Setelah Besok di Kapal Perang, PadI Ingin Luncurkan Album Baru di Bulan

Agustus 8, 2015

Setelah kemarin diperkenalkan lewat radio-radio di tanah air, besok PadI bakal menggelar acara launching album terbarunya yang berjudul Tak Hanya Diam di Jakarta. Yang menarik, acara peluncuran album yang sudah lama dinanti oleh para Sobat PadI itu akan diadakan di atas kapal perang.

“Kita sih inginnya diadakan di Surabaya, tetapi karena berkaitan dengan publikasi media, jadinya di Jakarta,” kata Piyu, gitaris PadI, dalam obrolan Minggu dini hari (11/11) tadi via telepon.

Sebelumnya, PadI pernah meluncurkan album di atas atap sebuah gedung di daerah Sarinah Jakarta. Sekarang di atas kapal perang. So, peluncuran album berikutnya diadakan mana nih? “Gak tahu nih, lagi mikir berikutnya mau dibikin di mana. Mungkin di bulan kali ya… ha ha ha,” jawab Piyu sambil tertawa.

Album baru itu sendiri berisi 10 lagu. Sebagai single jagoan pertama ada lagu berjudul “Sang Penghibur” yang video musiknya segera ditayangkan di televisi.

Tulisan ini dimuat pertama kali di Asia Blogging Network pada November 2007.

Selamat Jalan Dodo Zakaria

Agustus 8, 2015

Kabar meninggalnya seorang tokoh musik legendaris Indonesia, Dodo Zakaria, pada hari ini, 22 Oktober 2007 pukul 15.40 WIB, saya ketahui melalui sebuah posting di milis warga@yahoogroups.com tadi sore. Tidak lama kemudian ada SMS masuk dari Roy “Boomerang” yang mengatakan “turut berduka cita atas gugurnya pahlawan musik Indonesia, DODO ZAKHARIA.
Baca entri selengkapnya »

Lagu untuk Palang Pintu Kereta Api

Agustus 8, 2015

Lagi buru-buru ke suatu tempat, tiba-tiba di depan, palang pintu lintasan kereta api mulai menutup berbarengan dengan suara sirene pertanda sebentar lagi akan ada rangkaian kereta apa yang lewat. Sesaat kemudian terdengar suara perempuan yang mulai berbicara soal bahaya melewati perlintasan kereta api dan mengingatkan agar bersabar menunggu. Suara itu akan berkumandang terus-menerus hingga kereta api lewat dan palang pintu dibuka kembali.

Apakah kamu pernah mengalami situasi seperti itu? Bosan dan bete mendengar suara tersebut? Baca entri selengkapnya »

Official Teaser Trailer “Batman v Superman: Dawn of Justice”

April 18, 2015

Batman v Superman: Dawn of Justice

Tell me, do you bleed? You will.

Dua Lagu Baru di Album “Private Collection from Glenn Fredly”

Mei 31, 2008

Bulan-bulan ini nampaknya toko-toko kaset dan CD diramaikan dengan beberapa album baru dari sejumlah artis musik Indonesia. Nama Glenn Fredly juga ternyata turut dalam deretan artis musik Indonesia yang meluncurkan album baru. Album barunya bertajuk Private Collection from Glenn Fredly.

Menurut informasi yang dirilis di situs web resminya, album baru itu seharusnya sudah ada di pasaran sejak 26 Mei 2008 lalu sebelum tur “Intimate Concert” dimulai. Meskipun album baru namun hanya ada 2 lagu baru di dalamnya. Sisanya adalah 8 lagu lama yang dipilih sendiri oleh Glenn. Dua lagu baru itu adalah Terserah dan Hikayat Cinta.

Album “the best“? Katanya sih Glenn menolak disebut demikian. Iya deh…

 

Tulisan ini dimuat pertama kali di Asia Blogging Network (ABN)

Hargailah Pembeli Album Asli!

