Well, lets see.. ini gua baru pulang dari camping gua yang berada di Toya Bungkah, Kintamani dengan angakatan kelas XI SMA K Soverdi yang sekarang (Ada 4 kelas). Camp ini tujuannya sih (katanya) untuk melatih kekompakan di masing-masing kelas. Tapi dalam sebuah organisasi dan sejenisnya, mengatur banyak orang untuk kompak itu tidak mudah :v ada yang gabeng, diem pas temennya kerja, cuma bisa makan doank (gua salah satu nya gak ya ? :v). Well, begitulah :v
Hari pertama, itu bangun Tenda, kelas gua (XI IPA) yang disapa SPBU (Sekumpulan Pasukan Biru Ungu) cukup kompak membangun tenda kami (ada 2) makan waktu lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. sampai-sampai ada acara (jalan santai) yang ke-skip gara-gara saking lamanya, Hari pertama itu hari Apes (bukan dibaca Apes = Monyet, tapi Apes pake ejaan Indo) karena hari itu Hujan, gua dengan cowok-cowok IPA lainnya hujan-hujanan buat Parit Mini disekitar Tenda biar gak kebanjiran (Anak IPA gitu loh :v) tapi tetep aja tenda cewek-cewek IPA (sedikit) kebanjiran… Terus malemnya ada masalah sama Listrik (Lampu) di tenda cewek-cewek IPA :v. gua bingung (karena gua yang ngurus listrik kelas) soalnya guru yang bertugas menyabarin Listrik (sebut saja Pak Sugita) gak ada. Anggep aja ceritanya udah kelar dan Lampu terpasang pada jam 7an. (Cewek-cewek IPA makan malam di Tenda cowok-cowok IPA). Sebelum tidur, cowok-cowok IPA pogo dan mossing dulu di Tenda (Don’t Try This at Camping)
Hari Kedua, itu mendaki sampai Puncak Gunung Batur. Anak-anak SPBU beberapa nggak ikut (sekitar 7-8 orang, lupa gua). Jalannya deket sebenernya, cuma Terjal sekaleeeeeee. pas mendaki
gua terjebak dengan seorang cewek cupu yang ngerepotin gua (Hai Monica :v) wah itu ada gambarnya :v. dan ditemani dengan 3 orang temen gua. Sebut saja itu Kosikin (Kanan) sang pengurus 2 orang lagi, Septi (tengah) sang cewek yang suka dengan jalan ekstrim,
dan Kartika (kiri) sang cewek polos yang tidak banyak bicara.
Kadang gua juga bantu sih kalo Kosikin kewalahan. Hahahaha. Pas di Hutan gua gak ada Fotonya (baru inget kalo bawa Camera pas di Kaki gunung)
Kalo naik sendiri gua gak bisa bayangin gimana (mungkin gua bisa,
tapi tetep aja harus ada orang kalo gua kenapa-kenapa) Makany perlu kerja sama. kebanyakan anak-anak SPBU pada nyebar, ada yang udah nyampe duluan dan ketinggalan duluan (?) gua termasuk rombongan belakang. Tapi tiba-tiba munculah sosok Mitos dari sang Surya sebut saja itu adalah Mandira dan ceweknya (Lita)
< Mandira sang Mitos… Foto Alay gua di Gunung >>>>
Butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk sampai Puncak, anak-anak SPBU semuanya nyampe ke puncak dan Angkatan ini paling banyak mencapai puncak (angkatan lalu paling banyak 50 orang). Puas banget lah kalo udah sampe puncak. Yuhuuu~










Well, itu aja sih memorial di puncak gunung :v gua suka cerita singkat melalui gambar, tapi sayangnya gua hanya mendapat beberapa gambar (Lol).
Pas turun itu lebih YOLO, lebih terjal, sampe-sampe kaki seorang cewek cupu keseleo (hari yang indah ya Mon ? :v) pas turun gak banyak foto-foto gua, sibuk ngurusin cewek cupu :v. Singkat cerita kami (gua, si cupu, kimong, sammy, andrian, ruth, mikha, nanda, galih, willy, kevin) nyampe terakhiran.
Pelajaran yang gua dapat dari Bruder (Guru Ekonomi kelas XI-XII IPS). Jika kepribadian manusia dikaitkan dengan mendaki gunung, itu ada 3 jenis.
1. Manusia yang hanya mencapai Kaki gunung. Dia adalah manusia yang hanya cukup tau dan merasakan hasil yang sedikit. “Oh, udah sampai sini sudah cukup” begitu
2. Manusia yang hanya mencapai Lereng Gunung (Tengah gunung, apalah namanya). Dia adalah manusia yang cukup tau Proses tanpa hasil yang maksimal. “Ini sudah cukup jauh. Sudah sampe sini aja” begitu
3. Manusia yang mencapai Puncak gunung. Dia adalah manusia yang menjalani proses, mendapatkan hasil yang maksimal. Dan dimana hasil itu adalah Kebebasan melakukan apapun.
Lalu kita harus menjadi yang mana ? Manusia yang turun dari puncak gunung ke kaki gunung. Gua disini bingung, bukankah itu menjadi 4 kepribadian ? ya gua gak terlalu peduli sih :v intinya gitu. Manusia tidak boleh berada di puncak gunung. Kenapa ? karena dia menjadi tidak berguna, dia harus turun gunung untuk membagikan pengalamannya ke orang lain. Barulah namanya berhasil :v (gua termasuk yang nomor 3, tapi gua gak mau turun gunung)

Gitu aja sih, sisanya gak ada yang spesial. Di hari ketiga juga cuma lepas tenda dan gak jelas di perjalanan.
udah gitu aja,
-KJ