Senin, 12 November 2007 besok album baru PadI bertajuk Tak Hanya Diam akan resmi diluncurkan lewat sebuah acara di atas kapal perang. Selain tempat peluncurannya yang tidak biasa, masih ada beberapa hal menarik yang diusung album baru yang sudah lama dinanti banyak orang ini. Misalnya, soal logo baru yang benar-benar baru, bukan sekedar hasil modifikasi seperti di album ke-4. Untuk itu, Minggu dini hari tadi saya sempat ngobrol via telepon dengan Piyu yang merupakan gitaris sekaligus konseptor Padi. Inilah petikannya.
PadI punya logo baru ya? Kenapa nih logo yang lama perlu diganti?
Selama ini kita merasa orang-orang terlalu mengkaitkan PadI dengan logo itu, terlalu lekat dengan simbol itu. Kuatirnya jadi terlalu mengkultuskan simbol itu. Bukannya terlalu memikirkan soal pengkultusan sih, tapi kita ingin dinamis saja. Logo yang sekarang sederhana saja, simple. Pakai huruf biasa tapi dengan P dan I huruf besar atau kapital. Itu ada arti tersendiri. Itu menyimbolkan bahwa dalam sebuah kesederhanaan ada sesuatu yang kokoh, kuat. Bisa berarti juga bahwa yang besar melindungi yang kecil, yang mayoritas menaungi yang minoritas. Bukan sebaliknya, kayak di sini…
Soal Cover album baru ada ceritanya gak? Gambar apa sih itu?
Ide awalnya itu adalah lambang partikel-partikel DNA yang saling berhubungan. Kita ingin mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini saling berkaitan dengan adanya komunikasi satu sama lain. Kalau kita peka, kita tidak akan merasa sendiri. Ketemu orang lain di mana saja biasanya ujung-ujungnya ada ‘nyambungnya’. Selalu konek satu sama lain.
Kenapa didominasi warna merah?
Soalnya saya pernah mimpi melihat ada cover album PadI berwarna merah.
Judul album kali ini adalah Tak Hanya Diam. Kenapa pilih lagu yang sudah ada di album PadI sebelumnya itu sebagai judul?
Itu untuk menunjukkan PadI tidak hanya diam. Kayak sekarang, PadI bikin album baru. Kita harus selalu bergerak, harus berusaha.
Ada kejutan lain?
Video klip single pertama Sang Penghibur kita bikin di London. Sudah lama kita rencanakan bisa syuting di sana. Kita mikir bagaimana caranya agar hemat biaya. Kebetulan dari sana ada yang perusahaan ngundang dan mau jadi sponsor, jadi sekalian. Makan, tempat tinggal, transportasi, semuanya ditanggung perusahaan itu. Video klipnya sudah jadi. Mungkin mulai tanggal 13 November besok ditayangkan di televisi.
Setelah ini ada tur panjang?
Kayaknya tidak, Kita mau konsen urusan promosinya biar bisa keliling dari radio ke radio dan media. Apalagi saya lagi ingin dekat dengan anak saya. Jadi, manggungnya per kota, satu-satu. Seperti tanggal 18 November depan kita konser di Surabaya, kemudian 25 November di Semarang.
Tulisan ini dimuat pertama kali di Asia Blogging Network (ABN)