#30HariJurnalBersyukur: Kodok Kongkang dan Ular

🐸

Sehabis Maghrib tadi aku main laptop di meja teras. Jarang-jarang malam-malam begini aku duduk di teras dekat taman ini. Alasannya karena aku takut kodok 🐸 Lebih spesifiknya kodok jenis kongkang air. Itu loh jenis kodok yang lebih ramping, kakinya panjang dan loncatnya jauh.

Di rumahku di kampung dulu yang dekat kebun, paling takut kalau di kamar mandi tiba-tiba ada kongkang di dinding kamar mandi. Mereka suka sekali ya nampaknya nemplok di dinding kamar mandi yang dingin. Wah pernah aku masuk kamar mandi dan dia tiba-tiba loncat 😭 Sejak itu jadi sering trauma masuk ke kamar mandi yang dekat dengan kebun.

Di taman depan rumahku ini ada 3 kodok (1 kodok bintil yang sedang hamil, dan 2 kongkang air). Satu kongkang air setiap hari selalu selalu nemplok di lampu taman. Kalau yang bintil sukanya di pojokan dekat pepohonan. Hampir setiap malam mereka selalu terlihat di tempat mereka yang sama.

Aku seringkali tidak nyaman, dan sering mengeluh ke suami..”kenapa sih ada kodok dang kongkang terus kesini setiap hari?! 🥺”

Seminggu terakhir aku tidak melihat kongkang itu di atas lampu taman. Kongkang satunya dan kodok bintil pun tidak terlihat. Aku pun kembali bilang ke suami terheran kenapa kodok-kodok itu tidak ada.. Ya memang, hidup manusia kadangkala merindukan yang pergi dan menjauhi yang ada 🙂‍↔️🙂‍↔️

Respon suami malah khawatir, karena di musim hujan seperti sekarang harusnya banyak sekali binatang melata yang berkembang biak, dan yang mendekati rumah..termasuk ular! Katanya. Aku langsung ikut khawatir, jangan-jangan kodok-kodok itu justru dimakan ular, dan itu artinya bahaya karena jadi ada kemungkinan ular ada di sekitar rumah kita 😩😩

Seminggu ini jadi lebih parno lagi setiap melewati area teras saat gelap, lebih takut dibanding ketika ada kodok dulu. Takut tiba-tiba ada ular di bawah motor/mobil/sendal atau area taman.

Doa Rasulullah yang dihadiahkan kepada  Imam Hasan dan Imam Husein agar dijauhkan dari binatang melata.

“U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah”. Artinya, “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”

Ketika tadi malam aku duduk di dekat teras, Alhamdulillah aku lihat kongkang itu ada di atas lampu taman lagi. Adik pun mengamati, dan melihat bahwa kodok bintil yang sedang hamil itu ada lagi. Hanya saja satu kongkang lainnya tidak terlihat.

Allah menciptakan alam ini dengan seimbang. Ular-kodok – tikus – kucing membentuk keseimbangan rantai kehidupan. Meskipun kita manusia mungkin belum merasakan hikmahnya.

Semoga rumah-rumah kita dijauhkan dari binatang melata yang berbahaya 🤲🏽

Eh tapi dengan adanya kodok di teras rumah, apakah artinya di rumah ini akan ada yang menjadi Presiden seperti Pak Jokowi yang senang memelihara kodok di Istana Negara? Ehm!

🌞🌞

#30HariJurnalBersyukur : Melewatkan Maliq & D’Essentials

🌞

Sebenarnya tadi malam tidur agak larut, karena kecewa akan sesuatu. Aku ingin memvalidasi rasa kecewaku dengan mengurainya disini.

2 minggu lalu suami ajak aku dan anak-anak untuk ikut daftar kuota peringatan Hari Listrik Nasional di Gelora Bung Karno, siang kemarin.

