Harus di akui, setelah sekian lama berhenti menonton TV dan filem, ada satu serial yang sempat menggoda. The Heroes.
Setelah masuk season 2, ketika pertahanan sedang melemah….. akhirnya terkontaminasi kembali oleh filem. Sekali mulai…. tak bisa berhenti. Seperti serial 24 yang akhirnya baru bisa berhenti sampai season 3. Wah, sudah lama juga yah.
Film ini yah fiksi, fiksi sains. Filem yang memuaskan ego dan kehendak tiap orang untuk bisa jadi ‘seseorang’, punya kekuatan khusus dan lainnya. Sama seperti kita kecil melihat filem pahlawan super (baca: super hero), kita biasa merelasikan si tokoh dengan diri kita. Kita merasa senang dan ingin sebagai si tokoh itu. Ketika sang jagoan menang, kita histeris. Ketika pada posisi sulit, kita tegang dan cemas.
Yang uniknya pada film ini, tokoh super itu banyak sekali. Bahkan selama alur cerita ini berjalan, tidak jelas siapa si tokoh utama. Yang jahat bisa terlihat baik, yang baik bisa jadi jahat. Terus bergerak. Pada mulai pertengahan saja tokoh yang sebelumnya terlihat agak ‘cupu’ jadi terlihat ‘nah ini dia’ si Peter Petrelli.
Hayo-hayo masih 4 episode lagi menunggu menuju akhir season 1, sampai nanti 🙂