kanker sudah tidak berbahaya lagi

Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
“KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
“Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996…
“Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
tapi langsung pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum.. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,
mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di
Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.

Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi..
Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,
karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut

mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr… Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di
Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,
dan di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. “Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ,” lanjut Boni. ” Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. ” tambahnya…

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien.. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. “Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi,” sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial

“Cancer Care Indonesia ”
beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no..5 Jakarta ,
telp : 021-4894745

Published in: on Maret 18, 2009 at 10:37 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Merubah sel kanker menjadi sel normal

Dokter Li Feng di Taiwan University Hospital pernah mengidap kanker limpa.
Orang yang menderita penyakit yg sama dengan dirinya, ada yang sudah koma,
bahkan ada yang sudah meninggal, tapi beliau justru masih hidup dengan
sehat. Rahasianya adalah: sama sekali tidak tergantung pada pengobatan, dan
setiap hari menjaga kondisi organ tubuhnya, terutama sel – sel tubuhnya.
Oleh karena itu, harus hidup dengan bahagia, mengkonsumsi makanan yang
hambar (sederhana), hidup dgn teratur, tidur lebih awal dan bangun lebih
pagi, dan secara teratur melakukan meditasi dan olahraga.

Dua motto hidupnya yang terkenal adalah :
“Di saat orang bahagia, sel tubuh sangat sempurna, seperti anak muda yang
berusia 18 tahun; di saat orang marah, sel tubuh akan berubah menjadi
seperti orang tua yang berusia 80 tahun, lusuh dan mengkerut!”
“Jangan menyiksa sel tubuh kita sendiri; makan berlebihan dan bergadang atau
tidak tidur, adalah penyiksaan terhadap sel tubuh!”

Orang2 yg suka bergadang di kota besar umumnya baru mulai tidur jam 4 pagi,
Dokter Li Feng justru sudah bangun. Terlebih dulu meminum segelas airputih,
lalu mulai bermeditasi, berolahraga. Setelah makan semangkok bubur 5 jenis
padi – padian, jam 7 pagi ia berangkat kerja; setiap malam jam 8 di saat
orang kantoran masih sibuk lembur, Dokter Li Feng sudah mulai bermeditasi,
dan jam 9 malam waktunya beliau tidur. Makanannya sangat sederhana dan
hambar, siang hari makan sayur dan nasi yang dimasak sendiri, makan malam
hanya mengkonsumsi sebanyak 1/2 atau 1/3 porsi di siang hari, makanannya
sehari – hari adalah sayur – sayuran ditambah dengan padi -padian.

Sulit dibayangkan bahwa 30 tahun yang lalu Dokter Li pernah mengidap kanker
limpa, para dokter kanker yang dulu mengobatinya bahkan ada yang telah
meninggal dunia, Dokter Li bahkan masih hidup sehat hingga saat ini. Jika
ditanya mengapa, mungkin jawaban yang tepat adalah : Beliau sekarang hidup
dengan “sangat menghargai/ menghormati sel tubuhnya”.

Selama 30 tahun ini, dalam pekerjaannya, Dokter Li melihat hidup mati dan
tumbuh kembang sel tubuh manusia lewat mikroskop. Beliau berkata, pada saat
orang bahagia, sel tubuh akan semakin sempurna dan bulat, seperti anak muda
usia 18 tahun; saat kita marah, sel tubuh akan berubah seperti orang usia 80
tahun, keriput dan menyusut. Lagi pula, sel tubuh yang sehat dengan sel
tubuh yang sakit sama sekali berlainan, “sel kanker bentuknya tidak
beraturan”. Beliau berkata, semakin memahami sel tubuh, semakin dirinya
merasa malu karena dulunya pernah memperlakukan sel tubuh dgn tidak baik,
hingga akhirnya beliau belajar untuk “menghargai sel tubuh”, tubuhnya baru
perlahan – lahan membaik. Karena telah hidup bersama dengan sel kanker
selama 30 tahun, banyak orang yang datang kepadanya untuk bertukar
pengalaman.

Yang dimaksud dgn “menciptakan lingkungan yang baik utk sel tubuh”
sesungguhnya adalah hal yang sudah sering dibicarakan para orang tua —
yakni : Hidup dengan teratur, makan makanan yang sederhana dan hambar, serta
berolah raga.

Dengan lever (hepar) sebagai contoh, mengapa setiap hari pukul 11 malam kita
diharuskan utk tidur? Sebab pukul 11 malam hingga pukul 3 dinihari adalah
waktu bekerjanya bagi sistem peredaran darah di hati untuk membuang racun.
Dalam keadaan tidur tersebut, tubuh terbaring sempurna, hati akan gepeng
merata, sehingga akan dipenuhi dgn darah. Pada waktu itu, hati akan membesar
hingga 2 – 3 kali ukuran di saat normal. Jika di malam hari pukul 11 masih
tetap duduk atau berdiri, beliau mengatakan, “maka hati akan seperti hati
ternak yg dijual di pasar, tidak mengandung cukup darah.”

