Perjalanan sejauh ini

Ya perjalanan sejauh ini,

Di umur pernikahan kami yang sudah menginjak lebih dari 7 tahun, Puji Tuhan kami semakin saling mengenal. Day by day how i realize how much i love her. Ada moment dia sibuk aku memandangi dan menyadari how much i love her.

Kami juga berusaha membangun kebiasaan yang sehat, dengan bangun pagi, berdoa dan jalan sehat (30 menit cukup). Kalau yang jalan sehat kadang rutin kadang masih bolong – bolong juga. Juga mencoba makan sehat, tapi kadang ya fail juga. Pagi kadang lebih memilih nasi uduk dibanding telur rebus dan sayur. Tapi ya semua kebiasaan itu lambat laun akan membiasa di kami. Jalannya memang begitu, asal ada niat saja.

Anak? Tentu yang kami tunggu. Tetapi ya belum dikaruniai, setelah berbagai upaya. Kami masih tetap percaya, Tuhan yang akan memberikan yang terbaik.

Di pekerjaan, dinamika ada – ada saja. Ya ada saja barang – barang yang kerap berdatangan hingga gudang terasa overload namun pengiriman tak kunjung ada kabar. Drama pekerja yang ini dan yang itulah. Sesungguhnya being leader is easy but never simple :)). But usually we choose the easy than the simple. We choose to “just do it” than try to understand. People with diversity means we should have different treatment for any of them. Some people easy to understand what you say, some other need 2 – 3 times repetition to understand what you say and some won’t listen or dont know what to do. Of course everthing has a price. You wont pay someone just for not doing what should he do. We need to know what the end. For me, I have resposiblity to make sure the system, the wheel, to keep spinning. That what i paid for.

Jadi sekian dahulu sekilas perjalanan kali ini.

Rencana pengen nyicil mobil cuman masih atut – atut.

Berteman

Some people said you shouldn’t make a friend in place you work. Kamu nggak seharusnya berteman di tempat kamu bekerja.

Dasarnya karena itu adalah tempat bekerja, kamu nggak tahu apa yang terjadi dengan politik kantor, dan ini dan itu dan lain sebagainya.

Tapi bagi saya, saya akan tetap berteman dengan orang yang sekiranya dapat berteman dengan saya. Secara sadar pun kita bisa merasakan mana yang baik dan yang tidak baik untuk kita. Jadi ya berteman saja dengan mereka yang menurut kita baik, untuk hal – hal yang terjadinya nanti, ya nanti saja.

Bisa jadi sebenar – benarnya bukan kita yang mesti memilah memilih teman, tetapi orang di sekitar kita yang mesti melakukan hal itu. Bisa jadi orang yang harus waspada/hati – hati dengan kita. Terlalu ramah, terlalu diam, hammm..hemmmm..hammmmm..hemmmm seketika.

Adalah seorang teman yang secara bicara ramah menyenangkan sesekali ceplas ceplos, menampilkan wajah yang ramah. Everything is good. Kemudian suatu saat oleh suatu kepentingan dia yang membawa kendaraanmu karena merasa menumpang, selesai kepentingan bersama selesai ternyata dia memiliki kepentingan lain yang bisa membahayakan teman – teman lainnya yang tidak tahu apa – apa. Untuk saat itu mungkin tidak ada yang mengalami bahaya atas kepentingan ilegal tersebut. Ya tapi dengan secara sadar, saya tidak akan berpikir untuk dapat semobil lagi dengan dia untuk kepentingan keselamatan saya.

Ada juga yang tulus – tulus saja dalam menjalani pertemanan di kantor. Tidak kurang tidak lebih. Tentu yang begini membawa sukacita sendiri. Lalu ketika mereka pergi, tentu membawa dukacita tersendiri. Like beberapa pekan yang lalu masih ngobrol ini itu, kemudian beberapa hari yang lalu beliau pergi. Like you cant talk anymore and forever. Saat datang dan terakhir kali melihat pun you kamu tidak bisa menangisi walau sedih. Tapi di waktu – waktu tertentu, kamu pun sadar akan hal – hal yang biasa dilakukan. Bertanya “ada meeting-kah hari ini?”, “si Bos lama bener ttd memo gw?”, atau sebaliknya.”ini maksudnya apaan gw nggak ngerti? Disuruh benerin sama si bos..”, kasih sodoran screeshot wa berbahasa jerman. Dikira gw juga ngerti :)). Lalu kamupun sedih. Tetapi tidak melebihi keluarganya. Suami dan anak – anaknya. Atau seorang Ibu yang sudah sangat lanjut usia melihat anaknya pergi. Hidup akan selalu menjadi misteri.

Mana belum tiktokan bareng kita, kak.

Pada akhirnya ya bisa berteman dengan siapa saja, termasuk di kantor. Diri kamu sendiri yang akan memimpin dirimu untuk pertemanan yang baik. Bijak.

Terima kasih.