Posted by: duaribudua | October 1, 2010

Cerita Masa Kehamilan dan Melahirkan 1: Sang Pemburu Lalat

Alhamdulillah aku sudah menjadi ibu sekarang. Subhanallah begitu banyak pengalaman yang kurasakan mulai dari kehamilan, proses melahirkan hingga sekarang proses adaptasi seorang perempuan menjadi seorang ibu. Ingin sekali kuceritakan berbagai hal sejak lalu. Tapi karena selama hamil aku tetap kerja dan sampai rumah sudah tepar, jadi kupending dulu unforgatable moments yang ingin kutuangkan dalam ‘Diari Ummi’ ini.

Bukannya malah ingin menceritakan tentang dede kecil yang sekarang ada disampingku, atau pengalaman mengurus si kecil, sekarang aku ingin cerita tentang Sang Pemburu Lalat. Jadi ceritanya begini.. Tidak tahu mengapa, sejak dede Bara sudah dibawa ke my home sweet home di Serpong Tangerang Selatan, di rumah mulai bermunculan lalat. Eits, tapi lalat berdatangan bukan karena dede Bara lho. Mungkin karena sekarang sudah musim hujan, kadang panas terik, kadang hujan deras, jadi lalat-lalat berdatanglah ke rumah.

Lalat-lalat pun berdatangan tanpa ampun.

Dan dimana ada aksi, maka akan ada reaksi. Sang pemburu lalat pun datang. Beda dengan pemburu hantu atau Ghostbusters yang memiliki banyak gadgets, sang pemburu lalat beraksi dengan tangan kosong. Walaupun lalat terbang dengan kecepatan tinggi, sang pemburu lalat memiliki jurus-jurus jitu untuk menaklukkannnya. Memukul di saat lengahnya si lalat atau dengan memerangkap si lalat terlebih dahulu misal dengan korden jika si lalat sedang hinggap di dekat jendela. Sering aksinya harus dilakukan berkali-kali sampai akhirnya si lalat pun berhasil di lumpuhkan. Kadang pula dengan mata lelah karena kurang tidur, sang pemburu lalat dengan semangat 45 melakukan aksinya demi buah hati tersayangnya yaitu Bara. Yups, sang pemburu lalat itu adalah abinya Bara, suamiku tercinta.

Aku tahu bahwa abi sangat sayang dede bahkan sejak dede Bara masih dalam perutku. Buktinya abi selalu sabar mendengarkan curhatku via handphone dari kantor saat pinggang dan punggungku pegal dan ngilu. Abi juga selalu menyemangatiku di pagi hari untuk berangkat kerja. Abi juga setiap malam selalu menceritakan cerita untuk dede, membacakan Al Matsurat dan membacakan adzan atau iqomah sebelum shalat berjamaah berdua. Juga abi membantu perkerjaan rumah disaat aku terlihat tak berdaya di tempat tidur, istirahat. Belum lagi abi mendampingiku dari awal sampai akhir proses persalinan, membacakan surat-surat pada Al-Qur’an untuk menenangkanku saat kontraksi hingga akhirnya dede Bara keluar dari perutku. Pokoknya Super Dad deh. Alhamdulillah aku sudah mengalami dan merasakan perjuangan jihad seorang wanita yaitu melahirkan, yang Alhamdulillah pula bisa kujalani dengan baik dengan bantuan suamiku tercinta. Luv u hunnybunny!

Serpong, 22 Maret 2010

(re-post mustiawati.wordpress.com)

Posted by: duaribudua | October 1, 2010

Infotainment? No!