Sebenarnya hari Sabtu kemarin suami jadwal masuk kerja, tapi berencana ambil cuti. Agendanya pun selain datang ke acara memang mau menjenguk Ibuku di Jakarta, menjenguk adik yang beberapa waktu waktu lalu operasi dan barusaja memiliki seorang putri. Jadi memang ambil cutinya pun dengan beberapa agenda, plus masih dengan agenda terkait pekerjaan suami.

Aku dikasih tau suami kalau di acara tersebut akan ada Maliq & D’Essentials, grup musik kesukaanku. Di usiaku (dan peranku) sekarang, aku udah melewatkan banyak sekali kegemaranku, salah satunya menonton konser (dulu disebutnya gigs yaa). Bukan karena tidak ada waktu, tapi karena prioritas aktivitas yang aku pilih sudah berbeda.

Selera musik pun jadi berubah. Dulu suka mengulik berbagai aliran musik, sekarang telinga hanya akrab dengan musisi itu-itu saja.
Setidaknya cuma ada 3 musisi Indonesia yang selalu ingin aku tonton konsernya saat ini (Tulus, Dewa 19, dan Maliq & D’Essentials).

Kembali ke rasa kecewaku. Aku tahu dari bulan lalu bahwa Maliq & D’Essentials akan ada jadwal konser tunggal di Bandung hari ini, hanya saja setelah melihat jadwal suami..hari ini suami tidak memungkinkan untuk temani anak-anak. Jadi aku ga berencana beli tiketnya. Oleh karenanya ketika suami bilang di acara kantornya akan ada Maliq & D’Essentials, aku jadi hepi banget.

H-1 acara di Jakarta, tiba-tiba suami dapat kabar bahwa tidak memungkinkan untuknya cuti, jadi tidak memungkinkan kami pergi ke Jakarta. Semua rencana ambyar..gagal bertemua orang tua, keluarga, dan gagal menonton Maliq & D’Essentials di kedua jadwalnya.

Aku jadi uring-uringan, karena udah kangen Mama juga 💔💔.

Bangun pagi tadi rasanya ga nyaman. Shalat Shubuh (tapi sempat-sempatnya scrol hp dulu), alu masak untuk bekal suami. Lanjut duduk di teras menunggu matahari.

Betapa manusianya kita..yang selemah ini dapat kecewa terhadap hal-hal yang di luar rencana kita.

Inhale..exhale..

Lalu beres-beres rumah (therapheutic sekali yah beres-beres rumah dalam keheningan).

Sampai kemudian beresin buku anak-anak.

Satu per satu hikmah mulai terasa.

Senin besok anakku yang pertama sedang dalam pekan ujian sekolah, kalau saja berangkat ke Jakarta..pastinya banyak waktu belajar yang terpakai untuk perjalanan. Kalau aku datang menonton Malia & D’Essentials kemarin, ternyata pun mereka tampil paling larut..aku dan anak-anak pasti tidak punya energi sebanyak itu untuk berada di acara. Info dari keluarga pun area GBK kemarin macet (hingga contra flow) dampak dari acara..pasti akan sangat melelahkan. Kalau aku datang menonton hari ini, fikiranku pun pasti akan terbelah antara ingin menemani anakku belajar bareng suami atau menikmati konser.

Siang ini ketika aku menuliskan hal

ini..perlahan-lahan keewaku hilang. Ternyata

terlewatkan sesuatu tidak harus sekecewa ini.

Dan tooooh..baru aja 5 pekan lalu aku pun menonton Malia & D’Essentials sekilas di acara tempatku olahraga

Kenapa harus “senagih

itu” menonton mereka, wahai diri?!

Kembali fokus di prioritasku. Semoga Allah mudahkan dalam membersamai anak-anak melaksanakan ujian sekolahnya 🤲🏽.

Alhamdulillah for everything 🌞

30harijurnalbersyukur

30haribersyukurceritabadi

30haribersyukurtumbuhsenandika

Stage of Acceptance

Surat Yusuf is so beautiful. It teaches me that the closest people can betray and cheat on you. Broken hearts can be healed with love, ease comes after hardship, being sad doesn’t equal being ungrateful, and people of patience will have beautiful endings.