Contoh lain: paru – paru.
Paru – paru dapat menampung oksigen sebanyak 6.000 mili kubik udara, namun
pada saat duduk di kursi, setiap kali bernafas oksigen yang masuk hanya 1/2
liter saja, berarti cuma seperduabelas kapasitas paru – paru yang terpakai.
Manusia masa kini setiap hari hidup dengan duduk di kantor, naik kendaraan,
naik lift, dgn kapasitas bernafas hanya sekitar 500 mili – 1 liter saja,
sisa kapasitas paru – paru
yang ada hanya sebagai cadangan saja. Li Feng berkata, “Ibarat seseorang
yang memiliki 12 buah ruangan di rumahnya, tapi karena setiap hari sibuk dgn
pekerjaan di luar rumah, begitu pulang ke rumah, yang digunakan hanya satu
ruangan saja yaitu ruang tidur.” Jika hendak memanfaatkan setiap rongga di
dalam paru – paru, satu – satunya cara adalah berolah raga. Sebab di saat
olahraga keras otot – otot tubuh akan menghabiskan jauh lebih banyak oksigen
dari pada kemampuan suplai oksigen yang dimiliki paru -paru, kecepatan
bernafas setiap menit akan bertambah 1 kali lipat, dan setiap kali menarik
nafas udara yang tersedot ke dalam paru – paru akan
bertambah 5 kali lipat, selain itu bernafas dalam2 juga dapat menyebabkan
udara memenuhi setiap rongga paru – paru yang biasanya tidak pernah terisi
udara.
************ ********* ********* ********* *********

Bagaimana Cara Pengacara Wen Lu Bing Mengobati Kanker Paru Paru

Kemarin (13 April 2006), di TV diberitakan seorang pengacara bernama Wen Lu
Bing, yang kembali menjadi WN Taiwan setelah meninggalkan WN Amerika,
divonis mengidap kanker pada tahun 2003 dengan hidup yang diperkirakan
hanya tinggal 6 bulan lagi, namun masih hidup tanpa ditemukan sedikit pun
sel kanker di tubuhnya.

Beliau berkata bahwa selama 3 tahun ia jarang makan protein (dari daging),
dan menggantikannya dgn mengkonsumsi “Sarapan Penawar Racun” (Buah2an +
sayur2an + umbi2an + nasi beras tumbuk yg masih ada sedikit kulit padinya),
setiap hari meminum 2.000 CC jus buah2an, relaksasi diri (yaitu dgn
menjalankan ajaran Bodhisattva) , secara ajaib kanker paru – paru pun
hilang.

20 Jenis Makanan Super Penawar Racun Terbaik

1.Singkong 2.Kacang Hijau 3.Gandum 4.ibi 5.Beras kecil 6.Beras Kasar
7.Kacang Merah 8.Wortel 9.Shanyao 10.Niupang
11.Asparagus 12.Bawang Bombay 13.Akar Teratai 14.Lobak Putih 15…. 16.
Daun Singkong 17.Daun Wortel 18.Chuanqi 19.Yogurt 20.Cuka

************ ********* ********* ********* *********

Disamping itu, teman sekelas mantan sekretaris gubernur Huang Shun Xing yang
mengidap kanker paru – paru, setelah secara serius menuruti nasihat dari
pakar terapi kanker Rumah Sakit Matteus Taiwan yakni Dokter Lu Ge Ling utk
merubah kebiasaan makannya (yaitu kurangi makanan bersifat asam, ganti
dengan makanan yg bersifat basa), setiap hari ia makan Chlorela, minum sup
Ling Jiao, berpikir positif dan setiap hari melakukan olahraga teratur.

Kurangi makanan asam, ganti dgn makanan bersifat basa.
1. Makanan asam kuat : kuning telur, keju, kue yg dibuat dari gula putih
atau buah kesemek, telur ikan, ikan kayu, dll.
2. Makanan semi asam : ham, bacon, daging ayam, ikan tuna, daging babi,
belut, daging sapi, roti, gandum kecil, mentega, daging kuda, dll.
3. Makanan asam lemah : beras, kacang tanah, bir, arak, tahu goreng, rumput
laut, kerang batik, gurita, gabus.
4. Makanan basa lemah : Kacang merah, lobak, apel, bawang bombay, tahu, dll.
5. Makanan semi basa : anggur kering (kismis), kacang besar, wortel,
tomat, pisang, jeruk, labu, strawberry, putih telur, sayur asin, lemon,
Pocai, dll.
6. Makanan basa kuat : anggur, daun teh, wine, tunas rumput laut, rumput
laut, dll. Terutama rumput laut jenis Chlorela alami yg mengandung zat hijau
daun yg tinggi, adalah makanan kesehatan bersifat basa yg terbaik, teh
jangan dikonsumsi berlebihan, sebaiknya diminum pagi hari.
************ ********* ********* ********* *********

