
Beres update aplikasi di googleplay, nunggu verifikasi dari tim gugel. Ngopi dulu ah sambil posting film. Film ini diadaptasi dari komik prancis terkenal dengan judul yang sama. Bersetting di masa jaya Romawi. Desa Galia adalah satu-satunya desa kecil di Eropa yang tidak bisa ditaklukan oleh bangsa Romawi. Para penduduk Desa Galia terkenal ramah ,baik hati, dan mereka senang berkelahi satu sama lainnya karena urusan sepele. Namun mereka selalu kompak menghadapi serbuan bangsa Romawi. Uniknya, nama para penduduk desa Galia selalu berakhiran ix. Kebesaran dan kehebatan pasukan Romawi tidak mampu mengalahkan desa kecil Galia. Rahasianya, desa Galia memiliki jamu ajaib yang dapat memberikan kekuatan super bagi penggunanya. Sehingga seberapa pun banyaknya pasukan Romawi dikerahkan, mereka selalu kocar-kacir menghadapi serbuan penduduk Desa Galia.
Tokoh utama dalam film ini adalah Asterix dan Obelix. Asterix bertubuh kecil, riang, dan cerdik. Sedangkan Obelix bertubuh besar, suka makan, dan pemalas. Obelix adalah satu-satunya penduduk Galia yang tidak diperbolehkan untuk meminum jamu ajaib karena ia sendiri sewaktu bayi pernah terjatuh ke dalam ramuan ajaib tersebut. Sehingga membuat ia kuat dan berbahaya jika ia meminum kembali jamu tersebut.
Pemerintah Romawi berencana untuk membuat kawasan elit di dekat Desa Galia yang memiliki pemandangan indah dan asri. Mereka diam-diam mulai menebangi pohon di sekitar hutan desa Galia pada malam hari. Hal ini diketahui oleh Asterix dan Obelix. Pada siang harinya Asterix dan Obelix menanami kembali pohon yang ditebang dengan biji ajaib pemberian penyihir desa Galia. Secara singkat hutan yang ditebang bangsa Romawi kembali tumbuh dalam waktu singkat.
Usaha yang dilakukan oleh Asterix dan Obelix tidak membuat bangsa Romawi menyerah. Mereka tetap saja menebangi pohon pada malam hari meskipun pada siang harinya pohon-pohon tersebut tumbuh kembali. Untuk menghentikan pembangunan tersebut, Asterix dan Obelix memberikan jamu ajaib kepada para budak pekerja supaya mereka dapat membebaskan diri dari bangsa Romawi dan meninggalkan pekerjaan mereka. Keadaan justru sebaliknya, dengan jamu ajaib para budak tersebut membangun perumahan mewah dalam sekejap. Sebagai imbalannya mereka meminta dibebaskan dan mendapat bayaran 3 kali lipat.
Mengetahui hal tersebut Asterix dan Obelix mengajak para penduduk desa Galia lainnya untuk menghancurkan bangunan tersebut. Terlambat, perumahan tersebut sudah dihuni oleh warga sipil Rom. Para penduduk desa Galia mengurungkan niatnya karena mereka tidak mau menyakiti warga sipil Roma yang tidak bersalah.
Untuk menghancurkan bangunan tersebut tanpa mengorbankan warga sipil Roma. Asterix dan Obelix melakukan upaya pengusiran mulai dari membuang ikan busuk sampai membuat hujan buatan. Para warga Roma tetap betah. Seiring berjalannya waktu, warga Roma mulai berbaur dengan penduduk Desa. Warga Roma membeli hasil barang-barang dengan harga tinggi. Hal ini lama-kelamaan membuat beberapa penduduk menjadi tamak. Para penduduk Desa mulai mengikuti gaya hidup mewah warga Roma. Asterix, Obelix, Cacofonix, dan penyihir Desa meninggalkan Desa mereka karena para penduduk Desa mulai kehilangan jati diri mereka.
Di saat penduduk desa Galia terpecah belah. Pasukan Romawi merencanakan penyerangan pada Desa Galia. Untuk memuluskan rencana mereka. Mereka menculik penyihir dan Obelix sehingga penduduk Galia tidak akan dapat meminum jamu ajaib mereka. Mampukah Asterix membebaskan Obelix dan penyihir Desa? Bagaimana nasib penduduk desa Galia tanpa jamu ajaib?
Bagi Anda yang bosan dengan animasi mainstream dari Hollywood atau anime dari Jepang. Asterix dan Obelix The Mansions of Gods ini bisa menjadi alternatif hiburan keluarga. Apalagi jika sebelumnya Anda pernah membaca komiknya. Dibanding 2 versi livenya saya lebih menyukai versi animasinya. Komedi parodinya tidak berlebihan dan animasinya sangat bagus. Yang saya tonton sudah didub bahasa Inggris. Penasaran sebenarnya dengan suara aslinya tapi yang dub inggris karakter suaranya udah pas banget.
Pertama kali saya tahu komik Asterix dan Obelix dulu sekali sewaktu saya masih kecil. Seingat saya mungkin sekitar kelas 1,2 atau kelas 3 SD. Pokoknya pada waktu itu saya sudah baca. Pada waktu dulu sering ada tukang jual buku atau majalah bekas keliling pake roda. Belinya kiloan. Sekilonya berapa nggak tahu dan dulu yang beli ayah atau kakak ? gak inget. Harganya lebih murah daripada beli buku baru. Kalau ada komik baru langsung saya amankan. Hihi. Seingat saya komik yang sering saya dapatkan majalah bobo, smurf, asterix and obelix, dan Rin tin tin. kalau komik rin tin tin gak dibaca soalnya pake bahasa inggris. Belum ngerti. Meskipun komik yang didapatkan ada sobek-sobeknya. yah namanya juga bekas. Komik Astrix dan Obelix yang sering baca itu kisahnya tentang bangsa mesir yang minta bantuan Astrix dan Obelix untuk mendatangkan hujan. Komik ini saya baca terus dan simpan sampai SMP. Terus hilang karena nyimpennya sering sembarangan. Biasanya saya baca kalau gak bisa tidur.
Pernah ada game dingdongnya dan jadi salah satu game dingdong favorite saya.

Tiap main harus antri dulu emang banyak yang suka ama nih game. Bagi yang kangen dengan game ini bisa dimainin pake mame emulator.
Semoga saja animasi Astrix dan Obelix ini masih terus berlanjut. Penggemar komik atau bukan, Astrix dan Obelix tetap menjadi hiburan keluarga yang ringan.
Saat Anda membaca postingan ini. Mungkin aplikasi yang saya buat sudah dipublish. Maaf promosi sedikit
My Apps
Oops hampir lupa kasih rating
8/10
