
“Kak, kita langsung program punya anak kan, gak usah ditunda-tunda ya ?!”
Kalimat di atas adalah secuil obrolan pada hari-hari pertama pernikahan. Subhanallah, merasa ditantang seperti itu, aku langsung meng-iya-kan. Hehe. Walau mungkin maksud yang ingin disampaikan sedikit berbeda, bagiku itu adalah satu tanda. Tancaaaappp….!!!
Upz. Ternyata tak semudah itu. Bahasa gaulnya “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Butuh kerja keras. Iya, kerja keras. Apesnya, ada banyak faktor yang sangat mempengaruhi tujuan kami untuk program kehamilan ini. Secara umum, ada 2 jenis faktor : internal dan eksternal.
Faktor Internal
Ada begitu banyak faktor yang berasal dari internal, dalam hal ini adalah dalam diri kedua pasangan. Misalnya tentang kesehatan, kebugaran, mood, kualitas sperma dan sel telur, serta kondisi rahim si ibu. Faktor-faktor tersebut biasanya berkaitan dengan kesiapan pasangan untuk melakukan hubungan suami istri.
Untuk para pasangan yang sedang menjalani program kehamilan harus merencanakan hal itu dengan baik, tentu saja disertai dengan persiapan yang memadai.
Faktor Eksternal
Nah, selain berbagai kondisi internal di atas, ada banyak hal dari luar yang bisa sangat berpengaruh pada keberhasilan program kehamilan suatu pasangan. Namun demikian, faktor-faktor eksternal ini juga pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan diri kedua pasangan. Artinya, faktor-faktor eksternal akan mendukung kesiapan pasangan secara internal.
Adapun faktor-faktor tersebut misalnya asupan nutrisi, lingkungan tempat tinggal, tekanan dari luar, pengetahuan tentang kehamilan, perangkat-perangkat pendukung (misal: alat tes masa subur) dan dukungan dari orang-orang di sekitar.
Sekali lagi, berdasarkan pengalaman, faktor-faktor eksternal tersebut akan mendukung kesiapan pasangan secara internal. Ambil contoh : Nutrisi. Nah, tanpa nutrisi yang cukup, badan kita akan cenderung kurang sehat dan bugar, hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap aktivitas seks pasangan. Kemudian misalnya, pengetahuan seputar masa subur istri. Pengetahuan seperti ini diperlukan sebagai penentu kapan waktu yang pas untuk melakukan hubungan suami-istri.
Tips Kehamilan
Nah, kali ini aku akan memberikan sedikit tips untuk para pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Secara umum, kehamilan bisa terjadi dalam waktu 1-12 bulan setelah pernikahan. Pasangan yang satu dengan yang lain tentu saja berbeda, ada yang harus menunggu 3 bulan, 6 bulan, 10 bulan, 1 tahun bahkan 5 tahun baru bisa hamil. Aku dan istri baru bisa mendapatkan hasil di bulan ke-4 setelah menikah.
Tips 1 : Niat
Salah satu hal terpenting dalam mempersiapkan kehamilan adalah niat. Kedua pasangan harus mempunyai niat yang sama. Sebagai seorang muslim, saya sendiri mempunyai niat untuk mempunyai keturunan yang sholeh, mampu menjadi penerus kami, dan insya Allah menjadi pejuang-pejuang di jalan Allah. Hal ini tentu saja perlu didiskusikan dengan pasangan, untuk menyamakan frekuensi niat tersebut, jangan sampai hanya sekedar keinginan tanpa arah.
Dengan niat yang baik, semoga Allah akan memberikan kemudahan dan jalan yang lapang terhadap keinginan untuk mempunyai keturunan tersebut. Niat ini pula yang pada akhirnya nanti akan menentukan pola pengasuhan dan bagaimana cara mendidik anak. Pasangan yang sudah memantapkan niat tentu saja akan diikuti dengan langkah-langkah nyata menyongsong kehadiran buah hati, salah satunya adalah dengan menentukan metode pendidikan anak.
