when i am ready to face my real world of working life, then God gives me a lil angel inside my belly 🙈 dunno what next but trying to enjoy every surprise that come into my life 😁
my second pregnancy after miscarriage
Hamil lagi pasca keguguran
Sebelumnya, tanggal 12 desember ke dokter liva wijaya. Cek kondisi rahim, soalnya kalo berhubungan tuh rahim kiri kaya sakit. Pas di cek transv kata dokter liva, “its okay. Ini mau ovulasi. Beberapa orang ketika ovulasi memang sakit tp gapapa. Ini waktu berhubungan yang bagus. Nanti kamu tinggal bhb rutin 2 hari sekali ya dear. Bulan depan cek lagi. Kalo kamu haid hari ke dua kesini kita cek ya. Untuk inseminasi.” Iyaa pasca keguguran aku mau program insem ajaa. Mana tau dapet kembar. Tapi Allah berkata lain. Sebelum ke dokter lagi, aku telat 3 hari. Iseng aja sis cek. Ternyata garis dua lagi. MashaAllah tabarakallah. Ngabarin suami dia langsung kaget seneng campur aduk. Rasanya kaya percaya gapercaya. Allah kasih kepercayaan ada janin di rahim 😭. Dan udah niat, kalo hamil lagi mau cari dokter yang pengalaman pro normal dan super duper empati. Yap Dr. Ridwan.
Sedikit cerita, waktu september keguguran kita ga cek rahim di Dr D* karena udah agak kecewa. Pengennya langsung yg Dr pengalaman aja. Gapapa antri lama berminggu minggu asal janin ini terpantau jelas dan banyak informasi. Dan waktu itu aku ga di kuret dan di kasih obat. Aku bener bener ngomong ke janin aku.”Adek, kapan kamu mau keluar terserah kamu aja ya. Kalo mau disitu gapapa.” Dan dia keluar dengan sendirinya. Waktu cek di Dr Ridwan, beliau bilang udah bersih. Tidak perlu obat ya. Bisa langsung program. Huhu entahla aku masih blm bs maafin diri aku yang gak bisa jaga janin aku 😭 ntah alasan apa yg bikin keguguran yg jelas aku ngerasa bersalah 😭 Aku ga bilang apa apa sm Dr Ridwan hanya bilang makasih sambil nunduk. Dan disini letak empati beliau yang bikin aku berat pindah dokter.. mungkin beliau liat aku terlalu nyalahin diriku dan bilang “Udah, sekarang ibu pulang ya. Kejadian keguguran memang banyak terjadi di kehamilan pertama. InshaAllah tidak papa. Ibu jangan menyalahkan diri sendiri. Skrg ibu bahagia aja. Ibu ga perlu minum obat apa apa yaa.” Huhuhu ngemong banget beliau untuk pasangan muda banyak gatau kaya aku sm suami. Dan itulah kenapa aku pilih beliau untuk menjalani kehamilan kedua ini dan suami juga sangat support untuk kita di Dr Ridwan.
Dan saat hamil kedua, suami pun langsung semangat berangkat ke tembuni untuk liat janin. Kita nunggu 1 minggu dulu setelah tespek baru ke dokter. Lihat kantung aja kita udah seneng. Tp alhamdulillah janinnya bergerak 😭 detak jantungnya udah ada mashaAllah 😭 Dr Ridwan bilang “ini kantungnya, ini sumber nutrisinya, ini janinnya, ini detak jantungnya”. MashaAllah adek, bunda sm ayah seneng banget adek. Bunda sm Ayah selalu berdoa adek sehat, berkembang dengan baik, sempurna fisik mental hati akhlak dan semua yang baik untuk adek diperut bunda ya nak. Dan aku ga mau publish di IG WA atau dimana mana kalo hamil lagi. Mungkin di wordpress aja tempat paling nyaman untuk cerita dan bisa motivasi ibu ibu lain tetap semangat promil dengan kondisi apapun ❤️. Karena aku sempet trauma, ga pengen liat bayi atau tespek. Dan aku rasa lebih baik untuk menjalaninya tanpa perlu banyak publish kalo aku bahagia hamil lagi. Karena dibalik itu, aku ga tau mungkin ad yg trauma juga kaya aku kemarin. Aku cuma bisa bersyukur dan berserah. Janin ini titipan Allah. Usahaku untuk menjaganya dan doaku untuk Allah selalu memberkahinya. Bismillah ya anakku. Kita jalanin semuanya yaa. Bunda gapapa muntah muntah mual demam sakit pinggang huhuhu asal adek sehat terus yaaaa. Bunda sm Ayah sayang bgt sama adek ❤️
2020 yang sangat berat
Ew
Maaf ya reader, aku balik balik dengan membawa banyak kabar sedih.
