Kronologis perjalanan UU ITE:
Perjalanan UU ITE memerlukan waktu yang lama (5 tahun). Hal ini menyebabkan UU ITE menjadi sangat lengkap karena RUU ITE telah melalui banyak pembahasan dari banyak pihak. Sehingga konsultan yang disewa oleh DEPKOMINFO pun menilai bahwa UU ITE ini terlalu ambisius karena Indonesia adalah negara satu-satunya di dunia yang hanya mempunyai satu Cyber Law untuk mengatur begitu luasnya cakupan masalah dunia Cyber, sementara negara lain minimal memiliki tiga Cyber Law. Namun Bapak Cahyana sebagai pemateri malah bersyukur dengan keadaan ini.
Selasa, 15 April 2008 | 13:00 WIB
Baca lebih lanjut
Selasa, 01 April 2008
*Penelitian psikolog Kanada terbaru menunjukkan, makin banyak uang yang Anda
sumbangkan menolong sesama, maka Anda makin bahagia! *
*Hidayatullah.com–*Semakin besar uang yang dibelanjakan orang untuk
menolong sesama, atau dalam rangka memberi hadiah untuk orang lain, maka si
dermawan tersebut akan bertambah bahagia. Demikian hasil kajian Elizabeth
Dunn, pakar psikologi dari University of British Columbia, Vancouver,
Kanada.
Rincian penelitian ini diterbitkan baru-baru ini di jurnal ilmiah terkemuka
dunia, *Science*, volume 319, tanggal 21 Maret 2008. Dimuat di halaman
1687-1688, karya ilmiah mengejutkan itu terpampang dengan judul “*Spending
Money on Others Promotes Happiness*” (Membelanjakan Uang untuk Orang Lain
Meningkatkan Kebahagiaan).
Memenangkan undian atau kuis berhadiah uang miliaran barangkali merupakan
simbol kebahagiaan. Namun, penelitian terkini tersebut menjungkirbalikkan
ilmu ekonomi yang selama ini diajarkan turun-temurun tersebut.
Filed under: motivasi, Uncategorized | Tag: apple, motivation, steve jobs, story
Stay Hungry. Stay Foolish.
Nasehat Steve Jobs: “Kamu Harus Temukan Apa yang Kamu Sukai”
Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi
Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.
Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama
di salah
satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus
kuliah.
Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat
dalam upacara
wisuda. hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam
kehidupan saya.
Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.
Kita terkadang harus menghadapi pilihan yang sulit untuk dihindari antara perhitungan logis dengan pertimbangan etika dalam profesi masing-masing. Seperti contohnya kasus pengelola Rumah Sakit yang harus memutuskan antara :
- perhitungan logika: RS harus menolak pasien yang tidak mampu membayar biaya agar RS tidak rugi dan akhirnya bangkrut. Berdasarkan berita : Sudah ada RS yang terancam bangkrut karena tunggakan biaya perawatan pasien miskin melalui program ASKESKIN (Asuransi Kesehatan bagi rakyat miskin) belum juga dibayar oleh Departemen Kesehatan.
- atau pertimbangan etika : RS harus merawat semua pasien sebagai pemenuhan tanggung jawab RS. Berdasarkan berita : Penahanan bayi karena orang tua tidak mampu membayar biaya persalinan.
Oleh karena itu kita sering berdiskusi seru yang sepertinya tanpa akhir tentang dilema diatas. Howard Gardner pun berusaha mendamaikannya dengan menulis buku yang berjudul Five Minds For The Future. Buku ini mencoba mengidentifikasi dan mengurutkan lima kemampuan berpikir yang penting dalam menghadapi masa depan. Berikut ini sekilas penjelasan lima kemampuan berpikir tersebut:
Filed under: Uncategorized
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!