Welcome the Holy Month of Rajab.. may Allah replace our anxiety with reassurance. 🤲🏽

2022: Page 365 of 365

..betapa manusianya aku, karena menggenggam semua hal di dunia ini terlalu erat, padahal semua milikMU dan akan kembali kepadaMU. Maka berlakulah atasku apa yang layak bagiMU, bukan apa yang layak bagiku, hingga Engkau ridha atasKU. Sungguh semua dalam persaksianmu.

YOU are the Pain and YOU are the Cure.

——————————————————————

..and take everything from me..until all i know is YOU.

Menyapa Kembali

Masih ada yang menulis blog dan membaca blog di wordpress kah? Atau sudah pada berpindah ke medium? Statistik menurun tajam ya, artinya nampaknya blog sudah mulai ditinggalkan. Tapi rasanya tidak rela meninggalkan halaman rumah kedua saya ini. Mari kita beres-beres.

Beberapa waktu lalu login lagi ke blog ini dan iseng-iseng merubah theme/tampilan halaman dari blog ini. Mencoba berbagai theme, tapi ga ada yang cocok dengan saya, dan ketika mau kembali ke tampilan sebelumnya, saya lupa nama penyedia theme-nya. Diubek-ubek di dashboard tetap tidak ketemu, haha. Ngubek-ngubek dashboard lagi untuk cari theme yang mungkin saya suka, ada yang saya suka! Eh tapi ko ketika mau atur-atur widgetnya, saya gagap banget! 😀

Dulu padahal urusan atur widget demi tampilan penuh pencitraan bisa sat set sat set lancar. Pengaruh usia, hehehe. Besok-besok lagi deh atur-aturnya. Sekarang fokus di menumbuhkan kebiasaan menulis lagi dulu. Kata salah seorang creative speaker, setidaknya kita itu perlu satu wadah untuk menuangkan fikiran, sehingga semua tidak hanya tertinggal dan berlalu di fikiran. Ya apalagi otak saya kapasitasnya semakin berkurang. Mari menulis lagi!

Tapi dengan keinginan menulis lagi ini, saya jadi kefikiran..Menentukan batasan untuk diri sendiri yang boleh dan tidak boleh dituliskan bagaimana ya?

Tentang Kehilangan Video dan Foto di HP

Sudah lama sekali tidak menulis disini. Tidak sibuk, hanya malas saja, Terbawa arus bahwa platform menulis sebagai “caption” pada sebuah gambar terasa lebih menyenangkan.. yak, instagram dan sejenisnya!

Lagi sedih, ingin menulis agak panjang.

Minggu lalu iPhone saya bermasalah, hanya masuk logo, setelah itu restart terus menerus. Nampaknya, berawal dari keterlambatan updtae iOS ke versi terbaru. Dan keterlambatan itu juga disebabkan karena full storage, lalu malas mengaturnya, sehinggan iOS tidak terupdate secara otomatis, tapi harus manual.

Dibawa ke counter service katanya harus factory reset dan install ulang iOS. Semua data foto, video, dokumen..hilang. Kemarin-kemarin belum terasa sedih, karena masih seneng euphoria bisa pakai hp lagi setelah 5 hari off.

Baru terasa sedihnya hari ini.

Hari ini sejujurnya cape banget, beberapa hari terakhir anak-anak diare.. Lalu yang satu plus sariawan, yang satu plus tumbuh gigi. Keduanya jadi susah makan. Akhirnya beberapa malam terakhir tidur mereka tidak nyenyak, beberapa kali bangun dan menangis. Pastinya karena lapar, sehingga tidur tidak nyaman. Dan ini tanggal tua, hati deg-degan cukup ga uang belanja sampai akhir bulan.

Hari-hari yang bisa dilalui tanpa memarahi anak, adalah hari-hari yang patut disyukuri. Tapi hari ini rasanya meledak. Jadi marah-marah ke anak-anak untuk hal-hal yang seharusnya tidak perlu marah.