Aku rasa sudah saatnya bercerita, karena semua yang tampaknya mudah ternyata tidak. dan aku tidak dapat menyimpannya sendiri. mungkin ini dapat menjadi pelajaran dan referensi hidup bagi kalian yang membutuhkan :’) dan tentunya sebagai media katarsis hehe
Hidupku selalu tertata saat kuliah, sampai akhirnya lulus. Dan menurutku jalan hidupku sudah berjalan sesuai hukum takdir, doa dan usaha.
Tahun tahun bahagia, diawal menikah banyak sekali tawaran kerja. Tetapi kembali, karena aku memilih untuk memprioritaskan suami. Aku harus memilih apakah berjauhan atau tinggal serumah. Sementara kami baru menikah, pastilah semua orang memprioritaskan anak. Iyaaa, siapa yang tidak ingin anak lucu menggemaskan 😍. Dan waktu itu, PT Angkasa Pura menempatkanku di Jakarta. Tetapi selang beberapa bulan terdapat perubahan yakni penempatanku di zona jateng (jogja, semarang, solo). Rasanya sedih harus mengundurkan diri, sebab pekerjaan ini benar benar yang aku inginkan. tetapi jika dijalani ini akan cukup menyita waktu dan tidak mendukung program hamil setelah menikah. Baik, dengan berat hati kita meninggalkan pilihan itu :’. Dan beralih untuk mendaftar CPNS. Singkat cerita, CPNS pun tidak lolos. Rasanya sedih, karena dalam menjalani proses sangat drama sekali. meskipun banyak ilmu kehidupan yang aku dapat sehingga tidak lulus pun terasa tidak begitu zonk.
Disaat pandemi ini, semua orang membutuhkan pekerjaan tetap untuk menopang hidup. Tidak papa bagiku tidak lulus, mungkin ketika aku tidak lulus, ada orang lain yang lebih butuh untuk mendapatkan pekerjaan itu. Dan aku bahagia kegagalanku membawa ladang rezki untuk orang lain. Sebab, jika aku bersedih karena aku tidak lulus. Aku merasa seperti sangat egois karena tujuanku kerja bukan untuk financial saja, tetapi lebih ke upgrading ilmu agar tidak hilang. dan untuk menunjang rencana kedepan. pengalaman kerja dan s3.
Ada mungkin satuhal yang membuatku sangat merasa bersalah. Saat tau aku hamil selagi menjalankan proses tes. Padahal di instansi tersebut tidak diperkenankan untuk hamil ikut tes. Dan sangat merasa bersalah tidak mampu menjaga kehamilan sehingga keguguran di bulan kedua.

Mungkin aku tidak begitu berminat untuk cerita dengan siapapun, karena walaupun psikolog. Aku tetaplah manusia yang introvert. Tetapi semua sudah dilalui. Dan jujur sampai detik ini masih sangat merasa bersalah untuk anakku, bunda terlalu egois sibuk dengan kekhawatiran sehingga bunda lupa bahagia agar kamu pun berkembang dengan baik. Anakku, bunda sayaang 💞 meskipun orang bilang kamu belum ber ruh, meskipun orang bilang kamu belum berwujud. Bunda tetap sayang kamu nak, tidak perduli orang lain dengan pemikirannya. Bunda dengan sejuta cinta selalu mengingatmu, yang pernah tinggal di rahim bunda. Cinta tanpa syaratnya bunda…
Aku rasa semua orang punya pandangan masing masing untuk hidupnya dan menjalani kesedihannya masing masing dengan cara mereka. Mungkin bagi kalian yang memiliki pengalaman yang sama, atau lebih parah dari ini. Kita hanya perlu menjalani dan melewatinya.
