🐸
Sehabis Maghrib tadi aku main laptop di meja teras. Jarang-jarang malam-malam begini aku duduk di teras dekat taman ini. Alasannya karena aku takut kodok 🐸 Lebih spesifiknya kodok jenis kongkang air. Itu loh jenis kodok yang lebih ramping, kakinya panjang dan loncatnya jauh.
Di rumahku di kampung dulu yang dekat kebun, paling takut kalau di kamar mandi tiba-tiba ada kongkang di dinding kamar mandi. Mereka suka sekali ya nampaknya nemplok di dinding kamar mandi yang dingin. Wah pernah aku masuk kamar mandi dan dia tiba-tiba loncat 😭 Sejak itu jadi sering trauma masuk ke kamar mandi yang dekat dengan kebun.
Di taman depan rumahku ini ada 3 kodok (1 kodok bintil yang sedang hamil, dan 2 kongkang air). Satu kongkang air setiap hari selalu selalu nemplok di lampu taman. Kalau yang bintil sukanya di pojokan dekat pepohonan. Hampir setiap malam mereka selalu terlihat di tempat mereka yang sama.
Aku seringkali tidak nyaman, dan sering mengeluh ke suami..”kenapa sih ada kodok dang kongkang terus kesini setiap hari?! 🥺”
Seminggu terakhir aku tidak melihat kongkang itu di atas lampu taman. Kongkang satunya dan kodok bintil pun tidak terlihat. Aku pun kembali bilang ke suami terheran kenapa kodok-kodok itu tidak ada.. Ya memang, hidup manusia kadangkala merindukan yang pergi dan menjauhi yang ada 🙂↔️🙂↔️
Respon suami malah khawatir, karena di musim hujan seperti sekarang harusnya banyak sekali binatang melata yang berkembang biak, dan yang mendekati rumah..termasuk ular! Katanya. Aku langsung ikut khawatir, jangan-jangan kodok-kodok itu justru dimakan ular, dan itu artinya bahaya karena jadi ada kemungkinan ular ada di sekitar rumah kita 😩😩
Seminggu ini jadi lebih parno lagi setiap melewati area teras saat gelap, lebih takut dibanding ketika ada kodok dulu. Takut tiba-tiba ada ular di bawah motor/mobil/sendal atau area taman.
Doa Rasulullah yang dihadiahkan kepada Imam Hasan dan Imam Husein agar dijauhkan dari binatang melata.
“U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah”. Artinya, “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”
Ketika tadi malam aku duduk di dekat teras, Alhamdulillah aku lihat kongkang itu ada di atas lampu taman lagi. Adik pun mengamati, dan melihat bahwa kodok bintil yang sedang hamil itu ada lagi. Hanya saja satu kongkang lainnya tidak terlihat.
Allah menciptakan alam ini dengan seimbang. Ular-kodok – tikus – kucing membentuk keseimbangan rantai kehidupan. Meskipun kita manusia mungkin belum merasakan hikmahnya.
Semoga rumah-rumah kita dijauhkan dari binatang melata yang berbahaya 🤲🏽

Eh tapi dengan adanya kodok di teras rumah, apakah artinya di rumah ini akan ada yang menjadi Presiden seperti Pak Jokowi yang senang memelihara kodok di Istana Negara? Ehm!
🌞🌞