April 21, 2008

Dalam setiap kesempatan, dari atas panggung penyanyi dan pemusik Indonesia hampir selalu menyerukan agar para penggemar mereka menghargai musik Indonesia dengan tidak membeli album bajakan.

Saya kurang jelas apakah seruan itu dikatakan dengan sungguh-sungguh atau hanya sekedar basa-basi atau bahkan merupakan titipan pesan sponsor dari pihak lain. Jika mereka berkata sungguh-sungguh, apakah mereka sendiri sudah menghargai para penggemarnya yang membeli kaset atau CD asli mereka? Apakah mereka sendiri sudah menghargai penggemar yang tidak membeli album bajakan? Sejauh ini yang saya lihat malah sebaliknya.

Lihatlah beberapa contoh berikut ini. Penggemar yang sudah membeli album asli coba ‘diperdaya’ dengan tawaran album repackage yang dirilis tidak lama kemudian, penggemar yang sudah membeli album asli disuguhi berbagai iklan logo dari produk tertentu yang biasanya ‘mengotori’ sampul album baik bagian depan maupun belakang, dan pembeli album asli juga langsung ditawari ring back tone (RBT) yang kadang-kadang bentuk iklannya sampai menutupi daftar judul lagu yang tercantum di bagian belakang sampul album.

Wahai para penyanyi, pemusik, dan pelaku industri rekaman musik Indonesia, hargailah pembeli album asli!

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Asia Blogging Network.

Jangan Beli Album Repackage!

April 3, 2008

Hingga saat ini nampaknya tren merilis album berbandrol repackage masih terus berlangsung di dunia bisnis musik Indonesia. Lihatlah, belum lama ini setidaknya ada dua lagi album repackage dari dua grup musik Indonesia yang dilempar ke pasar.

Album repackage biasanya merupakan album yang isi atau materi di dalamnya terdiri dari lagu-lagu di album lama / sebelumnya ditambah satu atau dua lagu baru sebagai bonus. Kalau ada yang menyebut hal ini sebenarnya merupakan akal-akalan bisnis, sepertinya memang tak terbantahkan lagi.

Baca entri selengkapnya »

Saatnya Panggung Besar untuk Artis Indonesia di Java Jazz Festival

Maret 17, 2008

Meskipun banyak artis top mancanegara yang hadir di Jakarta International Java Jazz Festival 2008 minggu lalu, namun bukan berarti artis Indonesia kehilangan pamor di festival jazz yang semakin terkenal di tingkat dunia itu. Lihatlah kenyataannya.

Dapat jadwal di sore hari, penampilan Syaharani & The Queenfireworks pada hari pertama Java Jazz Festival 2008 membuat ruang Cendrawasih 2 & 3 langsung dipadati ratusan penonton. Sambutan yang meriah dari penonton juga diberikan kepada Parkdrive, Ecoutez, dan Glenn Fredly yang selanjutnya tampil di tempat yang sama. Terlihat ruangan Cendrawasih itu penuh sesak dengan penonton. Mereka bahkan rela antri di depan pintu masuk sebelum diijinkan masuk oleh petugas.
Baca entri selengkapnya »

James Ingram dan Tiga Menit

Maret 8, 2008

Apa hubungannya antara tiga menit dan James Ingram? Bukan, ini bukan soal persaingan operator GSM soal tarif menelepon. Begini ceritanya. Tiba-tiba ada aturan baru bagi yang akan motret penampilan James Ingram yang dilangsungkan di Plenary Hall, Jakarta Convention Hall, Jakarta dalam rangkaian gelaran Java Jazz Festival 2008 hari pertama (7/3). Aturan mendadak itu hanya memperbolehkan peliput dan fotogafer berada di bibir panggung tiga menit saja! Ya, tiga menit, bukan tiga lagu sebagaimana pada umumnya aturan untuk memotret pertunjukan musik. Aturan yang tergolong aneh tersebut katanya datang dari manajemen penyanyi cowok kelahiran 16 Februari 1956 itu.