Karena senang itu tidak abadi, begitu pula juga sedih. Tidak ada sedih yang abadi. Terus lewati semua tahapan hidup kita ❤️
anakku
meski belum bertemu, dan tidak akan bertemu didunia. semoga bunda bisa menyapamu dimanapun itu. Maaf bunda blm mampu menjagamu nak.
Tp sungguh, sayang bunda untukmu lebih dari semesta. Bunda syg kamu nak.
welcome dear
while doing my job as psychologist and as writer. i am trying new activity, yapp becoming an enterpreneur. i know that i am too moody but it doesnt make my plan messy right hihi. i think selling mukena as we known “woman’s prayer outfit super classy, premium” is the good choice.
i know that the consuments are rare buying like expensive things. so i have so much time to do others thing while managing this business. beside, i dont focus on money anyway. i am too excited about the materials of this woman’s prayer outfit. it doesnt worth it if the price is cheap, because the lace is import also the fabric is so smooth. i believe in this business. i really want to develop this because the quality of the materials are very very worth it to sale. yaaa bismillah ❤
and happy shopping dear
❤
Finally Cumlaude
so true

i found my self is kind of an introvert
a hope
pada akhir dari sebuah kecewa, setiap orang akan memilih untuk kembali percaya atau memilih untuk meninggalkan.
kita tidak bisa menyalahkan harapan, karena harapanlah yang membuat kita hidup. tetapi jika harapan yang membuat kita berjuta juta kali kecewa, mungkin pertanyaannya adalah apakah kita keliru dalam meletakkan harapan?
dunia dan isinya adalah rizki, ketika dunia menjadi harapan tertinggi didalam hidup kita. mungkin kita perlu mempersiapkan diri untuk kecewa. karena dunia dan isinya memiliki batas waktu, suatu hari akan hilang atau pergi.
jika harapan dapat diletakan pada sesuatu yang abadi, mungkin kita tidak akan pernah kecewa. karena Ia abadi, dan Ia tidak akan pernah menghilang dari hidup dan mati kita.
-Sandra
Ada hal yang lebih dibalik apa yang tampak
Mengapa harus memusingkan dunia? setiap masalah yang kita hadapi di dunia adalah tak seberapa dibanding pertolonganNya. terkadang kita sibuk mencari pembelaan agar diri kita senantiasa benar, senantiasa terselamatkan dari masalah dengan merasa bahwa itu adalah upaya kita. Naudzubillahi min dzalik.
Jika tujuan kita hanya keluar untuk menyelamatkan diri dari masalah, apa yang kita upayakan itu lah yang kita dapatkan. tetapi jika kita melihat lebih dalam lagi bahwa terdapat maksud dari adanya masalah sbg ujian yang Allah beri dan memohon ridhoNya.. menyelesaikan masalah tidak hanya tentang selesai lantas sudah, tetapi kita dapat ridhoNya.
Ridho apa itu? Ridho karena Allah mengizinkan. Allah ridho.. karena kita tidak semata mata hanya ingin selamat didunia tetapi minta kerelaan Allah agar ujian yang kita hadapi didunia ini Allah bolehkan sbg jembatan menuju surgaNya. yang penting Allah ridho!
InshaAllah ketika kita tidak berpusat hanya pada selamat, hasilnya baik atau buruk menurut kita adalah merupakan hasil yang terbaik karena semata kita hanya memohon ridho.
karena hasil baik menurut kita belum tentu baik dimata Allah dan diridhoi, karena hasil buruk menurut kita belum tentu buruk dimata Allah dan diridhoi Allah.. kejadian baik bisa jadi ujian, pula kejadian buruk bisa jadi ujian. Karena antara baik dan buruk sebenarnya tak tau kita mana yg terbaik untuk kita. Karena senang susah sebenarnya tak tau kita mana yang terbaik untuk kita.
Aku tidak peduli keadaan susah dan senangku. Karena aku tak tahu, manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku
-Umar Bin Khatab
Bisa jadi kita diuji didunia, untuk kita menabung banyak pahala agar dapat tempat disurga. InshaAllah kalo Allah ridho, semua jadi indah.
Aamiin yra




