARENESS CAMPAIGN ๐
Kajian ini dibawakan oleh Ustadz Suherman dalam acara Pengajian Warga Ganesha yang diadakan pada tanggal 29 Mei 2010 oleh Divisi Eksternal Keluarga Aktivis Masjid Salman ITB periode 2009-2010, semoga bermanfaat ๐
(Notulen : Arinda & Yasrina)
–Mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan yang mungkin terjadi–
Contoh problematika umat saat ini:
Manusia diberikan kelebihan oleh Allah SWTร akal
Teladani Rasulullahร โContekโ seluruh aspek yang dicontohkan Rasulullah
Manusia memang serba salah, ketika tidak boleh mencontek waktu ujian misalnya malah mencontek, ketika Allah meminta kita untuk โmencontekโ Rasulullah sulit sekali.
Untuk para wanita (analogi yang sedikit aneh dari ustadz) :
Jadilah seperti kue brownies, tidak diizinkan dipegang dan dicicipi sebelum dibayar, harganya pun mahal. Jangan seperti cireng atau bala-bala yang harganya murah dan boleh dipegang-pegang untuk memilih yang masih hangat dan garing.
Jika semua orang memahami agamanya, maka dengan sendirinya akan memahami dan akan menjadikan semua yang dilakukannya bernilai ibadah di hadapan Allah SWT, contoh : belajar, bekerja, membereskan rumah, dsb.
Jika semua orang memahami semua yang dimilikinya saat ini adalah milik Allah SWT, maka dengan sendirinya akan memahami aturan Si Empunya Barang akan perbuatan kita terhadap pinjaman tersebut.
Rasulullah mengatasi permasalahan umatnya dengan :
Seperti cerita Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Usaid, ketika Usaid dengan tangan terbuka menerima dan mencintai Abdurrahman sampai separuh harta dan istrinya rela ia berikan, Abdurrahman hanya meminta ditunjukkan arah jalan menuju pasar.
Begitupula dengan cerita perebutan sumur pada zaman Rasulullah, pada masa itu sumur yang menjadi kebutuhan utama umat muslim dikuasai oleh Yahudi. Seluruh orang yang ingin mengambil air dari sumur tersebut harus membayar dengan mahal. Ketika umat muslim tidak sanggup lagi mereka mengadu kepada Rasulullah agar Rasulullah melakukan sesuatu terhadap sumur tersebut untuk kepentingan umat muslim. Rasulullah menawarkan kepada sahabat-sahabat Rasulullah siapa yang sanggup membeli sumur tersebut dari tangan Yahudi. Akhirnya Ustman bin Affan pun menyanggupi. Dengan ditemani oleh Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib (kayaknya, lupa euy…), maka Ustman pun menemui Yahudi pemilik sumur tersebut. Menyadari betapa membutuhkannya umat muslim akan sumur tersebut, maka Yahudi itupun dengan tegas menolak menjualnya. Akhirnya Ustman menyusun rencana berikutnya, niatnya kali ini bukan untuk membeli sumur, tapi hanya menyewanya saja. Sang Yahudi pun membolehkan dengan syarat hanya 3 hari (1 kali kesempatan per dua hari) dari seminggu dan itupun hanya boleh menggunakan pada malam hari saja. Namun, hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kaum muslimin. Setiap malam dimana sumur tersebut menjadi hak kaum muslimin, mereka berbondong-bondong membawa tempat air dan memenuhi cadangannya hingga cukup untuk 3 hari, pada hari selanjutnya dimana kaum Yahudilah yang menguasai sumur, tidak ada kaum muslimin yang membeli air di sumur. Lama kelamaan Yahudi itupun merugi karena tidak ada yang membeli. Pada saat itulah, Ustman menawarkan kembali kepada Yahudi tersebut untuk membeli sumur tersebut. Yahudi tersebut berpikir ada baiknya ia mengambil kesempatan tersebut, daripada ia mengalami kerugian lebih baik ia menerima tawaran tersebut. Yahudi tersebut tetap ingin mengambil keuntungan dari penjualan sumur tersebut dengan menentukan harga jualnya, yaitu sama seperti harga jual yang ia katakan dulu. Akhirnya Ustman pun membeli sumur tersebut. Sejak saat itu sumur tersebut dipergunakan untuk kepentingan umat muslim.
Dalam cerita tersebut sumur diasosiasikan sebagai sumber penghidupan masyarakat, sebagai kebutuhan primer yang tidak dapat digantikan, dan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Seperti sistem ekonomi, ketika sesuatu hal yang merupakan kepentingan masyarakat diprivatisasi dan dikomersialisasi maka bukan kemakmuranlah yang didapat, melainkan kesengsaraan masyarakat.
Umat Islam seharusnya :
Oleh karena itu, yang harus dilakukan oleh umat Islam saat ini adalah :
Mudah-mudahan pertanyaan tersebut setidaknya pernah terlintas di benak muslim dan muslimah yang pernah mendengar atau melihat berita penyerangan Israel ke Gaza dan rakyat Palestina.
Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sangat diharapkan kontribusinya dalam rangka membela saudara-saudara kita di sana. Bahkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, datang ke Indonesia pada tanggal 29 Mei 2010 dan bertemu Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk meminta bantuan Indonesia untuk Palestina. Bahkan diperkirakan RI dapat menjadi mediator konflik Israel-Palestina (baca juga : http://inilah.com/news/read/politik/2010/05/31/567881/ri-dilamar-jadi-mediator-konflik-palestina-israel/ ).
Sementara kita sebagai negara Indonesia, sebagai sesama manusia, dan sebagai sesama muslim, apa yang harus kita lakukan?
Beberapa hal yang bisa saya sarankan adalah:
1. Beritakan dan sebarluaskan berita tentang Gaza dan rakyat Palestina terkini melalui berbagai media.
2. Menyisihkan sedikit rezeki yang kita miliki untuk bantuan sesama muslim, termasuk untuk Gaza dan rakyat Palestina. Ada yang menarik di sini yang saya pelajari dari seorang teman, beliau selalu menyisihkan beberapa persen dari seluruh pendapatannya dan membaginya menjadi 3 bagian: bagian pertama untuk tabungan haji, bagian kedua untuk infaq jika di lingkungan sekitarnya ada yang membutuhkan, dan bagian ketiga untuk palestina.
3. Mengumpulkan dan mengirimkan bantuan apapun baik secara mandiri maupun melalui berbagai elemen yang mengkoordinir bantuan tersebut.
4. Tidak menggunakan produk-produk yang memberikan keuntungannya baik langsung ataupun tidak langsung bagi Israel
5. Yang terakhir yang pasti bisa dilakukan oleh seluruh muslim, berdo’a.
Contoh do’a qunut nazilah:
ุงููููููู ูู ุนููููููู ุจูุงูููููููุฏู ุงููู ูุนูุชูุฏูููู ุงูููุฐููููู ููุชููููุง ุฅูุฎูููุงููููุง ุงููู ูุณูููู ููููู ูููู ููููุณูุทูููู ุ ุงููููููู ูู ุนููููููู ุจูููู ู ููุฅููููููู ู
ูุงู ููุนูุฌูุฒูููููู ุ ุงููููููู ูู ุดูุชููุชู ุดูู ูููููู ู ููููุฑูููู ุฌูู ูุนูููู ู ููุงุฌูุนููู ุงูุฏููุงุฆูุฑูุฉู ุนูููููููู ู ุ ุงููููููู ูู ุฃูุญูุตูููู ู ุนูุฏูุฏุงู
ููุงููุชูููููู ู ุจูุฏูุฏุงู ูููุงู ุชูุบูุงุฏูุฑู ู ูููููู ู ุฃูุญูุฏุงู ุ ุงููููููู ูู ุฃูููุฒููู ุนูููููููู ู ููุนูููู ู ููู ุนูุงููููููู ู ุจูุฃูุณููู ุงูููุฐูู ูุงู ููุฑูุฏูู ุนููู
ุงููููููู ู ุงูุธููุงููู ูููู
Ya Allah turunkanlah hukumanMu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu, Ya Allah cerai beraikan mereka porak porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasanMu atas mereka, Ya Allah kumpukan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka, Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasanMu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezhaliman
ุงููููููู ูู ุฃูููุฌู ุฅูุฎูููุงููููุง ุงููู ูุณูููู ูููู ุงููู ูุณูุชูุถูุนูููููููู ูููู ููููุณูุทููููู ุ ุงููููููู ูู ุงููุทููู ุจูููู ู ููุงุฑูุญูู ูููู ู ููุฃูุฎูุฑูุฌูููู ู