Setelah sekian lama tidak nge-post something diblog ini, akhirnya kusediakan waktu khusus untuk mencorat-coret sedikit apa yang ada di pikiran, sambil menunggu suami pulang yang mungkin agak telat karena diluar hujan, hiks.. miss u..
Banyak yang bilang aku orangnya sabar. Setelah instropeksi diri, mungkin ada benarnya, tetapi sebenarnya kurang tepat. Aku orang nya berhati-hati. Pada saat ada hal-hal yang tidak kusukai, membuat hati kesal atau emosi, aku memang tidak terbiasa langsung menumpahkan. Aku berhati-hati, melihat kondisi yang ada. Yang pasti terpikir, dengan menumpahkan kekesalan apakah akan memperbaiki yang ada, akan berdampak positif atau justru malah membuat tambah kesal.

Apa yang membuatku kesal adalah infotainment. Salah satu program tontonan di TV yang ternyata justru ratingnya tinggi dan banyak ditunggu-tunggu ‘penikmat’-nya. Kadang bingung sendiri kok bisa ada yang menikmati acara seperti itu.

Infotainment adalah istilah kerennya dari acara gossip. Infotainment isinya apa aja? Ya, apa saja yang berhubungan dengan kehidupan artis. Jika ada artis yang mau menikah, pasti langsung ada liputannya. Bahkan sering dua artis remaja umur belasan tahun pun diwanwancarai kapan rencana nikah. Artis A lagi kelihatan dekat sama artis B pun heboh dikejar-kejar pertanyaan apakah mereka lagi ada hubungan atau enggak. Apalagi kalau ada info gonjang-ganjing dalam kehidupan pernikahan artis. Hebohnya bukan main. Mulai dari teman, saudara, tetangga dikorek-korek apa alasan retaknya kehidupan rumah tangganya. Dan kalu ada info sedikit mengenai orang ketiga, langsung semua infotainment di semua program TV memberitakan hal tersebut. Nauzdubillah.

Yang lebih aneh lagi, kalau lagi ga ada ‘hot news’, acara infotainment penuh dengan mengikuti kegiatan artis dalam kesehariannya,misal ikut artis makan di warung favoritnya, melihat artis mencuci sendiri mobilnya, melihat artis main-main sama hewan peliharaannya, dan masih banyak lagi hal-hal ‘informatif’ lainnya. Huh.. rasanya buang-buang waktu, buang-buang listrik lagi.

Di saat lagi kesal-kesalnya cari-cari deh hadist untuk menenangkan hati, dan ketemu hadist ini: “Tidak ada tegukan yang lebih besar pahalanya daripada orang yang meneguk kemarahan demi mengharapkan ridha Allah” (Ibnu Majah)

Mengenai infotainment, ormas islam terbesar di Indonesia bahkan sudah pernah menetapkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment Juli 2006 lalu. Ini aku temukan saat membaca Koran Republika edisi 8 Januari 2010. Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak agar tayangan-tayangan berbau gossip segera dihentikan. Beliau menilai bahwa infotainment gossip adalah pembunuhan karakter terhadap orang yang diberitakan, apa pun alasannya. Dan beliau mengajak pengelola infotainment untuk mencari rezeki yang halal di tengah sulitanya ekonomi bangsa Indonesia, bukan dengan ‘menjual’ berita-berita gossip.

Menggosip adalah menggunjing alias ghibah. Apa yang dimaksud dengan ghibah? Menurut HR Muslim ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu. Dan apabila yang dikatakan itu tidak benar, maka itu adalah dusta. Allah bahkan menyamakan pelaku ghibah seperti orang yang memakan bangkai. Dan mengenai ghibah juga banyak terdapat di hadist-hadist.

“… Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..” (Al Hujurat:12)

“Pada malam perjalanan (Isra’) aku melewati suatu kaum yang mencakar wajah mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku berkata, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka itu?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing dan menjatuhkan kehormatan orang lain.’” (HR Abu Dawud)