Mau bagaimana lagi? Ya, sudah. Terpaksa harus menurut. Untunglah aturan motret itu tidak benar-benar setelah tiga menit harus langsung keluar. Tapi tetap saja setelah James Ingram menembangkan satu lagu, semua fotografer yang ada dibibir panggung diusir keluar ruangan oleh petugas. Seperti lagu kedua yang sayup-sayup dinyanyikannya, Just Once.

Sementara ini, para penonton sedang menantikan penampilan Bobby Caldwell di tempat yang sama. Jadwalnya ada di pukul 23.00 WIB. Semoga saja tanpa aturan tiga menit 🙂

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Asia Blogging Network.

Piyu Soal Logo dan Album Baru PadI

November 11, 2007

Senin, 12 November 2007 besok album baru PadI bertajuk Tak Hanya Diam akan resmi diluncurkan lewat sebuah acara di atas kapal perang. Selain tempat peluncurannya yang tidak biasa, masih ada beberapa hal menarik yang diusung album baru yang sudah lama dinanti banyak orang ini. Misalnya, soal logo baru yang benar-benar baru, bukan sekedar hasil modifikasi seperti di album ke-4. Untuk itu, Minggu dini hari tadi saya sempat ngobrol via telepon dengan Piyu yang merupakan gitaris sekaligus konseptor Padi. Inilah petikannya.

PadI punya logo baru ya? Kenapa nih logo yang lama perlu diganti?
Selama ini kita merasa orang-orang terlalu mengkaitkan PadI dengan logo itu, terlalu lekat dengan simbol itu. Kuatirnya jadi terlalu mengkultuskan simbol itu. Bukannya terlalu memikirkan soal pengkultusan sih, tapi kita ingin dinamis saja. Logo yang sekarang sederhana saja, simple. Pakai huruf biasa tapi dengan P dan I huruf besar atau kapital. Itu ada arti tersendiri. Itu menyimbolkan bahwa dalam sebuah kesederhanaan ada sesuatu yang kokoh, kuat. Bisa berarti juga bahwa yang besar melindungi yang kecil, yang mayoritas menaungi yang minoritas. Bukan sebaliknya, kayak di sini…

Soal Cover album baru ada ceritanya gak? Gambar apa sih itu?
Ide awalnya itu adalah lambang partikel-partikel DNA yang saling berhubungan. Kita ingin mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini saling berkaitan dengan adanya komunikasi satu sama lain. Kalau kita peka, kita tidak akan merasa sendiri. Ketemu orang lain di mana saja biasanya ujung-ujungnya ada ‘nyambungnya’. Selalu konek satu sama lain.

Kenapa didominasi warna merah?
Soalnya saya pernah mimpi melihat ada cover album PadI berwarna merah.

Judul album kali ini adalah Tak Hanya Diam. Kenapa pilih lagu yang sudah ada di album PadI sebelumnya itu sebagai judul?
Itu untuk menunjukkan PadI tidak hanya diam. Kayak sekarang, PadI bikin album baru. Kita harus selalu bergerak, harus berusaha.

Ada kejutan lain?
Video klip single pertama Sang Penghibur kita bikin di London. Sudah lama kita rencanakan bisa syuting di sana. Kita mikir bagaimana caranya agar hemat biaya. Kebetulan dari sana ada yang perusahaan ngundang dan mau jadi sponsor, jadi sekalian. Makan, tempat tinggal, transportasi, semuanya ditanggung perusahaan itu. Video klipnya sudah jadi. Mungkin mulai tanggal 13 November besok ditayangkan di televisi.

Setelah ini ada tur panjang?
Kayaknya tidak, Kita mau konsen urusan promosinya biar bisa keliling dari radio ke radio dan media. Apalagi saya lagi ingin dekat dengan anak saya. Jadi, manggungnya per kota, satu-satu. Seperti tanggal 18 November depan kita konser di Surabaya, kemudian 25 November di Semarang.

Tulisan ini dimuat pertama kali di Asia Blogging Network (ABN)


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai