Hai hello,,, rasanya udah gak sabar untuk cerita pengalaman paling indah ini..
once in a lifetime, when i know that I’ll become a mom.
Flashback sebentar ya, ketika saya dan calon suami akan menikah, saya pernah mengutarakan ketakutan saya, jadwal haid saya tidak seperti wanita kebanyakan, yang teratur dan mayoritas malah terjadwal. Dari pertama kali haid (kl ga salah SMP deh) jadwal haid saya tidak pernah teratur (pernah 6 bulan gak dapet, kadang sebulan dapet 2x, kadang 2 bulan 1x pokoknya ngaco banget)
Ya, saya ceritain masalah itu karna kami tidak ingin menunda momongan, dan kalaupun ada masalah dengan hormonal saya, pengennya diobati sebelum menikah saja. Lalu saya ajak dia untuk melakukan pre-marital check up (saya rekomendasikan hal ini untuk semua pasangan calon pengantin, ini penting lho!). Dari hasil pre-marital check up, Puji Tuhan keadaan saya dan calon suami baik-baik saja tidak ada masalah berarti, waktu saya cerita kepada obygin tentang jadwal haid saya, beliau bilang masalah itu bisa dicek nanti setelah menikah, karna butuh usg lewat bawah (setelah menikah saya baru ngerti, bahwa maksudnya adalah usg transvaginal, duh jeng kemana aje deh -_-)
Setelah menikah, rasanya hati masih belum tenang, lalu saya inisiatif baca di blog atau forum-forum tentang gangguan hormone atau kehamilan, siapa tau ada yang punya masalah yang sama seperti saya.
Dan bener aja, saya menemukan banyak referensi mengenai beberapa gangguan hormone dengan ciri-ciri yang mirip banget sama saya. ( duh rasanya waktu itu udah ketakutan aja, karna ciri2nya 90%match, hiks hiks L). Nama gangguan hormone itu adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), PCOS adalah masalah kesehatan yang kompleks dan terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal. PCOS sering ditemukan pada perempuan mulai haid pertama sampai usia sekitar 45 tahun, menurut sumber (http://dokita.co/blog/polycystic-ovary-syndrome-pcos/).
Semakin mencari tau dan mengikuti forum mengenai gangguan ini, semakin takutlah saya, hahaha kayaknya mendingan ga usah browsing deh daripada tambah pusing , the more you know, the bigger problem u’ll get.
Akhirnya daripada pusing dan ketakutan sendiri, saya bilang sama suami, lalu suami ajak saya untuk ke obgyn lagi supaya diperiksa semuanya dan lebih tenang lah pikiran. Kami sampai cuti sehari untuk cek ke obgyn , waktu itu kami pergi ke RS Bunda Menteng dan konsul ke dokter ganteng, baik, ramah dan charming dr. Irham Suheimi.
“halo baru pertama kali datang ke sini ya, gmana gmana ada yang bisa saya bantu?”
duh gusti untung dokternya ramah, jd gak nervous bgt
“iya dok, jd agak nervous nih” jawab saya
*bodoh bgt ya jawabnya masa kyk gitu -_-*
Lalu saya ceritakan semua keluhan dan saya sodorkan jadwal menstruasi saya di aplikasi ipad.
“ wah iya ya, jadwal mensnya ga teratur sekali, untuk lebih jelasnya kita usg yuk” dr.Irham meminta suami saya untuk berdiri disebelah saya saat usg. Oia, usgnya transvaginal ya.
*heu ternyata ngilu juga ya*
10 sampai 15 detik berlalu, dr.Irham mengecek Rahim saya ., semua silent mode tanpa suaraaa….
Semuaaa hening, saya, suami dan suster perawat bengong mengamat2i layar usg…
Sampai akhirnya beliau teriakkkk…
“Nah ini bagusss bangettttttttt, adaaa dedek bayinyaaaa tuhhhh udah 8 mingguuuuu”
3 detik berlalu tambah hening, smua mata melotot ke layar usg..
“Ah yang bener dok, jangan bohong, coba dicek lagi” kata suami saya.
“Iya bener, liat ini calon dedek bayinya, selamaat yaaaa mau jadi bapak dan ibu baru”
Saya langsung nangisss, nangis beneran, terharu, gak nyangka banget, I didn’t expect too much before.. jadi cengeng deh pas di usg
“ Terimakasih Tuhan, Thank God, Alhamdulillah “ dan semua kata2 syukur lainnya terucap dari kami.
Setelah itu dr.Irham menganjurkan saya untuk cek laboratorium lengkap (cek darah, cek urine, semua virus sampai HIV AIDS pun di anjurkan cek). Maksudnya, jika ada kemungkinan terjangkit virus menular, bisa diantisipasi sblm tertular ke dedek bayi.
Keluar dari ruangan dokter, saya langsung telpon Ibu saya di Bandung, Ibu menangiss terharuu, yah saya juga pastinya tambah nangisss lagiii donggg, telpon Ibu dan Bapak mertuaa di Wonosobo juga..
Sambil menunggu giliran cek darah, saya dan suami kembali mengingat2, “Pantesan ya waktu itu Adek random banget tiba2 pengen rujak trus dari seminggu lalu ngeluh masuk anginlah sampe mual-mual”.
Ya, memang 2 mggu sebelumnya sebenernya tanda2 itu sudah ada, tapi sayanya aja yang kepala batu (masih yakin banget kl sy tuh punya kelainan PCOS). Temen2 di kantor pun udah curiga saya hamil, karna tiba2 muncul jerawat banyak banget di muka saya, dan melihat perubahan bentuk perut saya yang mulai buncit. Tapi tetep aja dasar kepala batu hiihhihi.
Tidak akan pernah lupa Selasa, 17 Maret 2015, the moment when I know that I’ll become a mom, when I know that there is a life inside my womb, when my life will be change forever, the best feeling ever.
Terimakasih Tuhan, bersyukur tiada henti2nya. Semoga keadaan calon Ibu dan babynya sehat sampai nanti waktunya berjumpa di 9 bulan.
Buat calon ibu yang sedang menanti masa-masa kehamilan, tetaplah berpikiran positive ya, karna itu yang paling penting, jangan stress, enjoy your life to the fullest dan tetaplah yakin bahwa semua akan indah pada waktuNya.
Hey Sweetie, kita berjuang bersama sampai nanti kamu lahir ya, I Love you :*



