15 oktober 2011
Matahari udah mulai menghangatkan kamar kosan gw yang dingin, males rasanya buat ngelepas selimut dari atas tubuh yang masih terbaring malas ini. Jam dinding berlatar belakang mesjid di kamar gw sudah menunjukkan pukul 09.00, gw liat tv masih nyala, ternyata tadi malem gw lupa matiin tv.
Sekitar jam 9.15 gw bergerak malas dari atas kasur, dengan mata yang masih sayup dan rambut yang masih berantakan gw buka kunci kamar dan seperti biasa, sedikit tanning dari sinar matahari yang meyusup diantara celah2 tembok di depan kamar gw. Setelah sadar gw mulai mandi dan bersiap – siap untuk pergi.
Hari ini gw menjadi panitia di sebuah acara anak – anak frengers Bandung yang bernama Tribute To MEW : Half The World Is Watching Us. Buat sekedar informasi, acara ini digagas oleh anak2 Frengers regional Bandung yang udah kita siapin dari semenjak 2 bulan yang lalu. Isi acara ini seperti acara2 tribute yang udah semakin sering diadain ama fanbase dari band itu sendiri. Isinya band2 yang mengcover lagu2 band idolanya yang jadi tema tribute itu sendiri. Walau kebanyakan bawain lagu band idola yang di-cover, tapi setiap band punya cara yang unik untuk mengekspresikan persepsi mereka terhadap lagu2 itu, tentunya dibarengi dengan kreativitas dan orisinalitas.
Hari itu gw sebenernya janji mau dating jam 9 ke venue acara, di Roger’s Café jl. Djuanda, Bandung. Tapi apa daya, akhir2 ini bangun pagi menjadi kebiasaan baru yang sulit dilenyapkan. Nyampe Venue sekitar jam 10an, itu baru pertama kali gw melihat venuenya. Ruangannya cukup luas, ada banyak sofa2 yang comfort di bagian tengah ruangan, trus ada panggung di salah satu sisi ruangan, meja2 bar di sisi lainnya, dan beranda di sisi lain yang langsung menghadap ke jl. Djuanda.
Impresi yang gw dapetin pas baru pertama kali memandangin venuenya adalah: Intim! Gw rasa ini akan jadi salah satu gigs yang intim, dimana anak2 indofrengers dan band2 pengisi acara bisa secara akrab menikmati suguhan music berkelas sekaligus bersosialisasi (kenalan / ngeceng) diantara kerumunan orang.


Setiba gw disana, berbagai tugas sudah menyambut. Setelah selesai menyapa dan menyalami anak2 panitia lain yang udah dateng, gw langsung nimbrung di obrolan mereka saat itu. Saat itu hal – hal yang harus segera dikerjakan adalah mengatur layout ruangan, nyiapin stand jualan, dan masang backdrop video.
Sekitar jam 12, matahari lagi semangat semangatnya merambatkan energy panasnya ke kota Bandung. Satu hal yang gw khawatirin kalo siangnya panas terik gini adalah, malemnya hujan! Bisa Cuma sedikit nih yang dateng kalo hujan malemnya. Tidak lama kemudian, terlihat sebuah taksi berwarna biru tua memasuki pelataran parkiran Roger’s café. Sepeti yang gw duga, mereka adalah anak2 Band Quasi yang udah jauh2 dateng dari Yogya buat meriahin acara Tribute ini.
Gw mau flashback dulu mengenai Quasi nih, sehari sebelum acara ini gw sempet nemenin Quasi interview di salah satu radio lokal Bandung. Gw bertindak sebagai solo fotografer acara tribute yang bertugas mengabadikan setiap momen2 dari semua rangkaian acara ini. Studio radio ini cukup nyaman, dengan warna dinding ruangan yang kalem, dipadukan dengan sebuah meja kaca lonjong yang dilengkapi dengan microphone berbentuk unik, bangku yang empuk, AC yang dingin dan tentu saja dekorasi ruangan yang berisi banyak foto2 band terkenal, kaya The Beatles, Rolling Stones dan Deep Purple. Gw berkenalan dengan anak2 Quasi, mereka ramah2 dan baik2. Sesekali gw nanya2 tentang sejarah awal Quasi. Yaah sok asik dikit lah, untungnya mereka santai dan juga baik. Sesekali kita ketawa karena suatu hal. Lalu segmen di radio dilanjut dengan live performance dari Quasi, suara vokalisnya angelic banget deh, susah dideskripsiin, agak2 sengau gitu juga. Keren! Mirip Jonas Bjerre! Okay segitu dulu brief flashbacknya. Lanjut ke hari-H.
Saat itu pula tidak lama setelah anak2 Quasi merapat, sebuah bis terlihat merapat ke pelataran parkir Roger’s Café. Seperti yang ditunggu2, bis itu adalah bis pembawa rombongan anak Frengers Regional Jakarta yang beramai – ramai nyewa bis untuk dateng ke acara ini. Keren banget kan mereka! Ketika gw melihat bis mulai merapat gw langsung inisiatif masuk ke dalam lift dan turun ke bawah untuk menyambut mereka. Ketika gw sampe di bawah gw langsung menyambut dan menyalami mereka satu persatu, kebanyakan dari mereka sudah gw kenal dan sisanya terasa familiar walaupun mungkin belum pernah ngobrol banyak. Trus gw anter mereka ke venuenya di Roger’s Café lantai 3.
Sekitar jam 2 siang, jumlah pekerjaan sudah mulai tereduksi. Tinggal menunggu band2 yang pada pengen check sound. Gw berjalan ke beranda depan dan melihat sang batara surya sudah mulai bersembunyi di balik awan. Suhu kota bandung sudah mulai menurun seiring dengan awan – awan yang menutup sang surya. Pohon – pohon mulai bergerak menghembuskan angin yang membuat udara saat itu menjadi adem. Sebentar saja di luar sepertinya gw bakalan ngantuk, dan ternyata bener aja ada anak panitia yang tidur di kursi.