Marah Gampang Mendatangkan Tumor, Seluruh Dunia Mengetahuinya

Dokter Li Feng dari Taiwan University sembuh sama sekali dari kanker limpa
yg dideritanya 30 tahun yg lalu, setiap hari beliau rajin hiking dan
membaca kitab sutera Buddha, dgn tujuan menghilangkan kepenatan pikirannya.
Sebaliknya seorang teman saya yang menderita depresi divonis mengidap
kanker limpa, setelah 11 bulan dirawat di rumah sakit National Taiwan
University, ia meninggal dunia. Marah akan mudah terjangkit kanker, seluruh
dunia tahu akan hal itu. Universitas Stanford pernah melakukan suatu
percobaan, selang pernafasan dimasukkan ke dalam hidung anda lalu anda
diminta untuk bernafas spt biasa, lalu selang itu ditancapkan ke salju.
Jika salju tidak berubah warnanya, itu berarti emosi anda sedang stabil,
jika salju semakin memutih, itu berarti anda sedang merasa bersalah, jika
salju berubah menjadi ungu, itu berarti anda sedang marah. Salju yg berubah
menjadi ungu itu, jika disuntikkan ke dalam tubuh seekor tikus putih, dalam
waktu 1-2 menit, tikus itu akan mati. Komposisi salju yg berubah ungu itu
pun sudah diteliti. Oleh karena itu marah akan membuat seseorang mudah
terjangkit kanker, ini adalah masalah yang serius.

Published in: on Maret 1, 2009 at 5:42 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

IBU

Cinta ibu sangat dalam

Bagai lautan tidak terselam

Hati ibu bagaikan bunga

Sangat indah harum semerbak

Cerminan kasih Allah

Seperti apa ibumu?

Ibuku Yang Paling Cantik

Sore itu senang sekali hati Nuna.  Ibu mengajaknya berbelanja.   Nuna memakai baju hijau kesayangannya dengan bandana kuning menghias rambut ikalnya.

Mereka pergi ke toko serba ada.  Ibu menggandeng tangannya.  Nuna melangkah dengan wajah cerah.    “Alangkah besar tokonya!” seru Nuna. 

“Ramai sekali ya, Bu ?      “Ya, sayang,” jawab ibu. “Karena itu kau harus hati-hati, jangan jauh-jauh dari Ibu, ya?”

Nuna dan ibu naik tangga berjalan dan tiba di lantai atas.  “Masya Allah.. banyak  sekali barang yang dijual!” seru Nuna.  Ibunya sibuk memilih benang dan pernak pernik untuk menjahit.   Nuna memperhatikan sekitarnya.  “Begitu banyak barang dan orang lalu lalang,” pikir Nuna.  “Mmmm rupanya ada lantai yang lebih tinggi”.  Nuna lupa pesan ibunya.  Ia pergi ke lantai atas, tempat penjualan mainan.   Wooow! Ada alat masak-masakan ! Ada boneka! Ada tas!  Ada, ada, ada!” seru Nuna takjub.

Lama kemudian Nuna merasa haus. Ia turun ke lantai bawah mencari Ibunya. Ternyata Ibu tak ada di sana. Nuna turun ke lantai yang lebih bawah lagi.  Tapi Ibu tetap tak ada.  Nuna bingung dan mulai menangis.   “Hik…hik…. Ibu..”   Pak Satpam melihatnya.  “Mengapa, Nak ? ” tanyanya.  “Hik,  hik, hik… Ibuku hilang ,” tangis Nuna makin keras.   Mendengarnya orang-orang berkerumun.  “Ibumu seperti apa?” tanya mereka.  “Ibuku yang paling cantik!” jawab Nuna.   Ibu-ibu berkerumun dan Pak Satpam berkata,   ” Nah,  ini banyak ibu- ibu… tunjukkan yang mana ibumu”.   Nuna memperhatikan wajah ibu-ibu cantik itu satu persatu. Kemudian ia menggelengkan kepala.  “tak ada yang cantik,” kata Nuna.   Tiba-tiba muncul seorang ibu dengan wajah cemas, tapi kemudian tersenyum saat melihatnya.  Nuna bersorak, ” Ini Ibuku…!”.  ” Ibuku paling cantik!”  Semua orang di situ menoleh.  Tampak Nuna memeluk seorang ibu.  Badannya gemuk, pendek dan kulitnya hitam.  Pakaiannya sederhana dan tidak memakai perhiasan.   semua tersenyum melihatnya.   Tetapi… mata mereka berkaca-kaca.

 

 

Published in: on Februari 13, 2009 at 12:16 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Perhiasan Terbaik…

Rasulllah SAW bersabda : “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan (dunia) yang terbaik adalah wanita Shalihah.” (HR. Muslim)

Published in: on Desember 21, 2008 at 1:48 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai