Hmm, ini bukan pengalaman pribadi (belum mungkin,hehehe.. smoga nanti iya). From Bandung With Love adalah sebuah judul pilem yang baru aku tonton waktu liburan ini. Kayaknya sih pilem lama, tp ternyata bagus juga dan banyak pengetahuan yang bisa diambil.
Pilem ini menceritakan tentang seorang cewe cantik,Ve namanya yang kerja sbg penyiar radio dan nyambi juga di sebuah perusahaan advertising. Ve udah punya pacar. Pacarnya cowo ganteng, sayang ma dia, baik, tapi mungkin kurang romantis. Hubungan mereka sih baik2 aja, sampe saat si Ve ini punya kerjaan di radio dan perusahaan advertisingnya.
Ve siaran di radio ngebawa acara yg namanya from bandung with love. Untuk materi siarannya minggu ini, Ve ambil topik ttg “kesetiaan”. Biar acaranya bagus, dia cari bahan dulu dengan melakukan penelitian kepada seseorang di perusahaan advertisingnya. Sebut saja namanya Ryan. Ryan terkenal dengan sifat playboynya. Ryan juga dikenal romantis dan mampu menaklukkan hati banyak cewe.
Pada awalnya, Ve ngejalani semuanya dengan baik. Tapi lama kelamaan dia bimbang juga, goyah dengan perasaannya. Komitmennya berantakan. Dia bohong sana sini, awalnya sih biar bisa dapet 22nya, tapi akhirnya kebongkar dan dia jadi sendirian. Ditinggal pacar dan si playboy itu.
Dari cerita pilem ini, aku jadi punya beberapa pemikiran:
1. Menjaga komitmen itu susah ya… Kenapa sih tidak setiap orang bisa menjaga komitmen yang sudah dibuatnya? Buat seorang laki-laki, komitmen itu adalah janji. Kamu bisa liat laki-laki itu bertanggung jawab ato ngga dari janji yang diucapkannya apakah ditepati ato ngga. Buat aku sih, itu udah nyangkut harga diri banget tuh. Seorang laki-laki yang dilihat itu kan ucapannya. Pantang deh menjilat ludah sendiri. Huff… Klo emg g bisa nepati ya ga usah bikin janji, ato akan ada alasan yang rasional yang menyertai tindakan yang diambil ketika tidak menepati janji yang sudah dibuat.
2. Kita harus sadar klo manusia itu diciptakan g sempurna. Setiap manusia diciptakan unik dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Harus sadar tuh… Contoh kasus kaya di pilem ini: Ketika kita ngeliat orang lain lebih baik dari pasangan kita, kita harus sadar klo yang kita liat itu baru sebagian aja. Kita belum ngelihat orang lain tersebut secara keseluruhan, kita lum tau kekurangannya. Setiap orang pasti yang ditunjukkin kelebihannya, kekurangan disimpen baik2… Dilain sisi, kita udah tahu kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Terus kita pasti ngebanding2in antara kelebihan orang lain dan kekurangan pasangan kita. KIta ngeliat apa yang g dipunyai pasangan kita pada diri orang lain, dan kita mulai bimbang. Ngga fair banget klo cuma ngeliat dari sisi ini. KIta harus melihat paket seseorang secara keseluruhan, kita bandingkan, dan baru kita bisa memilih yang terbaik untuk kita.. KIta punya hak untuk memilih, tapi tentu saja harus dengan cara-cara yang baik dan terhormat, ngga sekedar karena rasa suka semu sesaat aja kita memutuskan… Pikirkan baik-baik dan serahkan sama yang diatas, karena bagaimanapun juga jodoh udah ada yang ngatur yang terbaik untuk kita.
3. Bersyukur. Kenapa kita jarang sekali bersyukur atas apa yang udah kita miliki saat ini? kenapa kita selalu mengeluh dan mengeluh terhadap apa yang terjadi dan selalu membandingkannya dengan orang lain? kenapa dia bisa punya pasangan yang sepereti ini, itu, bla bla bla… padahal, belum tentu dia cocok untuk kita. Pasti pada saatnya nanti akan ada seseorang yang benar benar pasangan yang tepat dan terbaik untuk kita kok. Nah, sekarang masalahnya, kenapa kita selalu menyesali apa yang sudah terjadi? Kenapa kita merasakan betapa pentingnya seseorang yang dahulu bersama kita saat kita sudah kehilangannya? kenapa kita tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya saat sedang bersama dia? hmm, jawabannya adalah kita harus banyak-banyak bersyukur… NIkmati setiap episode dalam hidup kta dengan baik. Lakukan dengan sebaik mungkin, jangan pernah menyesal di akhir-akhir.
4. Ada beberapa hal yang harus dijaga dalam menjalani sebuah komitmen. Kepercayaan, komunikasi, kejujuran dan keterbukaan menjadi sesuatu yang sebenernya sangat penting sebagai pondasi. Wah, walaupun aku sendiri belum berhasil menjalaninya, tetapi emang setiap masalah yang ada pasti ujung2nya keempat hal itu yang belum dilaksanakan dengan baik. Ngga bisa dari salah satu pihak aja sih yang ngelakuin, tapi harus dari kedua belah pihak. Mungkin ini menjadi sesuatu yang sulit dilakukan pada saat ini ya?? tapi yakin aja deh, ketika kita menemukan seseorang yang cocok, insya allah kita bisa menjalani ini dengan baik.
Satu hal yang harus kita sadari, ngga ada yang salah dari kejadian ini. yang harus kita lakuin adalah memberi makna dari setiap apa yang terjadi dalam hidup kita. Tidak ada kejadian yang tidak disengaja, semua ada maksudnya. Allah tidak mengatur sesuatu dengan sia-sia bukan? jadi, petiklah hikmah dari setiap episode hidup kita. Mungkin apa yang terjadi menjadi pembelajaran, pengetahuan baru, sarana kita berbagi, dan tentu saja sebagai sarana ibadah kita kepada sang pencipta.
Jangan jadi orang yang merugi dengan hanya menyesali dan meratapi apa yang terjadi, tetapi jadilah seseorang yang lebih baik lagi karena mendapatkan sesuatu yang berguna dari apapun yang terjadi…
aNdHiKa PuJi DaNiSWaRa
~still fighting to be CEO of multinational company~
~waiting for someone to fill uncomplete heart~