Di tengah-tengah kekesalannku dengan infotainment kadang timbul kebingungan. Kok, sepertinya kebanyakan orang disekelilingku fine-fine aja tuh nonton infotainment. Justru berita di infotainment menjadi topik pembicaraan. Nah, kalau ada yang sudah mengajak ngobrol-ngobrol tentang kehiduan artis, paling aku senyum-senyum aja, kadang menanggapi juga untuk menghargai. Not more than that! Padahal Dalam hati sih istighfar dan pengen rasanya kabur ke tempat lain. Lama-lama makan ati kan ga enak juga kan.. Di tengah-tengah kebingungan kenapa banyak yang artis-oriented, Alhamdulillah aku menemukan ketenangan bersama teman-temanku di pondok pinang. Teman-teman yang istiqomah bertemu tiap pekan untuk menimba ilmu, saling memotivasi dan selalu saling mengingatkan. Begitu pula dengan teman-teman kuliahku dulu. Walaupun jarang ketemu, tapi setiap pertemuan terasa begitu berharga. Terasa nyaman.

Aku punya definisi sendiri mengenai kata “ghuroba” atau orang asing. Tidak tahu benar atau tidak maksudnya. Tapi di pikiranku ghuroba adalah orang yang seperti orang asing-asing di tengah keramaian atau orang-orang di sekitarnya. Di saat perempuan-perempuan berdandan habis-habisan berusaha terlihat senatural mungkin seperti dian sastro, atau dandanan agak heboh dikit ala Sandra Dewi, ada orang (perempuan) yang asing yang justru menutup tubuhnya dengan pakaian yang tidak membentuk tubuh dan hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangannya saja. Di saat wanita-wanita berlomba mencari dokter kandungan yang terbaik untuk kelahiran caesar dan sudah memilah-milih susu formula terbaik untuk bayinya, masih ada wanita-wanita asing yang memburu dokter yang pro normal dan justru ketakutan jika nanti bagaimana kalau ASI tidak keluar. Banyak orang-orang yang kerjaannya ngomongin artis terus. Semoga orang-orang seperti itu bisa jadi artis atau bisa cari pacar artis atau punya temen artis atau anaknya nanti bisa jadi artis. Hehe, yang penting everybody happy kan..

Curhatan ini tujuannya juga intinya untuk menyemangati diri sendiri. Ya.. bikin heppi diri sendiri aja. Yang pasti aku sendiri jauh dari sempurna, tapi kita berusaha yang terbaik untuk membentengi diri sendiri, dan berusaha menjadi lebih baik. Namanya juga usaha.. hehe..

“Di antara (tanda) baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat” (HR Tirmidzi)

Nah,mengenai infotainment ini kadang merasa seperti ghuroba alias orang asing. Tapi saat mengingat masih ada teman-teman seiman dan mengingat materi-materi urgensi dan berbagai keutamaan yang pernah kudapat dan juga pernah kuberikan, aku jadi semangat lagi. Infotainment, no. Ghuroba, yes!!

Allahualam.
Serpong, 21 Januari 2010

(repost dari mustiawati.wordpress.com)

Posted by: duaribudua | January 4, 2009

Antara berdetak dan berdegup

Manusia butuh akan Tuhannya. Itu bukanlah sebuah teorema. Itu ilmu pasti. Sama seperti rumus phytagoras. Jika a dan b masing-masing adalah sisi yang saling tegak lurus pada segitiga siku-siku, dan c adalah sisi miringnya. Maka a2 + b2 = c2. Titik. Formula yang tidak dapat dibantah. Lain halnya dengan teorema relativitas e = m x c2. Masih sebuah teori. Belum dapat dibuktikan. 

Manusia butuh akan Tuhannya. Kenapa? Karena manusia itu pada dasarnya lemah. Pada dasarnya bodoh. Lemah karena memiliki nafsu. Nafsu yang jika tidak dikendalikan, akan balik mengendalikan diri. Bodoh karena cahaya islam telah datang menghampiri, tahu mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk, tapi tetap memilih opsi yang kedua, jalan yang buruk. Atau masih saja berdiri di pertengahan jalan, ragu untuk melangkah.

Manusia butuh akan Tuhannya. Karena sering di tengah kebahagian yang dirasakan, rezeki yang melimpah, keluarga dan teman-teman di sekitarnya, diri itu masih saja merasa sendiri, hampa. Di tengah keramaian dan riuh tawa dan cerita, di dalam, jiwa diam.  