ู ููู ุงูุถูููููู ููุงููุญูุตูุงุฑู ุ ุงููููููู ูู ุชูููุจูููู ู ูููููู ู ุงูุดููููุฏูุงุกู ููุงุดููู ู ูููููู ู ุงููู ูุฑูุถูู ููุงููุฌูุฑูุญูู ุ ุงููููููู ูู ูููู ููููู ู
ูููุงู ุชููููู ุนูููููููู ู ููุฅูููููู ูุงู ุญููููู ููููู ู ูููุงู ูููููุฉู ุฅููุงูู ุจููู
Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari isolasi dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini, Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang luka dan sakit dari kalangan mereka, Ya Allah tetaplah bersama mereka dan jauhilah musuh-musuh mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dariMu
ุงููููููู ูู ุงููุตูุฑู ุงููู ูุฌูุงููุฏููููู ูููู ููููุณูุทููููู ุงููููููู ูู ุงููุตูุฑูููู ู ุนูููู ุงููููููููุฏู ููู ููู ุนูุงููููููู ู ู ููู ุงูููููููุงุฑู ููุงููู ูููุงูููููููู
ุ ุงููููููู ูู ุณูุฏููุฏู ุณูููู ูููู ู ููููุญููุฏู ุตูููููููููู ู ููุงุฌูู ูุนู ููููู ูุชูููู ู ุนูููู ุงููุญูููู ููุง ุญูููู ููุงูููููููู ู
Ya Allah turunkanlah pertolonganMu buat kaum mujahidin di Palestina, Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum Yahudi dan penolong-penolong mereka dari kalangan kuffar dan kaum munafiq, Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, rapatkanlah shaf perjuangan mereka dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran Ya Hayyu Ya Qayyum.
Di antara orang yang doanya mustajab adalah doa seorang Muslim terhadap saudaranya dari tempat yang jauh. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, artinya, โTidaklah seorang Muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak berada di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”.โ (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang Muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh. Jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka ia tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Karena itu, sebagian ulama Salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri, mereka menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena di samping terkabul, dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.โ
Adapun qunut, secara istilah adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, “Suatu doa di dalam shalat pada tempat yang khusus dalam keadaan berdiri.” (Fathul Bari, 2/490.) Dan nazilah artinya malapetaka atau musibah yang turun menimpa kaum muslimin dalam bentuk gempa, banjir, peperangan, penganiayaan dan sebagainya.
Qunut nazilah adalah suatu hal yang disyariatkan dan amat disunnahkan ketika terjadi musibah dan kezaliman.
Imam Syafi’iโrahimahullahโberkata, “Apabila turun musibah kepada kaum Muslimin, disyariatkan membaca qunut nazilah pada seluruh shalat wajib.” (Syarhus Sunnah karya Al-Baghawi 2/279).
Soal lafal, tidak ada hadis dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam yang menunjukkan adanya doa khusus dalam qunut nazilah. Karenanya, seseorang boleh berdoa dengan doa yang sesuai dengan keadaan orang yang tertimpa musibah.
Lafal qunut di atas tidak semuanya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Olehnya, tidak ada keterkaitan dengannya apalagi menganggapnya sebagai doa yang disunnahkan. Dan bagi yang mampu menyusun doa dalam bahasa Arab yang sesuai dengan keadaan musibah, tidak ada larangan baginya untuk berdoa dengannya.
Sumber do’a qunut nazilah: http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=1778&Itemid=189