Menemani Persalinan Yang Menakjubkan
Kehamilan istri saya adalah kehamilan pertama setelah -+3thn usia pernikahan kami.ini adalah kehamilan yg sangat di tunggu,setelah 1thn sebelumnya istri saya periksa ke dokter kandungan di JIH konsultasi dengan dr. Prita Dsog.
Saya sempat merasa khawatir karena saat menjalani kehamilan, istri dan saya tinggal terpisah. Istri saya sedang bekerja di kota subang,setiap senin berangkat ke subang dan baru kembali ke rmh hari jumat malam. Saya ingin saat persalinan saya bisa menemani istri.
Menjelang usia kehamilan 40 minggu,istri saya mengalami pembukaan 1,itu artinya pembukaan selanjutnya bisa datang kapan saja sampai bisa melahirkan bayi dalan kandungannya.
Selama 1 minggu pembukaan yang di nanti tidak kunjung datang,sampai pada usia kehamilan 40mg lebih satu hari saat periksa k dokter kandungan istri saya dan bayi dalam kandungannya sudah saling meracuni,maka dokter memutuskan bahwa lusa anak kami harus segera di lahirkan lewat atas dengan operasi atau lewat bawah dengan persalinan normal.
Sejak awal istri saya sangat ingin melahirkan secara normal. Selalu minta di doakan, tentu saja setiap saat saya panjatkan doa yang terbaik untuk kelahiran anak kami. Setelah di periksa oleh dokter posisi bayi memang sudah di bawah,yang artinya kelahiran memungkinkan untuk bisa normal. Tepatnya 40mg lewat 2hari istri saya masuk ruangan persalinan untuk di induksi,
Hari jum’at 16 September 2011 istri saya mulai masuk ruangan persalinan untuk di induksi,yaitu di berikan suntikan melalui infus untuk memperlancar proses melahirkan.
Induksi di mulai jam 9 pagi, namun istri saya baru merasakan mulas jam 7 malam setelah infus ke 2 di pasangkan.Sebenarnya rasa khawatir itu ada,tp dengan melihat para bidan yang menangani istri rasa khawatir itu berkurang.Apalagi bidan yang menangani istri juga mengajak saya untuk ikut memberikan semangat kepada istri agar bisa lahir dengan normal.
Ibu bidan juga mengajak saya untuk memberikan cara pernapasan untuk persalinan,yang berguna juga untuk menekan rasa sakit pada waktu kontraksi.Mulailah akhirnya pembukaan itu datang,pembukaan 2 smp 10 hanya dalam waktu 2,5 jam.Pada saat itulah istri banyak mengerang kesakitan tapi terus saya semangati dan juga mengingatkan istri agar selalu ikhlas dan berdoa kepada Allah SWT supaya di mudahkan proses persalinan ini.
Sebetulnya yang menbuat saya khawatir adalah tingginya tensi darah istri ketika akan melahirkan ini.tingginya tensi darah ini karena istri dan calon anak kami sudah saling meracuni yang biasa di sebut Pre eklemsia.Pre eklemsia sendiri bisa membayahakan ibu dan calon bayi,seperti kematian bayi dan juga kematian si ibu.
Karena tensi darah yang tinggi ini maka penanganannya pun berbeda,yaitu pada saat akan ngeden,istri tidak boleh terlalu memaksakan karena di khawatirkan tensinya akan bertambah tinggi.malah dokter Prita supaya istirahat dahulu selama 15 menit,karena beliau bilang kepala bayinya sudah kelihatan,tinggal ditunggu turun aja dengan ngeden yang tidak dipaksakan.Akhir Alhamdulillah putri pertama kami lahir dengan normal dan sehat pada jam 22.33.Akhirnya perasaan saya plong dan lega setelah penantian ini berakhir dengan bahagia dengan mendapatkan putri yang cantik dan sholehah.
Demikian pengalaman saya menemani persalinan pertama istri,mudah-mudahan bisa di jadikan pelajaran dalam menemani persalinan yang AMAZING di mata saya sebagai calon ayah.Subhanalallah.
– Hammal Naufal –
* lagi belajr mindahin tulisan….