Konsep yang digunakan dalam memilih variabel X untuk masuk ke dalam model, dianalogikan dengan bagaimana penyeleksian individu secara genetik. Yang pernah belajar breeding atau pemuliaan mungkin jauh lebih bisa memahami. Setiap gen dari suatu individu pada dasarnya adalah kombinasi dari gen-gen dari tetuanya (Karena individunya gak selalu berupa orang, bisa hewan atau tumbuhan, jadi gak disebut orang tua. Kalau mau disebut orang tua ya gpp lah).
Nah karena kita mau dapat individu yang unggul, maka kira-kira prosesnya (1) pilih tetua yang unggul (2) lakukan reproduksi yang merupakan kombinasi (cross-over) antar tetua yang unggul, dapat deh tuh banyak anak, (3) anak-anak ini akan mengalami sedikit perubahan atau mutasi pada gen-nya, mungkin juga karena pengaruh lingkungan (4) balik lagi ke langkah 1 dengan menjadikan anak2 sebagai tetua untuk generasi berikutnya.
Implimentasi di pemodelan bagaimana?
Variabel-variabel yang banyak bisa dipandang sebagai kromosom (atau apalah, pokoknya yang bawa sifat2 genotip). Yang pertama dilakukan adalah buat dulu populasi tetua, ini adalah generasi pertama (paling tua). Caranya? Ya buat model dengan variabel X adalah subset dari variabel yang banyak itu. Jadi kita punya banyak model. Misalnya ada 200 variabel, kalau kita buat model masing-masing berisi 20 variabel saja, maka banyak sekali tuh kombinasinya.
Nah dari banyak model itu, pilih yang ‘unggul’. Misal yang errornya kecil. Ambil deh 200an model terunggul. Terus kita pasang2in dan kawin2in tuh model. Kita lihat focus sekarang ke dua model (lihat sebagai dua tetua). Variabel dari setiap model dibagi dua, satu bagian dari setiap model diambil kemudian digabung (secara cross-over). Bagian satu dari model 1 digabung dengan bagian 2 dari model 2. Jadilah model baru (anak) dengan variabel warisan dari tetuanya (sebagian warisan bapak, sebagian warisan ibu).
Perkawinan model ini dilakukan pada banyak pasang model lama (tetua) generasi pertama, sehingga kita bisa dapat banyak model baru (anak) yang merupakan generasi kedua. Pada saat model baru terbentuk, tentu beberapa mengalami mutasi, karena variabel yang sebelumnya gak ketemu sekarang jadi ketemu.
Oke. Generasi kedua sudah jadi. Dari generasi ini lakukan penyaringan. Jangan semua dikawinkan. Terlalu semangat itu namanya. Kawinkan saja yang unggul-unggul. Dapat deh generasi ketiga. Begitu seterusnya, sampai generasi yang dihasilkan hampir semuanya bersifat unggul.
Nah kalau udah gitu, tinggal urutkan saja berdasarkan kriteria unggul tadi, maka kita akan dapat model dengan sedikit variabel yang disaring dari banyak variabel, dan itu adalah model yang unggul.