Manusia butuh akan Tuhannya, dan rindu akan rasul utasan-Nya. Dunia ini rumit. Disaat para pemimpin pengayom rakyat, mencuri dari rakyatnya. Disaat si Kaya pembuka rezeki si miskin, mengambil dari si miskin. Disaat yang kuat beramai-ramai menghancurkan yang lemah. Disaat hakim-hakim agung dan mulia tergadaikan keadilannya. Manusia takut untuk bergerak. Seperti jijik jika melangkah ke kanan atau kedepan, celananya yang bersih dapat kotor oleh lumpur. Terbuai mimpi indah untuk hidup di zaman rasul saja. Diayomi oleh Rasul, dibimbing oleh para sahabat. Nikmatnya.

Manusia butuh akan Tuhannya terutama disaat diam. Bukan diam dalam dimensi waktu, karena toh jam menunjukkan waktu bergulir. Bukan juga diam dalam dimensi ruang, karena ada perpindahan, ada pergerakan. Diam disini adalah berhenti berdegupnya jiwa. Anehnya, pada saat jiwa tidak bedegup, jantung malah berdetak lebih cepat dari biasanya. Tapi alih-alih jantung memompa darah beroksigen yang dibutuhkan tubuh, jantung memompa suatu zat yang membuat tubuh terasa kelu, janggal, asing. Rasanya seperti ruh menempati tubuh yang salah. Tidak cocok, tidak pas. Kalau kita memakai sepatu yang kekecilan, pasti akan dilepas sepatu itu. Saat jantung berdetak, darah terpompa ke seluruh tubuh, tubuh terasa semakin janggal. Jantung berdetak, tapi jiwa tidak berdegup, dan ruh hanya diam tidak bereaksi.

Manusia butuh Tuhannya. Seperti disaat seorang yang sederhana diundang ke sebuah perhelatan besar nan megah. Seharian mencari baju untuk dipakai, tapi tidak ada baju yang pantas. Dan terpikir untuk lebih baik tidak pergi, malu. Manusia butuh Tuhannya, manusia butuh kasih-sayang-Nya. Tapi, apakah manusia pantas mendapatkan cinta-Nya.

Ya Allah, jangan jadikan kami orang-orang yang Engkau cabut hidayahnya, Engkau tarik cahaya imannya karena kesalahan-kesalahan yang kami perbuat. Takut diri ini jika jauh dari-Mu. Ikatlah dan rantailah diri ini dengan tilawah dan sujud. Kuatkanlah diri ini dengan semangat Umar bin Khattab yang tak ragu untuk menyongsongkan pedangnya untuk mempertahankan keyakinannya. Dan janganlah Engkau beri kenikmatan yang dapat menjeremuskan kami ke jurang yang dalam, jurang yang gelap tanpa cahaya.

 Perumpaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS Al Baqoroh: 17).

Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan bagi mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga. (QS Yasin: 9 -10)

-mdoh-

Posted by: duaribudua | October 14, 2008

Filosofi Pensil

“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

 

Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasehati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang menyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.

“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu” .

“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai
tujuanmu dibuat”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya. 

Pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini.
Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.

Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.

 

 

 

Posted by: duaribudua | September 23, 2008

Mohon Doa Restunya

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum wr.wb

InsyaAllah akan menikah:

 

 

Agustin Rahayu

Wonogiri

 

&

 

Muhammad Fatkhii

Pekalongan

 

Akad Nikah & Walimatul Ursy:

Sabtu, 4 Oktober 2008

09.00 – 13.00 WIB

Tempat : Nangger RT 04 RW 05

Nambangan Selogiri Wonogiri

 

Mohon doa restunya dari akhwat sekalian

Maturnuwun

 

Ayu – Fathi

Posted by: duaribudua | September 10, 2008

Tiba-tiba keinget lagu ini… ^_^

Aku sedih duduk sendiri
Mama pergi papa pergi
O itu dia mereka datang
Aku senang hatiku riang..

