Manajemen Memori II

Paging

Paging merupakan solusi untuk masalah fragmentasi eksternal dimana ruang alamat logika tidak berurutan yang mengijinkan sebuah proses dialokasikan pada memori fisik yang terakhir tersedia. Metode ini memungkinkan suatu alamat memori fisik yang tersedia dapat tersusun tidak berurutan.

Konsep paging

Memori virtual dibagi menjadi blok-blok yang ukurannya tetap yang dinamakan page (ukurannya adalah pangkat 2, diantara 512 bytes dan 8192 bytes, tergantung arsitektur). Memori fisik dibagi juga menjadi blok-blok yang ukurannya tetap yang dinamakan frame. Lalu kita membuat suatu page table yang akan menterjemahkan memori virtual menjadi memori fisik.

paging 1

paging 2

 

 

Continue reading

Posted in Sistem Operasi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Manajemen Memori I

Hirarki Memory

Manajemen Memori 1

Cache Memory, memori yang bertugas membantu primary memori dalam memecah data yang akan dan belum diproses dengan tujuan mempermudah kinerja processor. Cache memory ada dalam processor, mother board maupun peralatan mikrokontroller lain (VGA, Hard disk, Sound, dsb) dan berukuran kecil, antara Kilo Bytes (KB) sampai dengan MB (Mega Bytes).

Continue reading

Posted in Materi, Sistem Operasi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Deadlock and Starvasion

Definisi Deadlock

Deadlock kondisi dimana proses tidak berjalan lagi atau tidak ada komunikasi antar proses. Deadlock hanya bisa dimunculkan oleh salah satu dari proses anggota :

  1. Tidak ada proses yang bisa berlanjut, melepaskan resources, atau diaktifkan kembali.
  2. Berawal dari situasi supply resources lebih kecil daripada demand.

Deadlock adalah keadaan dimana dua program memegang kontrol terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh program yang lain dimana tidak ada yang dapat melanjutkan proses masing-masing sampai program yang lain memberikan sumber dayanya, tetapi tidak ada yang mengalah.

Ilustrasi Deadlock

1

Continue reading

Posted in Materi, Sistem Operasi | Tagged , , , , | Leave a comment

Kongkurensi & Mutual Exclusion

Prinsip Kongkurensi

        Merupakan sebuah kondisi dimana terdapat lebih dari satu proses berada pada saat yang sama. Proses-proses yang konkuren memiliki beberapa masalah:

  1. Mutual Exclusion
  2. Starvation
  3. Deadlock

Continue reading

Posted in Materi, Sistem Operasi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penjadwalan Proses Bagian II

Kali ini saya akan memposting tentang Penjadwalan Proses Bagian II, dimana terdapat materi tentang Priority Scheduling, Round Robin dan Multilevel Feedback Queue beserta masing-masing contohnya. Baca dengan seksma 🙂

Priority Scheduling

       merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing. Prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui beberapa karakteristik antara lain:

  • Time limit.
  • Memory requirement.
  • Akses file.
  • Perbandingan antara I/O Burst dengan CPU Burst.
  • Tingkat kepentingan proses.

Continue reading

Posted in Sistem Operasi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Sejarah Perkembangan Komputer

   Sejarah Sistem Operasi

Generasi 1 :

Vacuum Tubes dan Plugboards (1945-1955), Analytical Engine (Charles Babbage), Calculating Engine menggunakan vacuum tubes (Howard Aitken, John von Neumann, J.P Eckert, Konrad Zuse), Belum ada bahasa pemrograman, Belum ada sistem operasi, sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan langsung, Operasi menggunakan plugboard, Pengenalan punched card.

SO1   SO6

Generasi 2:

Transistor dan Batch Systems (1955-1965), Tetap belum dilengkapi sistem operasi. Tetapi beberapa fungsi dasar SO sudah ada, Pengenalan transistor untuk komputer,  Pemisahan fungsi personil : Designer, Operator, Programmer dan Maintenance personel, Pengenalan job (program atau seperangkat program), Penggunaan bahasa FORTRAN, Assembeler. Penerapan Batch System, Penggunaan mesin-mesin besar untuk kalkulasi sains dan engineering, Typical operating system : FMS (Fortran Monitor System) dan IBSYS (sistem operasi untuk IBM 7094).

Generasi 3:

IC dan Multiprogramming (1965-1980), IBM mengenalkan IBM 360 dengan sistem operasi OS/360, Menggunakan Integrated Circuit (IC), Dapat menangani komputasi sains dan komersial, Mengadopsi konsep ‘one family’, Sistem operasi berukuran besar dan kompleks, Mengenalkan multiuser, komputer memiliki resource yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus.

Generasi – 3 (Cont.)

