Assalamu’alaikum Sahabat….
Apa kabarmu kali ini. Lama sudah kita tidak berkumpul bersama, sekedar berbagi cerita sebagaimana yang sering kita lakukan dahulu.
Sahabat…….
Qmulai saja sharing ini ya.
Dalam bimbingan Allaah dan gemblengan/ didikan Al Mukarram Ustad Abu Sangkan dan Ibu Linda, Ustad Hamid dan sluruh guru lainnya, enam tahun sudah ternyata hari – hariq diisi bersama Shalat Khusyu’. ALLAH tlah berkenan membukakan dada ini tuk menerima CahayaNya.
Sluruh tulisan yang qtulis ini adalah kutipan ilmu yang dicurahkan oleh Al Mukarram Ustad Abu Sangkan.
Sahabat…
Sesungguhnyalah Shalat Khusyu’ itu adalah anugerah dari Allah kepada orang- orang yang beriman.
Keuntungan dari Allah bagi orang yang beriman.
Sehingga ketika orang tersebut shalat maka ada khusyu’ yang turun.
Ada rasa takut/ rasa tunduk yang turun ke dalam hatinya kepada Allah… atas izin Allah.
Ternyata pengajaran Shalat Khusyu’ yang disampaikan oleh Ustad Abu selama ini adalah pengajaran agar kita senantiasa beriman kepada Allah, karna dalam beragama tidak cukup hanya dengan berISLAM saja. Sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan kepada orang – -orang Arab Badui yang menyatakan diri kalau mereka beriman, dan ternyata belum kata Allah, karena iman itu belum masuk ke dalam dada mereka.
Mereka barulah berISLAM/ tunduk.
Baru tunduk terhadap syariat/ aturan- aturan yang berlaku bagi orang- orang yang menginginkan jalan keselamatan.
Sebagaimana firman Allah di dalam QS Al Hujurat (49) : 14.
A’udzubillahi minna syaithanirajim
Bismillahirahmanirahim
Orang- orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk (ISLAM)’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada ALLAH dan RasulNYA, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalmu. Sungguh, ALLAH Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
QS Al Hujurat (49) : 14.
Sahabat ….
IMAN itu adalah pemberian ALLAH SWT berupa CAHAYA yang disusupkan ke dalam dada orang – orang yang Ia kehendaki untuk dibukakan dadanya…… sehingga dada kita menjadi lapang dan tunduh… patuh kepada Pemilik Semesta Raya (dan itu ada keadaanya, bisa dirasakan).
Bahkan iman itupun diteteskan setetes demi setetes oleh ALLAH hingga kita benar- benar iman/ yakin.
HATTA TA’TIYAKAL YAKIN… hingga hatimu benar- benar yakin.
A’udzubillahi minna syaithanirajim
Bismillahirahmanirahim
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), DIA akan membukakan dadanya untuk (menerima) ISLAM. Dan barangsiapa dikehendakiNYA menjadi sesat, DIA jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan- akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah ALLAH menimpakan siksa kepada orang – orang yang tidak beriman.
QS Al Hujurat (49) : 14.
Setelah IMAN lalu apa?
Mintalah petunjuk ALLAH agar kita mampu meninggalkan keburukan hawa nafsu yang tlah membelenggu jiwa kita slama ini.
ALLAHUMMA ALHIMNI RUSYDI WA QINNI SYARAN NAFSI
YA ALLAH … BERIKANLAH PETUNJUKMU TUK MENINGGALKAN KEBURUKAN (HAWA NAFSU) KU.
Do’a inilah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para Sahabat yang baru masuk Islam.
Bahkan Rasulullah SAW menyemangati para Sahabat tuk membangkitkan jiwanya, karena mereka berbicara dengan Tuhan yang tidak tuli dan ADA.
Ya ayyuhal insan… irba’u ‘ala anfusikum innakum la tad ‘una ashamma wa la ghaiba
Hai manusia… Bangkitkan jiwamu, sesungguhnya kalian tidak memanggil yang tuli dan tidak ada
Membangkitkan jiwa… menghidupkan hati.
Pasti ada pertanyaan dalam hati kita. Bagaimanakah caranya menghidupkan hati kita?
Karna hanya hati yang hiduplah yang mampu berbicara dengan Allah Yang Maha Hidup.
Caranya ya BERZIKIRLAH…
Selain itu kita harus selalu BERSIH HATI (tazkiyatun nafs).
Karena hati ibarat wadah yang akan menampung petunjuk/ Ilham Illahi.
Jika wadahnya kotor maka yang keluarpun akan kotor. Begitupula sebaliknya.
Sebagaimana QalamNYA :
A’udzubillahi minna syaithanirajim
Bismillahirahmanirahim
demi jiwa serta penyempurnaannya,
Allah mengilhamkan kepadanya (jiwa) jalan kejahatan (fujur) dan kebaikan (taqwa),
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
QS Asy Syams (91) : 7 – 10
Caranya bagaimana???
Ya … BERZIKIRLAH…
Berzikirlah dalam keadaan duduk, berdiri, berbaring sebagaimana yang Allah perintahkan ! QS An Nisa’ (4) : 103
A’udzubillahi minna syaithannirajim
Bismillahirahmanirahim
Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah ALLAH ketika kamu berdiri, duduk dan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang – orang yang beriman.
QS An Nisa’ (4) : 103
ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI IBADATIKA
Ya Allaah… ajari kami berZIKR, berSYUKUR dan TA’AT
(INSYA ALLAH BERSAMBUNG)
Jangan lupa ya Sahabat
Tolong kirimkan Al Fatihah bagi Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabat beliau
Al Fatihah bagi ayahanda H. Syahril, Ibunda Hj. Asnetty Syahril, alm. Nenekq Hj. Asma Ghazali dan alm. Kakekq Al Mukarram H. Agus Ghazali
Al Fatihah bagi Al Mukarram Ustad Abu Sangkan, Ibu Linda Muflikah (istri Ust. Abu Sangkan), Ustad Hamid
Al Fatihah bagi Ust. Yusdeka Putra& Ibu Pupun, Ust. Yus Anshari& Ibu Nur, Ust. Mardianto& Ibu Fiva, Ust. Dasrial, Ust. Budi, Ust. Iman Tauchid, Bunda Heru, Ust. Hendro Asmoro, Ust. Ewien, Ust. Medy Bachtiar, Bp Yan Katsiran & Bu Oom Komariah
Karena kemulyaan, keikhlasan dan keridhaan beliau- beliaulah ilmu ini bisa sampai kepada kita.
Smoga Allah melindungi mereka dari sluruh fitnah dunia dan fitnah dalam mendakwahkan KEBENARAN TUHAN… ALLAHHU RABBUL ‘ALAMIN.