Sekitar jam 2an gw izin cabut buat makan. Gw sudah langsung terpikir dimana tempat gw akan makan saat itu, pasti lah : Gelap Nyawang! Selain deket dari tempat acara, gw ngerasa disana pasti bakal ketemu anak2 HIMAFI buat diajak ngobrol sambil makan. Sampai disana ketemu ebol sama ucok. Gw mesen makanan dan ngobrol sama mereka sambil makan.
Balik lagi ke venue, gw sampai sana lagi ada anak2 Vickyvette lagi pada check sound. Gak lama gw disamperin Dora, salah satu panitia dan temen gw juga, dia request foto vokalisnya Vickyvette, Rayhan. Gw mengiyakan permintaan si Dora, sekalian gw janjikan nanti gw akan fotoin dia berdua bareng si Reyhan tea.
Sembari menunggu acara dimulai, gw menyempatkan diri untuk sedikit bersantai di beranda. Di depan pintu beranda terlihat anak2 Epic Symphony of Djarugala sedang asik menyiapkan alat2 musik tradisional mereka untuk perform nanti, di meja bundar di pojok beranda ada Dika sang MC dari panitia dan Lony, penyiar muda nan cantik dari salah satu radio lokal Bandug. Di stand jualan ada beberapa panitia yang lagi asik bercengkrama, di salah satu sudut ruangan ada anak2 Frozen Castle yang lagi sibuk ngegosip.
trus gw juga ngobrol sama salah satu music director stasiun radio musik lokal yang menjadi pendukung di acara ini. obrolan gw dan dia cukup membentang tak terkendali, dari kerjaan music director, industri musik nasional, scene indie Bandung, blackberry sampe ke komunitas2 band2 metal Bandung yang konon adalah salah satu komunitas yang kompak. perbincangan ini cukup seru dan membuka horizon.
Jam yang ditunggu2 akhirnya tiba, gate venue dibuka sekitar pukul 16.30. beberapa penonton mulai memasuki venue, mereka lantas memilih sofa yang tersedia untuk duduk santai, gw ketemu beberapa temen kampus gw yang juga pencinta MEW. Gw lanjutin tugas gw sebagai solo fotografer , jepret sana sini. 2 MC apik naik ke panggung, menyambut para pecinta gigs tepat waktu yang datang ke acara ini semenjak dimulai. Sekitar pukul 17.20 band pembuka maju ke panggung. Mereka adalah Epic Symphoni of Djarugala. Mereka adalah seniman – seniman Bandung yang berkumpul buat menciptakan music dari alat2 tradisional, ada yang bawa kecapi, angklung juga suling. Mereka menyanyikan 3 buah lagu. Lantunan music MEW, yang notabenenya ribet akan barisan nada dan ritmenya ini, dibawakan dengan harmonisasi yang sangat manis dari alat2 tradisional tersebut. Serasa itu belum cukup, alunan music band ini disempurnakan dengan suara manis dari sang vokali wanita. Serasa tepat mereka dipilih sebagai band pembuka acara ini. Penonton bertepuk tangan meriah seakan terkesan dengan penampilan apik mereka.