Tips 2 : Jaga Kesehatan
Bukan rahasia lagi jika aktivitas seks membutuhkan energi dan kebugaran yang prima dari kedua pasangan. Kondisi yang sehat akan menghasilkan badan yang bugar, dan tentu saja ini akan berpengaruh secara fisik maupun mental.
Secara fisik, badan yang sehat akan mendorong hubungan suami istri lebih nyaman dan optimal. Berdasarkan pengalaman beberapa kawan, biasanya hubungan seks yang nyaman dan mampu dinikmati kedua pasangan lebih besar kemungkinan berhasilnya. Selain itu, secara mental, badan yang sehat akan menghasilkan mood yang baik ketika bercumbu. Rasa lelah, bosan, tertekan ataupun stress akan menurunkan rasio keberhasilan program kehamilan.
Tips 3 : Ketahui Masa Subur
Salah satu hal yang sering diabaikan pasangan adalah pengetahuan tentang masa subur istri. Hal ini penting untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seks.
Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii. Didalam tuba falopii ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahi. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.
Secara garis besar Masa Subur Wanita dibedakan antara masa puncak masa subur dan masa subur biasa. Masa puncak subur wanita adalah 13 hari sesudah hari pertama Haid (Hari Pertama Menstruasi + 13 hari). Sedangkan masa Subur Biasa pada wanita adalah; Masa Puncak Subur -3 hari sampai dengan Masa Puncak Subur + 3 hari. Sebagai contoh mudah penjelasan Masa Subur wanita adalah, apabila hari pertama Menstruasi adalah tanggal 10 maka tanggal Masa Puncak Subur anda pada tanggal 23, dan masa subur awal tanggal 20 dan masa subur akhir tanggal 26.
Salah satu cara mengetahui masa subur adalah dengan menggunakan alat pendeteksi masa subur, misalnya Baby Test, atau bisa ditanyakan ke apotek.
Tips 4 : Posisi Hubungan Intim
Banyak orang yang percaya, bahwa posisi hubungan intim sangat berpengaruh terhadap terjadinya kehamilan. Para pakar berpendapat bahwa posisi pria di atas cenderung memiliki prosentase keberhasilan yang besar. Pasca ejakulasi, sebaiknya posisi wanita tetap di bawah, bahkan disarankan untuk mengangkat kaki ke atas dan mengganjal pinggul dengan bantal. Hal ini agar sperma tidak mengalir keluar.
Tips 5 : Asupan Nutrisi dan Vitamin
Kami banyak mengkonsumsi vitamin E dari suplemen yang banyak tersedia di apotek, juga memperbanyak konsumsi bahan makanan yang mengandung vitamin E, contohnya tauge. Selain itu, pola makan yang baik juga akan sangat mendukung kondisi tubuh seperti pada tips nomor 1.
Tips 6 : Istiqomah dan Doa
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah usaha yang terus menerus disertai dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan ijinnya kepada kita untuk mempunyai keturunan. Banyak pasangan yang merasa usahanya kurang maksimal, hal ini cenderung mengurangi semangat mereka untuk terus berusaha. Tentu saja, doa harus terus dipanjatkan agar Allah segera memberikan kehamilan kepada istri. Banyak pula pasangan yang terus istiqomah dan intens berdoa setelah bertahun-tahun tidak dikaruniai anak, pada akhirnya diberi keturunan karena usaha dan doa yang mereka panjatkan.
Menjadi Orang Tua
Nah, itulah beberapa hal yang bisa saya sharing seputar bagaimana mempersiapkan kehamilan. Bisa jadi, setiap pasangan mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempersiapkan segala sesuatunya setelah kehamilan yang diinginkan tersebut tiba. Bahwa menjadi orang tua adalah sebuah tanggung jawab yang besar.
Belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah yang kini sedang kami lakukan. Tantangan dan perjuangan itu masih sangat panjang dan berliku. Mempersiapkan kehamilan adalah sebuah pixel kecil dari sebuah layar kehidupan. Mengawal sang buah hati akan menjadi serpihan besar dari proses itu. Hari ini, aku terus berdoa untuk sang jabang bayi yang kian hari kian berkembang di dalam rahim istriku. Kami percaya yang terbaik akan dikaruniakan kepada kami. Allahumma aamiin 🙂