He… 😀 sore ini, tiba-tiba aku keinget ma lagu ini.  Lagu tempo doeloe (th 80-an). Sahabatku biasa nyanyiin lagu ini klo lagi ga jelas :D. Biasanya nyanyi lagu ini sambil ngemil marning jagung.

Jadi kangen ama nih orang..

Ada yang tau ga, siapa temen yang dimaksud???  Yang bisa nebak, berarti dia dah tafahum banget ma temen kita yang satu ini ^_^

Buat yang merasa suka nyanyiin lagu ini, i miss u ukhti, i love u coz Allah..

Posted by: duaribudua | September 8, 2008

Nanny 911

Nanny 911

oleh: Deborah Carroll & Stella Reid

Sinopsis Buku:

Apakah anak Anda saling rumah Anda bagaikan neraka? Semua barang-barang di rumah diacak-acak anak-anak? Apakah Anda merasa bak penjaga kebun binatang ketimbang sebagai orangtua? Tidak ada yang lebih tahu cara membereskannya selain Nanny Deb dan Nanny Stella, bintang serial tv realita yang ditayangkan setiap minggu di Metro TV. Jutaan orang menyaksikan bagaimana kedua nanny itu berkuasa dan mengubah neraka bagi para orangtua menjadi surga nan damai hanya dalam tujuh hari.

Dalam buku ini para nanny akan berbagi langkah praktis dan terbukti ampuh, seperti:

  • Cara berkomunikasi di antara orangtua sebagai satu tim
  • Cara berkomunikasi dengan anak-anak
  • Aturan rumah untuk kedisiplinan
  • Aturan rumah untuk rutinitas
  • Aturan rumah untuk saling menyayangi
  • Panduan darurat di dalam dan di luar Rumah

INGAT, anak nakal tidak dilahirkan tetapi diciptakan.

Mengasuh anak ala Nanny 911

nanny911.jpg

Roll – Nanny 911 merupakan salah satu tontonan edukatif di Metro TV. Nanny 911 adalah sebuah acara reality show yang cukup unik, dan berbeda dari acara-acara reality show yang sudah ada. Reality show ini menceritakan seorang nanny (pengasuh anak) yang dipanggil oleh sepasang orangtua untuk membimbing mereka bagaimana mengasuh anak dengan baik.

Tidak dibutuhkan seorang nanny kalau keluarga tersebut tidak memiliki masalah. Seperti ada kasus sebuah keluarga yang memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya laki-laki dan yang kedua adalah perempuan. Keduanya sangat sulit diatur. Dan suasana rumah mereka selalu terlihat berantakan, karena semua mainan, makanan, dan pakaian berceceran dimana-mana. Masalah yang lain, yaitu anak laki-lakinya tidak berani untuk tidur sendirian, dan ia selalu ingin ditemani oleh ibunya.

Dari pengamatan sang nanny, terlihat ibu keluarga ini terlalu memanjakan anak-anaknya. Mungkin maksudnya baik, membiarkan anak-anaknya bebas melakukan sesuatu, tidak menyuruh mereka membereskan mainan, dan selalu ingin melindungi dan membela mereka. Namun, ternyata ini sebuah kesalahan besar. Si ayah pun tidak dilibatkan untuk mengurus anak-anaknya. Yang ada, ia hanya melihat anak-anaknya berkeliaran kesana kemari tanpa berbuat sesuatu. Ternyata beberapa hal itulah yang membuat keluarga ini selalu terlihat berantakan.

Ketika sang nanny mulai bekerja, ia pun memberi pengarahan pada kedua orang tua itu. Beberapa hal dari ‘tips-tips’ yang diberikan nanny, antara lain:

Pertama, Orang tua perlu tegas dalam membimbing dan mengajar anak-anak mereka di segala hal. Baik itu dalam hal sopan santun, kebersihan dan kerapihan, serta kemandirian. Jangan cepat kalah ketika anak mulai menangis karena keinginan mereka tidak dituruti. Terkadang, biarkan mereka seperti itu, karena katanya itu bagus juga untuk melatih emosi mereka. Jadi, menangis itu ternyata tidak selamanya selalu buruk.