Setelah jeda maghrib, ruangan Roger’s Café sudah mulai penuh oleh berbagai pecinta music MEW. Sofa – sofa mulai terisi penuh, lantai pun lantas dipilih sebagai tempat duduk untuk menyaksikan pertunjukan music yang masih akan menghadirkan banyak kejutan ini. Band kedua yang tampil adalah Mind Deer. Band ini digawangi oleh anak2 Frengers Regional Jakarta yang sudah saya kenal dengan baik. Walaupun band ini belum terbentuk lama, namun mereka adalah para perupa music yang sudah lama berkarya di jalur music Indie di Jakarta. Mereka membawakan lagu dari EP mereka, Come Out of Nowhere. Penampilan mereka ditutup dengan lagu Like Chaser yang dengan diluar dugaan diaransemen menjadi lagu yang panjang. Pada lagu ini penampilan mereka benar – benar mencapai klimaks. Dengan aksi lempar kacamata oleh drummer dan gitarisnya. That was epic!

Sekitar pukul 7 malam, sebuah sms masuk ke hp gw. Sms itu berasal dari seseorang special yang sengaja saya undang untuk datang ke acara ini. Walaupun gw tau dia gak begitu ngerti lagu2 MEW, Cuma kehadirannya sangat gw harapkan. Gw menyelinap sebentar diantara penonton yang hadir saat itu, menyelinap diantara panitia juga untuk menjemput dia di bawah. Setelah sedikit bercanda di pinggi jalan Djuanda yang cukup ramai gw ajak dia ke atas. Memasuki café, gw ajak dia duduk di sofa dekat temen gw, maksudnya agar dia tetep ada temen ngobrol ketika gw sedang mengerjakan tugas sebagai solo fotografer. Setelah ngobrol sebentar lalu gw mulai melanjutkan tugas penting gw.
Lalu penampilan dilanjut dengan penampilan dari Frozen Castle. Band ini juga merupakan band dari anak2 Frengers Regional Jakarta. Mereka adalah pemusik2 handal dari ibukota. Frozencast, begitu biasa disingkat, memainkan lagu yang sangat akrab di telinga pecinta MEW, yaitu Comforting Sounds. Lagu ini diiringi oleh sing along bareng dari penonton yang hadir di acara itu. Lalu penampilan mereka ditutup dengan petasan kecil yang semakin menghangatkan suasana.

Penampil selanjutnya adalah band asal Bogor yang sudah tampil di beberapa festival music mancanegara. Mereka adalah KEZIA. Mereka juga menggunakan beberapa alat music etnik seperti suling. Penampilan mereka sudah tidak usah ditanya lagi, keren! Terlihat sang vokali meminum susu Chimori rasa coklat. Minum susu cokelat di tengah manggung adalah hal yang bakalan jarang kita lihat, biasanya kan bir atau paling normal air putih lah. Sesekali juga sang vokali bercanda dan mengajak penonton sing along.

Lanjut ke band selanjutnya, mereka adalah salah satu band lokal asal Bandung bersamaan dengan Vickyvette dan Epic Symphony. Band ini juga cukup menyita perhatian penonton. Suara vokalisnya juga sesuai dengan lagu2nya MEW. Band ini lantas mengajak salah satu temannya untuk menyanyikan bareng lagu2 MEW.

Malam minggu ini sudah semakin larut, udara Bandung di luar yang cukup dingin tetap terasa gerah di dalam Roger’s Café ini. Wajar saja, penonton di dalam venue sudah mulai ramai. Crowd sudah mulai memanas, tidak sabar menunggu band apalagi yang akan muncul dan memainkan lagu2 MEW yang cukup rumit di telinga ini.
Vickyvette mulai memasuki panggung, disambut dengan gemuruh keramaian dari crowd. Vickyvette adalah salah satu band Bandung yang ternyata mempunyai cukup banyak penggemar. Mereka memainkan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri dan beberapa lagu2 MEW. Sang vokalis tampaknya sudah sangat menyukai MEW sejak lama, terlihat dari penampilannya saat membawakan lagu2 MEW yang menjiwai. Penampilan mereka ditutup dengan aksi luar biasa dari tiap2 personilnya. Mereka tampil menggila di acara ini. Kamipun bangga.