Menjelang mereka tidur pun saat-saat yang menguras emosi. Mereka ingin tetap bermain, meskipun badannya sebenarnya sudah menolak dan meminta segera beristirahat. Kalau sang Ibu, memang selalu dari sehabis Magrib battery mulai lemah, sehingga ngantuk-ngantuk. Akhirnya mereka tidur, mungkin dengan sedikit kesal karena harus saling adu menang dengan saya.

Ketika melihat mereka tidur, barulah rekaman demi rekaman tentang mereka muncul di ingatan. Harusnya hari ini saya bisa lebih sabar, lebih menemani mereka dan “benar-benar hadir” bagi mereka. Harusnya lebih banyak bersyukur, mereka adalah anugerah terindah yang diamanahkan kepada saya.

Kalau sedang haru seperti ini, suka ingin melihat kembali masa-masa dari mulai mereka baru lahir, bertumbuh dari hari ke hari. Tidak menyangka kehilangan ratusan foto dan video mereka bisa sesedih ini. Banyak kenangan yang sangat berkesan tersimpan dalam foto dan video yang tak mampu diingat oleh memory otak saya. Merasa kehilangan sekali.

Setidaknya momen 2 tahun 3 bulan dalam kehidupan mereka yang terekam kini jadi tidak dapat diputar kembali, kecuali mengandalkan ingatan. Padahal mereka senang sekali melihat foto-foto dan video-video mereka dulu. Sehari-hari saya senang sekali mengabadikan saat ketika mereka sedang makan, liburam, bermain, tidur..

Betapa luar biasanya pertumbuhan mereka. Ingin menuliskannya disini beberapa saat yang saya anggap berkesan dalam pertumbuhan mereka agar suatu saat dapat kami baca kembali.

  1. proses belajar makan squishy 1 yang mengadopsi BLW. Usia 7mo dia sudah bisa makan sop iga dan mengecap seluruh bagian daging iga beserta tulangnya.
  2. kakinya bergoyang-goyang menikmati setiap sesi makan di kursi makannya.
  3. Squishy 1 seringkali diajak berlibur, dan lebih banyak pula bersosialisasi dengan orang lain. Sedangkan squishy 2 lahir hanya 2 bln sebelum pandemi, sehingga hampir tidak ada momen berliburnya dan sedikit sekali rekaman dia bersama orang lain selain kami.
  4. Foto-foto dan video saat saya memberikan mereka media mainan edukatif. Squishy 1 di usia 15mo sudah dapat mengelompokkan warna. Media permainan kesukaan dia saat itu adalah pompom beraneka warna.
  5. Squishy 1 sangat sering saya ajak earthing, duduk di atas rumput tanpa alas kaki dan tanpa pakaian panjang.
  6. Squishy 2 saya ajarkan makan spoonfed, dan saya perkenalkan perrmainan motorik kasar dengan media menyentuh es batu.
  7. Squishy 2 hingga saat ini (usia 13mo) masih belum nyaman menginjak rumput. Earthingnya sangat terbatas.
  8. Usia 14mo squishy 1 sudah bisa makan pakai sendok sendiri, dan makanan yang paling ia sukai di masa-masa itu adalah bubur kacang ketan hitam dan tekwan.
  9. Squishy 2 dapat meminum dari sedotan tanpa pernah saya ajarkan, dia hanya mencontoh kakaknya.
  10. Saya suka sekali memotret masakan yang saya buat untuk mereka.

banyak sekali..semua berkelebat putus-putus dalam ingatan. Ingatan kita sudah banyak kontaminasi, sehingga untuk merekam semua kejadian 2 tahun terakhir saja begitu sulit.

Momen kebersamaan dengan keluarga lebih penting, “kehadiran penuh” untuk keluarga tak dapat digantikan oleh apapun. Oleh alat penyimpan tercanggih manapun. Berusaha untuk selalu menanamkan kenangan terbaik yang akan mereka rekam dalam ingatan mereka, untuk mereka ingat di masa mereka tumbuh kemudian. Semoga lebih banyak waktu untuk kami bersama dan mengungkapkan cinta satu sama lain.

Menuliskannya sambil menangis.