Setelah sekian lama tidak nge-post something diblog ini, akhirnya kusediakan waktu khusus untuk mencorat-coret sedikit apa yang ada di pikiran, sambil menunggu suami pulang yang mungkin agak telat karena diluar hujan, hiks.. miss u..
Banyak yang bilang aku orangnya sabar. Setelah instropeksi diri, mungkin ada benarnya, tetapi sebenarnya kurang tepat. Aku orang nya berhati-hati. Pada saat ada hal-hal yang tidak kusukai, membuat hati kesal atau emosi, aku memang tidak terbiasa langsung menumpahkan. Aku berhati-hati, melihat kondisi yang ada. Yang pasti terpikir, dengan menumpahkan kekesalan apakah akan memperbaiki yang ada, akan berdampak positif atau justru malah membuat tambah kesal.
Apa yang membuatku kesal adalah infotainment. Salah satu program tontonan di TV yang ternyata justru ratingnya tinggi dan banyak ditunggu-tunggu ‘penikmat’-nya. Kadang bingung sendiri kok bisa ada yang menikmati acara seperti itu.
Infotainment adalah istilah kerennya dari acara gossip. Infotainment isinya apa aja? Ya, apa saja yang berhubungan dengan kehidupan artis. Jika ada artis yang mau menikah, pasti langsung ada liputannya. Bahkan sering dua artis remaja umur belasan tahun pun diwanwancarai kapan rencana nikah. Artis A lagi kelihatan dekat sama artis B pun heboh dikejar-kejar pertanyaan apakah mereka lagi ada hubungan atau enggak. Apalagi kalau ada info gonjang-ganjing dalam kehidupan pernikahan artis. Hebohnya bukan main. Mulai dari teman, saudara, tetangga dikorek-korek apa alasan retaknya kehidupan rumah tangganya. Dan kalu ada info sedikit mengenai orang ketiga, langsung semua infotainment di semua program TV memberitakan hal tersebut. Nauzdubillah.
Yang lebih aneh lagi, kalau lagi ga ada ‘hot news’, acara infotainment penuh dengan mengikuti kegiatan artis dalam kesehariannya,misal ikut artis makan di warung favoritnya, melihat artis mencuci sendiri mobilnya, melihat artis main-main sama hewan peliharaannya, dan masih banyak lagi hal-hal ‘informatif’ lainnya. Huh.. rasanya buang-buang waktu, buang-buang listrik lagi.
Di saat lagi kesal-kesalnya cari-cari deh hadist untuk menenangkan hati, dan ketemu hadist ini: “Tidak ada tegukan yang lebih besar pahalanya daripada orang yang meneguk kemarahan demi mengharapkan ridha Allah” (Ibnu Majah)
Mengenai infotainment, ormas islam terbesar di Indonesia bahkan sudah pernah menetapkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment Juli 2006 lalu. Ini aku temukan saat membaca Koran Republika edisi 8 Januari 2010. Ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak agar tayangan-tayangan berbau gossip segera dihentikan. Beliau menilai bahwa infotainment gossip adalah pembunuhan karakter terhadap orang yang diberitakan, apa pun alasannya. Dan beliau mengajak pengelola infotainment untuk mencari rezeki yang halal di tengah sulitanya ekonomi bangsa Indonesia, bukan dengan ‘menjual’ berita-berita gossip.
Menggosip adalah menggunjing alias ghibah. Apa yang dimaksud dengan ghibah? Menurut HR Muslim ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu. Dan apabila yang dikatakan itu tidak benar, maka itu adalah dusta. Allah bahkan menyamakan pelaku ghibah seperti orang yang memakan bangkai. Dan mengenai ghibah juga banyak terdapat di hadist-hadist.
“… Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..” (Al Hujurat:12)
“Pada malam perjalanan (Isra’) aku melewati suatu kaum yang mencakar wajah mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku berkata, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka itu?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang suka menggunjing dan menjatuhkan kehormatan orang lain.’” (HR Abu Dawud)
Di tengah-tengah kekesalannku dengan infotainment kadang timbul kebingungan. Kok, sepertinya kebanyakan orang disekelilingku fine-fine aja tuh nonton infotainment. Justru berita di infotainment menjadi topik pembicaraan. Nah, kalau ada yang sudah mengajak ngobrol-ngobrol tentang kehiduan artis, paling aku senyum-senyum aja, kadang menanggapi juga untuk menghargai. Not more than that! Padahal Dalam hati sih istighfar dan pengen rasanya kabur ke tempat lain. Lama-lama makan ati kan ga enak juga kan.. Di tengah-tengah kebingungan kenapa banyak yang artis-oriented, Alhamdulillah aku menemukan ketenangan bersama teman-temanku di pondok pinang. Teman-teman yang istiqomah bertemu tiap pekan untuk menimba ilmu, saling memotivasi dan selalu saling mengingatkan. Begitu pula dengan teman-teman kuliahku dulu. Walaupun jarang ketemu, tapi setiap pertemuan terasa begitu berharga. Terasa nyaman.
Aku punya definisi sendiri mengenai kata “ghuroba” atau orang asing. Tidak tahu benar atau tidak maksudnya. Tapi di pikiranku ghuroba adalah orang yang seperti orang asing-asing di tengah keramaian atau orang-orang di sekitarnya. Di saat perempuan-perempuan berdandan habis-habisan berusaha terlihat senatural mungkin seperti dian sastro, atau dandanan agak heboh dikit ala Sandra Dewi, ada orang (perempuan) yang asing yang justru menutup tubuhnya dengan pakaian yang tidak membentuk tubuh dan hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangannya saja. Di saat wanita-wanita berlomba mencari dokter kandungan yang terbaik untuk kelahiran caesar dan sudah memilah-milih susu formula terbaik untuk bayinya, masih ada wanita-wanita asing yang memburu dokter yang pro normal dan justru ketakutan jika nanti bagaimana kalau ASI tidak keluar. Banyak orang-orang yang kerjaannya ngomongin artis terus. Semoga orang-orang seperti itu bisa jadi artis atau bisa cari pacar artis atau punya temen artis atau anaknya nanti bisa jadi artis. Hehe, yang penting everybody happy kan..
Curhatan ini tujuannya juga intinya untuk menyemangati diri sendiri. Ya.. bikin heppi diri sendiri aja. Yang pasti aku sendiri jauh dari sempurna, tapi kita berusaha yang terbaik untuk membentengi diri sendiri, dan berusaha menjadi lebih baik. Namanya juga usaha.. hehe..
“Di antara (tanda) baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat” (HR Tirmidzi)
Nah,mengenai infotainment ini kadang merasa seperti ghuroba alias orang asing. Tapi saat mengingat masih ada teman-teman seiman dan mengingat materi-materi urgensi dan berbagai keutamaan yang pernah kudapat dan juga pernah kuberikan, aku jadi semangat lagi. Infotainment, no. Ghuroba, yes!!
Allahualam.
Serpong, 21 Januari 2010
(repost dari mustiawati.wordpress.com)
Recent Comments