Band terakhir dan yang ditunggu2 akhirnya mulai naik ke atas panggung. Quasi adalah band yang sangat dipengaruhi oleh MEW. Sehingga kadang mereka disebut MEWnya Indonesia. Seperti band lainnya, mereka juga memainkan lagu dari EP mereka, ada dua lagu yang dimainkan, yaitu For Mom and Dad dan Pelangi Selepas Hujan. Sejujurnya, ketika gw baru pertama kali ngedenger lagu mereka di radio, gw langsung jatuh cinta ama lagu ini. Setelah melihat live performancesnya langsung, gw semakin ngefans sama mereka. Beberapa lagu akhirnya selesai dihajar oleh mereka, penampilan mereka sangat tepat untuk dijadikan penutup di acara tribute ini.

Jam tangan hitam gw menunjukkan sekitar pukul 22.30. akhirnya acara tribute yang sudah digagas dari berbulan – bulan lalu ini terealisasi juga. Gw terharu, senang dan sedih setelah acara ini berakhir. Selepas acara gw nganterin si cewek special gw tadi kembali ke mobilnya, gw ga bisa nganter balik karena masih ada hal2 yang harus gw beresin selepas acara. Sorryyy..
Gw kembali ke dalam venue, dan lalu menuju ke beranda. Beranda yang tadi siang bersih itu telah berubah menjaditempat sampah dan asbak raksasa. Puntung rokok dan botol minuman tergeletak dimana2. Walaupun begitu, masih banyak orang yang bercengkrama disana. Mereka adalah band2 yang masih beristirahat selepas bermain di acara yang keren ini. Gw nyamperin anak2 Quasi untuk berterima kasih atas kesediannya dateng ke Bandung, honestly gw seneng karena adanya acara ini juga menambah jaringan pertemanan gw, terlebih lagi anak2nya asik2. Kewl!
Setelah itu gw menepati janji gw ke Dora, fotoin dia bareng vokalis Vickyvette! Dari jauh gw udah narik2 Dora buat foto, tapi dia malu2 gitu. Akhirnya gw yang maintain ke Rayhan buat minta foto dia bareng Dora. Dora tampangnya seneng banget dan tersipu ketika diajak ngobrol sama dia, maklumlah katanya dora kagumnya udah lama ama dia. Congratz dora!
Malam minggu di gw di Bandung gak seramai ini biasanya, biasanya kalo di kosan malem minggu Cuma nonton dvd, atau chatting di laptop. Bahkan kalo gw merunut ke beberapa tahun lalu, malem minggu gini gw masih belajar gila2an buat ujian. Malem minggu dan malem senin udah ga ada bedanya kalo lagi musim ujian. Yang kepikiran Cuma belajar, mau main juga ga bakal tenang kalo otak masih kosong. Mau jalan2 juga ga bakalan kerasa senengnya kalo masih belom nyoba ngerjain soal2 taun lalu. Hahahaa.. malem minggu di Bandung ini cukup berkesan. Setelah acara berakhir anak2 indofrengers mulai berkumpul untuk foto bareng rame ramee. Udah lama ga foto2 serame ini, karena gw juga akhir2 ini jarang ikut di kegiatan frengers yang rame2 sih ya..

Alhamdulillah acara ini berlangsung lancar, ramai dan intim! Senang dan terharu gw rasanya. Walaupun gw tau temen2 gw banyak yang lebih banyak dan lebih rajin kerjanya daripada gw ( gw harus cabut dari kepanitiaan karena sibuk nyiapin sidang akhir TA2 gw ), gw tetep bersyukur bisa terlibat langsung di acara tribute pertama gw ini.
Malem ini udah semakin dingin, sebelom balik ke kosan gw nganter dora dulu ke rumahnya, berhubung ga ada yang nganter jadi gw aja yang nganter.
Hal kaya gini udah lama ditanamkan semenjak gw ada di himpunan, dimana kalo udah malem ( walaupun tanpa diminta ) anak2 cowok, at least, nawarin nganterin balik cewe2, terutama yang rumahnya agak jauh. Biasanya anak cewe pada ga mau dianterin, mungkin mereka ngerasa gak pengen ngerepotin. Berpikir gitu gak salah sih, menurut gw cewe juga mesti mandiri kok. Tetapi, cewek pun juga kadang ga ngerti jalan pikir cowok, (umumnya) cowok juga ga bakalan tenang kalo tuh cewe balik sendiri sampe kosannya. Jadi sepertinya cowok lebih suka repot sedikit ketimbang harus khawatir terhadap keselamatan cewe2 yang pulang sendiri itu.
Kayanya ini tulisan terpanjang gw semenjak ngeblog deh.. hahahaa..
Udah ah, segitu dulu episode Tribute To MEW!
Nb : Ditulis sambil dengerin Kings of Convenience, ditemenin sama kerupuk udang yang gw beli di warteg tadi dan tolak angin..