Kedua, sang ayah perlu dilibatkan juga dalam hal mengatur anak-anaknya. Karena, dalam sebuah rumah tangga, yang dibutuhkan adalah sebuah kerjasama, serta kekompakan dalam segala hal.

Ketiga, saat dimana si ayah dan ibu sedang berselisih pendapat, usahakan jangan diperlihatkan di depan anak-anak. Anak-anak sebaiknya melihat orang tuanya selalu kompak. Dengan begitu mereka tidak akan merasa khawatir dan selalu merasa aman di dekat orang tua mereka.

Keempat, ajari anak-anak mengenai kebersihan dan kerapihan sejak dini. Biarkan mereka mencoba melakukan semuanya itu sendiri, sambil diawasi oleh orang tua. Dan dalam kegiatannya itu, selalu ajak mereka untuk berkomunikasi dan memberi pengarahan dengan baik.


http://www.roll.co.id/index.php/entertainment/tv/34-tv/114-mengasuh-anak-ala-nanny-911.html

Posted by: duaribudua | September 2, 2008

Bulan Sabar

Banyak2lah bersabar saudaraku..

Ujian kesabaran..

Seumpama kecipak yg mengusik biduk air..

Jika hati seluas samudera yg membentang, ia akan tetap tenang dengan gelombang zikirnya..

Jika sesempit genangan air dangkal, ia akan beriak tak berkendali, hanya berkawan dengan sumpah serapah..

Tidak berguna lagi menyesal..

Yuk, jadikan bulan ini sebagai bulan melatih kesabaran )

by. deen

Posted by: duaribudua | August 22, 2008

Marhaban Ya Ramadhan

 Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

  •  Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
  •  Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;
  •  Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.

Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat.

Oleh karena itu, selagi ada kesempatan mari kita saling memaafkan setulus hati jika ada berbuat kesalahan, baik yang di sengaja maupun yang tidak sengaja, semoga kita dapat menjalani ibadah puasa RAMADHAN ini dengan baik.. amin… ayu nyuwun pangapunten sedoyo lepat lan khilaf nggeh 🙂

Ada tambahan riwayatnya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah SAW pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin” Ditanyakan kepadanya : “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”

[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]. Disalin dari Sifat Puasa Nabi SAW, hal. 27-28, Pustaka Al-Haura.

Yang lebih lengkap lagi dari buku Birrul Walidain oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal. 44-45 terbitan Darul Qalam

“Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.

[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Memaafkan merupakan ciri utama orang beriman yang sedang menuju taqwa. Meminta maaf adalah perilaku terbaik seseorang yang pernah bersalah untuk menuju taubatan nasukha.

Meminta maaf dan memaafkan seseorang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak ada tuntunan syari’at harus dikumpulkan dulu dan menunggu sampai menjelang bulan Ramadhan. Akan tetapi mengambil momen suatu waktu untuk bermaafan boleh sekali..bisa jadi itulah waktu terbaik/tercepat bagi kita sekarang sebelum mati menjemput.

~ ayu~

Posted by: duaribudua | August 1, 2008

Undangan Pernikahan dari Mazboy

InsyaAllah akan menikah

Vitri Diah Kusumawati

Sugiyo & Yeti Ambar F

Madiun

&

Eko Aris Setyawan

H. Suryadi & Hj.Sri Murti

Madiun

Akad Nikah :
Jum’at 8 Agustus 2008

08.00 wib

Resepsi :

Ahad, 10 Agustus 2008

10.00 wib

Jl. Mangga no.11 Sangen

Kec.Geger

Kab. Madiun

Jatim

Older Posts »

Categories

Design a site like this with WordPress.com
Get started