Mengenalkan Time Sharing (berbagi waktu), tiap pemakai mempunyai satu terminal online dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian secara cepat, Pemakai akan merasa dilayani terus menerus. Padahal sebenarnya secara bergantian. Mengenalkan SPOOLING (Simultaneous Peripheral Operation On Line), membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersamaan, dapat diakses secara simultan yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori.

Generasi 4:

SO3 SO4

Personal Computer (1980-1990), Pengembangan LSI dan VLSI melahirkan PC dan Workstation. Perangkat lunaknya “user friendly”. Dua sistem operasi yang dominan :

MS-DOS (pada IBM-PC dengan CPU Intel 8088, 80286, 80386, 80486)

UNIX (pada Non-Intel computer dan workstation)

RISC Chips

Network Operating System

 

Generasi 5:

VLSI, ULSI dan teknologi Nano, Internet, Multimedia (1990 – Sekarang). Pengembangan VLSI an ULSI melahirkan PC yang berbasis Pentium untuk server maupun workstation. Pengembangan sistem operasi windows, Pengembangan internet dan multimedia,  Pengembangan aplikasi yang berbasis Web atau WWW.

 

Komponen Dasar Sistem Operasi

Hardware – menyediakan “basic computing resources” (CPU, memory, I/O devices).

Operating system – mengendalikan / mengkoordinasikan penggunaan hardware di antara berbagai aplikasi/program dari user.

Applications programs – menggunakan sistem resource yang digunakan untuk menyelesaikan masalah komputasi dari user (compilers, database systems, video games, business programs).

Users (people, machines, other computers).




 

Posted in Sistem Operasi | Tagged , , , , | Leave a comment

Sistem Operasi

Pada kali ini saya akan memposting materi  tentang apa itu Sistem Operasi, Struktur letak OS, Fungsi dan lain-lain. Jadi baca dengan seksama….:)

Sistem operasi = software,

Sistem operasi adalah sebuah program yang mengatur perangkat keras komputer, menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada di atasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras.

Struktur Letak OS

Picture2

Abstraksi Sistem Operasi

Picture1

Fungsi Utama Sistem Operasi
Continue reading

Posted in Sistem Operasi | Tagged , , , , | Leave a comment

Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

Analisa kebutuhan perangkat lunak
Analisis kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan gambaran perangkat yang akan dihasilkan ketika pengembang melaksanakan sebuah proyek pembuatan perangkat lunak. Perangkat lunak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sangat tergantung pada keberhasilan dalam melakukan analisis kebutuhan. Untuk proyek-proyek perangkat lunak yang besar, analisis kebutuhan dilaksanakan setelah aktivitas sistem information engineering dan software project planning.
Analisa kebutuhan yang baik belum tentu menghasilkan perangkat lunak yang baik, tetapi analisa kebutuhan yang tidak tepat menghasilkan perangkat yang tidak berguna. Mengetahui adanya kesalahan pada analisis kebutuhan pada tahap awal memang jauh lebih baik, tapi kesalahan analisis kebutuhan yang diketahui ketika sudah memasuki penulisan kode atau pengujian, bahkan hampir masuk dalam tahap penyelesaian merupakan malapetaka besar bagi pembuat perangkat lunak. Biaya dan waktu yang diperlukan akan menjadi sia sia.
Analisis kebutuhan
Analisa kebutuhan adalah suatu proses untuk mendapatkan informasi, mode, spesifikasi tentang perangkat lunak yang diinginkan klien/pengguna. Kedua belah pihak, yaitu klien dan pembuat perangkat lunak terlibat aktif dalam tahap ini. Informasi dari klien yang akan menjadi acuan untuk melakukan desain perangkat lunak.
Analisis kebutuhan merupakan satu di antara banyak aktivitas kritis pada proses rekayasa kebutuhan perangkat lunak untuk memahami ranah permasalahan dari sistem yang berjalan dan ranah solusi dari sistem yang akan dibuat(Yen et.al, 1998).
Ada tiga faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan analisis kebutuhan ini, yaitu lengkap, detail, dan benar. Lengkap artinya semua yang diharapkan oleh klien telah didapatkan oleh pihak yang melakukan analisis. Detail maksudnya adalah berhasil mengumpulkan informasi yang terperinci. Semua data dari analisis kebutuhan ini haruslah benar, sesuai apa yang dimaksud oleh klien, bukan benar menurut apa yang dipikirkan oleh pihak analisis.
Analisis kebutuhan yang dilakukan terhadap perangkat lunak akan menghasilkan spesifikasi perangkat lunak tersebut. Analisa kebutuhan ini terdiri dari lima langkah pokok:
Continue reading

Posted in RPL | Tagged , , , , , | Leave a comment