Seperti telah diceritakan sebelumnya, kami (aku, Rudi, dan Budi), pada Etape I Menyusuri Jalan Soekarno Hatta yang merupakan jalan terpanjang di Bandung, memulai perjalanan dari perempatan Jalan Soekarno Hatta, Jalan Rajawali, dan Jalan Sudirman, tidak jauh dari Terminal Elang, dan berakhir di Terminal Leuwi Panjang. Berikut ini adalah cerita perjalanan Etape II yang dimulai dari Terminal Leuwi Panjang sampai ke daerah Gede Bage, dekat Terminal Peti Kemas, tepatnya Jalan Rumah Sakit. Penyusuran ini kami lakukan pada hari Sabtu tanggal 3 Januari 2009.
Pagi itu sekitar jam 08.00 kami janjian ketemu di depan kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, karena kami merencanakan menuju Terminal Leuwi Panjang menggunakan bis kota. Saat menunggu bis kota dekat Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) itu, kami jadi ingat beberapa hari sebelumnya, saat malam tahun baru 2009, kami juga merayakan saat-saat pergantian tahun dengan duduk-duduk di tengah keramaian sambil makan ketela rebus dan minum coca cola. Barangkali itu menu perayaan tahun baru paling aneh yang pernah ada :-).
Tidak lama bis jalan, naik seorang pengamen dengan gitarnya, lalu mendendangkan lagu Camelia yang dipopulerkan oleh Irwansyah. Sebuah lagu dengan melodi yang indah, tapi liriknya mengenaskan. Ternyata Camellia zaman sekarang hanyalah nama wanita selingkuhan. Dulunya, dalam nyanyian Ebiet G. Ade dan Rhoma Irama, Camellia adalah seorang gadis yang demikian mulia, dipuja-puja, meski menderita dan terabaikan. Di relung hati terdalam aku protes dengan pencipta lagu Camellia versi Irwansyah ini.
Hampir jam 09.00 ketika kami memulai langkah dari Terminal Leuwi Panjang ke arah timur. Tidak jauh dari perempatan Jalan Leuwi Panjang, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Cibaduyut, di seberang jalan kami melihat ada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Banceuy. Kemudian kami melihat suasana di perempatan yang merupakan perpotongan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Mohammad Toha. Kami juga membuat foto gedung PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten APJ Bandung dan PT LEN Industri.
Di sepanjang perjalanan kami juga banyak melihat gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, di antaranya: STIE INABA (Indonesia Membangun), Politeknik Komputer Niaga, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, STT Mandala, SMK MedikaCom, SMK Negeri 9 Bandung Kelompok Pariwisata, SMK Negeri 7 Bandung, SMK Tadika Puri, Politeknik Al Islam, dan STMIK Jabar. Mungkin masih ada gedung sekolah dan Perguruan Tinggi yang terlewat dari pengamatan kami.
Menyusuri Jalan Soekarno Hatta ini sebetulnya tidak semenarik menyusuri jalan-jalan lainnya di kota Bandung. Pemandangan di sisi kanan kiri jalan tidak istimewa, pepohonan tinggi yang meneduhi
jalan hampir tidak ada. Terasa gersang. Sangat beda dengan Jalan Ir. H. Juanda misalnya, yang indah dan segar dengan banyak pepohonan. Beda jauh sekali dengan Jalan Cipaganti dengan pepohonan tinggi dan rimbun yang sangat menyegarkan. Yang sangat menantang dari Jalan Soekarno Hatta adalah panjangnya jalan ini, yang merupakan jalan terpanjang di Bandung.
Beberapa kantor, gedung, dan bangunan penting lainnya yang sempat kami amati di perjalanan ini adalah Hotel Bumi Asih Jaya, Rumah Makan Sari Sunda, Balitbangda, Bank Mandiri, BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah), PKPRI Kota Bandung, Asrama Transito Induk, BP3TKI, Dipenda Jabar, Balai Pengelolaan Jalan, Kantor Disnakertrans, Badan Perpustakaan Daerah, Compact Microwave Indonesia, Puskowan Provinsi Jawa Barat, Mail Processing Center Kantor Pos, Dinas Pertambangan dan Energi, Dewan Pendidikan Jawa Barat, Badan Pertanahan Nasional, Metro Indah Mall, Jasa Raharja, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Bulog Divisi Ragional Jabar, Bali World
Hotel, Panitia Pengawas Pemili Jawa Barat, Rumah Sakit Al Islam, Perumahan Putera Gading Regency, Dinas Kehutanan Provinsi Jabar, KPP Madya Bandung, Pinus Regency, Pengadilan Tinggi Agama Bandung, dan Terminal Peti Kemas Bandung.
Di perjalanan kami juga menjumpai perempatan perpotongan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Buah Batu, perempatan perpotongan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Kiara Condong (Jalan H. Ibrahim Ajie). Di samping itu ada beberapa jalan kecil yang membetuk pertigaan atau perempatan dengan Jalan Soekarno Hatta, seperti Jalan Sriwijaya, Jalan Cijagra, Jalan Kawaluyaan, dan Jalan Cisaranten Wetan.
Jam 12.11 kami sampai di persimpangan Jalan Soekarno Hatta dan
Jalan Rumah Sakit. Karena matahari yang sangat terik dan kami rasa sudah cukup lelah, maka kami memutuskan untuk berhenti disini dan mengakhiri Episode II penyusuran kami di Jalan Soekarno Hatta. Setelah bertanya pada tukang ojek kami mengetahui sebetulnya ujung jalan Soekarno Hatta hanya sekitar 4 km lagi. Kami kemudian naik angkot tujuan Dago. Perjalanan pulang yang cukup jauh, lebih dari 1 jam.